nothing
Pentingnya Pap Smear dan Kanker Serviks-medicastore.com
nothing
Medicastore
Pentingnya Pemeriksaan Pap Smear Untuk Mendeteksi Kanker Serviks
10-11-2015 | dr.zaky hasan-medicastore.com
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 
American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) menyarankan para wanita yang setidaknya berusia 21 tahun ke atas, yang sudah menikah atau sudah aktif berhubungan seksual untuk melakukan tes pap smear, karena biasanya pada usia tersebut alat reproduksi pada wanita telah berkembang sempurna.

Kanker Leher Rahim (Serviks) adalah keganasan yang terjadi pada leher rahim (serviks) yang merupakan bagian terendah dari rahim yang menonjol ke puncak liang senggama (vagina). Penyebabnya belum diketahui secara pasti, tetapi 95% kasus ditemukan HPV (Human Pappiloma Virus) positif. Kanker Leher Rahim merupakan penyebab terbanyak dari semua jenis kanker.

Pap Smear adalah sebuah langkah pengujian medis untuk mendeteksi ada tidaknya gangguan pada leher rahim, biasa berkaitan perihal kanker serviks pada wanita. Adapun wilayah kewanitaan yang diperiksa meliputi sel-sel dari leher rahim hingga panggul.

Penularan virus HPV yang diklaim sebagai penyebab utama kanker serviks bisa disebabkan faktor hubungan seksual dengan banyak pasangan.

Faktor risiko penyebab Kanker Leher Rahim

  • Wanita yang sudah melakukan hubungan seksual pada usia muda (< 17 tahun)
  • Sering berganti-ganti pasangan seksual dan berhubungan seksual dengan pria yang sering berganti-ganti pasangan seksual
  • Riwayat infeksi berulang di daerah kelamin
  • Wanita yang sering melahirkan
  • Wanita perokok memiliki risiko dua kali lebih besar dibandingkan wanita bukan perokok

Siapa saja yang perlu melakukan pap smear

Pada umumnya seorang wanita disarankan untuk melakukan pap smear untuk pertama kali kira-kira 3 tahun setelah melakukan hubungan seksual yang pertama kali. American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) merekomendasikan pap smear dilakukan setiap tahun bagi wanita yang berumur 21-29 tahun,

Setiap 2-3 tahun sekali bagi wanita yang berumur lebih dari 30 tahun dengan catatan hasil pap testnya negatif 3 kali berturut-turut. Namun apabila seorang wanita mempunyai faktor resiko terkena kanker leher rahim (misalnya : hasil pap smear menunjukkan prekanker, terkena infeksi HIV, atau pada saat hamil ibu mengkonsumsi diethylstilbestrol (DES)) maka pap smear dilakukan setiap tahun tanpa memandang umur.

Batasan seorang wanita untuk berhenti melakukan pap smear menurut American Cancer Society (ACS) adalah apabila sudah berumur 70 tahun dan hasil pap smear negatif 3 kali berturut-turut selama 10 tahun.

Persiapan yang perlu dilakukan sebelum melakukan pap smear antara lain :

  • Hindari melakukan hubungan seksual, gurah vagina, penggunaan kream dan jelly 2 hari sebelum pap smear karena dapat menyamarkan hasil pemeriksaan.
  • Meskipun pap smear ini dapat dilakukan pada saat menstruasi, namun disarankan untuk melakukannya pada saat tidak menstruasi, karena akan menyulitkan pameriksaan.

Cara Pemeriksaan

Pemeriksaan ini dilakukan di atas kursi pemeriksaan khusus ginekologis, Anda akan diminta berbaring dengan posisi membuka kedua lutut dan paha. Sampel sel-sel diambil dari luar serviks dan dari liang serviks dengan melakukan usapan dengan spatula yang terbuat dari bahan kayu atau plastik. Setelah usapan dilakukan, sebuah cytobrush (sikat kecil berbulu halus, untuk mengambil sel-sel serviks) dimasukkan untuk melakukan usapan dalam kanal serviks. Setelah itu, sel-sel diletakkan dalam object glass (kaca objek) dan disemprot dengan zat untuk memfiksasi, atau diletakkan dalam botol yang mengandung zat pengawet, kemudian dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.

Proses Pap Smear

Proses pemeriksaan Pap Smear

Sumber : www.womenshealth.gov

Hasil Pemeriksaan pap smear

Hasil pap smear normal menunjukkan hasil negatif, yaitu tidak adanya sel-sel serviks yang abnormal. maka tidak diperlukan terapi sampai jadwal pap smear yang berikutnya

Sedangkan hasil pap smear abnormal dibagi menjadi 3 hasil utama :

  • Bukan kanker 

Kebanyakan hasilnya adalah infeksi kemudian  pasien diminta untuk berobat dan melakukan kontrol ulang dalam 4-6 bulan untuk mengulang pap smear.

  • Prekanker

Menunjukkan beberapa perubahan sel abnormal, biasanya dilaporkan sebagai “sel atipik” atau displasia serviks. Apabila ditemukan displasia atau prekanker dokter akan melakukan kolposkopi menggunakan mikroskop untuk memeriksa area leher rahim dan melakukan biopsi. Apabila hasil biopsi juga menunjukkan displasia maka dokter kandungan akan melakukan cryosurgery atau cone biopsi sebagai terapi terhadap displasia tersebut.

