nothing
Informasi Kesehatan | Obat | Penyakit | 02129323456
nothing
Medicastore
 
Bell's Palsy, Sering dianggap Sebagai Serangan Stroke
12-10-2005 | dr. Maula N Gaharu
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 
Suatu pagi, saat bangun tidur, Yani merasa wajahnya menjadi mencong sebelah dan salah satu matanya juga sulit untuk ditutup rapat. Sekilas dalam pikiran ini hanya karena belum sepenuhnya terbangun. Ketika ia mencoba minum segelas air putih, kebiasaanya yang selalu dilakukannya saat bangun tidur,...namun air justru keluar dari mulutnya....

Bagi siapa pun, kejadian seperti ini akan menimbulkan rasa takut, bahkan bisa jadi panik. Hal pertama yang terlintas dalam pikiran kebanyakan orang, ini adalah serangan stroke. Namun kejadian seperti ini bisa juga disebabkan kelainan yang disebut sebagai Bell?s Palsy.

Apa itu Bell's Palsy?

Mungkin nama penyakit ini tidak sering diketahui oleh kebanyakan orang. Sir Charles Bell, demikian nama seorang ahli bedah Skotlandia yang pertama kali menemukan penyakit ini pada abad 19. Penyakit ini menimbulkan derajat keluhan klinis yang beragam. Kendati demikian wajah yang tidak simetris, kelopak mata yang tidak dapat menutup sempurna, gangguan pengecapan serta sensasi mati rasa (baal/kebas) pada salah satu sisi wajah merupakan keluhan yang sering terjadi. Pada beberapa kasus disertai adanya hiperakusis (sensasi pendengaran yang berlebihan), telinga berdenging, nyeri kepala dan perasaan melayang. Keluhan tersebut terjadi mendadak dan mencapai puncaknya dalam 2 hari. Keluhan yang terjadi diawali oleh nyeri pada telinga yang seringkali dianggap sebagai infeksi.

Berbeda dengan serangan stroke, pada Bell?s palsy tidak disertai dengan kelemahan anggota gerak. Hal ini disebabkan oleh letak kerusakan saraf yang berbeda. Pada stroke disebabkan oleh rusaknya bagian otak yang mengatur pergerakan salah satu sisi tubuh, termasuk wajah. Sedangkan pada Bell?s Palsy, kerusakan terjadi langsung pada saraf yang mengurus persarafan wajah. Saraf fasialis, demikian nama serabut saraf yang mengurus bagian wajah dan merupakan bagian dari 12 pasang saraf otak. Saraf ini berasal dari bagian batang otak yang disebut pons. Dalam perjalanannya menuju kelenjar parotis, saraf fasialis ini harus melalui suatu lubang sempit dalam tulang tengkorak yang disebut kanalis Falopia. Setelah mencapai kelenjar parotis, saraf fasialis ini akan bercabang menjadi ribuan serabut saraf yang lebih kecil yang mempersarafi daerah wajah, leher, kelenjar liur, kelenjar air mata, 60% bagian depan lidah dan sebagian telinga.

Bell?s palsy dapat terjadi pada pria atau wanita segala usia dan disebabkan oleh kerusakan saraf fasialis yang disebabkan oleh radang, penekanan atau pembengkakan. Penyebab kerusakan ini tidak diketahui dengan pasti, kendati demikian para ahli meyakini infeksi virus ? Herpes Simpleks- sebagai penyebabnya. Sehingga terjadi proses radang dan pembengkakan saraf. Pada kasus yang ringan, kerusakan yang terjadi hanya pada selubung saraf saja sehingga proses penyembuhannya lebih cepat, sedangkan pada kasus yang lebih berat dapat terjadi jeratan pada kanalis falopia yang dapat menyebabkan kerusakan permanen serabut saraf.

Cara pengobatannya bagaimana?

Sekitar 80-85% kasus, dapat sembuh spontan dalam 3 bulan. Akan tetapi beberapa penelitian mengatakan obat antivirus dan antiinflamasi efektif mempercepat proses penyembuhan apalagi jika pemberiannya sedini mungkin. Sedangkan nyeri dapat diatasi dengan analgetik seperti parasetamol dan ibuprofen, untuk pertumbuhan serabut saraf yang rusak dapat digunakan terapi vitamin dengan menggunakan vitamin B6 dan B12. Evaluasi terhadap derajat kerusakan saraf dapat dilakukan setelah melewati fase akut dengan menggunakan pemeriksaan elektromiografi (EMG) pada minggu kedua dengan memeriksa refleks kedip (blink reflex). Dengan demikian pemeriksaan ini dapat digunakan untuk memprediksi prognosis penyakit.

