nothing
Informasi lengkap seputar imunisasi untuk anak
nothing
Medicastore
Jadwal Imunisasi Anak
01-10-2011 | Bekti-medicastore.com
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 
Apa itu imunisasi
Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang.

imunisasi anakImunisasi sendiri berasal dari kata imun yang berarti kebal atau resisten. Menurut situs www.cdc.gov, imunitas atau kekebalan dari suatu penyakit diperoleh melalui kehadiran antibodi terhadap penyakit tersebut pada sistem tubuh seseorang. Antibodi sendiri adalah protein yang diproduksi oleh tubuh untuk menetralkan atau membunuh toksin atau organisme pembawa penyakit. Antibodi merupakan protein yang spesifik terhadap satu penyakit. Sebagai contoh, antibodi terhadap penyakit campak akan melindungi seseorang yang terpapar penyakit campak, akan tetapi tidak dapat menimbulkan efek melindungi apabila ia terkena penyakit lain seperti gondongan.

Terdapat 2 jenis imunitas atau kekebalan tubuh menurut situs www.cdc.gov yang medicastore kutip , yaitu kekebalan aktif & kekebalan pasif, perbedaannya adalah :
  • Kekebalan aktif
    Kekebalan aktif didapat akibat terkena paparan organisme penyebab penyakit yang memicu sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi terhadap penyakit tersebut. Paparan terhadap organisme tersebut dapat berupa terkena penyakit tersebut secara langsung (sehingga timbul kekebalan alamiah) atau dikenai organisme penyebab penyakit yang telah dibunuh atau dilemahkan melalui vaksinasi (kekebalan akibat vaksinasi). Sehingga, apabila suatu saat orang tersebut terkena paparan penyakit itu, maka sistem kekebalan tubuhnya akan mengenali penyakit tersebut & segera memproduksi antibodi yang diperlukan untuk melawan. Kekebalan aktif berlangsung dalam jangka panjang & bahkan seumur hidup.

  • Kekebalan pasif
    Kekebalan pasif tersedia dalam tubuh apabila seseorang diberikan antibodi terhadap suatu penyakit & bukan diproduksi sendiri oleh sistem kekebalan tubuhnya. Bayi baru lahir biasanya akan mempunyai kekebalan pasif dari ibunya melalui plasenta. Seseorang juga dapat mempunyai kekebalan pasif melalui pemberian cairan antibodi misalnya imunoglobulin, yang dapat diberikan saat itu juga untuk melindungi terhadap suatu penyakit. Hal inilah yang menjadi keuntungan utama dari pemberian kekebalan pasif, yaitu perlindungan terhadap penyakit langsung didapat, sedangkan pada kekebalan aktif membutuhkan waktu yang lebih lama untuk terbentuk perlindungan (biasanya beberapa minggu). Akan tetapi kekurangannya adalah, kekebalan pasif hanya berlangsung selama beberapa minggu atau bulan, sedangkan pada kekebalan aktif berlangsung lebih lama bahkan bisa seumur hidup.
Kenapa imunisasi anak penting
imunisasi anak pentingWalaupun imunisasi sendiri diperlukan oleh semua orang pada setiap tahapan usia, akan tetapi penekanannya lebih banyak kepada anak-anak, kenapa demikian ?. Saat lahir, bayi mempunyai perlindungan terhadap beberapa penyakit tertentu karena antibodi ibunya yang diberikan lewat plasenta. Kemudian setelah lahir, bayi yang diberikan ASI juga akan menerima manfaat tambahan dari antibodi yang terdapat dalam ASI. Tetapi kedua perlindungan tersebut bersifat hanya sementara. Sedangkan pada bayi /anak sendiri rentan terkena penyakit karena beberapa organ tubuhnya belum berfungsi secara sempurna untuk melindungi tubuhnya, oleh karena itu imunisasi penting dilakukan supaya mereka mempunyai kekebalan tubuh sendiri terhadap penyakit tersebut.

Beberapa orang tua merasa khawatir untuk melakukan imunisasi terhadap anak mereka, karena mereka takut anak akan mengalami efek samping yang serius atau bahkan terkena penyakit itu sendiri. Sebenarnya hal tersebut tidak perlu ditakutkan, karena meskipun komponen dari vaksin tersebut adalah organisme penyebab penyakit, tetapi mereka sudah dilemahkan atau dimatikan. Bahkan pada beberapa jenis vaksin, yang digunakan adalah bagian tubuh dari organisme tersebut, sehingga tidak mungkin untuk menyebabkan penyakit. Beberapa vaksin tertentu memang dapat menimbulkan efek samping seperti rasa sakit di tempat penyuntikan ataupun demam, akan tetapi reaksi lain yang lebih serius jarang terjadi.

Bisa dianggap reaksi efek samping akibat pemberian vaksin lebih kecil dibandingkan dengan resiko kesehatan akibat penyakit tersebut dimasa yang akan datang , apabila tidak diberikan vaksinasi. Bahkan bisa dibilang imunisasi adalah investasi awal untuk kesehatan anak di masa depan.

Jadwal imunisasi anak
Dibawah ini adalah jadwal pemberian imunisasi bagi anak tahun 2010 yang direkomendasikan oleh IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). Pada jadwal tersebut ada perubahan dibandingkan jadwal sebelumnya, yaitu tidak dicantumkannya lagi imunisasi wajib & imunisasi tidak wajib. Hal ini karena menimbulkan anggapan di masyarakat bahwa imunisasi tidak wajib, tidak penting dilakukan. Dimana hal tersebut adalah salah, karena semua imunisasi tersebut sebaiknya dilakukan karena dapat membantu anak terlindungi dari penyakit yang berbahaya. Yang ada adalah imunisasi yang sudah bisa diberikan oleh pemerintah secara gratis & imunisasi yang belum bisa diberikan oleh pemerintah secara gratis, karena beberapa sebab.

