nothing
Testosterone Deficiency Syndrome pada Pria
nothing
Medicastore
Testosterone Deficiency Syndrome pada Pria
13-10-2008 | nita-medicastore.com
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 

Testosteron Deficiency Syndrome (TDS) atau sindrom kekurangan testosteron merupakan suatu keadaan dimana produksi testosteron dari testis tidak cukup.

Adapun gejala TDS yang muncul yaitu rendahnya dorongan seksual dan menurunnya libido, menurunnya fungsi ereksi, penurunan massa otot dan kekuatannya, kenaikan berat badan, kurang konsentrasi, mudah lelah, depresi berat, kelemahan fisik yang parah, osteoporosis dan anemia.

TDS pada pria juga akan mengakibatkan konsekuensi medis seperti sindrom metabolisme seperti obesitas, disregulasi insulin (yang menyebabkan tingkat kadar gula darah menjadi abnormal), kolesterol tinggi dan hipertensi ringan. Pada akhirnya kondisi ini dapat mengarah pada penyakit diabetes mellitus dan jantung.

Pria dianggap menderita TDS apabila tingkat testosteron dalam darah berada di bawah angka 12 nmol/L. Dimana kisaran normal berada di antara 12-40 nmol/L. Pria dengan ciri-ciri dan gejala yang mengarah pada TDS disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter dan memeriksa kadar testosteronnya.

Karena jika TDS dibiarkan begitu saja dan tidak ditangani dengan benar, akan mengakibatkan munculnya gejala di atas serta menurunkan kualitas hidup pada pria baik di usia produktif maupun usia lanjut.

Penurunan Testosteron
Testosteron merupakan hormon seks steroid (androgen) pria yang umumnya diproduksi oleh testis setelah terjadi kematangan pembentukan kelenjar seks pria (testis).

Testosteron bertanggung jawab terhadap perkembangan anak laki-laki menjadi seorang pria pada masa pubertas. Testoteron berperan dalam seksualitas, pembentukan fisik, mental dan performa pria.

Testosteron merupakan hormon seks pria yang paling penting. Pria akan mengalami penurunan kadar testosteron darah aktif sekitar 1,2 persen per tahun dari kadar semula ketika memasuki usia 40 tahun. Sementara saat mencapai usia 70 tahun, pria akan mengalami penurunan kadar testosteron darah sebanyak 35 persen dari kadar semula.

Penyebab umum terjadinya TDS adalah pertambahan usia pada pria. Tipe ini disebut sebagai slow onset atau low onset TDS. Proses penuaan pada pria akan berdampak pada sistem endokrin, sistem genital, komposisi tubuh dan sistem muskular, sistem kardiosvaskular dan sistem syaraf. TDS juga merujuk pada disfungsi sistem endokrin (produksi androgen) dan sistem eksokrin (produksi sperma).

Diabetes mellitus atau penyakit-penyakit metabolik lainnya dapat mempercepat terjadinya penurunan kadar testosteron bila dibandingkan dengan pria seusia tanpa obesitas dan diabetes mellitus. Lemak perut atau perut buncit (visceral obesity) juga dapat mempercepat terjadinya penurunan kadar testosteron.

Diketahui pula bahwa pria dengan central obesity cenderung mempunyai kadar testosteron lebih rendah dibandingkan dengan pria tanpa central obesity. Pria dengan diabetes mellitus cenderung mempunyai kadar testosteron lebih rendah dibandingkan dengan pria tanpa diabetes mellitus.

Di samping itu, penyebab TDS lainnya adalah kerusakan fungsi dari testis (kemungkinan karena keturunan), terpapar zat beracun, tumor, operasi, dan sebagainya.

Satu gejala umum yang terjadi akibat TDS adalah penurunan fungsi ereksi. Pria dengan penurunan fungsi ereksi kemungkinan memiliki tingkat testosteron yang rendah sehingga disarankan untuk memeriksakan tingkat testosteronnya. Saat ini ditekankan pentingnya skrining TDS pada pria dengan penurunan fungsi ereksi.

Penurunan fungsi ereksi juga dapat diobati hanya dengan testosteron, khususnya apabila penyebab utamanya adalah kekurangan testosteron. Prevalensi pria TDS dengan penurunan fungsi ereksi dilaporkan sekitar 20 persen.

