medicastore.com
Cari info penyakit | Cari info obat | Cari dokter
RSS    
Medicastore > Artikel Kesehatan
Mengetahui Status Gizi Balita Anda
24-10-2008 | nita-medicastore.com
EmailEMAIL  | PrintPRINT  | RSSRSS
 

status gizi balita merupakan hal penting yang harus diketahui oleh setiap orang tua. Perlunya perhatian lebih dalam tumbuh kembang di usia balita didasarkan fakta bahwa kurang gizi yang terjadi pada masa emas ini, bersifat irreversible (tidak dapat pulih).

Data tahun 2007 memperlihatkan 4 juta balita Indonesia kekurangan gizi, 700 ribu diantaranya mengalami gizi buruk. Sementara yang mendapat program makanan tambahan hanya 39 ribu anak.

Ditinjau dari tinggi badan, sebanyak 25,8 persen anak balita Indonesia pendek (SKRT 2004). Ukuran tubuh yang pendek ini merupakan tanda kurang gizi yang berkepanjangan. Lebih jauh, kekurangan gizi dapat mempengaruhi perkembangan otak anak. Padahal, otak tumbuh selama masa balita. Fase cepat tumbuh otak berlangsung mulai dari janin usia 30 minggu sampai bayi 18 bulan.

anak_gizi_baikMenurut ahli gizi dari IPB, Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS, standar acuan status gizi balita adalah Berat Badan menurut Umur (BB/U), Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB), dan Tinggi Badan menurut Umur (TB/U). Sementara klasifikasinya adalah normal, underweight (kurus), dan gemuk.

Untuk acuan yang menggunakan tinggi badan, bila kondisinya kurang baik disebut stunted (pendek). Pedoman yang digunakan adalah standar berdasar tabel WHO-NCHS (National Center for Health Statistics).

Status gizi pada balita dapat diketahui dngan cara mencocokkan umur anak (dalam bulan) dengan berat badan standar tabel WHO-NCHS, bila berat badannya kurang, maka status gizinya kurang.

Di Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), telah disediakan Kartu Menuju Sehat (KMS) yang juga bisa digunakan untuk memprediksi status gizi anak berdasarkan kurva KMS. Perhatikan dulu umur anak, kemudian plot berat badannya dalam kurva KMS. Bila masih dalam batas garis hijau maka status gizi baik, bila di bawah garis merah, maka status gizi buruk.

Bedanya dengan balita, status gizi orang dewasa menggunakan acuan Indeks Massa Tubuh (IMT) atau disebut juga Body Mass Index (BMI). Nilai IMT diperoleh dengan menghitung berat badan (dalam kg) dibagi tinggi badan kuadrat (dalam meter persegi). IMT normal bila angkanya antara 18,5 dan 25; kurus bila kurang dari 18,5; dan gemuk bila lebih dari 25. Sebagai contoh orang bertinggi 1,6 meter, maka berat badan ideal adalah 48-64 kg.

Parameter yang umum digunakan untuk menentukan status gizi pada balita adalah berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Lingkar kepala sering digunakan sebagai ukuran status gizi untuk menggambarkan perkembangan otak.

Sementara parameter status gizi balita yang umum digunakan di Indonesia adalah berat badan menurut umur. Parameter ini dipakai menyeluruh di Posyandu.

Menurut Prof. Ali, untuk membedakan balita kurang gizi dan gizi buruk dapat dilakukan dengan cara berikut. Gizi kurang adalah bila berat badan menurut umur yang dihitung menurut Skor Z nilainya kurang dari -2, dan gizi buruk bila Skor Z kurang dari -3. Artinya gizi buruk kondisinya lebih parah daripada gizi kurang.

anak_gizi_burukBalita penderita gizi kurang berpenampilan kurus, rambut kemerahan (pirang), perut kadang-kadang buncit, wajah moon face karena oedema (bengkak) atau monkey face (keriput), anak cengeng, kurang responsif. Bila kurang gizi berlangsung lama akan berpengaruh pada kecerdasannya.

Penyebab utama kurang gizi pada balita adalah kemiskinan sehingga akses pangan anak terganggu. Penyebab lain adalah infeksi (diare), ketidaktahuan orang tua karena kurang pendidikan sehingga pengetahuan gizi rendah, atau faktor tabu makanan dimana makanan bergizi ditabukan dan tak boleh dikonsumsi anak balita.

Kurang gizi pada balita dapat berdampak terhadap pertumbuhan fisik maupun mentalnya. Anak kelihatan pendek, kurus dibandingkan teman-temannya sebaya yang lebih sehat. Ketika memasuki usia sekolah tidak bisa berprestasi menonjol karena kecerdasannya terganggu.

Untuk mengatasi kasus kurang gizi memerlukan peranan dari keluarga, praktisi kesehatan, maupun pemerintah. Pemerintah harus meningkatkan kualitas Posyandu, jangan hanya sekedar untuk penimbangan dan vaksinasi, tapi harus diperbaiki dalam hal penyuluhan gizi dan kualitas pemberian makanan tambahan, pemerintah harus dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat agar akses pangan tidak terganggu.

