nothing
Nyeri haid - medicastore
nothing
Medicastore
 
Nyeri Haid
10-12-2017 | vidya-medicastore
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 
Nyeri haid, dalam istilah medis disebut dengan dysmenorrhea (dismenore). Sebagian besar wanita pernah merasakan nyeri haid. Pada beberapa kasus, nyeri haid kadang sangat berat dan mengganggu.

Sumber gambar: http://rffdoctor.tistory.com/199

 

Nyeri haid atau dismenore terbagi menjadi dua jenis, yaitu dismenore primer dan dismenore sekunder.

1.      Dismenore primer

Dismenore primer adalah nyeri yang dirasakan akibat haid, atau kram ketika haid. Penyebab dismenore primer adalah zat kimia alami tubuh yaitu prostaglandin. Prostaglandin ditemukan di sebgaian besar jaringan dan organ tubuh, termasuk sel-sel di dinding rahim (endometrium). Sesaat sebelum haid dimulai, sel-sel tersebut memproduksi sejumlah besar prostaglandin. Selama periode haid, uterus berkontraksi untuk meluruhkan dinding rahim. Prostaglandin terlibat dalam nyeri dan peradangan yang mencetuskan kontraksi otot rahim. Kadar prostaglandin yang tinggi berkaitan dengan kram haid yang lebih berat. Dismenore primer dirasakan segera setelah seorang anak perempuan mulai mengalami haid. Pada sebagian wanita yang mengalami dismenore primer, nyeri haid berangsur-angsur berkurang seiring dengan pertambahan usia. Dismenore primer juga membaik setelah melahirkan.  

2.      Dismenore Sekunder

Dismenore sekunder disebabkan oleh masalah pada sistem reproduksi. Nyeri haid jenis ini muncul tidak dari awal seorang anak perempuan mengalami menstruasi. Nyeri cenderung memburuk seiring waktu. Nyeri pada dismenore sekunder dirasakan lebih lama dibandingkan kram haid normal. Nyeri dapat muncuk beberapa hari sebelum haid dimulai, dan memburuk ketika haid berlangsung dan tidak menghilang setelah haid selesai.

Penyebab Dismenore Sekunder

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan dismenore sekunder:

Sumber gambar: https://www.herendometriosisreality.com/science-behind-her-pain

·         Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi di mana sel-sel yang melapisi bagian dalam rahim (endometrium) ditemukan di bagian lain di luar rahim, misalnya di indung telur dan tuba falopii, di belakang rahim, dan di kandung kemih. Seperti halnya dinding dalam rahim, jaringan endometriosis juga akan luruh dan mengalami perdarahan sebagai respons terhadap perubahan hormon. Perdarahan ini menyebabkan rasa nyeri, terutama tepat disaat menstruasi. Jaringan parut yang lengket (adhesi) dapat terbentuk di dalam rongga panggul, di mana perdarahan terjadi. Perlengketan tersebut dapat menyebabkan organ-organ di rongga panggul melekat, yang menyebabkan nyeri.

Sumber gambar: https://www.drseckin.com/adenomyosis

·         Adenomiosis

Pada kondisi ini, sel dinding bagian dalam rahim terdapat di dalam dinding otot rahim. Sama seperti endometriosis, sel-sel di dalam otot rahim ini juga mengalami perdarahan sesuai dengan siklus haid. Perdarahan ini terperangkap di dalam dinding rahim, sehingga menimbulkan rasa nyeri.

Sumber gambar: https://www.health.harvard.edu/womens-health/fibroids

·         Fibroid

Fibroid adalah pertumbuhan yang terbentuk di luar, di dalam, atau pada dinding rahim. Fibroid yang terdapat di dinding rahim dapat menimbulkan nyeri.

Pemeriksaan Apa yang Dilakukan untuk Menentukan Penyebab Dismenore?

Dokter akan melakukan anamnesis (wawancara) mengenai riwayat kesehatan Anda, termasuk gejala dan siklus haid. Dilakukan juga pemeriksaan panggul, dan ultrasonografi. Pada beberapa kasus, dilakukan tindakan laparoskopi.

Sumber gambar: https://www.indiamart.com/company/11639241/

Laparoskopi adalah tindakan pembedahan minimal, yaitu dengan membuat sayatan kecil di perut sehingga dokter dapat melihat daerah panggul menggunakan instrumen yang disebut dengan laparoskop.

Bagaimana Penanganan Dismenore?

1.       Dengan obat pereda nyeri.

Obat golongan anti inflamasi non steroid (OAINS) yang menargetkan prostaglandin dapat digunakan untuk meredakan nyeri. Obat golongan ini mengurangi jumlah prostaglandin dan mengurangi efeknya. OAINS bekerja paling baik bila dikonsumsi saat awal periode haid atau nyeri. Akan tetapi, orang yang memiliki gangguan perdarahan, asma, alergi aspirin, kerusakan liver, masalah lambung, tidak boleh menggunakan obat ini.

2.       Dengan obat kontrasepsi.

Obat kontrasepsi juga dapat digunakan untuk meredakan dismenore, akan tetapi penggunaannya harus berdasarkan petunjuk dokter.

3.       Penanganan alternatif.

Penggunaan suplemen seperti vitamin B1 atau magnesium dapat membantu, tetapi tidak ada penelitian yang mencukupi yang telah dilakukan untuk merekomendasikan suplemen tersebut sebagai penanganan yang efektif untuk dismenore. Akupuntur cukup membantu meredakan dismenore. Perubahan gaya hidup juga dapat membantu, misalnya olahraga, tidur cukup, dan teknik relaksasi.

4.       Pembedahan.

Bila penanganan lainnya tidak dapat meredakan dismenore, diperlukan pembedahan. Jenis pembedahan bergantung pada penyebab nyeri. Histerektomi (operasi pengangkatan rahim) dilakukan bila penanganan lain tidak bekerja dan penyakit yang menyebabkan dismenore sangat berat. Prosedur ini dilakukan sebagai tindakan terakhir.

 

 

 

Referensi:

https://www.acog.org/-/media/For-Patients/faq046.pdf

 

 

Save

Total Hit : 70
Nutracare

Artikel Terkait
 
Penyakit Terkait
- Endometriosis
- Fibroid Rahim
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk artikel diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar :
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 

Info Penyakit

Hidrosefalus
Hidrosefalus

Deskripsi : Hidrosefalus merupakan suatu akumulasi cairan
Baca selengkapnya »

Granulomatosis Wegener
Granulomatosis Wegener

Deskripsi : Granulomatosis Wegener merupakan suatu gangguan
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

CEROZON VIAL 1 G

Vial 1 g x 1's.

CADUET TABLET 10 MG/20 MG

Tablet Salut Selaput 10/20 mg x 30 tablet

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com