Botolinum toxin type A atau yang lebih dikenal dengan botox merupakan alternatif terapi yang dapat digunakan dan berfungsi untuk relaksasi otot-otot wajah. Alternatif terapi lainnya berupa akupuntur, stimulasi galvanik dan biofeedback.

Selain terapi utama, hal penting yang menjadi perhatian dalam tatalaksana penyakit ini adalah mata. Kelopak mata yang tidak dapat menutup sempurna akan dapat menimbulkan masalah baru, iritasi serta infeksi mata akan rentan terjadi jika tidak dilakukan perhatian khusus pada masalah ini. Hal yang dapat dilakukan berupa pemberian air mata buatan, mengedipkan mata secara manual, penggunaan pemberat kelopak mata hingga tindakan operatif.

Latihan wajah

Komponen lain yang tidak kalah pentingnya dalam optimalisasi terapi adalah latihan wajah. Latihan ini dilakukan minimal 2-3 kali sehari, akan tetapi kualitas latihan lebih utama daripada kuantitasnya. Sehingga latihan wajah ini harus dilakukan sebaik mungkin. Pada fase akut dapat dimulai dengan kompres hangat dan pemijatan pada wajah, hal ini berguna mengingkatkan aliran darah pada otot-otot wajah. Kemudian latihan dilanjutkan dengan gerakan-gerakan wajah tertentu yang dapat merangsang otak untuk tetap memberi sinyal untuk menggerakan otot-otot wajah. Sebaiknya latihan ini dilakukan di depan cermin. Gerakan yang dapat dilakukan berupa:
  1. Tersenyum
  2. Mencucurkan mulut, kemudian bersiul
  3. Mengatupkan bibir
  4. Mengerutkan hidung
  5. Mengerutkan dahi
  6. Gunakan telunjuk dan ibu jari untuk menarik sudut mulut secara manual
  7. Mengangkat alis secara manual dengan keempat jari Menutup mata
Bagaimana dengan prognosis dari Bell?s palsy?

Secara umum penyakit ini dapat disembuhkan, kendati tergantung dari derajat kerusakan sarafnya. Pada minggu kedua perbaikan sudah mulai dirasakan dan dalam 3-6 bulan wajah dapat kembali normal. So, it?s not gonna be the end of everything, is it?

***
Total Hit : 7784
Saras Subur Ayoe

Artikel Terkait
 
Penyakit Terkait
- Stroke
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk artikel diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar :
  pinpin20 Aug 2012
terimakasih, artikel ini sangat bermanfaat dan membantu khususnya bagi saya yg mengalami kejadian seperti ini. Semoga ilmunya bisa bermanfaat bagi kita semua terimakasih.

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  monika13 Apr 2012
sorry your comment contains disallowed character

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  Adhi Usadha, I Nyoman17 Dec 2009
Salam.... Anak saya kena sakit ini kira2 enam hari lalu, kaget sekali liatnya. bila dia tertawa istri saya malah nangis. maklum dia anak umur 4 thn yang sedang lucu2nya. Neurolog dan fisioterapi saya coba. ada kemajuan dikit. Bisa bantu mempercepat penyembuhannya ? Red : Ada yang bisa memberikan informasi ? Thanks

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  Muhammad efendi18 Feb 2009
sorry your comment contains disallowed character

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  WISNU17 Feb 2009
saya mengalami penyakit ini dan mengalami kelumpuhan pada wajah yang kemungkinan menetap karena itu saya himbau bagi yang terkena penyakit tersebut secepatnya ditangani terutama dengan akupuntur.

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 Next

Info Penyakit

Penyakit Kienbock
Penyakit Kienbock

Deskripsi : Penyakit Kienböck adalah suatu kondisi
Baca selengkapnya »

Sindroma Asperger pada Orang Dewasa
Sindroma Asperger pada Orang Dewasa

Deskripsi : Sindrom Asperger adalah
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

AFRIN ADULT NASAL DROPS

Tetes hidung 0,05 % x 10 mL.

BIONECT GAUZE

gauze pads 10 x 10 cm

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com