nothing
Info tentang pikun/dementia,gejala,penyebab & penanganan
nothing
Medicastore
Pikun atau Dementia, penyakit orang tua ?
21-02-2011 | Bekti-medicastore.com
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 
Pikun/Dementia
dementiaMenurut nlm.nih.gov yang medicastore kutip, dementia adalah kata yang menggambarkan sekelompok gejala yang diakibatkan oleh adanya kelainan yang mempengaruhi otak. Masyarakat awam lebih mengenal gejala tersebut dengan sebutan pikun. Orang yang mengalami pikun/dementia, biasanya tidak dapat berpikir dengan baik untuk melakukan aktifitas secara normal, seperti makan atau memakai baju. Penderita pikun/dementia juga dapat kehilangan kemampuannya untuk menyelesaikan masalah ataupun mengendalikan emosinya. Kepribadian penderita pikun/dementia juga dapat berubah, mereka dapat menjadi lebih mudah terganggu atau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada.

Kehilangan ingatan merupakan gejala yang umum terjadi pada penderita pikun/dementia. Akan tetapi bukan berarti orang yang sering lupa adalah penderita pikun/dementia. Orang yang menderita pikun/dementia biasanya mempunyai masalah serius dengan 2 atau lebih dari fungsi otaknya, seperti misalnya masalah pada ingatan atau kemampuan berbicara.

Banyak penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya pikun/dementia, termasuk diantaranya adalah penyakit alzheimer & stroke, terapi dengan obat dapat dilakukan untuk menangani beberapa penyakit tersebut. Meskipun obat-obatan tidak dapat menyembuhkan pikun/dementia atau memperbaiki fungsi dari otak, akan tetapi dapat memperbaiki gejala yang timbul ataupun memperlambat penyakit pikun/dementia yang dialami.

