nothing
Artikel kesehatan tentang bahaya rabies pada manusia
nothing
Medicastore
Bahaya Rabies Terhadap Manusia
20-12-2010 | Bekti-medicastore.com
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 

Penyakit Rabies
ciri anjing rabiesPenyakit rabies termasuk dalam kategori penyakit zoonotic (penyakit yang ditularkan dari hewan kepada manusia) & disebabkan oleh virus.

Penyakit rabies ditularkan ke manusia biasanya melalui kontak langsung dengan air liur yang sudah terinfeksi, baik melalui gigitan ataupun goresan. Penyebab utama penularan rabies pada manusia adalah melalui gigitan anjing yang telah terinfeksi virus rabies. Kebanyakan kasus rabies akan berakibat fatal apabila tidak ditangani dengan tepat.

Menurut WHO, meskipun saat ini telah tersedia vaksin untuk mencegah penyakit rabies, tetapi penyakit rabies tersebut masih menimbulkan masalah kesehatan yang cukup banyak di berbagai negara Asia & Afrika, dimana tingkat kematiannya mencapai 95 %.

Rabies Pada Hewan
Semua spesies hewan mamalia rentan untuk terinfeksi virus rabies, tetapi hanya beberapa spesies tertentu yang dapat menjadi inang bagi virus ini. Di Amerika Serikat menurut laporan yang medicastore ambil dari situs www.cdc.gov, jenis virus rabies yang berbeda telah diidentifikasi terdapat pada binatang rakun, sigung, coyote & kelelawar.

Penularan virus rabies biasanya terjadi ketika air liur yang sudah terinfeksi dari inang kontak dengan hewan lain. Jenis penularan yang paling umum adalah melalui gigitan dari inang yang air liurnya sudah terinfeksi virus rabies. Meskipun demikian, cara penularan lain belum banyak tercatat seperti misalnya penularan melalui selaput lendir (seperti pada mata, hidung & mulut), penularan melalui alat hirup serta penularan karena transplantasi mata atau organ tubuh lainnya.

Diagnosis rabies pada hewan dapat dilakukan setelah terdeteksi adanya virus rabies pada bagian otak manapun, tetapi untuk lebih pastinya sebaiknya tes tersebut juga menyertakan jaringan dari otak besar & otak kecil.

Bahaya Rabies Terhadap Manusia
Manusia biasanya tertular virus rabies karena gigitan dari hewan yang terinfeksi virus rabies. Tetapi pada kasus tertentu yang jarang, manusia juga dapat tertular virus rabies melalui kontak non gigitan. Semua gigitan binatang, tidak perduli letaknya mempunyai bahaya potensial untuk menularkan virus rabies.
rabies
Menurut situs health.gov.on.ca yang medicastore kutip, yang dimaksudkan dengan kontak non gigitan adalah melalui goresan, luka terbuka ataupun selaput lendir (seperti pada mata, hidung & mulut) yang terkontaminasi dengan air liur yang mengandung virus atau zat lain dari hewan yang menderita rabies.

Masa Inkubasi
Masa inkubasi atau periode waktu mulai dari terkena virus rabies hingga menimbulkan gejala dapat bervariasi pada setiap orang. Biasanya berkisar antara 3-8 minggu, tetapi dapat juga menjadi sependek 9 hari ataupun selama 7 tahun. Lamanya waktu inkubasi tersebut tergantung pada beberapa hal. Seperti tingkat parahnya luka. Lokasi dari gigitan & kerentanan seseorang terhadap infeksi. Orang yang daya tahan tubuhnya kurang kemungkinan besar lebih rentan untuk mengalami rabies.

Gejala Rabies pada Manusia
Pada manusia, gejala penyakit rabies biasanya ditandai dengan demam, batuk atau sakit tenggorokan. Dan dalam jangka waktu beberapa hari diserta dengan gejala lain yang lebih berat seperti halusinasi & kejang.

Apa yang Harus Dilakukan bila Terpapar Rabies
Jika digigit oleh binatang atau jika zat yang dicurigai mengandung virus rabies seperti air liur dari binatang terkena bagian mata, hidung, mulut atau luka terbuka maka sebaiknya cuci bagian tubuh tersebut segera dengan sabun & air. Mencuci bagian yang tersentuh segera dengan sabun & air dapat mengurangi kemungkinan untuk terkena rabies. Hubungi dokter atau pusat layanan kesehatan lain untuk memastikan kemungkinan terkena rabies. Vaksin rabies dapat diberikan langsung apabila resiko terkena virus rabies tersebut besar.

Pencegahan Rabies
pasien terinfeksi virus rabies Cara yang paling efektif untuk mencegah terjadinya penyakit rabies pada manusia adalah dengan menghilangkan kemungkinan penyakit rabies pada anjing melalui vaksinasi. Vaksinasi pada hewan (terutama anjing) telah mengurangi angka kejadian penyakit rabies pada manusia di berbagai negara.

