nothing
Berbagai Penyebab Sakit Kepala - medicastore.com
nothing
Medicastore
Berbagai Penyebab Sakit Kepala
04-11-2018 | vidya-medicastore
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 
Semua orang pasti pernah mengalami sakit kepala. Terkadang, kita menyebutnya dengan pusing. Tetapi, tahukah Anda bahwa pusing dan sakit kepala itu berbeda? Pusing adalah ketika kita merasa kepala seperti berputar, penyebab dan penanganannya berbeda dengan sakit kepala.

Sakit kepala (atau dalam istilah medis disebut dengan cephalgia), adalah rasa nyeri atau tidak nyaman yang dirasakan di kepala, mulai dari kening ke atas dan belakang kepala, serta di wajah. Sakit kepala dapat lebih rumit dari yang dibayangkan. Sakit kepala yang berbeda dapat memiliki gejala berbeda pula, terjadi karena alasan yang unik, dan memerlukan penanganan yang berbeda.

Sakit kepala yang berat dapat membuat penderitanya khawatir mengalami stroke, tumor, atau pembekuan darah, akan tetapi, kasus tersebut jarang terjadi. Sakit kepala ringan dapat diredakan dengan obat nyeri yang dijual bebas, mengkonsumsi makanan atau kopi, atau istirahat. Sakit kepala yang berat tentunya memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Jenis-jenis Sakit Kepala dan Penyebabnya

Sakit Kepala Primer

Sakit kepala primer disebabkan oleh aktivitas berlebihan atau masalah pada struktur yang sensitif nyeri di kepala. Sakit kepala primer bukan merupakan gejala dari penyakit yang mendasari. Aktivitas kimiawi di otak, saraf atau pembuluh darah di sekitar tulang tengkorak, atau otot di kepala dan leher (atau kombinasi faktor-faktor tersebut) dapat berperan pada sakit kepala primer. Beberapa orang juga dapat memiliki gen yang membuat mereka cenderung mengalami sakit kepala ini.

Sakit kepala primer yang paling sering yaitu cluster headache, migraine,dan tension headache.

1.      Tension headache

 

Sumber gambar: neurosciences.uvahealth.com/services/neurology/neurological-conditions/tension-headache

Sakit kepala ini merupakan yang paling sering pada orang dewasa dan remaja. Tension headache menyebabkan sakit kepala sedang yang hilang timbul dan biasanya tanpa gejala lainnya. Sakit kepala ini menyebabkan nyeri tumpul, seperti diremas di kedua sisi kepala. Bahu dan leher juga dapat terasa sakit. Beberapa sakit kepala tension dicetuskan oleh kelelahan, stress emosional, atau masalah yang melibatkan otot atau sendi pada leher atau rahang.

Tension headache dapat diredakan dengan obat pereda nyeri yang dijual bebas, misalnya obat yang mengandung asetaminophen (parasetamol) dan obat antiinflamasi non steroid (misalnya aspirin), atau ibuprofen. Perhatikan cara penggunaan dan kontraindikasinya.

2.      Migraine

Sekitar 20% migraine dimulai dengan satu atau lebih gejala neurologis yang disebut dengan aura. Keluhan visual (seperti lingkaran cahaya, atau cahaya berkilat, garis bergelombang, dan bahkan gangguan penglihatan sementara) adalah gejala yang paling sering. Aura juga dapat menyebabkan mati rasa atau kesemutan di satu sisi tubuh, terutama wajah dan tangan. Beberapa pasien mengalami gejala aura tanpa sakit kepala, mereka sering mengira mengalami stroke, bukan migraine.

Mayoritas migraine berkembang tanpa aura. Pada kasus yang umum, sakit kepala dirasakan di satu sisi kepala, sering dimulai di sekitar mata dan pelipis sebelum menyebar ke belakang kepala. Salah satu cara untuk mengingat gejala migraine adalah menggunakan singkatan POUND:

P untuk pulsating pain (nyeri berdenyut)

O untuk one-day duration of severe untreated attacks (serangan berat selama satu hari)

U untuk unilateral pain (nyeri di satu sisi)

N untuk nausea and vomiting (mual dan muntah)

D untuk disabling intensity (intensitas yang melemahkan)

Migraine cenderung diturunkan dalam keluarga. Bila kedua orang tua menderita migraine, maka anak memiliki kemungkinan menderita migraine sebesar 70%. Tidak diketahui dengan jelas penyebab migraine. Teori yang populer adalah pencetus migraine menyebabkan aktivitas otak yang tidak biasa, yang menyebabkan perubahan di pembuluh darah otak.

Beberapa hal yang dapat mencetuskan migraine misalnya perubahan cuaca, kurang tidur atau tidur berlebihan, kelelahan, stress emosional, pencetus sensorik (misalnya cahaya yang terang atau berkedip-kedip, suara keras, bau yang kuat), pencetus makanan (misalnya melewatkan satu waktu makan, alkohol terutama anggur merah, coklat, keju, kafein, dan msg).

