nothing
Keamanan Pemeriksaan Sinar-X - medicastore.com
nothing
Medicastore
Keamanan Pemeriksaan Sinar-X
22-03-2018 | vidya-medicastore
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 
Pemeriksaan sinar X (atau sering disebut dengan pemeriksaan rontgen) adalah prosedur yang cepat dan tidak nyeri yang sering digunakan untuk menghasilkan gambaran tubuh bagian dalam. Pemeriksaan ini merupakan cara yang sangat efektif untuk melihat tulang dan dapat digunakan untuk membantu mendeteksi berbagai kondisi.

Apa itu Sinar X?

Sinar X adalah salah satu bentuk energi, seperti gelombang cahaya atau gelombang radio. Sinar X tidak dapat dilihat mata secara langsung dan tidak dapat dirasakan. Ketika melewati tubuh, energi dari sinar X diserap dengan kadar yang berbeda di setiap bagian tubuh. Detektor di sisi tubuh yang lain akan menangkap sinar X setelah melewati tubuh dan mengubahnya menjadi gambar. Pada beberapa jenis pemeriksaan sinar X, digunakan media kontras (misalnya iodium atau barium) untuk memberikan gambaran yang lebih detail. Pada beberapa kasus, sinar X digunakan untuk membantu pemasangan selang atau alat lainnya di dalam tubuh.

Bagian tubuh yang tebal, misalnya tulang, lebih sulit untuk dilewati sinar X, akan tampak berwarna putih. Bagian tubuh yang lebih lunak yang dapat dilewati sinar X dengan lebih mudah, misalnya jantung dan paru, akan tampak sebagai area yang gelap. Lemak dan otot akan tampak sebagai area yang berwarna keabu-abuan.

Sinar X dapat digunakan untuk pemeriksaan:

1.      Tulang dan gigi

Misalnya untuk memeriksa adanya fraktur tulang atau infeksi, penyakit arthritis, gigi yang berlubang, osteoporosis, kanker tulang.

2.      Dada

Misalnya untuk pemeriksaan infeksi dada seperti tuberculosis, pneumonia, atau kanker paru, pembesaran jantung. Penggunaan sinar X khusus, misalnya mammografi, dapat digunakan untuk memeriksa jaringan payudara. Penyuntikan bahan kontras yang mengandung iodium dapat membantu memberikan gambaran sistem sirkulasi agar terlihat dengan sinar X.

3.      Abdomen

Misalnya untuk mengetahui penyebab masalah pencernaan, digunakan kontras barium yang diminum atau dimasukkan secara enema. Pemeriksaan sinar X juga dapat menunjukkan letak benda-benda yang tertelan, misalnya pada anak yang menelan koin atau kunci.

Pemeriksaan yang Menggunakan Sinar X

1.      Radiografi

Radiografi adalah pemeriksaan yang menggunakan sinar X yang paling sering dilakukan. Sebuah mesin menembakkan sinar X ke bagian tubuh tertentu kemudian diteruskan ke film khusus. Pemeriksaan radiologi sederhana ini melibatkan radiasi dalam jumlah yang sangat kecil.

 

Sumber gambar: www.penrad.org/services/fluroscopy

2.      Fluoroskopi

Terkadang disebut dengan ‘skrining’. Setelah melewati tubuh, sinar X dilihat menggunakan kamera khusus yang menghasilkan gambar bergerak pada layar televisi. Fluoroskopi sering digunakan untuk memeriksa usus. Misalnya, pada pemeriksaan ‘barium meal’, pasien akan diminta untuk meminum cairan barium untuk memberikan gambaran bergerak dari lambung dan usus. Pemeriksaan fluoroskopi biasanya melibatkan dosis radiasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan radiografi sederhana.

 

Sumber gambar: www.mayoclinic.org

3.      Computed Tomography (CT) scan

Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan menggunakan sinar X yang lebih canggih. Sinar X melewati potongan tubuh menuju ke kumpulan detektor. Sumber sinar X dan detektor berotasi mengelilingi bagian dalam mesin. Gambaran potongan tubuh dibentuk oleh komputer dan ditampilkan di layar televisi. Pasien yang berbaring akan bergerak perlahan ke dalam lubang untuk diambil gambaran potongan tubuh yang berbeda, dan terkadang untuk mendapatkan gambaran tiga dimensi. Bila banyak potongan gambar yang diambil, dosis radiasi dapat sebanyak atau lebih tinggi dari fluoroskopi.

 

Sumber gambar: www.amberusa.com/blog/should-i-purchase-an-mri-machine-or-a-ct-scanner

Ultrasound dan Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Keduanya merupakan pemeriksaan pencitraan canggih yang paling menarik dalam tiga puluh tahun terakhir. Keduanya tidak menggunakan sinar X maupun sinar gamma, dan sejauh ini tidak ada efek buruk yang diketahui dari pemeriksaan ultrasound maupun MRI. Mengapa keduanya tidak digunakan untuk semua pemeriksaan sehingga tidak ada kekhawatiran mengenai risiko radiasi? Jawabannya adalah, meskipun kedua pemeriksaan ini dapat memberikan gambaran yang detail dari beberapa bagian tubuh, keduanya tidak dapat memberikan gambaran yang menggantikan semua pemeriksaan sinar X. Selain itu, MRI sangat mahal dan tidak selalu ada, dan tidak dapat digunakan pada pasien yang memiliki logam di dalam tubuhnya.

