nothing
Artikel kesehatan tentang rasa cemas & fobia pada anak
nothing
Medicastore
Rasa Cemas & Fobia pada Anak-Anak
09-10-2012 | Bekti-medicastore.com
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 

Semua orang, mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia pernah mengalami rasa cemas & rasa takut pada suatu waktu. Merasa cemas pada suatu situasi tertentu tentu akan menimbulkan rasa yang tidak nyaman, tapi bukan berarti hal tersebut selalu buruk. Pada anak-anak, kadang rasa cemas diperlukan untuk mempersiapkan mereka menghadapi situasi yang tidak terduga. Selengkapnya bisa dilihat pada artikel dibawah ini yang medicastore.com ambil dari kidshealth.org.

 

Rasa cemas & takut adalah normal

 

Sumber : therapytoronto.ca

 

Rasa cemas didefinisikan sebagai ketakutan tanpa sebab yang jelas. Rasa cemas biasanya terjaid ketika tidak ada ancaman langsung terhadap keamanan atau keadaan orang tersebut, tapi terasa nyata.

Ketika merasa cemas, orang biasanya ingin segera menghindari situasi tersebut. Jantung akan berdetak lebih cepat, tubuh mungkin akan mulai berkeringat & perut mulai terasa mual. Meskipun demikian, sedikit rasa cemas akan membuat orang untuk tetap waspada & fokus.

Mempunyai ketakutan atau kecemasan akan suatu hal juga bisa membantu, karena dapat membuat anak berlaku lebih aman. Misalnya, anak yang takut akan api akan menghindari bermain dengan korek api.

Rasa cemas & takut pada anak-anak juga dapat berubah seiring dengan bertambahnya usia mereka, misalnya :

- Bayi biasanya memiliki rasa takut pada orang asing, sehingga mereka cenderung untuk menempel pada orang tuanya ketika bertemu dengan orang yang tidak mereka kenal.
- Balita usia 10-18 bulan, biasanya memiliki rasa cemas untuk berpisah sehingga mereka cenderung rewel / tertekan ketika salah satu atau kedua orang tuanya pergi.
- Anak-anak usia 4-6 tahun biasanya mempunyai kecemasan terhadap sesuatu yang tidak nyata, misalnya seperti takut pada monster atau hantu.
- Anak usia 7-12 tahun seringkali mempunyai rasa takut pada suatu kejadian yang mungkin pernah menimpa mereka, seperti misalnya cedera pada tubuh atau bencana alam.

 

Seiring dengan bertambahnya usia anak, rasa takut yang satu mungkin akan menghilang atau digantikan oleh rasa takut yang lainnya. Sebagai contoh, anak usia 5 tahun yang tadinya tidak bisa tidur bila lampu dimatikan pada usia 5 tahun, mungkin akan menjadi suka pada cerita-cerita hantu ketika berkumpul dengan teman-temannya beberapa tahun kemudian. Atau ada juga beberapa ketakutan yang berkembang karena hal tertentu, misalnya anak ingin punya singa sebagai binatang peliharaan ketika ke kebun binatang tapi tidak berani untuk dekat-dekat dengan anjing tetangga.

 

Tanda-tanda kecemasan

 

Sumber : encyclopedia.com

 

Rasa takut yang normal pada anak biasanya akan berubah seiring dengan bertambahnya usia. Rasa takut tersebut misalnya : takut untuk bertemu orang asing, takut pada ketinggian, takut gelap, takut pada binatang, takut pada darah, takut pada serangga & takut untuk ditinggalkan sendiri. Anak-anak juga seringkali menjadi takut akan sesuatu setelah mempunyai pengalaman yang tidak menyenangkan akan hal tersebut, misalnya mengalami kecelakaan atau digigit anjing tetangga.

Rasa cemas / khawatir saat dipisahkan biasanya terjadi ketika anak mulai pergi ke sekolah, sehingga membuat anak takut untuk sekolah. Sedangkan untuk anak yang lebih besar seperti misalnya pada remaja akan mengalami rasa cemas terkait dengan penerimaan secara sosial ataupun nilai pelajaran.