Gejala Pikun/Dementia
Pikun/dementia dapat menyebabkan berbagai gangguan pada penderita ataupun keluarganya. Banyak dari gangguan tersebut akibat adanya kehilangan ingatan. Beberapa gejala yang umum terjadi pada penderita pikun/dementia terdapat dalam daftar berikut (meskipun tidak semua penderita mengalaminya), yang medicastore ambil dari familydoctor.org :
  • Kehilangan ingatan yang baru terjadi. Setiap orang terkadang suka lupa akan sesuatu tetapi dapat mengingatnya lagi nanti. Tetapi untuk penderita pikun/dementia, mereka sering lupa akan sesuatu & tidak dapat mengingatnya kembali. Penderia pikun/dementia mungkin dapat menanyakan pertanyaan yang sama berulang-ulang kali & lupa kalau sudah mendapatkan jawabannya. Mereka bahkan mungkin lupa kalau sudah menanyakan pertanyaan tersebut sebelumnya.
  • Kesulitan mengerjakan pekerjaan sehari-hari. Seperti misalnya penderita pikun/dementia mungkin dapat memasak tetapi lupa untuk menyajikan atau bahkan lupa telah memasak makanan tersebut.
  • Kesulitan berbicara. Penderita Pikun/dementia dapat lupa kata-kata sederhana yang biasa digunakan atau menggunakan kata-kata yang salah. Hal ini dapat menyebabkan penderita pikun/dementia menjadi susah untuk dimengerti.
  • Disorientasi tempat & waktu. Penderita pikun/dementia dapat tersesat di lingkungan rumah mereka sendiri. Mereka dapat lupa cara untuk ke tempat tujuan ataupun cara untuk kembali pulang.
  • Penilaian yang kurang sesuai. Terkadang orang dapat menjadi bingung akan sesuatu, tetapi penderita pikun/dementia dapat bingung akan sesuatu hal yang sederhana, seperti misalnya lupa memakai payung ketika keluar dalam cuaca hujan.
  • Bermasalah dengan pemikiran abstrak. Seperti misalnya penderita pikun/dementia dapat lupa akan arti angka serta apa maksud dari angka-angka tersebut.
  • Salah meletakkan benda. Penderita pikun/dementia dapat meletakkan suatu benda di tempat yang salah, misalnya meletakkan setrika didalam kulkas atau menaruh gelang di wadah gula dll. Sehingga apabila diperlukan, benda-benda tersebut akan kesulitan untuk dicari.
  • Perubahan suasana hati. Setiap orang dapat mengalami perubahan suasana hati, tetapi untuk penderita pikun/dementia dapat mengalami perubahan suasana hati yang cepat, seperti misalnya dari tenang menjadi menangis kemudian marah dalam waktu beberapa menit.
  • Perubahan kepribadian. Penderita pikun/dementia dapat mengalami perubahan kepribadian yang drastis. Mereka dapat berubah menjadi susah dipahami, selalu curiga atau ketakutan.
  • Kehilangan inisiatif. Orang yang mengalami pikun/dementia dapat berubah menjadi pasif. Mereka bisa jadi tidak mau untuk bergerak atau menemui orang lain.
Penyebab Pikun/Dementia
Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya pikun/dementia, seperti berikut ini yang medicastore ambil dari webmd.com :
  • Penyakit yang menyebabkan menurunnya fungsi sel syaraf otak seperti penyakit alzheimer, parkinson & huntington.
  • Penyakit yang mempengaruhi pembuluh darah, seperti stroke yang dapat menyebabkan kelainan yang juga dikenal dengan multi-infarct dementia.
  • Reaksi keracunan akibat penggunaan alkohol yang berlebih atau zat berbahaya lainnya.
  • Defisiensi nutrisi, seperti misalnya kekurangan vitamin B12 atau folat.
  • Adanya infeksi yang mempengaruhi otak & tulang belakang, seperti misalnya AIDS dementia complex dan penyakit Creutzfeldt-Jakob.
  • Beberapa tipe dari penyakit hydrocephalus, yaitu penyakit dimana terjadi penimbunan cairan di otak dapat menyebabkan kelainan perkembangan mental, infeksi, cedera ataupun tumor pada otak.
  • Cedera di kepala, baik cedera berat yang terjadi dalam waktu singkat ataupun cedera ringan yang terjadi dalam waktu lama (seperti misalnya pada petinju).
  • Penyakit yang bukan terjadi di otak, seperti misalnya pada ginjal, paru-paru & hati dapat menjurus untuk terkena pikun/dementia.
Penyakit alzheimer sendiri menjadi 50-60 % penyebab terjadinya pikun/dementia. Akan tetapi saat ini para peneliti telah menemukan adanya 2 penyakit lain pada syaraf yang pada awalnya keliru didiagnosa sebagai alzheimer, yaitu penyakit Lewy body dan Pick sebagai penyebab utama terjadinya pikun/dementia.

Pencegahan Pikun/Dementia
Meskipun tidak mungkin untuk mencegah semua penyebab pikun/dementia, ada beberapa hal yang dapat membantu untuk mencegah terjadinya pikun/dementia akibat penyakit pada pembuluh darah (dementia vaskular), seperti halnya pada penyakit kardiovaskular yang dapat menyebabkan terjadinya stroke & serangan jantung.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya dementia vaskular, yang medicastore ambil dari nhs.uk :
  • Makan makanan yang sehat
  • Pertahankan berat badan yang ideal
  • Lakukan olahraga secara teratur
  • Kurangi atau hindari konsumsi alkohol
  • Jangan merokok
  • Pastikan tekanan darah selalu terkontrol & rutin diperiksa
  • Jika menderita diabetes, jaga selalu pola makan & konsumsi obat yang diberikan sesuai anjuran dokter
Menjaga pola makan
  • Untuk membantu mencegah terjadinya pikun/dementia, makanan yang rendah lemak & tinggi kandungan seratnya sangat dianjurkan. Yang termasuk makanan tinggi serat adalah sayur & buah serta gandum utuh.
  • Batasi konsumsi garam hingga < 6 gram (sekitar 1 sendok teh)/hari. Terlalu banyak konsumsi garam dapat meningkatkan tekanan darah, yang juga akan meningkatkan resiko untuk terkena dementia vaskular.
  • Hindari mengkonsumsi makanan yang tinggi kandungan lemak jenuhnya, karena hal tersebut dapat meningkatkan kadar kolesterol, yang juga dapat meningkatkan resiko untuk terkena dementia vaskular. Untuk menurunkan kadar kolesterol, dapat mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak tak jenuh seperti alpukat, minyak ikan, kacang-kacangan & minyak zaitun.
Hidup dengan Penderita Pikun/Dementia
dementiaAdanya pikun/dementia dapat mempengaruhi kehidupan penderita ataupun keluarganya. Penderita pikun/dementia sebaiknya tetap dianggap sebagai individu yang mandiri & sebisa mungkin harus tetap dapat menikmati aktifitas sehari-harinya, meskipun terkadang gejala pikun/dementia yang dialami oleh penderita dapat memburuk. Perkembangan dari pikun/dementia itu sendiri dapat dipengaruhi oleh kepribadian & kondisi kesehatan umum dari si penderita. Terkadang penderita pikun/dementia bahkan harus membutuhkan pertolongan untuk menjalankan aktiftasnya sehari-hari seperti makan, mandi atau memakai baju. Untuk mendampingi penderita pikun /dementia memang dibutuhkan kesabaran, pengertian & kewaspadaan oleh anggota keluarga yang merawatnya.