 

Sumber gambar: www.migrainesavvy.com/cluster-migraines.html

3.      Cluster headache

Sakit kepala ini lebih banyak diderita oleh pria dibandingkan wanita. Sakit kepala ini digambarkan sebagai rasa sakit yang intens dan seperti terbakar, atau sakit seperti ditusuk di salah satu mata, yang berdenyut ataupun terus menerus. Sakit kepala ini paling jarang tetapi paling berat. Pada sisi yang sakit, kelopak mata akan turun, mata memerah, pupil mengecil atau mata mengeluarkan air mata dan hidung tersumbat atau berair.

Sakit kepala ini disebut ‘cluster’ karena terjadi secara berkelompok. Penderitanya dapat merasakan sakit satu hingga tiga kali perhari selama periode cluster, yang dapat berlangsung selama 2 minggu hingga 3 bulan. Setiap serangan berlangsung selama 15 menit hingga 3 jam. 

Sakit Kepala Sekunder

Sakit kepala sekunder adalah gejala dari suatu penyakit. Berbagai penyakit dapat menyebabkan sakit kepala sekunder, misalnya:

·         penyakit infeksi (infeksi telinga, sinus, radang otak, radang selaput otak, flu, toksoplasma),

·         kelainan yang berhubungan dengan pembuluh darah di otak,

·         stroke,

·         tumor otak,

·         efek samping obat,

·         penggunaan obat anti nyeri berlebihan,

·         dehidrasi,

·         benturan kepala,

·         keracunan karbon monoksida,

·         tekanan darah tinggi, masalah gigi,

·         penyakit glaucoma,

·         konsumsi monosodium glutamate,

·         serangan panik dan gangguan panik,

·         pemakaian topi atau helm yang terlalu ketat,

·         ice cream headache’ (sakit kepala karena makan es krim),

·         sakit kepala berkaitan dengan hormon.

Kapan Harus Mengkhawatirkan Sakit Kepala?

Umumnya sakit kepala dapat ditangani dengan obat-obat anti nyeri, akan tetapi beberapa jenis sakit kepala memerlukan penanganan medis segera. Tanda-tanda bahaya dari sakit kepala diantaranya:

·         Sakit kepala yang pertama kali muncul pada usia di atas 50 tahun

·         Perubahan pola sakit kepala yang jelas

·         Sakit kepala yang sangat berat, lebih dari biasanya

·         Sakit kepala yang bertambah ketika batuk atau bergerak

·         Sakit kepala yang terus memburuk

·         Perubahan pada kepribadian atau fungsi mental

·         Sakit kepala disertai demam, leher kaku, kebingungan, penurunan kesadaran atau ingatan, gejala neurologis seperti gangguan penglihatan, bicara pelo, kelemahan, mati rasa, atau kejang

·         Sakit kepala yang disertai dengan mata merah yang nyeri

·         Sakit kepala yang disertai dengan nyeri di daerah pelipis

·         Sakit kepala setelah benturan di kepala

·         Sakit kepala yang mengganggu aktivitas sehari-hari

·         Sakit kepala yang muncul tiba-tiba, terutama saat bangun tidur

·         Sakit kepala pada pasien kanker atau gangguan sistem imunitas

Mendiagnosis Penyebab Sakit Kepala

Sebagian besar pasien tidak memerlukan pemeriksaan khusus. Akan tetapi, dokter dapat menyarankan pemeriksaan CT scan atau MRI bila dicurigai ada masalah di otak yang menyebabkan sakit kepala. Rontgen tulang tengkorak tidak bermanfaat, pemeriksaan EEG (elektroensefalogram) juga tidak bermanfaat kecuali pasien pingsan ketika mengalami sakit kepala.

Penanganan Sakit Kepala

Penanganan sakit kepala bergantung pada banyak hal, termasuk jenis sakit kepala, seberapa sering, dan penyebabnya. Beberapa pasien tidak memerlukan penanganan sama sekali. Pasien-pasien yang memerlukan penanganan dapat membutuhkan obat, konsultasi, penanganan stress, dan biofeedback. Konsultasikan dengan dokter mengenai masalah sakit kepala Anda, dokter akan membuat rencana terapi untuk menangani masalah Anda secara spesifik.

 

 

 

 

 

 

Referensi:

·         https://www.health.harvard.edu/pain/headache-when-to-worry-what-to-do

·         https://www.mayoclinic.org/symptoms/headache/basics/causes/sym-20050800

·         https://www.webmd.com/migraines-headaches/guide/migraines-headaches-basics#1

Total Hit : 364
Nutracare

Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk artikel diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar :
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 

Info Penyakit

Angiografi Pembuluh Darah Otak (Angiography Cerebral)
Angiografi Pembuluh Darah Otak (Angiography Cerebral)

Deskripsi : Pemeriksaan cerebral angiography merupakan pemeriksaan yang
Baca selengkapnya »

Epilepsi
Epilepsi

Deskripsi : Sebuah gangguan yang terjadi disistem
Baca selengkapnya »

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com