Penanganan TDS bertujuan untuk memulihkan parameter metabolik kedalam kondisi normal (eugonadal), meningkatkan massa, kekuatan dan fungsi otot, memelihara BMD (Bone Mineral Density) dan menurunkan risiko fraktur, meningkatkan fungsi neuropsikologis (kognisi dan mood), meningkatkan fungsi psikoseksual serta meningkatkan kualitas hidup.

Namun sayangnya, kurangnya informasi mengenai kondisi TDS mengakibatkan pria yang terkena penyakit tersebut mengabaikan dan tidak menyadari gejala-gejala penyakit tersebut sebagai kondisi medis yang membahayakan namun menganggapnya sebagai hal yang normal.

Hal ini membuat mereka berupaya mengobati sendiri penyakit ini dengan produk yang dijual bebas, tanpa mempertimbangkan bantuan profesional dalam upaya mengobati penyebab penyakit ini.

Jika dibiarkan tidak diobati, penyakit ini dapat secara serius mempengaruhi kesehatan seksual, fisik, dan mental pria. Oleh karena itu disarankan bagi pria dengan gejala-gejala mengarah pada TDS untuk memeriksakan kadar testosteron mereka.

Total Hit : 9822
Child Life DR2C

Artikel Terkait
 
Penyakit Terkait
Gairah Seksual (Libido) Yang Rendah
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk artikel diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar :
  arta10 Nov 2012
Saya memilliki masalah berat badan yang tak kunjung naik2, apakah bisa disebabkan oleh kekurangan hormon tsb ? apakah terapi hormon dapat membantu ? usia saya 21 tahun *Red : Untuk berat badan sepertinya tidak berkaitan dengan hormon testosteron, coba konsultasi ke dokter gizi untuk mendapatkan pola makan yg tepat yg dapat meningkatkan berat badan. Dapat juga mengonsumsi susu tinggi protein & barengi dengan olahraga secara rutin

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  TRI HARJONO30 Jun 2011
Saya umur 49 th saya mengalami penurunan fungsi sex kemanakah kami harus berkonsultasi atau specialis apa yg menangani hal tersebut *Red : Untuk bapak dapat berkonsultasi ke dokter spesialis andrologi

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  ROBBY HERUWANTHO27 Apr 2010
ARTIKEL TENTANG TDS SANGAT BAGUS DAN PENTING KIRA2 OBAT ATAU OLAH RAGA APA YANG MENJADIKAN GAIRAH SEX MENINGKAT CEPAT BAGAIMANA DENGAN MINUM CYLIS ATAU VIAGRA DAPAT MENYEBABKAN LIBIDO MENINGKAT DAN ADAKAH EFEK PADA JANTUNG ? *Red : Cialis atau viagra bukanlah obat utk penambah gairah sexual/libido melainkan obat yg memperlancar aliran darah ke penis sehingga ereksi tdk terganggu. Untuk pemakaian obat-obatan tersebut sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu, karena ada beberapa kondisi yg tidak boleh menggunakan obat2an tersebut

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  Bambang hari susanto06 Apr 2010
sy sangat tertarik dgn topik ini adakah obt testoteron yg dpt di minum dan apakah andriol dpt di jd kan pengganti testoteron.tks*Red : Untuk pengobatan defisiensi testosterone ini dapat menggunakan obat yang diminum ataupun disuntik. Masing-masing memilki kelebihan & kekuranganya. Untuk lebih jelas mengenai terapi tersebut sebaiknya bapak berkonsultasi dengan dokter spesialis androgen terlebih dahulu

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  gusnadi28 Mar 2010
Bagus sekali untuk pria sehingga jelas permasalahan yg mungkin dihadapi terakit menurunnya gairah seksual

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 Next

Info Penyakit

Vaginismus
Vaginismus

Deskripsi : Vaginismus adalah suatu kontraksi yang
Baca selengkapnya »

Cedera Mata
Cedera Mata

Deskripsi : Struktur wajah dan mata sangat
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

CIPRAM TABLET

Tablet 20 mg x 28 butir.

VITACID SOLUTION

Solution 0,05 % x 50 mL.