nothing
Alergi Makanan pada Anak - medicastore.com
nothing
Medicastore
Alergi Makanan pada Anak
04-06-2018 | vidya-medicastore
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 

Apa itu Alergi Makanan?

Alergi makanan adalah respons abnormal dari tubuh terhadap makanan tertentu. Penting untuk mengetahui bahwa alergi makanan berbeda dengan intoleransi makanan, yang tidak mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, meskipun dapat ditemukan beberapa gejala yang sama. Gejala alergi makanan paling sering pada bayi dan anak, akan tetapi dapat muncul pada segala usia. Anda dapat menderita alergi terhadap makanan yang telah Anda makan selama bertahun-tahun tanpa masalah.

Penyebab Alergi Makanan

Pada alergi makanan, tubuh bereaksi seolah suatu jenis makanan tertentu adalah zat berbahaya. Sebagai akibatnya, sistem kekebalan tubuh (yang melawan infeksi dan penyakit) membentuk antibodi untuk melawan alergen makanan, yaitu zat dalam makanan yang mencetuskan alergi.

Sebelum mengalami reaksi alergi makanan, seorang anak yang sensitif telah terpapar makanan sebelumnya setidaknya satu kali, atau juga dapat terpapar melalui ASI. Reaksi alergi terjadi ketika anak makan makanan tersebut kedua kalinya. Saat itu, ketika antibodi IgE bereaksi terhadap makanan, histamin dilepaskan, yang mencetuskan gejala alergi yang dapat mempengaruhi sistem pernapasan, saluran pencernaan, kulit, atau sistem kardiovaskular. Gejalanya dapat berupa hidung berair, rasa kesemutan di lidah, bibir atau tenggorokan, pembengkakan, sakit perut, atau mengi.

Apa Perbedaan Antara Alergi Makanan dan Intoleransi Makanan?

Alergi makanan menyebabkan respons sistem kekebalan tubuh, menyebabkan munculnya gejala yang bervariasi, mulai dari rasa tidak nyaman hingga yang dapat membahayakan nyawa. Intoleransi makanan tidak mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, meskipun beberapa gejala dapat menyerupai gejala alergi makanan. Gejala intoleransi makanan dapat berupa sendawa, gangguan penecernaan, gas, diare, sakit kepala, gugup. Intoleransi makanan dapat disebabkan karena ketidakmampuan untuk mencerna zat tertentu, misalnya laktosa. Intoleransi makanan dapat menyebabkan penderitanya merasa tidak nyaman, tetapi jarang berbahaya.

Makanan yang Sering Menyebabkan Alergi Makanan

 

Sumber gambar: burntapple.com/2014/08/28/common-kids-food-allergies/

Seorang anak dapat alergi terhadap makanan apapun, akan tetapi sekitar 90% alergi makanan disebabkan oleh delapan jenis makanan berikut ini:

1.      Susu

2.      Telur

3.      Gandum

4.      Kedelai

5.      Kacang pohon (misalnya kacang mede)

6.      Kacang tanah

7.      Ikan

8.      Binatang bercangkang (misalnya udang)

 

Sumber gambar: hubpages.com/health/Protecting-children-from-food-allergies-notes-from-a-mom-who-once-had-it

Telur, susu dan kacang adalah penyebab alergi yang paling sering pada anak. Kacang tanah, kacang pohon dan binatang bercangkang merupakan penyebab yang sering dari reaksi alergi yang berat. Meskipun sebagian besar anak akan ‘sembuh’ dari alergi, alergi terhadap kacang tanah, kacang pohon dan binatang bercangkang dapat dialami seumur hidup. Dari semua anak yang alergi susu, sekitar 80% pada akhirnya menjadi tidak alergi. Sekitar dua per tiga anak yang alergi telur dan sekitar 80% anak yang alergi gandum atau kedelai akan menjadi tidak alergi ketika mencapai usia 5 tahun. Alergi makanan lainnya sulit hilang. Hanya sekitar 20% anak yang alergi kacang tanah dan 10% anak yang alergi kacang pohon menjadi tidak alergi. Alergi ikan dan binatang bercangkang biasanya berkembang kemudian dan jarang menghilang.

