nothing
informasi zat besi dalam sel darah merah bagi tubuh manusia
nothing
Medicastore
Seberapa Penting Zat Besi Bagi Tubuh Kita
30-01-2015 | zaky hasan-medicastore.com
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 
Salah satu mineral penting lainnya bagi tubuh adalah zat besi, karena zat besi termasuk dalam reaksi hidup yang utama. Kadar zat besi di dalam tubuh manusia memang tidaklah banyak, namun kegunaannya amat menakjubkan. Rasanya boleh kita katakan bahwa seluruh penemuan manusia sampai ke luar angkasa belum bisa dibandingkan dengan apa-apa yang terjadi pada tubuh manusia, terutama bila kita memikirkan aksi dan reaksi yang menakjubkan dari zat besi di dalam tubuh. Tanpa logam ini, kita tidak akan bisa hidup walaupun sesaat.

Fungsi utama dari zat besi

mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan dan mengangkut elektron di dalam proses pembentukan energi di dalam sel. Untuk mengangkut oksigen, zat besi harus bergabung dengan protein dan membentuk hemoglobin di dalam sel darah merah dan myoglobin di dalam serabut otot. Bila bergabung dengan protein di dalam sel, zat besi membentuk enzim yang berperan di dalam pembentukan energi di dalam sel. Jadi, zat besi paling banyak ditemukan di dalam sel darah merah, di mana disitu merekalah yang membentuk hemoglobin. Inilah zat yang memberikan warna merah pada darah.

Gambar Komposisi Sel Darah Merah

Sumber : http://sinlyevanputra6.files.wordpress.com

Ukuran sel darah merah amatlah kecil. Biasanya dalam setetes sel darah terdapat sekitar 5.000.000 butir sel darah merah. Sel darah merah yang kecil ini berbentuk bulat pada tepi dan cekung pada bagian tengahnya, kira-kira berbentuk seperti piring. Dibandingkan dengan bentuk sel-sel lain, sel darah merah memilki permukaan yang lebih besar/luas, inilah yang membuat sel darah merah lebih mudah melakukan pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

Sebagian besar sel hidup didalam tubuh bertahun-tahun lamanya, mungkin ada yang hidup selama hidup kita. Namun tidak demikian dengan sel darah merah. Sel darah merah hanya hidup kira-kira empat bulan saja, dan kemudian akan binasa. Ini berarti sel baru harus segera dihasilkan dalam jumlah yang banyak dan kontinyu untuk menggantikan sel darah merah yang sudah tidak terpakai lagi.

Untuk maksud inilah tubuh manusia menghasilkan jutaan sel darah merah baru setiap menit, padahal proses ini hanya untuk memenuhi persediaan darah merah yang normal. Jika kita kehilangan darah karena pendarahan atau karena sebab-sebab lain, maka tubuh manusia harus menghasilkan sel darah merah yang lebih banyak lagi. Tiap-tiap sel darah merah membawa sedikit kadar zat besi yang harus diedarkan ke seluruh tubuh dengan cepat dan tepat, sehingga setiap sel mempunyai kadar zat besi yang cukup untuk melaksanakan tugasnya. Sesungguhnya perhitungan sistem yang terjadi di dalam tubuh manusia amatlah detail sehingga tidak ada yang namanya istilah pemborosan. Sebagai penghantar oksigen pada otak, jantung, dan sampai ke seluruh tubuh, maka zat besi penting bagi hidup Anda.

Gambar Zat Besi Dalam Darah

Sumber : www.biologi-sel.com

Manfaat Zat Besi Bagi Kesehatan

1. Membentuk Hemoglobin
Hemoglobin merupakan unsur paling penting dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh. Selain itu hemoglobin yang memberikan warna merah gelap pada darah. Hemoglobin biasa disebut juga dengan sel darah merah.

2. Pengantar Oksigen
Zat besi bertindak sebagai pengantar oksigen yang mentransfer oksigen ke seluruh tubuh. Ini sangat penting karena oksigen dibutuhkan oleh masing-masing dan setiap bagian tubuh untuk melakukan aktivitas rutin.

3. Menjaga Fungsi otot
Zat besi juga digunakan untuk menjaga kesehatan otot. Mioglobin (protein otot) membawa oksigen dari hemoglobin dan mengeluarkannya dari seluruh sel-sel otot. Selain itu juga diperlukan untuk kontraksi otot.

4. Menjaga Fungsi otak
Otak juga membutuhkan oksigen untuk meningkatkan kinerja. 20 %  oksigen yang terdapat dalam darah digunakan oleh otak. Disini merupakan peran zat besi yang membantu untuk memasok oksigen dalam darah.

5. Mencegah Anemia
Kurang darah atau anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi. Sehingga dapat menunjukkan gejala seperti kelelahan, kelemahan tubuh, sakit kepala, dan terlalu peka terhadap suhu dingin.

6. Mencegah Penyakit kronis
Asupan zat besi yang tepat dapat mencegah anemia, gagal ginjal dan anemia predialysis.

7. Pramenstruasi
Zat besi juga dapat mengurangi gejala pramenstruasi yang berupa pusing, perubahan suasana hati, hipertensi. Kekurangan asupan zat besi selama pramenstruasi dapat membuat seseorang seperti lekas marah dan emosional.

8. Menjaga kesehatan rambut
Kekurangan zat besi dapat menyebabkan rambut menjadi kusam, tipis, kering dan rontok. Karena Zat Besi berperan penting dalam mengantar oksigenas ke akar rambut.

9. Diperlukan oleh ibu hamil
Zat Besi sangat diperlukan ibu hamil untuk pembentukan hemoglobin dan juga membawa oksigen dalam darah pada ibu hamil dan janinnya. Ibu hamil harus mendapat asupan zat besi yang cukup untuk pertumbuhan janin, direkomendasikan sekitar 27 miligram zat besi per hari.

