nothing
Mengenal 'Filler" dan Risikonya - medicastore.com
nothing
Medicastore
Mengenal 'Filler' dan Risikonya
16-03-2018 | vidya-medicastore
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 
Akhir-akhir ini istilah filler sering terdengar, terutama dalam dunia kecantikan. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan filler? Bagaimana dengan risiko penggunaannya? Simak lebih lanjut mengenai filler berikut ini yang medicastore.com rangkum dari berbagai sumber.

Seiring dengan pertambahan usia, kulit akan kehilangan elastisitas alaminya. Hal ini mengakibatkan terbentuknya garis halus dan kerutan, yang lama kelamaan bertambah dalam. Untungnya, Anda tidak perlu melakukan pembedahan untuk mengurangi perubahan karena penuaan. Filler wajah dapat meminimalisasi kerutan pada banyak orang, tanpa memerlukan waktu penyembuhan yang lama seperti pada face lift.

 

Sumber gambar: bodybydesignweightloss.com/treatments/anti-aging-aesthetics/facial-aesthetics/injectibles/facial-fillers/

Filler wajah adalah substansi yang secara sementara mengurangi kerutan ketika disuntikkan ke kulit. Suntikan filler wajah secara umum merupakan prosedur rawat jalan yang dilakukan dengan anestesi lokal. Filler, tidak seperti botox yang merelaksasi otot di bawah kerutan, filler dapat mengisi garis, celah, atau area tertentu. Filler juga dapat digunakan sebagai penambah volume, mengisi dan mengangkat pipi, dagu, garis rahang dan pelipis, mengisi bibir dan tangan yang longgar.

Jenis-jenis Filler Wajah

Filler wajah diantaranya:

  • Asam hyaluronat (‘Restylane, Juvederm’, dll). Komponen alami dari jaringan ikat kulit ini adalah filler yang paling sering digunakan. Hasil dapat bervariasi, dapat bertahan antara beberapa bulan hingga setahun atau dua tahun. Efek samping dari filler jenis ini jarang terjadi, tetapi dapat mencakup kemerahan, pembengkakan, dan memar di lokasi penyuntikan. Filler juga dapat menyebabkan benjolan kecil di kulit. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penyuntikan berulang dapat membantu menstimulasi produksi alami kolagen dalam tubuh, yang dapat membantu mengurangi jumlah garis dan kerutan.
  • Kalsium hidroksilapatite (‘Radiesse’). Filler ini  digunakan untuk memberikan kontur pada garis rahang, mengembalikan volume pipi, dan menangani kerutan dan lipatan kulit yang lebih dalam. Hasilnya dapat bertahan hingga satu tahun ketika digunakan untuk memberi kontur dan tiga tahun ketika digunakan untuk mengisi kerutan.
  • Cangkok lemak. Lemak diambil dari abdomen bawah, paha atau bokong melalui proses sedot lemak dan kemudian disuntikkan melalui insisi kecil di pipi, pelipis, bibir atau dahi. Efeknya dapat semi-permanen, tetapi untuk mendapatkan hasil yang diinginkan biasanya memerlukan lebih dari satu sesi suntikan, dan juga mengisi lokasi untuk mengimbangi reabsorbsi lemak tubuh.

 

Sumber gambar: clinicofcosmeticsurgery.com/cosmetic-med-spa/platelet-rich-plasma-prp/

  • Injeksi ‘platelet-rich plasma’ (PRP). Filler ini menggunakan darah yang telah diolah terlebih dahulu. Darah diambil dari lengan, kemudian diolah, lalu disuntikkan ke wajah. Efeknya dapat bertahan selama 12 hingga 18 bulan. Risikonya serupa dengan filler lain, termasuk memar, kemerahan, dan pembengkakan pada lokasi penyuntikkan. Karena filler ini berasal dari tubuh sendiri, tidak diperlukan persetujuan dari FDA.
  • Filler jaringan lunak permanen (Artefill). Filler jenis ini digunakan untuk menghaluskan kerutan dalam di sekitar mulut. Tubuh tidak dapat menyerap filler jenis ini, sehingga tidak diperlukan penyuntikan ulang. Filler jaringan lunak permanen umumnya tidak dierkomendasikan sebagai penanganan filler wajah pertama kali.
  • Poly-L-lactic acid (Sculptra). FDA telah menyetujui penggunaan filler ini untuk pasien yang menderita HIV yang mengalami kehilangan lemak lokal (lipoatropi). Biasanya diperlukan dua atau tiga suntikan. Efeknya dapat bertahan hingga dua tahun.

Efek Samping dari Filler Wajah

Penanganan dengan menggunakan filler relatif cepat dan mudah, akan tetapi memiliki kekurangan, termasuk reaksi alergi dan pembentukan benjolan kecil di bawah kulit. Pada beberapa kasus, benjolan tersebut dapat permanen. Dan terkadang terdapat efek Tyndall, yaitu perubahan warna kulit menjadi kebiruan yang dapat bertahan selama beberapa bulan. Pada kasus yang sangat jarang, sel-sel kulit dapat mati bila filler tidak digunakan dengan tepat. Ada beberapa laporan mengenai kasus kebutaan dan paralisis saraf. Biasanya filler yang bertahan lebih lama lebih sering menyebabkan efek samping.

1.      Kemerahan dan pembengkakan.

Kemerahan dan pembengkakan pada lokasi penyuntikan normal terjadi dan biasanya hilang setelah beberapa jam. Bila menggunakan filler permanen, kemerahan dan pembengkakan memerlukan waktu yang lebih lama untuk menghilang.