Sampai saat ini belum ada obat untuk penyakit rabies ketika gejala penyakit tersebut sudah muncul, oleh karena itu pencegahan sangat penting untuk dilakukan. Kematian manusia akibat penyakit rabies dapat cegah melalui vaksinasi. Vaksin rabies pre-exposure dapat diberikan pada orang yang beresiko tinggi untuk terkena virus rabies supaya dapat terlindungi apabila mereka terpapar virus rabies. Sedangkan vaksin rabies post-exposure dapat mencegah terjadinya penyakit rabies apabila diberikan pada seseorang setelah mereka terpapar virus rabies, vaksin ini sebaiknya diberikan sesegera mungkin setelah terpapar virus rabies.

Vaksin rabies post-exposure
Bagi pasien yang belum pernah di vaksin rabies sebelumnya, maka CDC USA menyarankan untuk diberikan vaksin rabies post-exposure baik yang berupa antibodi pasif & vaksinnya.

Kombinasi antara HRIG (human rabies immune globulin) & vaksin direkomendasikan, baik untuk paparan virus akibat gigitan ataupun yang non-gigitan, tanpa melihat jarak waktu antara paparan virus dengan saat pemberian vaksin.

Sedangkan untuk orang yang sebelumnya telah di vaksin rabies atau menerima vaksin rabies pre-exposure, sebaiknya hanya diberikan vaksin saja tanpa HRIG.

Efek samping akibat menerima vaksin & imunoglobulin rabies jarang terjadi, vaksin jenis baru yang digunakan saat ini juga lebih sedikit menimbulkan efek samping dibandingkan dengan vaksin jenis yang lama. Reaksi lokal ditempat vaksin disuntikan seperti kemerahan, bengkak & nyeri dapat terjadi, kadangkala dapat juga terjadi reaksi lainnya seperti sakit kepala, mual, nyeri pada perut & nyeri pada otot. Kadangkala nyeri & demam juga dapat terjadi setelah pemberian imunoglobulin rabies.

Vaksin rabies sebaiknya juga diberikan sesuai jarak waktu yang telah direkomendasikan. Karena pencegahan rabies merupakan hal yang penting, maka sebaiknya tidak dilakukan modifikasi pada dosis & interval pemberian vaksin.

Sumber :
  1. www.who.int
  2. www.cdc.gov
  3. www.health-news-blog.com
  4. www.health.gov.on.ca

Total Hit : 16045
Family Dr Corine de farme

Artikel Terkait
 
Penyakit Terkait
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk artikel diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar :
  reffly15 Jan 2014
thanks to infox *Red : Sama-sama, semoga bermanfaat

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  bilson kabeakan14 Feb 2013
thanks atas partisipasinya untuk buku iini ya membuat kita jd banyak tahu

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  wilson sidabutar19 Dec 2012
sya 4 hri yg lalu trkena digigit anjing,, lalu sgra sya priksakan kermh skit dan sya sudah disuntik tetanus.... tpi kta dokterny klw mau disuntik anti rabies hrus dibwa priksa dlu anjingny.. tpii anjingny nee sudahh di matikan sma wrga setempat krna saya di gigit anjing itu,, dan bangkeny pun ntah dimna di buangg *Red : Bila curiga anjing yang mengigit mempunyai tanda-tanda menderita rabies, maka dapat juga minta dilakukan suntik rabies, bila ternyata tidak maka tidak perlu dilakukan suntik rabies. Atau coba konsultasikan ke dokter lain untuk mendapatkan opini kedua jdii gmnn ntuuu?????????

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  De3sy04 Oct 2012
artkel'a sngt mnmanfaat.....

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  Claudia Nona12 Apr 2012
saya mempunyai seekor anjing, dan anjing ini sekarang sakit sudah 3 hari, yang saya takutkan apakah anjing saya terkena viruz rabies,,dan apakah boleh bila tidak digigit anjing yg berisiko rabies saya boleh diberi vaksin rabies? *Red : Hewan yg terkena rabies biasanya memiliki tanda2 yg jelas seperti yg disebutkan dalam artikel, tetapi bila masih kurang jelas sebaiknya dibawa ke dokter hewan utk diketahui kondisinya. Untuk vaksin rabies ada yg diberikan sebagai pencegahan (belum terkena virus rabies) & ada juga yg sesudah terkena gigitan dari hewan yg dicurigai terkena rabies. Untuk lebih jelasnya dapat berkonsultasi dgn dokter / ke rumah sakit langsung

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 Next

Info Penyakit

Dermatitis Eksfoliatif Generalisata
Dermatitis Eksfoliatif Generalisata

Deskripsi : Dermatitis Eksfoliatif Generalisata adalah peradangan
Baca selengkapnya »

Erectile Dysfunction (ED) atau Disfungsi Ereksi
Erectile Dysfunction (ED) atau Disfungsi Ereksi

Deskripsi : Disfungsi Ereksi (impotensi) adalah ketidakmampuan
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

FUNET TABLET

Tablet 200 mg x 3 x 10

DULCOLAX ADULT SUPPOSITORIA

Suppositoria untuk dewasa 10 mg x 5 biji.