Berikut adalah beberapa saran yang dapat dilakukan baik oleh pendamping penderita pikun/dementia maupun yang mempunyai anggota keluarga yang mengalami pikun/dementia (diambil dari medicinenet.com) :
  • Lingkungan rumah yang biasa pun dapat menimbulkan bahaya & kesulitan bagi penderita pikun/dementia. Tetapi perubahan kecil dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Misalnya dengan menyimpan pisau/benda tajam lain serta bahan kimia berbahaya ditempat yang aman atau tersembunyi, menaruh karpet khusus di tempat tidur/kamar mandi untuk mencegah jatuh, memberi identifikasi khusus untuk dikenakan, bila sewaktu-waktu mereka tersesat atau kebingungan di luar rumah. Dapat juga dipasang kunci/alarm khusus di pintu rumah untuk mencegah mereka keluar sendiri tanpa ditemani.
  • Penderita pikun/dementia sering mengalami masalah tingkah laku, biasanya terjadi karena frustasi terhadap situasi tertentu. Dengan mencegah penyebabnya, maka dapat menghindari situasi yang tidak diinginkan. Misalnya penderita pikun/dementia dapat menjadi bingung atau frustasi karena suara ramai di sekitar mereka, maka hal tersebut dapat dicegah dengan cara mengurangi aktifitas/keributan di sekitarnya. Kebingungan juga dapat diatasi dengan cara merubah dekorasi rumah menjadi lebih sederhana, meletakkan benda-benda yang akrab di sekitar penderita serta melakukan aktifitas setiap hari dengan teratur. Kalender & jam juga dapat membantu penderita pikun/dementia untuk mengingat waktu dengan baik.
  • Penderita pikun/dementia sebaiknya tetap didukung untuk melakukan kegiatan sehari-harinya dengan normal. Aktifitas seperti membuat pernak-pernik, melakukan permainan atau mendengarkan musik dapat memberikan rangsangan terhadap mental & memperbaiki suasan hati. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa berpartisipasi dalam aktifitas fisik atau intelektual dapat memperlambat penurunan fungsi kognitif pada beberapa orang.
  • Merawat penderita pikun/dementia dapat menjadi tantangang yang berat bagi anggota keluarga. Adanya dukungan dari teman atau anggota keluarga lainnya dapat membantu meringankan beban tersebut. Penting juga bagi mereka untuk dapat beristirahat dari aktifitas merawat penderita pikun/dementia, sehingga mereka juga dapat meluangkan waktu untuk diri sendiri.
Sumber :
  1. www.nlm.nih.gov
  2. familydoctor.org
  3. www.webmd.com
  4. www.nhs.uk
Total Hit : 17050
Teen max Dermacol

Artikel Terkait
 
Penyakit Terkait
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk artikel diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar :
  hendrik26 Apr 2013
sory, saya bole tanya, ini yg jawab pertanyaan dokter ya? bisa d temui d mana? tolong dong kalo ada pin bb nya 27510443 *Red : Selamat pagi pak, yg menjawab pertanyaan2 disini bukan dokter. Kami hanya apotik & media kesehatan online.