Proses biopsi serviks

Biopsi Serviks

Sumber : www.nlm.nih.gov

Pemeriksaa serviks dengan Colposcopy

Pemeriksaan Dengan Kolposkopi

Sumber : www.drbasinski.com

  • Ganas ( kanker)

Pasien langsung diminta berobat ke dokter untuk di lakukan pemeriksaan tambahan untuk menentukan stadium dari keganasan tersebut dan akan melakukan terapi sesuai stadium yang ditemukan.

Sel kanker serviks

Sumber : www.womens-health-advice.com

Pencegahan dari kanker serviks

1. Vaksin HPV

Melakukan vaksin HPV adalah salah satu cara untuk menghindari terkena virus tersebut. Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui dua jenis vaksin HPV yaitu Cervarix dan Gardasil untuk melindungi wanita terhadap jenis HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks. Sedangkan Gardasil dapat melindungi dari penyakit kutil kelamin. Ada baiknya Anda segera melakukan vaksin sebelum aktif berhubungan intim.

2. Setia pada satu pasangan

Strategi lain untuk mencegah virus HPV adalah setia pada satu pasangan saja. Pasalnya, jika Anda memiliki pasangan lebih dari satu atau banyak, maka risiko terkena HPV pun semakin besar.

3. Gunakan alat kontrasepsi

Jika Anda aktif berhubungan intim, gunakan ‘pengaman’ pada saat berhubungan intim. Hal tersebut dapat menurunkan risiko penularan HPV. Anda pun harus memakai ‘pengaman’ dari awal hingga selesai berhubungan intim, pasalnya virus HPV dapat menular dengan cara oral, maupun kontak kulit.

4. Sirkumsisi/Khitan

Penelitian menunjukan bahwa risiko tertular virus HPV bisa menurun jika disunat.

5. Pap smear

Pap smear adalah tes yang memeriksa kelainan pada sel-sel yang melapisi leher rahim. Pap smear merupakan cara terbaik mendeteksi kanker leher rahim sebab pap smear yang dilakukan secara rutin dapat mencari dan menemukan sel kanker serviks lebih awal, sehingga memudahkan saat melakukan pengobatan terhadap kanker.

6. Tidak melakukan hubungan intim di usia muda

Risiko terinfeksi virus HPV akan semakin tinggi jika Anda melakukan hubungan intim lebih awal atau terlalu muda.

7. Gaya hidup sehat

Cara ini merupakan cara yang paling handal untuk menghindari tertular atau terkena HPV. Pasalnya, melakukan gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan rendah lemak, olahraga secara teratur, tidak merokok, dan tidak minum alkohol secara berlebihan akan menghindari anda terkena HPV.
Gaya hidup sehat juga akan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh di mana tubuh yang sehat mampu melawan infeksi dan virus dalam tubuh.

Total Hit : 3051
Saras Subur Ayoe

Artikel Terkait















- 15 Cara Untuk Mencegah Kanker Payudara
- Faktor Resiko Kanker Payudara Pada Pria
- Laki-laki, POLUSI UDARA dan Kanker!
- Antiperspirant Menyebabkan Kanker Payudara?
- Kemoterapi: Menggunakan zat kimia untuk mengatasi kanker
- Benarkah aspartame dapat menyebabkan kanker?
- Vaksin Baru Kanker Leher Rahim Telah Disahkan
- Mitos Seputar Kanker Payudara
- Terapi Baru Ubah Harapan Penderita Kanker
- Pap Smear: Tes Skrining Kanker Serviks
- Kanker Mulut Akibat HPV Meningkat pada Pria
- Semua Perempuan Berisiko Kanker Serviks
- Pria dan Ancaman Kanker Prostat
- Deteksi Dini Kanker Payudara: SADARI Penting bagi Setiap Perempuan
- Penyebab Kanker Paru di Sekitar Kita
- Tips Untuk Mengurangi Resiko Kanker
- Skrining Penyakit untuk Deteksi Dini Kanker
- Pilihan Terapi untuk Kanker Payudara
- Pentingnya Pemeriksaan Pap Smear Untuk Mendeteksi Kanker Serviks
- Keputihan Pada Wanita Hamil
- Pemeriksaan Kesehatan untuk Wanita
- Infeksi Saluran Kemih pada Wanita
- Mengenali Lebih Dekat Organ Intim Wanita
- Perlunya Wanita Berolahraga Bahkan Setelah Menopause
 
Penyakit Terkait
- Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks)
- Perdarahan Rahim Disfungsional
- Kanker Rahim
- Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks)
- Kanker Pada Rahim
- Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
- Pemeriksaan Pap Smear
- Kanker Vagina
- Kanker Vagina
- Kanker Indung Telur
- Kanker Saluran Telur
- Kanker Indung Telur
- Kanker Saluran Telur
- Kista Indung Telur
- Masalah Pada Sel Telur
- Kanker Vulva
- Kanker Vulva
- Penyakit Radang Panggul
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk artikel diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar :
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 

Info Penyakit

Kontraksi Ventrikel Prematur
Kontraksi Ventrikel Prematur

Deskripsi : Kontraksi ventrikel prematur merupakan detak
Baca selengkapnya »

Otitis Media Kronis
Otitis Media Kronis

Deskripsi : Otitis Media Kronis adalah infeksi
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

STARDINE LARUTAN 30 ML

Solutio 30 mL.

POSTINOR - 2

Tablet 0,75 mg x 2's.

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com