nothing
Artikel Kesehatan: Diare pada Bayi dan Anak-medicastore.com
nothing
Medicastore
Diare pada Bayi dan Anak
03-10-2009 | Enny Sophia-medicastore.com
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 

anak diareDiare merupakan penyakit yang lazim ditemui pada bayi maupun anak-anak. Menurut WHO, diare merupakan buang air besar dalam bentuk cairan lebih dari tiga kali dalam satu hari, dan biasanya berlangsung selama dua hari atau lebih. Terkadang orang tua kerap bertanya-tanya apakah bayinya mengalami diare. Pada anak-anak, konsistensi tinja lebih diperhatikan daripada frekuensi BAB, hal ini dikarenakan frekuensi BAB pada bayi lebih sering dibandingkan orang dewasa, bisa sampai lima kali dalam sehari. Frekuensi BAB yang sering pada anak belum tentu dikatakan diare apabila konsistensi tinjanya seperti hari-hari pada umumnya. Seorang ibu dapat mengetahui kapan anaknya terkena diare, dan bergantung pada situasi anak.

Diare dapat menyebabkan seseorang kekurangan cairan. Penyebab diare bermacam-macam, diantaranya infeksi (bakteri maupun virus) maupun alergi makanan (khususnya susu atau laktosa). Diare pada anak harus segera ditangani karena bila tidak segera ditangani, diare dapat menyebabkan tubuh dehidrasi yang bisa berakibat fatal.

Penyebab Diare Pada Bayi dan Anak
Seperti yang telah disebutkan di atas, banyak hal yang dapat menyebabkan diare. Bila bayi maupun anak anda diare, bisa saja dikarenakan adanya parasit, infeksi bakteri maupun virus, antibiotik, atau makanan.
  • Infeksi virus
    Virus yang paling banyak menimbulkan diare adalah rotavirus. Menurut WHO, rotavirus turut berkontribusi sebesar 15-25% diare pada anak usia 6-24 bulan.
  • Infeksi Bakteri
    Bakteri seperti Shigella, Vibrio cholera, Salmonella (non thypoid), Campylobacter jejuni maupun Escherichia coli bisa saja merupakan penyebab diare pada buah hati anda. Anak anda kemungkinan mengalami diare akibat infeksi bakteri jika diare yang dialaminya sangat hebat, diikuti dengan kejang, terdapat darah di tinjanya, serta demam.
  • Parasit
    Infeksi akibat parasit juga dapat menyebabkan diare. Penyakit giardiasis misalnya. Penyakit ini disebabkan parasit mikroskopik yang hidup dalam usus. Gejala giardiasis diantaranya adalah banyak gas, tinja yang sangat banyak dan berbau busuk, perut kembung, serta diare.
  • Antibiotik
    Jika anak atau bayi anda mengalami diare selama pemakaian antibiotik, mungkin hal ini berhubungan dengan pengobatan yang sedang dijalaninya. Antibiotik bisa saja membunuh bakteri baik dalam usus selama pengobatan. Konsultasikan pada dokter mengenai hal ini. Namun, jangan hentikan pengobatan pada anak anda sampai dokter memberikan persetujuan.
  • Makanan dan Minuman
    Terlalu banyak jus (terutama jus buah yang mengandung sorbitol dan kandungan fruksosa yang tinggi) atau terlalu banyak minuman manis dapat membuat perut bayi “kaget” dan menyebabkan diare.
  • Alergi Makanan
    Alergi makanan merupakan reaksi sistem imun tubuh terhadap makanan yang masuk. Alergi makanan pada bayi biasa terjadi pada bayi yang mulai mengenal makanan pendamping ASI. Protein susu merupakan alergen (penyebab alergi) yang paling umum dijumpai pada bayi. Selain protein susu, alergen yang umum dijumpai adalah telur, kedelai, gandum, kacang, ikan, dan kerang-kerangan. Konsultasikan pada dokter jika anda mencurigai ananda memiliki alergi makanan. Alergi makanan dapat menyebabkan berbagai reaksi (salah satunya adalah diare) dalam waktu singkat maupun setelah beberapa jam.
  • Intoleransi Makanan
    Berbeda dengan alergi makanan, intoleransi makanan tidak dipengaruhi oleh sistem imun. Contoh intoleransi makanan adalah intoleransi laktosa (sangat jarang ditemukan pada bayi). Bayi yang mengalami intoleransi laktosa, artinya bayi tersebut tidak cukup memproduksi laktase, suatu enzim yang dibutuhkan untuk mencerna laktosa (yaitu gula dalam susu sapi dan produk susu lainnya). Gejala seperti diare, perut kembung, dan banyak gas bisa terjadi bila laktosa tidak terurai. Gejala biasanya muncul sekitar satu atau dua jam setelah mengkonsumsi produk susu.
Cegah Diare Sekarang
Diare mudah dicegah antara lain dengan cara:
  • Mencuci tangan pakai sabun dengan benar pada lima waktu penting yaitu sebelum makan, setelah buang air besar, sebelum memegang bayi, setelah membersihkan anak dari BAB, dan sebelum menyiapkan makanan
  • Makanan Sehat
    Makanan dapat terkontaminasi oleh penyebab diare pada tahap produksi dan persiapan, dan penyimpanan. Masaklah makanan dengan benar, pisahkan makanan yang telah dimasak dan yang belum dimasak, pisakan pula makanan yang telah dicuci bersih dan yang belum dicuci, dan jaga makanan dari serangga seperti lalat.
  • Meminum air minum sehat, atau air yang telah diolah, antara lain dengan cara merebus, pemanasan dengan sinar matahari atau proses klorinasi
  • Pengelolaan sampah yang baik supaya makanan tidak tercemar serangga (lalat, kecoa, kutu, lipas, dan lain-lain)
  • Buang air besar dan air kecil pada tempatnya
Penanganan Pertama pada Diare Bayi dan Anak
  • Makan dan Minum
    Untuk bayi dan balita yang masih diberi ASI, teruskan minum ASI (Air Susu Ibu). Bagi anak yang sudah tidak minum ASI, makan dan minum seperti biasa untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang
  • Garam Oralit
    Berikan oralit untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Perlu diperhatikan bagi orang tua mengenai cara pemberian oralit yang benar. Caranya adalah minum segelas oralit sedikit demi sedikit, dua sampai tiga teguk, kemudian berhenti selama tiga menit. Hal ini harus diulang terus menerus sampai satu gelas oralit habis. Minum oralit satu gelas sekaligus dapat memicu muntah dan buang air besar.
  • Segera periksakan anak ke dokter bila diare lebih dari 12 jam atau bila bayi anda tidak mengompol dalam waktu 8 jam, suhu badan lebih dari 39°C, terdapat darah dalam tinjanya, mulutnya kering atau menangis tanpa air mata, dan luar biasa mengantuk atau tidak ada respon.