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  eka purnomo05 Oct 2012
maaf ini bukan komentar..tapi lebih kepertanyaan.. ibu sy usia 84th, sudah sering lupa, tp masih bisa mengkombinasikan pakaian, beliau kerap menanyakan ibunya yg sudah meninggal, kerap mengingat bahwa masih tinggal di rumah ibunya, terkadang merasa masih punya rumah di kompleks yg sdh ditempati lagi. mau tanya itu termasuk pikun atau alzheimer..terima kasih *Red : Sepertinya memang menunjukkan gejala dementia, tetapi untuk mendapatkan diagnosa yg lebih tepat sebaiknya berkonsultasi langsung ke dokter

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  Adrian09 Dec 2011
Terima kasih, artikel yang bermanfaat. Jika kita ingin mengetahui apakah kita punya prospek dementia, ke Dokter spesialis apa untuk menganalisa kemungkinan terjadinya kepikunan ini? Terima kasih *Red : Bapak bisa berkonsultasi ke dokter spesialis syaraf

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  kristyanto hadi18 Oct 2011
Isteri saya, 53th, dinyatakan oleh dr menderita penyakit dimensia. Hal ini bermula pada Bulan Mei 2009 dengan gejala tiba-tiba merasa tidak dapat menggerakkan kaki (waktu itu kaki kiri). Beberapa waktu sebelumnya (saya menyadari belakangan) diawali dengan rasa ketakutan yang sangat ketika menuruni anak tangga. Bulan Juni 2009 di rawat di RS MMC Kuningan, dinyatakan pembuluh darah ke otak terganggu sehingga suplai oksigen ke otak berkurang. Tidak menunjukkan penyembuhan. Dari beberapa informasi, isteri saya mengikuti terapi wicara, terapi okupasi, juga fisioterapi dan beberapa tindakan rehabilitasi medik. Hal ini juga tidak menunjukkan pemulihan yang significan. April 2011 di masuk RS karena keracunan makanan. Indakan emergency di RS Fatmawati, dilanjutkan di RS Siloam Karawaci di unit stroke. Di sini dinyatakan menderita dimensia. Informasi yang saya terima, pengobatan yang diterima untuk menunda/mengambat lajunya penurunan kinerja otak.. Kondisi saat ini persis seperti orang yang menderita stroke. Hanya berada di tempat tidur dan di atas kursi roda karena tidak bisa berdiri sendiri. Tidak bisa bangun sendiri. Barangkali hal ini dapat melengkapi artikel ini. Tks. *Red : Terima kasih pak untuk tambahannya

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  Djoe27 Sep 2011
Ibu saya sdh pikun, akhir2 ini tambah parah, ibu merasa kehilangan cincin yg dicintai dan menuduh saya yg mengambilnya. Alasannya kalau saya ke rumah ibu, tidur di kamar yg ada lemari tempat menyimpan cincin tsb. Saya tinggal diluar kota. Ibu merasa sedih barangnya sdh hilang, saya selalu hibur dan bilang dengan halus kalau saya tdk pernah mengambilnya. Dan sebenarnya cincin yg dimaksud memang sdh tdk ada sejak dulu dan bukan hilang tp dijual atau diberikan ke adik ibu. Namun bbrp kali saya jelaskan, ibu tetap saja menuduh saya, dan ibu semakin yakin kalau yg mengambil saya, malah sampai menangis. Saya kasihan dan bingung. Saya sdg berpikir, apa tdk sebaiknya saya perlihatkan kemarahan saya, krn saya berharap dg marah tsb, ibu saya tdk jadi menuduh lg dan tentu saja biar tdk sedih dg halusinasinya. Mohon sarannya khususnya ttg rencana saya itu. *Red : Sebaiknya jangan dimarahi, karena takutnya si ibu menjadu lebih sensitif & tertekan. Mungkin bisa dijelaskan keberadaan cincin tersebut sebenarnya, termasuk minta pertolongan adik ibu atau digantikan dengan cincin yg menyerupai

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 Next

Info Penyakit

Hernia Hiatal
Hernia Hiatal

Deskripsi : Hernia hiatal, atau disebut juga
Baca selengkapnya »

Kelainan Katup Jantung
Kelainan Katup Jantung

Deskripsi : Jantung memiliki empat ruangan, 2
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

MADECASSOL SALEP KULIT

Salep 1 % x 10 gram.

REGASTIN TABLET 40 MG

Tablet 40 mg x 30 biji.