Berikut jadwal imunisasinya : ( Klik pada gambar untuk tampilan lebih besar )

jadwal imunisasi

Tips seputar imunisasi anak
Meskipun imunisasi aman dilakukan pada anak-anak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua sebelum membawa anak mereka untuk diimunisasi, seperti yang medicastore kutip dari situs kidshealth.org.
  1. Kapan harus menunda atau menghindari pemberian imunisasi pada anak
    • Jika anak menderita sakit/demam & rewel, meskipun bila hanya batuk/pilek biasa tanpa demam & rewel, anak masih bisa tetap di imunisasi.
    • Jika anak mempunyai reaksi alergi pada pemberian imunisasi sebelumnya. Beritahu dokter jika anak memiliki alergi terhadap bahan latex, karena terdapat salah satu jenis imunisasi yang memiliki aplikator dari latex.
    • Jika anak memiliki masalah/penyakit pada sistem pencernaannya, konsultasikan dahulu ke dokter.
    • Jika anak baru-baru ini menerima transfusi darah atau gamma globulin.
    • Jika anak mempunyai masalah sistem kekebalan tubuhnya akibat penyakit tertentu seperti kanker, sedang mengkonsumsi steroid atau obat penekan sistem kekebalan tubuh lainnya atau sedang menjalani proses terapi radiasi atau kemoterapi.

  2. Merawat anak setelah imunisasi
    Apabila mengalami demam, anak dapat diberikan paracetamol atau ibuprofen, tergantung dari usia anak, untuk dosis tepatnya dapat konsultasi ke dokter. Jika anak mengalami muntah atau diare, berikan cairan sesering mungkin & awasi tanda atau gejala terjadinya dehidrasi seperti misalnya buang air kecil yang tidak sesering biasanya. Jika ada reaksi lain yang tidak terduga sehabis imunisasi, sebaiknya konsultasi kembali ke dokter yang menangani.

  3. baby imun

  4. Pencatatan Imunisasi
    Bila melakukan imunisasi di RS, biasanya orang tua akan mendapatkan buku untuk mencatat imunisasi apa saja yang telah dilakukan & yang belum dilakukan serta waktu harus melakukan imunisasi tersebut. Pencatatan imunisasi ini penting untuk dilakukan, sehingga tidak terjadi tumpang tindih antara imunisasi yang belum & telah dilakukan. Apabila saat melakukan imunisasi tidak diberikan buku, dapat juga membuat buku sendiri yang mencatat waktu imunisasi, umur anak saat imunisasi,jenis imunisasi yang dilakukan & tempat melakukan imunisasi dengan paraf dokter yang melakukan imunisasi.
Sumber :
  1. www.cdc.gov
  2. kidshealth.org
  3. IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia)
Total Hit : 33161
Gluco DR Kyolic

Artikel Terkait
 
Penyakit Terkait
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk artikel diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar :
  koming18 Sep 2012
anak saya lahir tgl 16 juni 2012 pada tgl 26 agustus 2012 diimunisasi dpt dan polio kemudian susternya memberi tahu agar tgl 14 oktober 2012 datang lagi untuk imunisasi dpt dan polio yang kedua, apakah perhitungannya sudah sesuai karena pada tgl itu anak saya belum berumur 4bulan,terimakasih *Red : Sepertinya masih sesuai jadwal bu, tetapi bila masih ragu dapat juga ditanyakan langsung ke dokter

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  siti nurkumalasari05 Apr 2012
apakah bagus memberikan imunisasi anak yang gak panas (gak demam) *Red : Banyak yg menyarankan memang utk anak di imunisasi saat tidak demam, karena biasanya imunisasi jg dpt menimbulkan demam. Tetapi utk lebih pastinya sebaiknya ibu berkonsultasi langsung dgn dokter anak yg menangani

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  rafi01 Feb 2012
saya mau nanya, umur anakku skrg 10 bulan.. tp dia belum imunisasi campak.. karena sekarang sepertinya dia campak, bercak2 merah gitu sampai diwajah... yg saya ingin tanyakan bagaimana dengan imunisasi campaknya yg uda lewat waktu. klo bisa dilakukan imunisasinya, apa nunggu campaknya hilang dulu ya? bagi infonya... *Red : Ada yg bisa membantu menjelaskan ?

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  ratih12 Jan 2012
hari ini anak sy baru diimunisasi bcg,ditangannya bekas disuntik jadi keras dan klo kesentuh anak saya nangis,apa yang harus saya lakukan ?boleh dikompres air anget atau gimana ya *Red : Setelah mendapatkan imunisasi BCG, 4-6 minggu biasanya akan timbul bisul kecil, pecah, dan bernanah. Ini normal sebagai reaksi tubuh. Bisa diatasi dengan kompres cairan antiseptik. Dan biasanya akan menjadi koreng 2-4 bulan. Namun, jika koreng membesar dan bengkak di kelenjar ketiak atau lipatan paha, sebaiknya segera konsultasi ke dokter

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  yehezkiel30 Nov 2011
Tgks buat informasinya. *Red : Semoga dapat bermanfaat

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 Next

Info Penyakit

Delirium
Delirium

Deskripsi : Delirium adalah keadaan yang yang
Baca selengkapnya »

Granulomatosis Pulmoner Wegener
Granulomatosis Pulmoner Wegener

Deskripsi : Granulomatosis Wegener merupakan suatu gangguan
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

CIALIS TABLET 20 MG

Tablet salut selaput 20 mg x 2 biji.

DEXACEF FORTE CAPSULE

Kapsul forte 500 mg x 10 x 6 biji.