nothing
Depresi, Bagaimana Mencegahnya? - medicastore.com
nothing
Medicastore
Depresi, Bagaimana Mencegahnya?
03-07-2018 | vidya-medicastore
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 
Berbagai masalah dalam hidup terkadang membuat kita merasa tertekan, dan kemudian kita merasa mengalami depresi. Apa sebenarnya pengertian depresi? Bagaimana mencegahnya? Simak lebih lanjut penjelasannya berikut ini yang medicastore.com rangkum dari berbagai sumber.

Depresi lebih dari sekedar merasa tidak bahagia atau merasa bosan atau muak, selama beberapa hari. Sebagian besar orang mengalami masa-masa tertekan, tetapi ketika depresi, seseorang dapat merasa terus-menerus sedih selama beberapa minggu atau bulan.

Pengertian Depresi

Depresi adalah gangguan yang sering dialami dan merupakan gangguan yang serius. Depresi mempengaruhi secara negatif perasaan, cara berpikir dan cara bertindak. Depresi menyebabkan rasa sedih dan/atau kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya disukai. Depresi dapat menyebabkan berbagai masalah fisik dan emosional yang dapat menurunkan kemampuan seseorang untuk beraktivitas. Beberapa orang menganggap depresi adalah masalah sepele dan bukan merupakan sebuah kondisi kesehatan. Anggapan tersebut adalah tidak benar, depresi merupakan sebuah penyakit dengan gejala. Depresi bukan merupakan tanda bahwa orang yang mengalaminya lemah, atau sesuatu yang dapat dihentikan dengan “bersikap kembali normal”.  

Gejala Depresi

Sumber gambar: https://www.news-medical.net/health/Depression-in-children.aspx

Diagnosis depresi ditegakkan bila gejala-gejala depresi dialami setidaknya dua minggu. Gejala depresi antara lain:

·         Rasa sedih, cemas atau hampa, yang menetap

·         Merasa tidak berdaya atau pesimis

·         Mudah marah

·         Merasa bersalah, tidak berguna, atau tidak berdaya

·         Kehilangan minat pada kegemaran dan aktivitas

·         Energi menurun atau merasa kelelahan

·         Bergerak atau bicara lebih lambat

·         Gelisah

·         Sulit berkonsentrasi, mengingat, atau membuat keputusan

·         Sulit tidur, bangun terlalu pagi, atau tidur terlalu lama

·         Perubahan berat badan atau nafsu makan

·         Pikiran untuk bunuh diri atau mencoba bunuh diri

·         Merasa nyeri, sakit kepala, kram, atau masalah pencernaan tanpa penyebab fisik yang jelas dan/atau tidak menghilang dengan pengobatan

Meskipun begitu, tidak semua orang yang depresi mengalami setiap gejala di atas. Frekuensi gejala, tingkat keparahan dan lamanya gejala bergantung pada masing-masing individu. Gejala juga bergantung pada tahapan penyakit.

Pengobatan Depresi

Meskipun pada kasus yang sangat berat, depresi dapat ditangani. Sekitar 80 hingga 90% pasien depresi pada akhirnya merespons penanganan dengan baik, dan gejala depresi berkurang pada hampir semua pasien. Semakin cepat penanganan dilakukan, hasilnya akan semakin efektif.

Depresi biasanya ditangani dengan penggunaan obat-obatan, psikoterapi, atau kombinasi keduanya. Bila cara tersebut tidak mengurangi gejala, terapi elektrokonvulsi dan terapi stimulasi otak lainnya dapat menjadi pilihan.

Obat-obatan

Antidepresan dapat menunjukkan hasil dalam minggu pertama atau kedua sejak penggunaan dimulai. Manfaat antidepresan sepenuhnya mungkin tidak terlihat pada dua hingga tiga bulan. Bila pasien tidak merasakan perbaikan setelah beberapa minggu penggunaan, dokter mungkin akan mengganti dosis atau jenis obat yang digunakan.

Psikoterapi

Psikoterapi terkadang digunakan pada depresi ringan, tanpa penggunaan obat-obatan. Pada depresi sedang hingga berat, psikoterapi biasanya dilakukan bersamaan dengan penggunaan obat-obatan. Terapi perilaku kognitif (cognitive behavioural therapy, CBT) diketahui efektif menangani depresi. CBT adalah terapi yang memfokuskan pada masalah saat ini dan penyelesaiannya. CBT membantu pasien mengenali pikiran yang menyimpang dan kemudian mengubah perilaku dan cara berpikir.

Terapi elektrokonvulsif (electroconvulsive therapy, ECT) adalah penanganan medis yang paling sering digunakan untuk pasien depresi berat atau gangguan bipolar yang tidak merespons penanganan lain. Terapi ini menggunakan stimulasi listrik singkat di otak.

Pencegahan Depresi

Sumber gambar: http://4countysuicideprevention.org/

Kita tidak bisa mencegah berbagai masalah datang dalam kehidupan, dan beberapa jenis depresi mungkin tidak dapat dicegah karena dipicu oleh tidak berfungsinya zat kimia di dalam otak. Meskipun begitu, penelitian terbaru memastikan bahwa depresi seringkali dapat dikurangi dan terkadang dicegah dengan kebiasaan hidup sehat dan teknik manajemen stress. Misalnya sebagai berikut ini:

1.      Olahraga teratur. Menurut Mayo Clinic, olahraga dapat membantu penanganan dan pencegahan depresi dengan cara meningkatkan suhu tubuh, yang memiliki efek menenangkan di sistem saraf pusat. Olahraga juga melepaskan zat seperti endorphin, yang dapat meningkatkan mood. Olahraga juga mengurangi zat kimia sistem imun yang dapat memperburuk depresi. Bergabunglah dengan komunitas olahraga, misalnya yoga, sehingga Anda dapat berolahraga dengan teratur dan tergabung dalam komunitas yang positif.

