medicastore.com
Cari info penyakit | Cari info obat | Cari dokter
RSS    
Medicastore > Artikel Kesehatan
Alergi makanan, Tahanlah Keinginan..
07-10-2009 | Enny Sophia-medicastore.com
EmailEMAIL  | PrintPRINT  | RSSRSS
 

Alergi terhadap Makanan?
seafoodPernah mengalami bengkak kemerahan, dan gatal-gatal setelah menyantap nikmatnya makanan? Atau bahkan sampai merasakan sesak? Bila ya, kemungkinan anda mengalami alergi terhadap makanan. Meskipun angka kejadiannya sedikit, namun alergi terhadap makanan perlu juga diperhatikan karena akibat yang ditimbulkannya bisa menyebabkan kefatalan. Alergi makanan merupakan respon abnormal adanya makanan yang dipicu oleh sistem imun tubuh. Reaksi alergi yang terjadi dapat menyebabkan kejadian serius.

Mekanisme Alergi terhadap Makanan
Reaksi imunologis tubuh mempengaruhi timbulnya alergi terhadap makanan. Reaksi ini melibatkan imunoglobulin, yaitu protein yang membantu dalam respon kekebalan tubuh, tepatnya Imonuglobulin E (IgE) yang membentuk respon imun tubuh. Respon imun yang muncul dalam reaksi alergi melalui dua tahap, yaitu tahap sensitisasi alergen dan tahap elisitasi.

Tahap sensitisasi
Tahap sensitisasi muncul ketika tubuh memproduksi antibodi IgE yang spesifik. Tahap sensitisasi ini juga disebut dengan tahap induksi, merupakan kontak pertama dengan alergen (yaitu ketika mengkonsumsi makanan penyebab alergi).

Tahap elisitasi
Fase elisitasi terjadi jika terdapat pajanan ulang. Ketika terpajan dengan makanan (penyebab alergi) yang sama, protein akan mengikat molekul di sel mediator (sel basofil dan sel mast). Tahap elisitasi ini menyebabkan tubuh mengeluarkan molekul yang menyebabkan inflamasi (seperti leukotrien dan histamin). Efek yang timbul serta keparahan alergi dipengaruhi oleh konsentrasi dan tipe alergen, rute pajanan, dan sistem organ yang terlibat (misalnya kulit, saluran cerna, saluran pernapasan, dan darah).
Skema mekanisme alergi
Skema mekanisme alergi (fda.gov)


Makanan Penyebab Alergi
Pada orang dewasa, makanan yang paling banyak menyebabkan reaksi alergi yaitu makanan yang berasal dari laut, seperti udang, lobster, kepiting. Selain makanan laut, kacang-kacangan juga menyebabkan alergi pada beberapa orang. Makanan lain yang sering menyebabkan reaksi alergi yaitu ikan dan telur. Kacang polong merupakan salah satu makanan yang dapat menyebabkan reaksi anafilaksis. Pada seseorang yang sangat alergi. Sejumlah kecil allergen dapat menyebabkan reaksi alergi. Pada seseorang yang kurang sensitif, bisa saja mentoleransi sejumlah kecil makanan yang dapat menyebabkan alergi.

Pada anak-anak, penyebab alergi makanan yang paling sering yaitu telur, susu, kacang, dan buah. Terkadang, alergi akan hilang pada anak, namun alergi pada orang dewasa cenderung menetap. Selain itu, pada anak lebih banyak ditemukan alergi terhadap susu sapi atau susu kedelai dibandingkan alergi terhadap kacang, ikan, atau udang. Orang dewasa dan anak-anak cenderung memiliki reaksi alergi terhadap makanan yang sering dikonsumsi. Misalnya orang di Jepang alergi terhadap nasi, dan di Skandinavia alergi terhadap ikan kod banyak ditemukan dibanding tempat lainnya.

Gejala Alergi terhadap Makanan
  • Kulit
    Reaksi alergi terhadap makanan yang paling banyak muncul ke kulit. Bentol kemerahan, sangat gatal, dan bengkak. Bahkan kadang muncul berkelompok dan keluar dengan cepat. Bentol pada kulit dapat dapat muncul sendiri maupun disertai dengan gejala alergi lainnya.
    Dermatitis atopik atau eczema, kondisi kulit yang ditandai dengan gatal, betsisik, kemerahan, bisa juga dipicu oleh alergi terhadap makanan. Reaksi ini umumnya bersifat kronik dan muncul pada seseorang yang memiliki riwayat keluarga mempunyai alergi atau asma.
  • Saluran napas
    Gejala asma seperti batuk, napas berbunyi atau kesulitan bernapas, dikarenakan penyempitan saluran pernapasam, dapat dipicu oleh alergi terhadap makanan, terutama pada bayi dan anak-anak.
  • Saluran cerna
    Gejala alergi terhadap makanan yang mempengaruhi saluran cerna meliputi muntah, diare, kram perut, terkadang ruam kemerahan di sekitar mulut. Selain itu, bisa juga terjadi gatal dan bengkak di sekitar mulut dan kerongkongan, sakit perut, dan banyak gas.
Reaksi lain terhadap Makanan
Sedangkan reaksi lain yang berhubungan dengan makanan yaitu intoleransi makanan (seperti intoleransi laktosa, intoleransi susu), keracunan makanan, dan reaksi keracunan bukan merupakan reaksi dari respon kekebalan tubuh. Prevalensi alergi makanan lebih rendah dibandingkan reaksi samping/ efek samping dari makanan. Diperkirakan alergi makanan muncul sebanyak 2-5% pada populasi.