Para ibu khususnya harus memiliki kesabaran bila anaknya mengalami problema makan, dan lebih memperhatikan asupan makanan sehari-hari bagi anaknya. Anak-anak harus terhindar dari penyakit infeksi seperti diare ataupun ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas).

Semua nutrisi penting bagi anak dalam usia pertumbuhan. Prof. Ali berpesan untuk memperhatikan asupan sayur dan pangan hewani (lauk pauk), konsumsi susu tetap dipertahankan, jangan terlalu banyak makanan cemilan (junk food) yang akan menyebabkan anak kurang nafsu makan. Perhatikan juga asupan empat sehat lima sempurna dengan kuantitas yang cukup.

Narasumber:

Tentang Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS
prof_ali_khomsan

Ahli gizi dari IPB (Institut Pertanian Bogor) ini lahir di Ambarawa tanggal 2 Februari 1960. Mendapatkan gelar insinyur dari IPB pada tahun 1983. Selanjutnya tahun 1987 memperoleh gelar Magister Sains Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga dari IPB. Sementara gelar doktor dari Iowa State University, USA pada tahun 1991.

Prof. Ali merupakan dosen di Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB sejak tahun 1984 sampai sekarang. Beliau diangkat sebagai Guru Besar Pangan dan Gizi IPB pada tahun 2001. Dan sejak tahun 2007 menjabat sebagai Kepala Bagian Terapan Gizi IPB.

Artikel terkait:
Total Hit : 41116
Artikel Terkait



 
Penyakit Terkait
Ikhtisar Gizi
Kekurangan Gizi (Malnutrisi)
Malnutrisi
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk artikel diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar:
*Titin pada 03-10-2010, menulis:
 Assalamualaikum.. Anak adalah titipan, yuk kita jaga dan didik dengan sebaiknya. Bagi orangtua berbahagia yg ingin mengadakan Aqiqah. Rumah Aqiqah hadir membantu anda mempersiapkan hewan Aqiqah serta pendistribusian kepada saudara yg membutuhkan. Kunjungi website Rumah Aqiqah dan hubungi kami segera. Pemesanan bisa secara online juga Rumah Aqiqah website : http://www.rumahaqiqah.org email : welcome@rumahaqiqah.org
*rani pada 03-04-2010, menulis:
 sy mau menanyakan mengenai brt badan utk ank umur 2th seharusnya mencapai brp kg dok? krn ank sy, mulai 4 bln yg lalu bbnya hnya 10,5kg tdk ada kenaikan sm skli. utk makan biasa sj sering kali sy paksa, cemilan jg tdk suka, tp tingkahnya bnyk skl,susu asi & susu btl. bgmn cara mengatasinya dok? & utk gizinya makanan apa sj yg hrs dikonsumsi. *Red : Untuk berat badan yang seimbang tergantung dari usia & tinggi badan. Pada saat pemeriksaan badan di posyandu biasanya akan diberikan kartu Menuju Sehat (KMS) untuk dapat melihat pertumbuhan anak apakah ideal atau tidak. Apabila anak tidak suka makan dapat disiasati dengan pemberian vitamin penambah nafsu makan. Untuk informasi yang lebih jelas sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis anak
*metty andriyani pada 17-01-2010, menulis:
 Spt yg sdh bpk jlskn bhw utk menilai status gizi balita dpt menggunakan indikator BB/U, TB/U atau BB/TB. Bila seorang blita setelah dilakukan antropometri kemudian diperoleh hasilnya jika hanya slah 1 atau hnya 2 dr 3 indikator tsb yang dikatakan normal,bgaimana interpretasinya? selain itu dari ketiga indikator tsb mengapa indikator BB/U yg digunakan sbg acuan utk mengamati status gizi balita dimsyrakat, khususnya posyandu?
*Erizka pada 01-11-2010, menulis:
 menurut q seh artikel ne bermanfaat pa ge buat q mahasiswi kebidanan..........so haruz tau menu makanan sehat pa yg hrus dkonsumsi dok,,,,q mau tanya neh makanan sehat n bergizi pa yg bisa buat bdn cpt gmuk............. tlng tanggepin y dok........coz q pengen gmuk neh dok * Red : Cara yang sehat untuk menambah berat badan adalah dengan makan secara teratur & berolahraga dengan rutin
*adrian pada 26-11-2009, menulis:
 kenapa masih belum ada perhatiasn kepada anak daerah
 Next
     
Email       :
Password :
  Lupa Password?

 Artikel Kesehatan
 Berita Kesehatan
 Seminar Kesehatan
 Forum
 Komentar
  Contact Us | Copyright | Profil Medicastore
Cari info penyakit | Cari info obat | Cari dokter  
Home | Info Penyakit | Info Obat | Info Dokter | Artikel Kesehatan | Berita Kesehatan | Seminar | Newsletter | Forum | Kuis | Iklan | Apotik Online
Disclaimer