nothing
Artikel kesehatan mengenai resistensi bakteri terhadap antibiotika
nothing
Medicastore
Bahaya Resistensi Antibiotika
30-04-2010 | Bekti-medicastore.com
Diambil dari berbagai sumber
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 
Antibiotik
antibiotikAntibiotika atau dikenal juga sebagai obat anti bakteri adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Alexander Fleming pada tahun 1927 menemukan antibiotika yang pertama yaitu penisilin. Setelah mulai digunakan secara umum pada tahun 1940, maka antibiotika bisa dibilang merubah dunia pengobatan serta mengurangi angka kesakitan & kematian yang disebabkan oleh penyakit infeksi secara dramatis.

Arti antibiotika sendiri pada awalnya merujuk pada senyawa yang dihasilkan oleh jamur atau mikroorganisme yang dapat membunuh bakteri penyebab penyakit pada hewan & manusia. Saat ini beberapa jenis antibiotika merupakan senyawa sintetis (tidak dihasilkan dari mikororganisme) tetapi juga dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri. Secara teknis, zat yang dapat membunuh bakteri baik berupa senyawa sintetis atau alami disebut dengan zat antimikroba, akan tetapi banyak orang yang menyebutnya dengan antibiotika. Meskipun antibiotika mempunyai manfaat yang sangat banyak, penggunaan antibiotika secara berlebihan juga dapat memicu terjadinya resistensi antibiotika.

Cara kerja antibiotik
Untuk memahami cara kerja antibiotika, perlu diketahui dahulu 2 jenis kuman yang banyak menimbulkan penyakit, yaitu bakteri & virus. Meskipun ada beberapa bakteri & virus tertentu yang dapat menyebabkan penyakit dengan gejala yang mirip, tetapi baik bakteri & virus mempunyai cara reproduksi serta penyebaran penyakit yang berbeda.
  • Bakteri merupakan organisme hidup bersel satu. Bakteri dapat ditemukan di mana saja & sebagian besar tidak menimbulkan bahaya atau malah menguntungkan seperti misalnya Lactobacillus, yaitu bakteri yang hidup di usus halus & membantu untuk mencerna makanan. Tetapi ada juga bakteri yang berbahaya & menimbulkan penyakit karena menyerang tubuh, berkembang biak & mengganggu fungsi normal tubuh. Antibiotika efektif untuk melawan bakteri karena dapat membunuh organisme tersebut serta menghambat pertumbuhan ataupun reproduksi bakteri.

  • Virus, bukan merupakan mahluk hidup & tidak dapat berdiri sendiri. Virus merupakan partikel yang berisi materi genetik yang dibungkus oleh lapisan protein. Virus hanya dapat hidup, tumbuh & bereproduksi hanya setelah mereka masuk kedalam sel hidup. Sebagian virus dapat dimusnahkan oleh sistem kekebalan tubuh sebelum mereka menimbulkan penyakit, akan tetapi ada juga jenis virus lain (seperti virus flu) yang menimbulkan penyakit tetapi dapat hilang dengan sendirinya. Virus tidak bereaksi terhadap antibiotika sama sekali.
Bahaya resistensi antibiotika
Antibiotika sejak pertama digunakan pada tahun 1940 merupakan salah satu kemajuan besar dalam dunia pengobatan. Akan tetapi peresepan yang berlebihan terhadap antibiotika mempunyai dampak terhadap perkembangan bakteri yang menjadi tidak responsif terhadap pemberian antibiotika, yang sebelumnya pernah berhasil (resisten). Selain itu anak-anak yang mengkonsumsi antibiotika yang seharusnya tidak diperlukan mempunyai resiko untuk mengalami efek samping lain, seperti gangguan perut & diare.

Resistensi antibiotika sendiri adalah kemampuan dari bakteri atau mikroorganisme lain untuk menahan efek antibiotika. Resistensi antibiotika terjadi ketika bakteri dapat merubah diri sedemikian rupa hingga dapat mengurangi efektifitas dari suatu obat, bahan kimia ataupun zat lain yang sebelumnya dimaksudkan untuk menyembuhkan atau mencegah penyakit infeksi. Akibatnya bakeri tersebut tetap dapat bertahan hidup & bereproduksi sehingga makin membahayakan.

Bakteri tersebut dapat membentuk ketahanan khusus terhadap suatu jenis antibiotika tertentu, sehingga membahayakan orang yang terkena penyakit tersebut. Kesalahpahaman yang sering terjadi di masyarakat adanya anggapan bahwa yang resisten terhadap obat tertentu adalah tubuh orang, padahal sebenarnya bakteri yang ada di dalam tubuh tersebutlah yang menjadi resisten terhadap pengobatan, bukan tubuhnya.

Bahaya resistensi antibiotika merupakan salah satu masalah yang dapat mengancam kesehatan masyarakat. Hampir semua jenis bakteri saat ini menjadi lebih kuat & kurang responsif terhadap pengobatan antibiotika. Bakteri yang telah mengalami resistensi terhadap antibiotika ini dapat menyebar ke anggota keluarga, teman ataupun tetangga lain sehingga mengancam masyarakat akan hadirnya jenis penyakit infeksi baru yang lebih sulit untuk diobati & lebih mahal juga biaya pengobatannya.

cara bakteri menjadi resisten terhadap antibiotika
bacteriaMeminum antibiotika untuk mengobati pilek atau penyakit yang disebabkan oleh virus, tidak hanya tidak bermanfaat tetapi juga dapat menimbulkan bahaya. Dalam jangka panjang hal ini dapat membuat bakteri menjadi lebih sulit untuk dimusnahkan. Penggunaan antibiotika yang sering & tidak sesuai keperluan dapat menghasilkan jenis bakteri baru yang dapat bertahan terhadap pengobatan yang diberikan atau yang disebut dengan resistensi bakteri. Jenis bakteri baru ini memerlukan dosis yang lebih tinggi atau antibiotika yang lebih kuat untuk dapat dimusnahkan.