Total Hit : 62322
Laica Actimove

Artikel Terkait

 
Penyakit Terkait
Diare Infeksius Akut
Diare
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk artikel diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar :
  fitri wahyuni11 Nov 2011
saat ini anak saya menderita diare,usia 2bln 10 hari,frekuensi bab nya 6x dalam sehari,sudah saya bw kedokter,gmn cara penangannya ya biar anak bisa BABnya normal kembali. saat ini anak saya masih bs aktif menggerakn tangan dan kakinya,bahkan tidak d bawa rasa swakitnya,tp sebagai ibu saya sangat khawatir.tolong sarannya.thx *Red : Bila sdh dibawa ke dokter pasti dokter sdh memberikan obatnya & utk penanganan di rumah, pastikan kebutuhan nutrisi & cairan anak tercukupi supaya tdk terjadi dehidrasi.Kemudian pantau terus kondisi anak, sehingga bila ada tanda2 yg mengkhawatirkan dpt segera dibawa ke rumah sakit

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  syahrani al'ahzar17 Jul 2011
diare sangat membahayakan,ank2 qt...maka waspalah pada diare...jika terjadi diare !..ingat langsung diobati segera..

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  valery30 Jun 2011
kl anak saya usia 5 bulan tp Pup-nya sehari 3 kali bisa disebut diare ngga? *Red : Diare adalah defekasi encer lebih dari 3 kali sehari, dengan/tanpa darah dan lendir dalam tinja. Sebaiknya awasi terus kondisi anak & jaga asupan cairannya agar tdk dehidrasi. Bila kondisi tersebut masih berlanjut selama beberapa hari/anak mulai menunjukkan kondisi lemas sebaiknya segera bawa ke RS untuk konsultasi

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  vera26 Apr 2011
tengkyuuu..udah berbagi ilmu.

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  yovi25 Apr 2011
untuk yang punya anak dijaga ya makanannya jgn smpai anak anda diare

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 Next

Info Penyakit

Stroke Hemorrhagic
Stroke Hemorrhagic

Deskripsi : Stroke hemorrhagik merupakan perdarahan yang
Baca selengkapnya »

Uveitis
Uveitis

Deskripsi : Uveitis adalah peradangan yang terjadi
Baca selengkapnya »