10. Menjaga kesehatan kulit dan kuku
Zat besi juga berguna untuk memfungsikan zat antioksidan. Selain itu juga membantu untuk mengaktifkan vitamin dalam kelompok B kompleks. Ini sangat berguna untuk menjaga kesehatan kulit. Kekurangan zat besi juga dapat menyebabkan kelelahan, wajah pucat, kulit kering, ujung rambut pecah, kuku menjadi rapuh.

11. Menurunkan berat badan
Fungsi zat besi mengantar oksigen dalam tubuh agar berfungsi dengan baik ketika berolahraga. Kekurangan zat besi dapat membuat anda akan dengan mudah merasa lelah. Berolahraga banyak menggunakan energi sehingga dapat menurunkan berat badan. Agar tetap semangat dalam berolahraga saat diet anda harus mencukupi asupan zat besi.

Akibat Kekurangan Zat Besi

Jika di dalam tubuh tidak terdapat zat besi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan atau tubuh pada umumnya, maka tentu saja jumlah hemoglobin dalam sel darah merah akan berkurang dan keadaan tidak sehat akan muncul yang dikenal sebagai anemia gizi.

Minimnya kadar hemoglobin di dalam darah ditandai dengan bagian kelopak mata penderita terlihat berwarna pucat, atau bahkan mukanya pucat, lemah, perubahan dalam tingkah laku kognitif, dan "spoon nails" atau kuku sendok (suatu kelainan bentuk dimana kuku-kuku tampak tipis dan berbentuk cekung/berlekuk).

 

Gambar Spoon Nails Akibat Kurang Zat Besi

Sumber : http://medicastore.com

Untuk sesaat, kekurangan zat besi memang tidak begitu memberi pengaruh bagi tubuh, namun bila ini terjadi dalam jangka waktu yang panjang, maka waspada. Tidak hanya kelemahan yang akan diperoleh namun kekurangan zat besi juga akan mempengaruhi fungsi otak, otak akan lemah, daya ingat dan berpikir akan menurun. Sangat berbahaya bila ini terjadi pada anak-anak.

Untuk itulah seorang ibu hamil harus mendapatkan zat besi yang cukup. Bukan hanya untuk dirinya sendiri, namun juga untuk anak yang dikandungnya. Agar pada waktu si anak lahir ke dunia, dia tidak kekurangan zat besi yang akan mempengaruhi pertumbuhan dan kecerdasannya kelak. Si ibu hamil sebaiknya mengkonsumsi zat besi tambahan.

Anemia karena kekurangan zat besi juga bisa terjadi pada remaja putri yang sedang tumbuh dan mulai mengalami siklus menstruasi. Mereka akan kehilangan darah dan otomatis kadar zat besi di dalam tubuhnya akan berkurang. Tablet-tablet tambahan zat besi juga diperlukan bagi remaja seperti ini.

Angka Kebutuhan Normal Zat Besi

Laki-laki dewasa yang berat badannya 75 kg setidaknya memiliki ± 4000 mg zat besi, sementara wanita dewasa dengan berat badan 55 kg memiliki ± 2100 mg zat besi. Laki-laki memiliki cadangan zat besi di dalam limpa dan sumsum tulang sebanyak 500-1500 mg, itulah sebabnya anemia jarang dijumpai pada laki-laki. Sebaliknya, wanita hanya mempunyai cadangan zat besi 0-300 mg sehingga rentan terhadap anemia, apalagi pada usia subur wanita mengalami menstruasi.

Kebutuhan zat besi tergantung kepada jenis kelamin dan umur.

Angka kecukupan zat besi yang dianjurkan adalah :

  • Anak 2-6 tahun 4,7 mg/hari

  • Usia 6-12 tahun 7,8 mg/hari

  • Laki-laki 12-16 tahun 12,1 mg/hari

  • Gadis 12-16 tahun 21,4 mg/hari

  • Laki-laki dewasa 8,5 mg/hari

  • Wanita dewasa usia subur 18,9 mg/hari,

  • Wanita menopause 6,7 mg/hari

  • Wanita menyusui 8,7 mg/hari.


Sumber-Sumber Makanan Mengandung Zat Besi

Banyak ahli kesehatan yang menyarankan agar setiap orang memeriksakan kadar hemoglobin setiap 6 bulan sekali agar kadar zat besi di dalam tubuh bisa dikontrol. Beberapa makanan yang mengandung zat besi dalam kadar yang cukup tinggi antara lain :
  • jagung,
  • telur,
  • kangkung,
  • kismis,
  • bayam,
  • daging sapi,
  • ikan (beberapa ikan memiliki zat besi dalam kadar yang tinggi seperti ikan sarden),
  • kentang,
  • buah prune,
  • kacang tanah,
  • kacang hijau dan kacang kedelai,
  • beras merah,
  • sereal,
  • dan yoghurt non lemak atau susu skim.

Gambar Makanan Sumber Zat Besi

Sumber : http://sinlyevanputra6.files.wordpress.com

 

Referensi : Dari Berbagai Sumber

 

Total Hit : 2616
Nutracare

Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk artikel diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar :
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 

Info Penyakit

Neuronitis Vestibularis
Neuronitis Vestibularis

Deskripsi : Neuronitis Vestibularis adalah suatu penyakit
Baca selengkapnya »

Infeksi & Abses Payudara
Infeksi & Abses Payudara

Deskripsi : Infeksi Payudara dalah suatu infeksi
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

VOMETA FT TABLET BOX

Vometa FT tablet 5 x 10's

CLAXY KAPLET

Box, isi 15 Kaplet Salut Selaput

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com