Penggunaan antibiotika mendorong perkembangan bakteri yang resisten. Setiap seseorang menggunakan antibiotika, maka bakteri yang sensitif akan terbunuh tetapi bakteri yang resisten akan tetap ada, tumbuh & bereproduksi. Penyebab utama meningkatnya bakteri yang resisten adalah penggunaan antibiotika secara berulang & tidak sesuai range terapi. Kunci untuk mengontrol penyebaran bakteri yang resisten ini adalah penggunaan antibiotika secara tepat & sesuai range terapi (takaran, frekwensi dan lama penggunaan obat).

Cara mencegah terjadinya resistensi terhadap antibiotik
Kita dapat berperan secara aktif untuk menghambat terjadinya resistensi bakteri, caranya adalah dengan menggunakan obat antibiotika secara tepat & sesuai range terapi. Meskipun antibiotika merupakan obat yang sangat kuat, akan tetapi antibiotika hanya efektif untuk digunakan terhadap penyakit yang disebabkan oleh bakteri & bukan oleh mikroba lain seperti misalnya demam, batuk atau flu. Berikut beberapa tips yang bermanfaat apabila kita berobat ke dokter :
  • Tanyakan apakah antibiotika yang diberikan bermanfaat terhadap penyakit yang tengah diderita saat ini.
  • Jangan gunakan obat antibiotika untuk penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus seperti flu.
  • Apabila mendapatkan antibiotika, harus digunakan sampai habis. Jangan sisakan antibiotika tersebut untuk pengobatan di lain waktu.
  • Gunakan antibiotika yang diberikan sesuai saran dari dokter. Gunakan secara rutin sampai habis meskipun sudah merasa sehat. Jika pengobatan antibiotika dihentikan terlalu cepat, maka beberapa bakteri dapat bertahan hidup & menimbulkan infeksi kembali.
  • Jangan gunakan antibiotika yang di resepkan untuk orang lain. Terkadang karena merasa gejala penyakit yang dirasakan sama, maka kita menyamakan pengobatan dengan orang tersebut, padahal bisa jadi kebutuhan tiap orang berbeda.
  • Jika dokter menyimpulkan bahwa penyakit kita tidak memerlukan pengobatan antibiotika, tanyakan pengobatan lain yang dapat membantu meredakan gejala yang kita rasakan. Jangan paksa dokter untuk memberikan antibiotika kepada kita.
Total Hit : 17135
Saras Subur Ayoe Kyolic

Artikel Terkait
 
Penyakit Terkait
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk artikel diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar :
  Nentry17 Jan 2011
Selamat siang, Saya tertarik akan artikel ini, karena anak saya laki-laki (2 thn 8 bln) diduga resistance antibiotik. memang selama ini anak saya selalu berganti-ganti dokter. suatu hari saya mendatangi seorang dokter ahli pencernaan,karena sejak bayi anak saya selalu sulit BAB. Saya jd bingung sekali apa yang saya harus lakukan terhadap anak saya, terapi macam apakah yang harus saya jalankan. Terimakasih. *Red : Ada yg bisa membantu ?

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  Listyo harini13 Sep 2010
Ass wr wb, Pada sebagian orang, penggunaan antibiotik bisa menimbulkan efek samping berupa gatal gatal, bahkan sesak napas. yang ingin saya tanyakan apakah karena pemberian dosisnya yang berlebih atau karena faktor bawaan dari tubuh orang tersebut? Terimakasih Wass wr wb *Red : Untuk orang yg mengalami gejala tersebut, bisanya karena mengalami alergi dengan antibiotika tersebut & hal ini karena faktor dari tubuhnya & dapat berbeda pada setiap orang. Jadi apabila mengalami gejala seperti alergi setelah minum obat tertentu, sebaiknya hentikan minum obat tersebut

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  iren25 May 2010
saya mau menanyakan dok, tiap anak saya sakit selalu diresepkan dokter antibiotik dan sebelum obat tsb habis anak saya sdh sembuh.. Pemberian obatpun saya hentikan,Sedangkan antibiotiknya msh setengah botol. Karna saya takut memberikan antibiotik terlalu berlebihan.. Apa berbahaya dok? Terima kasih..*Red : Rubrik ini di kelola oleh redaksi medicastore & bukan dokter. Untuk antibiotika pemakaiannya harus sampai habis walaupun si pasien terlihat sudah sembuh, hal ini untuk memastikan supaya bakteri dapat dibunuh semuanya & tidak menyebabkan resistensi antibiotika

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  Engkos Kosasih23 May 2010
Terimakasih atas infonya,ini sangat membantu saya

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  riri20 May 2010
pernah suatu kali saya mendapat obat antibiotik. kemudian sy konsumsi seauai petunjuknya yakni setiap sesudah makan.. tetapi perut sy malah sakit, sy malah merasa tidk enak badan. padahal baru 2hr sy konsumsi.. kmudian sy hentikan minum obat tsb..eh txata sakit perut dn tidak enak badan sy malah hilang? apa artinya ini dok? trims b4

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 Next

Info Penyakit

Patah Tulang Kaki
Patah Tulang Kaki

Deskripsi : Fraktur adalah patah atau retaknya
Baca selengkapnya »

Scanning Ventilasi Paru-Paru
Scanning Ventilasi Paru-Paru

Deskripsi : Pemeriksaan scanning ventilasi paru-paru merupakan
Baca selengkapnya »