Jika rasa cemas yang dialami bersifat terus menerus, maka hal tersebut dapat mengganggu kondisi dari sang anak. Rasa cemas yang berhubungan dengan penolakan sosial juga dapat mempunyai efek yang lama terhadap anak, misalnya anak yang takut untuk ditolak akan sulit untuk melatih kemampuan sosialnya sehingga menjadi terisolir dari lingkungan sosial.

Banyak orang dewasa yang masih dihantui oleh ketakutan dari pengalaman saat masih kecil. Seperti misalnya, orang dewasa yang takut untuk berbicara di depan umum bisa jadi merupakan hasil karena pernah dipermalukan di depan teman-teman sebayanya dulu. Oleh karena itu sangat penting bagi orang tua untuk mengenali & mengindentifikasi tanda & gejala dari rasa cemas pada anak-anak sehingga rasa takut tersebut tidak akan mempengaruhi kehidupan mereka nantinya.

Beberapa tanda yang dapat menunjukkan bahwa anak sedang merasa cemas adalah :

- Menjadi impulsif, terganggu atau selalu menempel ke orang tua
- Melakukan gerakan-gerakan yang menunjukkan sedang cemas, seperti misalnya memainkan jari-jari, mata berkedut dll.
- Sulit untuk tidur & / tidur lebih lama dari biasanya
- Tangan berkeringat
- Denyut jantung & nafas yang cepat
- Mual
- Sakit kepala
- Sakit perut

Selain tanda-tanda tersebut diatas, orang tua biasanya bisa merasakan bila anak merasa terlalu gelisah tentang suatu hal. Terkadang hanya dengan mencoba menjadi mendengar yang baik & membicarakan rasa takutnya dapat membantu anak untuk mengatasi rasa takut tersebut

 

Fobia pada anak

 

Sumber : thenewageparents.com

 

Ketika rasa cemas & rasa takut yang dialami anak bersifat menetap (tidak kunjung menghilang) maka dapat timbul masalah. Meskipun orang tua selalu berharap anak bisa mengatasi rasa takutnya, tetapi bisa saja terjadi sebaliknya & penyebab dari rasa cemas tersebut makin berkembang & lebih umum. Pada kasus tersebut, maka rasa cemas yang dialami anak menjadi suatu fobia atau rasa takut yang sangat berat & bersifat menetap.

Fobia biasanya sangat sulit untuk ditolerir, baik oleh si anak ataupun keluarganya, terutama bila penyebab fobia tersebut sulit untuk dihindari. Fobia terhadap hal-hal yang nyata seringkali menjadi penyebab seorang anak untuk dirujuk pada psikolog / psikiater. Tetapi berita baiknya adalah, kecuali fobia tersebut telah menyebabkan terganggunya aktifitas sehari-hari anak, maka biasanya si anak tidak memerlukan perawatan oleh tenaga dokter, karena pada waktunya fobia tersebut dapat hilang dengan sendirinya.

 

Membantu anak mengatasi rasa cemas & takutnya

 

Sumber : askamum.co.uk

 

Orang tua dapat membantu anak untuk mengembangkan kemampuan & rasa percaya dirinya sehingga dapat mengalahkan rasa takutnya tersebut, sehingga tidak berkembang menjadi fobia.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu anak mengatasi rasa cemas & takutnya :

-  Mengakui bahwa rasa takut yang yang dialami anak adalah hal yang nyata. Sekecil apapun rasa takut tersebut, tetapi itu terlihat nyata oleh anak & membuat dia merasa takut. Oleh karena itu, dengan membicarakan rasa takut tersebut, dapat membantu anak untuk mengurangi rasa takutnya.

- Jangan meremehkan rasa takut yang dialami anak & kemudian memaksa anak untuk melupakan hal tersebut. Seperti misalnya dengan berkata, ” tidak masuk akal bila ada monster didalam lemari”, mungkin akan membuat anak mau untuk tidur tetapi tidak akan mengusir rasa takutnya tersebut.