Pada bayi, reaksi non alergi, biasanya reaksi sementara pada beberapa makanan terutama buah, biasa ditemukan. Misalnya terdapat ruam di sekitar mulut disebabkan oleh asam alami pada buah tomat dan jeruk, atau diare dikarenakan gula dalam jus buah atau makanan lainnya yang muncul pada beberapa kali. Reaksi lainnya merupakan reaksi alergi, dan dapat disebabkan oleh makanan yang menimbulkan alergi bila dimakan lagi. Seiring dengan pertumbuhannya, beberapa anak dapat mentoleransi makanan yang sebelumnya merupakan penyebab alergi.

Tips untuk Anda yang Alergi terhadap Makanan
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan bila anda mengalami alergi makanan:
  1. Hindari makanan penyebab alergi. Hal ini merupakan cara terbaik untuk menghilangkan alergi.
  2. Ketahui kandungan makanan. Seseorang yang memiliki alergi terhadap makanan ketika makan di luar rumah perlu menanyakan bahan makanan yang dikonsumsi. Hal ini perlu anda lakukan untuk menghindari alergen tersembunyi.
  3. Bacalah label makanan. Hal ini perlu dilakukan agar anda dapat menghindari makanan penyebab alergi. Di Amerika Serikat dan beberapa Negara lain telah menerapkan pemberian label dengan istilah yang lebih umum, seperti penggunaan kata ‘susu’ untuk menggantikan istilah teksnis seperti ‘kasein’.
  4. Bila reaksi alergi yang muncul sangat hebat, segera pergi ke dokter.
Jadi, bila memang anda adalah seseorang yang memiliki alergi terhadap makanan, tahanlah keinginan agar reaksi alergi tidak muncul yang kemudian mengganggu aktivitas sehari-hari.

Total Hit : 5429
Artikel Terkait
 
Penyakit Terkait
Alergi & Intoleransi Makanan
Anafilaksis (reaksi alergi akut)
Reaksi Alergi
Penyakit Seliak
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk artikel diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar:
*eddy h pada 06-01-2010, menulis:
 dulu saya pernah alergie terhadap makanan, misalnya seafood, setelah memakannya akan timbul rasa gatal pada kulit. Seiring dengan bertambahnya umur, alergie tersebut hilang. Namun setelah 20 tahun kemudian penyakit alergie tersebut timbul kembali. Mengapa bisa demikian yaa? Apakah bisa disembuhkan, mohon penjelasannya.Trims.
*Ameth pada 30-04-2010, menulis:
 dulu saudara saya makan dengan tidak pantang apa2 termasuk telur dan seafood, dan timbul alergi namun tidak banyak, setelah mengurangi makanan tersebut, kok alerginya malah sering timbul ya?
*natsir pada 03-01-2009, menulis:
 kalau makan udang, dan telur atau juga ikan yang sudah lama alias ikan es, maka muncul gatal-2 di kepala, telinga serta muka, kalau di kepala muncul juga seperti bisul kecil-2, saya minum anti biotik dan obat alergi cortidex, cukup bagus juga reaksinya
*yuan pada 08-12-2009, menulis:
 saya alergi protein tinggi khususnya sea food. tiap hari saya mengkonsumsi Interistin, saya tkt banyak mengkonsumsi obat dptkah trjd pengerasan hati? dan bgai maja jika saya hamil, wanita hamil membutuhkan protein tinggi u/ perkembangan kecerdasan otak janin,apakh saya makanprotein tinggi + konsumsi obt alergi, tdk membahayakan janin? mohon balasan kirim ke email saya. trimakasih. *Red: untuk wanita hamil memang ada beberapa jenis obat yang tidak dapat dikonsumsi, jadi sebaiknya di konsultasikan dulu dgn dokter kandungan anda. Apabila alergi dengan makanan laut maka sebaiknya kebutuhan proteinnya diperoleh dari sumber makanan lain yang tinggi protein seperti jenis kacang-kacangan ataupun tahu/tempe.
*Lia adhitya pada 08-10-2009, menulis:
 Akhir2 ini saya alergi makanan laut terutama udang, padahal sebelumnya tidak pernah. Rasanya gatal2 disekitar wajah dan telinga. Sudah ke dokter kulit tapi hasilnya sama saja. Apakah alergi spt ini bersifat permanen, dan menjauhi semua sea food. Apakah ada obat atau makanan yang dapat menambah kekuatan reaksi imun dalam tubuh? Mohon balasan dikirim ke alamat email saya. terimakasih. *Red:ada yang bisa bantu ?
 Next
Email       :
Password :
  
Subscribe to newsletter medicastore.com

Powered by us.groups.yahoo.com

Grup Google
Ingin mendapat newsletter & promosi Medicastore? Join:
Email:
Kunjungi grup kami
 Artikel Kesehatan
 Berita Kesehatan
 Seminar Kesehatan
 Forum
 Komentar
  Contact Us | Copyright | Profil Medicastore
Cari info penyakit | Cari info obat | Cari dokter  
Home | Info Penyakit | Info Obat | Info Dokter | Artikel Kesehatan | Berita Kesehatan | Seminar | Newsletter | Forum | Kuis | Iklan | Apotik Online
Disclaimer