nothing
Artikel kesehatan Berlari Bisa Memicu Perbaikan Otak
nothing
Medicastore
 
Berlari Bisa Memicu Perbaikan Otak & Memperpanjang Usia
11-11-2016 | Bekti-medicastore.com
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 

Hasil dari sebuah penelitian secara mengejutkan menunjukkan bahwa aktifitas berlari pada tikus yang mengalami kerusakan otak bisa memicu produksi molekul yang memperbaiki jaringan otak & memperpanjang waktu hidupnya. Para peneliti berharap penemuan ini bisa menjadi sebuah pengobatan inovatif untuk penyakit neurodegenerative. Untuk informasi lengkapnya bisa dilihat pada artikel dibawah ini yang medicastore ambil dari medicalnewstoday.com.

Sebuah penelitian terhadap tikus dengan kerusakan otak menunjukkan bahwa berlari bisa mengurangi kerusakan

Seperti halnya aktifitas fisik lain, berlari telah diketahui mempunyai beberapa manfaat kesehatan. Akan tetapi, penelitian terbaru menemukan bahwa pada tikus jenis tertentu, berlari mempunyai manfaat yang signifikan terhadap kesehatan otak.

Meskipun penemuan tersebut hanya terdapat pada tikus jenis tertentu & belum bisa untuk dibandingkan terhadap manusia, tetapi hal ini telah membuka  sebuah jalan penelitian baru yang menarik.

Sebuah tim peneliti dari Ottawa Hospital & the University of Ottawa menjalankan penelitian terhadap Snf2h-null ataxic mice. Tikus-tikus tersebut dilahirkan dengan cerebellum yang lebih kecil. Cerebellum adalah bagian otak yang penting untuk keseimbangan & koordinasi. Karena kekurangan tersebut, maka tikus-tikus tersebut kesulitan untuk menyeimbangkan diri & mempunyai waktu hidup yang lebih pendek, hanya sekitar 25-40 hari.

Olahraga & otak

Para peneliti memberikan kesempatan pada tikus-tikus tersebut untuk berlari dengan cara memasang sebuah roda di kandang mereka. Secara mengejutkan, para tikus yang diberi kesempatan untuk berlari hidup lebih dari 12 bulan, yang merupakan waktu hidup yang relatif normal pada tikus. Selain itu, tikus-tikus tersebut juga mengalami kenaikan berat badan & memperoleh keseimbangan yang lebih baik, bila dibandingkan dengan tikus lainnya yang tidak aktif.

“Kami melihat neuron yang ada menjadi semakin baik & lebih stabil. Hal ini berarti bahwa neuron yang tidak sehat bekerja lebih baik & jaringan yang sebelumnya rusak menjadi lebih kuat & lebih berfungsi, demikian penjelasan dari  Dr. Matías Alvarez-Saavedra, peneliti utama dari penelitian tersebut.“

Akan tetapi, perubahan ini kembali ke asal jika kesempatan untuk melakukan latihan dihilangkan. Begitu roda berlari dipindahkan dari kandang tikus, gejalanya muncul kembali & waktu hidupnya juga menjadi lebih pendek.

Ketika sistem syaraf dari tikus yang berlari & yang tidak berlari diperiksa & dibandingkan, para peneliti menemukan perbedaan yang jelas. Neuron di cerebellum pada tikus yang berolahraga menunjukkan peningkatan myelin. Myelin sendiri adalah zat berbahan dasar lemak berwarna putih yang melapisi sebgian besar serat syaraf, fungsinya hampair sama seperti insulasi elektrik pada kabel. Tanpa zat tersebut, maka syaraf tidak dapat meneruskan pesan dengan cepat atau efisien.

Begitu para peneliti menemukan peningkatan myelinisasi, mereka perlu memahami molekul apa yang menyebabkan terjadinya peningkatan produksi insulasi tersebut. Sampai saat ini, para peneliti meneliti perbedaan ekspresi gen pada kedua kelompok tikus tersebut.

Myelin & VGF

Penelitian secara lebih dalam menemukan kandidat utama, yaitu suatu zat yang disebut dengan VGF, yaitu faktor pertumbuhan syaraf yang diketahui mempengaruhi kekenyalan & metabolisme sinaptik. Itu merupakan 1 dari ratusan molekul yang dilepaskan oleh otak & otot saat berolahraga. VGF terlihat memiliki efek anti depresi & membantu olahraga terasa lebih baik.

Untuk memeriksa apakah VGF merupakan molekul yang menginduksi efek positif pada tikus, tim peneliti merancang metode lain dalam penelitian mereka. Mereka menggunakan virus non replikasi untuk membawa protein VGF kedalam aliran darah dari tikus yang tidak mendapatkan roda berlari . Hal tersebut memberikan respon yang serupa dengan berlari. Hasilnya, terdapat lebih banyak insulasi pada bagian cerebellum yang rusak & gejala penyakit yang lebih sedikit.

Penemuan yang menarik ini, telah dipublikasikan pada Cell Reports, yang membuka kesempatan pendekatan baru untuk pengobatan penyakit neurodegenerative yang berkaitan dengan berkurangnya myelin.

Dr. Picketts, penulis senior dari penelitian tersebut & juga peneliti senior dari Ottawa Hospital serta professor dari University of Ottawa mengemukakan bahwa, “ Sudah jelas bahwa VGF penting untuk penyembuhan awal dari bagian otak yang rusak. Kita perlu melakukan penelitian yang lebih luas untuk mengetahui apakah molekul tersebut juga bisa bermanfaat dalam pengobatan multiple scelerosis serta penyakit neurodegenerative lainnya.

Sumber :

1. medicalnewstoday.com

Total Hit : 1881

Artikel Terkait
 
Penyakit Terkait
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk artikel diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar :
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 

Info Penyakit

Penyakit Addison
Penyakit Addison

Deskripsi : Penyakit Addison adalah kelainan yang
Baca selengkapnya »

Dracunculiasis
Dracunculiasis

Deskripsi : Dracunculiasis adalah infeksi yang disebabkan
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

BETADINE SALEP KULIT 20 G

Salep 10 % x 20 gram.

TAXEGRAM VIAL 1 G

Vial 1 gram x 1's

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com