nothing
Kejang demam - medicastore.com
nothing
Medicastore
 
Kejang Demam
12-08-2017 | vidya-medicastore
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 

Kejang demam adalah kejang yang terjadi ketika anak demam. Kejang demam dialami anak usia 3 bulan hingga 6 tahun, dan paling sering pada anak usia 12-18 bulan. Kejang biasanya berlangsung selama beberapa menit dan disertai dengan demam diatas 38°C. kejang demam paling sering terjadi dalam 24 jam sejak dimulainya demam.

Meskipun tampak menakutkan, kejang demam biasanya dapat menghilang sendiri tanpa pengobatan dan tanpa masalah kesehatan lainnya. Mengalami kejang demam tidak berarti anak akan mengalami epilepsi atau kerusakan otak.

Sumber gambar: www.medicalnewstoday.com/articles/168010.php

Penyebab Kejang Demam

Penyebab kejang demam tidak diketahui, kemungkinan ada kaitan genetik pada kejang demam – bila ada anggota keluarga yang memiliki riwayat kejang demam, maka kemungkinan menderita kejang demam akan meningkat. Pada sebagian besar kasus, demam disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, misalnya flu, infeksi telinga tengah, atau tonsillitis. Setiap anak memiliki suhu ambang kejang yang berbeda: ada yang kejang pada suhu 38°C, ada yang baru mengalami kejang pada suhu 40°C. 

Gejala Kejang Demam

Gejala kejang demam dapat bervariasi mulai dari ringan (anak tampak menatap/terbelalak) hingga otot bergetar atau mengencang dengan kuat. Anak dengan kejang demam dapat kehilangan kesadaran, lengan atas atau tungkainya bergerak-gerak atau menyentak.

Faktor Risiko Kejang Demam

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko kejang demam yaitu:

  • Usia. Kejang demam paling sering dialami anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun. Kejang demam pada anak di bawah 6 bulan dan di atas 3 tahun jarang terjadi.
  • Riwayat keluarga. Beberapa anak mewarisi kecenderungan kejang demam. Selain itu, para ahli mengaitkan beberapa gen dengan kerentanan terhadap kejang demam.

Penanganan Kejang Demam

Penggunaan obat penurun panas pada awal demam dapat membuat anak merasa nyaman, akan tetapi tindakan ini tidak dapat mencegah kejang. Sebagian besar kejang demam berhenti dengan sendirinya setelah beberapa menit. Bila anak mengalami kejang lebih dari 10 menit, atau bila anak kejang berulang kali, segera bawa anak ke rumah sakit. Pada kejang yang berkepanjangan dan disertai dengan infeksi serius atau bila sumber infeksi tidak dapat ditentukan, anak harus dirawat di rumah sakit. Rawat inap tidak diperlukan untuk kejang demam sederhana.

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Anak Kejang?

Bila anak mengalami kejang demam, tetaplah tenang dan lakukan tips berikut ini:

  • Pastikan anak Anda berbaring di tempat yang aman, misalnya di lantai sehingga anak tidak akan terjatuh atau terbentur benda keras.

Sumber gambar: www.slideshare.net

  • Miringkan anak untuk menghindari tersedak. Hal ini penting dilakukan bila anak Anda mengeluarkan banyak air liur.
  • Perhatikan apakah ada masalah pernapasan, termasuk perubahan warna wajah anak.
  • Bila kejang lebih dari 5 menit, disertai muntah, leher kaku, mengantuk berlebihan, atau anak tampak membiru, kemungkinan anak mengalami kejang karena penyakit lain yang serius, segera minta bantuan medis dan bawa anak ke rumah sakit.  

Hal-hal berikut ini tidak boleh dilakukan pada anak yang sedang mengalami kejang demam:

  • Menahan atau memegangi anak dengan kuat.
  • Memasukkan sesuatu ke dalam mulut anak.
  • Memberikan obat penurun panas.
  • Merendam anak di air dingin atau air yang sedikit hangat.

Komplikasi Kejang Demam

Sebagian besar kejang demam tidak memiliki efek jangka panjang. Kejang demam tidak berpengaruh terhadap perkembangan atau kecerdasan anak. Kejang demam sederhana tidak menyebabkan kerusakan otak, retardasi mental atau disabilitas belajar, dan tidak berarti anak memiliki kelainan yang lebih serius. Sebagian besar anak yang pernah mengalami kejang demam akan tumbuh dan berkembang dengan normal.

Komplikasi yang paling sering adalah kemungkinan untuk mengalami kejang demam kembali di kemudian hari. Risiko kejang berulang akan meningkat bila:

  • Kejang demam pertama kali terjadi karena demam yang tidak tinggi.
  • Periode antara dimulainya demam dengan kejang terjaid dalam waktu singkat.
  • Anggota keluarga dekat ada yang memiliki riwayat kejang demam.
  • Anak berusia kurang dari 15 bulan ketika pertama kali mengalami kejang demam.

Biasanya kejang demam menghilang dengan sendirinya setelah anak berusia 5-6 tahun.

Kejang demam tidak mengindikasikan epilepsi. Epilepsi adalah kondisi di mana seseorang mengalami kejang berulang tanpa adanya demam. Epilepsi terjadi pada kurang dari 5% anak yang mengalami kejang demam, dan biasanya anak-anak tersebut memiliki faktor risiko lain.

Pencegahan Kejang Demam

Pencegahan kejang demam yang utama adalah dengan menurunkan demam anak. Anak dapat diberikan obat penurun demam, misalnya parasetamol atau ibuprofen. Obat penurun demam yang mengandung asam asetilsalisilat dapat menyebabkan efek samping yang serius pada anak, oleh karena itu penggunaannya tidak dianjurkan. Anak yang demam juga dapat dikompres dengan menggunakan air hangat di daerah dahi, ketiak dan lipat siku. Sebaiknya orangtua mengukur suhu anak ketika demam, karena orangtua dapat mengetahui apakah anak memang demam atau hanya kejang (tanpa demam) dan mengetahui pada suhu berapa kejang terjadi.

 

 

 

 

Referensi:

·         http://kidshealth.org/en/parents/febrile.html

·         http://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/kejang-demam-tidak-seseram-yang-dibayangkan

·         https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/febrile-seizure/symptoms-causes/syc-20372522

·         https://www.nhs.uk/conditions/febrile-seizures/

 

Total Hit : 427
Nutracare

Artikel Terkait
 
Penyakit Terkait
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk artikel diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar :
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 

Info Penyakit

Glaukoma
Glaukoma

Deskripsi : Glaukoma adalah suatu penyakit yang
Baca selengkapnya »

Kulit Kering
Kulit Kering

Deskripsi : Kulit Kering (Xerosis, Asteatosis) adalah
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

ASMACARE TABLET 2 MG

Tablet 2 mg x 5 x 10

BRICASMA TABLET

Tablet 2,5 mg x 100 biji.

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com