nothing
Mengenal Hipotensi (Tekanan Darah Rendah)-medicastore.com
nothing
Medicastore
Mengenal Hipotensi (Tekanan Darah Rendah)
01-06-2016 | dr.zaky hasan-medicastore.com
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 
Tekanan darah rendah (hipotensi) juga dapat menjadi masalah yang sama seriusnya. Tekanan darah rendah seringkali mengakibatkan pusing atau pingsan ketika berdiri. Ini disebabkan oleh aliran darah ke otak yang kurang memadai.

Ada dua ukuran yang digunakan dalam tekanan darah, yaitu tekanan sistolik (bilangan atas) dan tekanan diastolik (bilangan bawah). Tekanan darah yang normal adalah antara 90/60 dan 140/90. Penderita hipotensi memiliki tekanan darah di bawah 90/60, sedangkan jika tekanan darah di atas 140/90 maka orang tersebut menderita hipertensi.

Sumber : http://medicastore.com

Gejala Hipotensi

Tidak semua yang mengalami hipotensi akan merasakan gejala. Kondisi hipotensi juga tidak selalu memerlukan perawatan. Namun jika tekanan darah cukup rendah, kemungkinan besar bisa menimbulkan gejala-gejala seperti berikut ini.

  • Jantung berdebar kencang atau tidak teratur.
  • Pusing.
  • Lemas.
  • Mual.
  • Pingsan.
  • Kehilangan keseimbangan atau merasa goyah.
  • Pandangan buram.

Penyebab Hipotensi

Ada banyak faktor yang menyebabkan tekanan darah seseorang rendah, seperti faktor usia, pengobatan, dan kondisi cuaca, akibat kondisi atau penyakit tertentu

Hipotensi bisa diakibatkan oleh kondisi atau penyakit tertentu, beberapa di antaranya adalah:

  • Dehidrasi. Dehidrasi terjadi akibat tubuh kekurangan cairan dan bisa disebabkan oleh kurang minum, puasa atau diare.
  • Anemia. Anemia menyebabkan jumlah sel darah merah berada di bawah normal. Salah satu gejala anemia adalah tekanan darah rendah.
  • Ketidakseimbangan hormon. Penyakit seperti diabetes atau penyakit Addison menyebabkan gangguan produksi hormon. Hal ini bisa berdampak pada keseimbangan kadar air dan mineral tubuh, serta tekanan darah.
  • Kehamilan. Tekanan darah pada wanita hamil biasanya lebih rendah karena sistem peredaran darahnya yang berkembang dengan cepat.
  • Hipotensi ortostatik. Gejala hipotensi ortostatik biasanya muncul saat Anda berubah posisi secara tiba-tiba. Seseorang dengan hipotensi ortostatik mengalami penurunan tekanan darah sistolik sebanyak 15-30 mm Hg ketika berdiri dari posisi duduk atau berbaring.
  • Efek samping pengobatan. Ada beberapa obat yang bisa menurunkan tekanan darah, seperti obat antidepresi dan obat anti-hipertensi seperti alpha-blocker dan beta-blocker.
  • Penyakit saraf. Penyakit saraf seperti penyakit Parkinson dapat menyebabkan hipotensi ketika menjangkiti sistem saraf yang mengontrol fungsi tubuh otonom seperti mengendalikan tekanan darah.
  • Syok dan cedera serius. Jika Anda mengalami cedera serius dan terkena syok misalnya akibat pendarahan yang hebat, tekanan darah akan menurun drastis.
  • Penyakit jantung. Penyakit parah seperti penyakit jantung menyebabkan darah tidak bisa dipompa dengan baik oleh jantung ke seluruh tubuh. Akibatnya, tekanan darah pun menurun.
  • Obat. Ada beberapa obat yang biasanya terkait dengan hipotensi,  obat-obat tersebut dapat dibagi menjadi dua kategori utama yaitu :
  1. Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, seperti diuretik, beta -blocker, calcium – channel blockers, dan inhibitor angiotensin-converting enzyme (ACE).

  2. Obat-obatan yang memiliki efek samping hipotensi, antara lain nitrat, obat untuk penyakit Parkinson, antipsikotik, neuroleptik, obat yang mengandung agen anti-kecemasan, sedatif-hipnotik, ​​dan antidepresan trisiklik.

Diagnosis Hipotensi

Sumber : http://medicastore.com

Mengukur tekanan darah merupakan cara yang tepat dan mudah untuk mendiagnosis hipotensi.

Pengobatan Hipotensi

Mengenai pola makan, lebih sering mengonsumsi makanan dalam porsi kecil lebih baik dibandingkan mengonsumsi makanan dalam porsi besar dengan frekuensi lebih jarang. Selain itu, meningkatkan asupan garam juga bisa mencegah hipotensi.

Penderita hipotensi juga dianjurkan untuk menghindari berdiri untuk jangka waktu lama. Terutama bagi penderita hipotensi ortosatik, ketika berdiri dari posisi duduk atau berbaring, lakukan secara perlahan-lahan.

Jika Anda mengonsumsi obat yang mungkin menyebabkan efek samping hipotensi, konsultasikan lah dengan dokter, agar bisa mengubah dosis obat tersebut atau memberikan alternatif lain.

Pengobatan untuk hipotensi harus dilakukan berdasarkan penyebab dasarnya. Obat untuk mengatasi hipotensi biasanya diberikan untuk menambah jumlah darah atau mempersempit arteri agar tekanan darah meningkat, atau pun dapat mengkonsumsi multivitamin.

Olahraga secara teratur dapat membantu meningkatkan tekanan darahnya dan tubuh menjadi lebih bugar

Total Hit : 4151
Saras Subur Ayoe

Artikel Terkait
 
Penyakit Terkait
- Nyeri Claudacation
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk artikel diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar :
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 

Info Penyakit

Kista Indung Telur
Kista Indung Telur

Deskripsi : Kista indung telur
Baca selengkapnya »

Kekebalan Tubuh Bawaan
Kekebalan Tubuh Bawaan

Deskripsi : Kekebalan tubuh bawaan (innate/natural
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

NULCEFAM TABLET 20 MG

Tablet 20 mg x 3 x 10 biji.

PROMENSIL TABLET

Tablet 40 mg x 30 butir

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com