Dosis Sinar X dalam Perspektif

Setiap hari kita terpapar radiasi alami, yang berasal dari material tanah dan bangunan di sekitar kita, udara yang kita hirup, makanan yang kita makan, dan bahkan dari ruang angkasa. Setiap pemeriksaan sinar X memberikan sedikit tambahan pada radiasi alami. Kadar radiasi bervariasi bergantung dengan jenis pemeriksaan, antara setara dengan beberapa hari radiasi lingkungan alami, hingga beberapa tahun.

Apakah Pemeriksaan Sinar X Aman?

Kita seringkali mengkhawatirkan paparan radiasi dari pemeriksaan sinar X, namun, seperti halnya prosedur medis lainnya, pemeriksaan sinar X aman digunakan dengan kehati-hatian. Dokter spesialis radiologi dan petugas radiologi (radiografer), mengetahui dengan baik jumlah radiasi yang aman yang diperlukan dalam sebuah prosedur. Keputusan untuk melakukan pemeriksaan sinar X adalah keputusan medis, yang didasarkan pada manfaat dari pemeriksaan dan risiko potensial dari radiasi.

Sebenarnya, bagian tubuh yang diperiksa hanya akan terpapar oleh sedikit radiasi dalam waktu singkat. Secara umum, jumlah radiasi yang kita terima selama pemeriksaan sinar X setara dengan paparan radiasi alami dari lingkungan selama beberapa hari hingga beberapa tahun. Terpapar sinar X memang memiliki risiko terkena kanker setelah beberapa tahun atau beberapa puluh tahun kemudian, akan tetapi risiko ini diperkirakan sangat kecil. Misalnya, pemeriksaan sinar X di dada, tungkai, atau gigi, serupa dengan beberapa hari paparan radiasi lingkungan, dan memiliki risiko menyebabkan kanker sebanyak 1 berbanding 1.000.000.

Ada sejumlah penelitian berkaitan dengan kejadian kanker saat ini atau di masa yang akan datang setelah pemeriksaan sinar X, terutama CT scan. Meskipun begitu, penelitian ini memiliki keterbatasan yang sangat penting yaitu kurangnya data, termasuk: paparan radiasi langsung pada setiap pasien, mengapa pasien memerlukan pemeriksaan tersebut, dan informasi apa yang didapatkan dari pemeriksaan CT scan. Selain itu, model statistik yang mendasari dapat penuh dengan berbagai ketidakpastian. Namun demikian, penelitian ini tetap berharga karena menyoroti pentingnya optimalisasi teknik CT scan dan mendorong kemajuan yang menghasilkan paparan radiasi yang jauh lebih rendah pada penelitian CT serupa.

Risiko Radiasi pada Pasien Anak dan Lansia

Seiring bertambahnya usia, kita cenderung akan memerlukan pemeriksaan sinar X. Risiko radiasi pada lansia lebih rendah karena waktu untuk kanker berkembang akibat radiasi menjadi lebih sedikit, sehingga kemungkinan penyakit kanker berkembang sangat berkurang. Sedangkan anak-anak memiliki risiko dua kali lebih besar dibandingkan dengan orang berusia paruh baya dari pemeriksaan sinar X yang sama. Karena hal ini, kebutuhan pemeriksaan sinar X pada anak harus benar-benar diperhatikan, apakah memang diperlukan dan dosis radiasinya digunakan serendah mungkin.

Risiko Radiasi pada Wanita Hamil  

Seperti pada setiap aspek perawatan medis, mengetahui bahwa pasien sedang hamil atau kemungkinan hamil adalah informasi yang penting. Kehamilan dapat menjelaskan gejala atau temuan medis tertentu. Terkadang pasien yang hamil memerlukan pemeriksaan abdomen atau pelvis ketika hamil. Bila pemeriksaan tersebut diperlukan, dokter akan memiliki jenis pemeriksaan yang berbeda atau mengurangi jumlah sinar X yang digunakan, lebih rendah dari normal.  

Sebagian besar pemeriksaan sinar X tidak menyebabkan risiko kritis pada bayi yang sedang berkembang, tetapi mungkin ada kemungkinan kecil risiko penyakit serius atau komplikasi lainnya. Risiko sebenarnya bergantung pada usia kehamilan, jenis pemeriksaan sinar X yang dilakukan dan dosis radiasi yang digunakan. Pemeriksaan ultrasound, misalnya tidak menggunakan sinar X, dan tidak pernah menunjukkan adanya risiko potensial terhadap kehamilan. Pemeriksaan sinar X kepala, lengan, tungkai bawah dan dada biasanya tidak secara langsung memaparkan sinar X ke bayi, dan umumnya petugas yang melakukan pemeriksaan akan menerapkan penanganan khusus untuk memastikan bayi yang dikandung tidak terpapar secara langsung. Pemeriksaan lain, misalnya CT scan memberikan radiasi dalam jumlah yang lebih besar kepada bayi dalam kandungan.  

 

 

 

 

 

Referensi:

·         http://webarchive.nationalarchives.gov.uk/20140714111347/http://www.hpa.org.uk/webc/HPAwebFile/HPAweb_C/1194947388410

·         https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/x-ray/about/pac-20395303

·         https://www.nhs.uk/conditions/x-ray/

·         https://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?pg=safety-radiation

·         https://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?pg=safety-xray

 

Total Hit : 108
Nutracare

Artikel Terkait
 
Penyakit Terkait
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk artikel diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar :
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 

Info Penyakit

Dialisis
Dialisis

Deskripsi : Dialisis adalah proses buatan untuk
Baca selengkapnya »

Sarkoma Kaposi
Sarkoma Kaposi

Deskripsi : Sarkoma Kaposi adalah kanker yang
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

MOTILIUM TABLET

Tablet 10 mg x 50.

CORICIDIN SYRUP

Sirup (rasa vanila) 60 mL.

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com