Alergi Susu dan Kedelai

Alergi susu dan kedelai biasanya dialami oleh bayi dan anak kecil. Seringkali gejalanya tidak seperti gejala alergi lainnya, tetapi dapat berupa:

·         Kolik (bayi rewel)

·         Darah di tinja

·         Tumbuh kembang yang kurang optimal

Gejala Alergi Makanan

Gejala alergi makanan dapat berbeda pada setiap anak. Gejala dapat sangat ringan dan hanya melibatkan satu bagian tubuh, hingga gejala yang lebih berat dan melibatkan banyak bagian tubuh. Gejala alergi dapat mulai muncul dalam beberapa menit hingga satu jam setelah menelan makanan penyebab alergi. Menurut National Institute of Allergy and Infectious Disease, tidak diperlukan makanan dalam jumlah banyak untuk menyebabkan reaksi berat pada orang yang sangat alergi. Faktanya, hanya sebanyak 1/44.000 bagian biji kacang tanah dapat menyebabkan reaksi alergi pada individu yang sangat alergi.

 

Sumber gambar: www.newleafhomeopathy.com/single-post/2017/04/01/Idiopathic-Urticaria-and-Hives-in-children-and-the-TOP-3-Natural-remedies-to-ELIMINATE-IT

Reaksi alergi makanan dapat berupa:

1.      Kulit: benjolan yang merah dan gatal, eksim, kemerahan dan pembengkakan di wajah atau tungkai, bibir, lidah dan mulut gatal dan bengkak (reaksi kulit adalah jenis yang paling sering).

2.      Saluran pencernaan: nyeri perut, mual, muntah, atau diare.

3.      Saluran pernapasan: hidung berair atau tersumbat, bersin, batuk, mengi, sesak napas.

4.      Sistem kardiovaskular: pusing, pingsan, tekanan darah rendah

Gejala lain yang juga dapat muncul yaitu kram. Gejala alergi juga dapat menyerupai masalah atau kondisi medis lainnya.

Reaksi alergi yang serius dengan efek yang menyebar ke seluruh tubuh disebut dengan reaksi anafilaksis. Reaksi alergi yang tiba-tiba dan berpotensi mengancam nyawa ini melibatkan dua atau lebih area tubuh yang disebutkan di atas. Dapat terjadi pembengkakan saluran napas, kesulitan napas yang serius, penurunan tekanan darah, kehilangan kesadaran , dan pada beberapa kasus menyebabkan kematian.

Mendiagnosis Alergi Makanan

Bila Anda curiga anak Anda mengalami alergi makanan, segera konsultasikan dengan dokter. Dokter akan menanyakan mengenai:

·         Gejala anak

·         Seberapa sering reaksi terjadi

·         Waktu antara makan makanan tertentu dengan pertama kali gejala muncul

·         Apakah ada anggota keluarga yang menderita alergi atau kondisi seperti eksim dan asma

 

Sumber gambar: easyhealthoptions.com/consider-food-allergy-testing/

Salah satu pemeriksaan untuk mengetahui alergi adalah tes kulit. Pemeriksaan ini menggunakan cairan ekstrak dari alergen makanan yang diujikan di kulit anak (di lengan bawah atau punggung) dan melihat apakah ada titik-titik kemerahan yang meninggi yang muncul dalam waktu 15 menit. Tes yang positif terhadap makanan tertentu hanya menunjukkan bahwa anak mungkin alergi terhadap makanan tersebut, diperlukan pemeriksaan lain untuk memastikannya. Dokter spesialis alergi mungkin juga akan melakukan pemeriksaan darah untuk memeriksa antibodi IgE terhadap makanan tertentu. Bila tes kulit dan darah mengindikasikan adanya alergi, pemeriksaan lanjutan tidak diperlukan. Bila hasil pemeriksaan masih meragukan, akan dilakukan ‘food challenge’. Selama pemeriksaan ini, pasien akan diberikan alergen makanan potensial yang secara bertahap dinaikkan jumlahnya dan diamati gejala yang muncul. Pemeriksaan dilakukan di rumah sakit yang memiliki akses ke perawatan medis segera dan obat-obatan karena reaksi yang mengancam nyawa dapat terjadi.