2.      Ruam kulit yang gatal.

Menurut American Society of Plastic Surgeons, filler yang disuntikkan dapat menyebabkan reaksi kulit yang menyerupai ruam. Ruam dapat menyebar ke seluruh wajah dan menimbulkan rasa gatal atau pembengkakan.

3.      Paralisis

Beberapa jenis filler, misalnya Botox dan Myobloc, terbuat dari toksin botulisme yang dimurnikan. Ketika disuntikkan, toksin botulisme dapat menyebabkan paralisis otot minor yang sementara di lokasi penyutikan yang mengurangi lipatan kulit. Pada beberapa kasus, toksin dapat menjalar ke area tubuh lainnya dan menyebabkan masalah kesehatan. Toksin botulisme dapat mencapai otot pernapasan yang dapat mengakibatkan terjadinya aspirasi makanan atau cairan ke dalam paru-paru sehingga dapat menyebabkan pneumonia.

 

Sumber gambar: www.mumslounge.com.au/lifestyle/celebrities/womans-dermal-fillers-leave-looking-severely-disfigured/

4.      Benjolan

Filler ditujukan untuk membentuk permukaan kulit, memberikan bentuk yang lebih bulat. Meskipun begitu, menurut American Academy of Plastic Surgeons, beberapa filler bersifat kurang cair dan dapat menyebabkan "gumpalan". Pada penggunaan filler berbahan dasar asam hyaluronat, pasien dapat merasakan gumpalan pada area penyuntikan dan sekitarnya, dan dapat merasakan produk filler di bawah kulit ketika disentuh. Efek ini biasanya (tetapi tidak selalu), dapat menghilang seiring waktu. Filler jenis ini juga dapat bermigrasi dari lokasi penyuntikan awal ke area lain di wajah.

5.      Kematian sel kulit

Kematian sel kulit adalah efek samping yang jarang terjadi. Hal ini dapat terjadi bila kulit atau jaringan lainnya mengalami kerusakan selama prosedur atau karena infeksi setelah perawatan. Kematian sel kulit paling sering terjadi ketika filler digunakan di kulit sekitar bibir dan bagian tengah dahi. Kematian sel kulit dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut dan memerlukan pembedahan tambahan.

  1. Asimetri.

Filler juga dapat menyebabkan koreksi berlebihan, menurut American Society of Plastic Surgeons. Koreksi berlebihan dapat menyebabkan asimetri wajah dengan membuat satu sisi pipi lebih penuh dibandingkan dengan sisi lainnya, atau satu bagian kerutan kulit tampak lebih penuh dibandingkan dengan kerutan yang lainnya.

7.      Erupsi kulit seperti jerawat.

 

Karena komplikasi signifikan dapat terjadi akibat penyuntikan filler, penting untuk mendapatkan perawatan dari dokter bedah plastik yang tersertifikasi yang mengerti risiko dari prosedur dan terlatih untuk menangani kemungkinan komplikasi yang akan terjadi.

Meminimalisasi Risiko dan Meningkatkan Kemungkinan Keberhasilan Penggunaan Filler

Meskipun filler termasuk aman, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan:

  • Tidak semua filler tepat untuk semua jenis kerutan. Risiko terendah dan hasil terbaik didapatkan dari penggunaan filler yang tepat. Oleh karena itu, sebaiknya penggunaan filler harus dilakukan oleh dokter spesialis kulit atau spesialis bedah plastik yang berpengalaman.
  • Jangan gunakan harga sebagai panduan. Bila Anda ditawarkan perawatan filler kerutan yang lebih murah dari harga standar, kemungkinan ada hal yang disembunyikan, baik keterampilan orang yang melakukan prosedur, ataupun kualitas produk yang digunakan. Jangan membuat wajah Anda menjadi taruhan.
  • Semua perawatan menggunakan filler harus dilakukan di lingkungan medis menggunakan instrumen yang steril. Perawatan yang dilakukan di rumah, hotel, spa atau salon tidak dilakukan di lingkungan medis, tanpa memandang siapa yang melakukan prosedur tersebut.
  • Jangan pernah mendapatkan suntikan filler dari sumber di luar ruang dokter. Ketahui jenis filler yang digunakan. Ada banyak laporan yang menyebutkan penggunaan silikon untuk industri hingga baby oil. Bila Anda tidak mendapatkan informasi mengenai filler yang digunakan, jangan melakukan perawatan di tempat tersebut.
  • Gunakan tabir surya setiap hari untuk membantu mempertahankan filler dan melindungi dari perubahan pigmen setelah peradangan karena bekas suntikan.

 

 

 

 

 

Referensi:

·         https://www.livestrong.com/article/136316-risks-facial-fillers/

·         https://www.livestrong.com/article/181321-derma-filler-side-effects/

·         https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/facial-fillers/about/pac-20394072

·         https://www.plasticsurgery.org/cosmetic-procedures/dermal-fillers/safety

·         https://www.webmd.com/beauty/wrinkle-fillers-what-you-should-know#1

 

Total Hit : 433
Saras Subur Ayoe

Artikel Terkait
 
Penyakit Terkait
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk artikel diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar :
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 

Info Penyakit

Kompres Hangat dan Dingin
Kompres Hangat dan Dingin

Deskripsi : Kompres Hangat Kompres hangat
Baca selengkapnya »

Gangguan Kepribadian Paranoid
Gangguan Kepribadian Paranoid

Deskripsi : Gangguan kepribadian paranoid merupakan kondisi
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

MELAVITA CREAM 0,1 %

Krim 0,1% x 10 gram

GEMZAR VIAL 1 G

Vial 1 gram x 1 biji.

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com