- Tetapi, jangan juga meladeni ketakutan dari si anak tersebut. Seperti misalnya bila si anak takut terhadap anjing, jangan sengaja mencari jalan memutar untuk menghindari anjing. Hal ini justru akan membuat si anak bertambah yakin bahwa anjing memang harus ditakuti & dihindari. Saat mendekati benda / hal yang ditakuti oleh anak, berikanlah dukungan & pengertian mengenai hal tersebut.

- Ajari anak untuk dapat mengukur tingkat ketakutannya, seperti misalnya anak yang dapat menggambarkan skala rasa takutnya antara 1-10, akan menyadari bahwa rasa takut yang dirasakan tersebut ternyata tidak setakut yang dibayangkannya.

- Mengajarkan anak strategi mengatasi rasa takutnya. Untuk strategi mengatasi rasa takutnya, maka hal berikut ini bisa dicoba : dengan menggunakan diri kita sebagai benteng, maka si anak dapat mencoba mendekati oabyek yang ditakutinya tersebut sedikit demi sedikit, untuk kemudian kembali lagi ke kita bila merasa kurang aman untuk kemudian mencoba mendekati obyek tersebut lagi. Anak juga dapat diajari, pernyataan positif dari diri sendiri, seperti misalnya dengan mengatakan kata-kata : ”saya dapat melakukan ini” atau ”saya akan baik-baik saja”  ketika menghadapi sesuatu hal yang membuatnya merasa cemas atau takut. Selain itu, anak juga dapat diajari teknik relaksasi atau mencoba bernafas secara mendalam.

Kunci untuk mengatasi rasa cemas & takut pada anak adalah dengan mengalahkan rasa cemas & rasa takut tersebut. Dengan mencoba saran-saran diatas, diharapkan orang tua dapat membantu anak untuk menghadapi situasi-situasi dalam hidup yang mungkin saja menimbulkan rasa cemas & takut pada diri si anak.

Sumber :

1. kidshealth.org.

 

 

Diskon 24% Produk Kosmetika Italia ACTIVA hingga 30 September 2012 Buy 1 get 1 item tertentu

 

Free 2  pcs Eye Mask Sheet Activa Untuk pembelian produk Kinohimitsu minimal Rp. 100.000

 

Free 2  pcs Eye Mask Sheet Activa setiap pembelian minimal Rp. 100.000 Evian

Diskon 30% Rossmax, Omron, Gluco Dr hingga 30 September 2012 item tertentu

 

Program Ramadhan Nutra care, Buy 1 get 1 & diskon 35% sampai 20 September

Diskon 35% Suplemen Kesehatan A. Vogel Hingga 20 September 2012

Menangkan IPAD 3 + Diskon 10% NATURE'S CARE hingga 19 Desember 2012

Buy 1 get 1 dan diskon 20% Cleanse & Rich C Hingga 30 September 2012

NATURE'S PLUS Diskon 24 % Hingga 30 September 2012 item tertentu+

NATURE'S HEALTH Diskon 24% Hingga 30 September 2012 item tertentu+

DISKON 24% Suplemen Kesehatan NATROL & NORDIC hingga 30 September 2012 item tertentu

Total Hit : 2417
Child Life DR2C

Artikel Terkait
 
Penyakit Terkait
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk artikel diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar :
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 

Info Penyakit

Penyakit Osgood-Schlatter
Penyakit Osgood-Schlatter

Deskripsi : Penyakit Osgood-Schlatter adalah peradangan pada
Baca selengkapnya »

Infeksi Saluran Kemih Anak
Infeksi Saluran Kemih Anak

Deskripsi : Saluran kemih merupakan sistem yang
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

AMPI SYRUP 125 MG

Sirup 125 mg/5 mL x 60 mL.

VENTOLIN ROTACAPS

Rotakap 200 mcg x 10 x 10's