Penanganan Alergi Makanan

Tidak ada obat untuk mencegah alergi. Tujuan dari penanganan adalah untuk menjauhi makanan yang menyebabkan timbulnya gejala. Perhatikan kandungan dari makanan yang akan dimakan oleh anak, biasakan untuk membaca label makanan sebelum makanan tersebut dimakan oleh anak. Bila penyebab alergi pada anak sudah diketahui, makanan tersebut dan jenis makanan yang serupa dalam kelompok makanan tersebut harus dihindari. Bila anak masih mengkonsumsi ASI, penting bagi ibu untuk menghindari makanan penyebab alergi pada anak. Sejumlah kecil alergen makanan dapat ditemukan dalam ASI dan menyebabkan timbulnya reaksi pada anak. Anak yang alergi terhadap makanan tertentu sebaiknya diberikan vitamin dan mineral. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.

Meskipun tidak ada obat untuk alergi makanan, beberapa obat dapat digunakan untuk menangani gejala alergi ringan dan berat. Antihistamin dapat digunakan untuk menangani gejala seperti biduran/bentol, hidung berair, atau nyeri perut yang berkaitan dengan reaksi alergi.

Pada anak yang pernah mengalami reaksi alergi berat (reaksi anafilaksis), dokter mungkin akan meresepkan obat khusus yang dapat membantu menghentikan reaksi berat. Tanda dan gejala dari reaksi anafilaksis yang memerlukan obat khusus yaitu:

·         Suara serak

·         Tenggorokan terasa tercekat

·         Sulit bernapas

·         Gejala-gejala dari dua atau lebih sistem tubuh, misalnya biduran dan nyeri perut, atau kombinasi dari dua atau lebih gejala yang mempengaruhi bagian tubuh yang berbeda.

 

Sumber gambar: www.healthychild.com/asthma-and-allergy-prevention-with-a-hepa-air-purifier/

Segera minta pertolongan medis bila anak mengalami serangan asma karena alergi, karena gejala asma dapat merupakan bagian dari reaksi anafilaksis. Bila anak mengalami wheezing atau asma karena alergi makanan, dokter akan merekomendasikan penggunaan bronkodilator (misalnya albuterol) yang digunakan segera untuk mengurangi kesulitan bernapas.

Pencegahan Alergi Makanan

Perkembangan alergi makanan tidak dapat dicegah, tetapi seringkali dapat ditunda pada bayi dengan mengikuti rekomendasi berikut ini:

·         Bila memungkinkan, berikan ASI saja hingga bayi berusia enam bulan.

·         Jangan berikan makanan padat sampai anak berusia enam bulan.

·         Hindari susu sapi, gandum, telur, kacang tanah, dan ikan selama satu tahun pertama usia anak.

 

 

 

Referensi:

·         https://acaai.org/allergies/types/food-allergy

·         https://kidshealth.org/en/parents/food-allergies.html

·         https://www.hopkinsmedicine.org/healthlibrary/conditions/pediatrics/food_allergies_in_children_90,P01993 

Total Hit : 186
Saras Subur Ayoe

Artikel Terkait
 
Penyakit Terkait
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk artikel diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar :
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 

Info Penyakit

Diversion Colitis
Diversion Colitis

Deskripsi : Diversion colitis merupakan peradangan non-spesifik
Baca selengkapnya »

Pneumonia Bakteri Gram Negatif
Pneumonia Bakteri Gram Negatif

Deskripsi : Pneumonia Bakteri Gram Negatif adalah
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

SEROLIN TABLET 30 MG

Tablet 30 mg 2 x 21's

LESICHOL 300 CAPSULE

Kapsul lunak 6 x 10 biji.

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com