2.      Mengurangi waktu di sosial media. Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan penggunaan sosial media dapat menyebabkan atau berkontribusi terhadap depresi dan rasa rendah diri.

3.      Membangun hubungan yang kuat. Memiliki sistem pendukung yang kuat dan kehidupan sosial yang aktif sangat penting untuk kesehatan mental. Pastikan Anda secara teratur berhubungan dengan teman dan keluarga. Mendatangi acara sosial dan mengikuti acara yang berkaitan dengan kegemaran Anda juga dapat membantu membentuk hubungan yang baru.

4.      Tetap mengikuti terapi. Bila Anda pernah mengalami episode depresi, ada kemungkinan Anda akan mengalaminya lagi. Oleh karena itu, penting untuk tetap mengikuti terapi dan mengkonsumsi obat.

5.       Tidur cukup.

6.      Menghindar dari orang-orang yang berpengaruh buruk.

7.       Menjaga berat badan dan makan makanan bergizi seimbang. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan dnegan lemak tinggi secara teratur memberikan efek yang serupa dengan stress kronis dalam hal menyebabkan depresi. Selain itu, konsumsi makanan yang tidak sehat juga dapat mengurangi kebutuhan nutrisi penting yang diperlukan tubuh untuk mempertahankan kesehatan fisik dan mental. Sebaiknya, konsumsi makanan dengan protein tanpa lemak, dan banyak sayuran dan buah. Kurangi gula dan hindari makanan yang diproses. Selain itu, tambahkan omega 3 dalam diet Anda.

8.      Tangani kondisi atau penyakit kronis bila ada. Kondisi kronis adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari, akan tetapi pada banyak kasus, kondisi kronis dapat ditangani.  

9.      Hindari alkohol dan penggunaan obat-obatan terlarang. Konsumsi alkohol berlebihan tidak hanya berkaitan dengan risiko depresi yang lebih tinggi, tetapi juga risiko tinggi berulangnya depresi. Alkohol dan obat-obat terlarang mungkin seperti membuat penderita depresi merasa lebih baik, akan tetapi sebenarnya justru membuat penderita depresi semakin sulit ditangani.

10.  Hindari nikotin.

11.  Hindari hal-hal yang dapat mencetuskan depresi. Ada berbagai hal yang dapat mencetuskan depresi, bila Anda mengetahuinya, berusahalah untuk menghindarinya, buatlah rencana dengan teman, atau minta kerabat Anda untuk menemani Anda.

12.   Tunda keputusan besar ketika Anda merasa sangat terbebani.

13.  Berhenti menyalahkan diri sendiri.  Bila Anda rentan mengalami depresi, Anda mungkin marah pada diri sendiri karena keputusan yang Anda ambil, baik itu yang benar-benar terjadi atau hanya Anda bayangkan. Menyalahkan diri sendiri terus menerus justru menghambat kesembuhan dan dapat menyebabkan depresi kembali. Sebaiknya Anda mengikuti terapi kognitif untuk membantu mengubah pola pikir tersebut.

14.  Selalu berusaha bersyukur. Meskipun terdengar sederhana, penelitian menunjukkan, bersyukur adalah salah satu cara untuk berbahagia. Penelitian pada tahun 2005 yang dipublikasikan dalam American Psychologist menunjukkan bahwa orang-orang yang bersyukur setiap harinya, misalnya membuat daftar tiga kebaikan dalam hidupnya, memiliki tingkat depresi yang lebih rendah.

15.  Kenali diri Anda. Perhatikan hal-hal yang dapat membuat gejala depresi memburuk, dapatkan pemeriksaan medis yang teratur, dan segera berkonsultasi dengan dokter apabila Anda merasa mengalami depresi.

 

 

 

 

 

 

Referensi:

·         http://www.health.com/health/gallery/0,,20431660,00.html#exercise-regularly-2

·         https://www.healthline.com/health/how-to-avoid-depression#9

·         https://www.nhs.uk/conditions/clinical-depression/

·         https://www.nimh.nih.gov/health/topics/depression/index.shtml

·         https://www.psychiatry.org/patients-families/depression/what-is-depression

·         https://www.webmd.boots.com/depression/guide/understanding-depression-prevention

·         https://www.webmd.com/depression/understanding-depression-prevention#1

 

 

Total Hit : 351
Nutracare

Artikel Terkait
 
Penyakit Terkait
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk artikel diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar :
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 

Info Penyakit

Pneumonia Pneumokistik
Pneumonia Pneumokistik

Deskripsi : Pneumonia Pneumokistik (Pneumokistosis) adalah suatu
Baca selengkapnya »

Sistem Reproduksi Wanita
Sistem Reproduksi Wanita

Deskripsi : Sistem reproduksi wanita terdiri dari
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

ERYTHROCIN GRANULE

Granule untuk suspensi 200 mg/5 ml x 60 ml.

LANTUROL-400 CAPSULE

Kapsul lunak 400 iu x 10 x 10 biji.

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com