nothing
Minum Obat Sebelum, atau Sesudah Makan. Mana yang Benar?
nothing
Medicastore
Minum Obat Sebelum, atau Sesudah Makan. Mana yang Benar?
25-04-2018 | vidya-medicastore
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 
(Sumber gambar: portal.fdli.org) Selama ini umumnya kita menganggap bahwa minum obat itu harus setelah makan. Benarkah anggapan tersebut? Ternyata ada beberapa jenis obat yang harus diminum saat perut kosong. Simak lebih lanjut dalam artikel berikut ini yang medicastore rangkum dari berbagai sumber.

Mengapa Harus Sebelum atau Sesudah Makan?

Sebagian besar obat masuk ke tubuh melalui saluran pencernaan, jalur yang sama dengan makanan yang kita makan. Ketika kita makan, berbagai hal terjadi di saluran pencernaan, mulai dari aliran darah yang lebih banyak, bile dikeluarkan dari hati, dan sel-sel dinding lambung mengeluarkan asam lambung untuk memecah makanan menjadi komponen yang dapat digunakan tubuh untuk berbagai tujuan. Karena perubahan fisiologis tersebut, penting untuk mengingat apa saja selain makanan dan minuman yang masuk ke perut kita, dan kapan waktunya. Misalnya, ibuprofen dan obat anti-inflamasi non steroid (OAINS) lainnya, paling baik diminum bersama dengan makanan. Hal ini dikarenakan OAINS menghambat produksi prostaglandin tubuh (komponen yang mencetuskan peradangan), akan tetapi sayangnya, prostaglandin yang terdapat di saluran cerna juga melindungi dinding lambung dari asam lambung. Jadi, obat-obatan yang termasuk golongan ini dapat menyebabkan iritasi lambung, terutama bila dikonsumsi secara rutin. Mengkonsumsi OAINS setelah makan dapat membantu menghindari masalah tersebut, meskipun hal ini dapat memperlambat penyerapan obat itu sendiri.

 

Sumber gambar: www.quora.com/What-are-the-reasons-for-sunburn-irritation-and-spicy-food-irritation

Bagaimana dengan obat yang harus diminum saat perut kosong? Perut kosong berkaitan dengan obat biasanya mengacu pada: setidaknya satu jam sebelum makan dan kurang lebih dua jam setelah makan. Ada jenis-jenis obat tertentu yang harus diminum saat perut kosong karena komponen kimianya mudah terurai di lingkungan yang asam. Contoh obatnya adalah penicillin V. Selain itu, ada obat-obatan yang dapat terpengaruh oleh adanya kalsium, zat besi atau zat nutrisi lainnya dalam makanan. Jadi bila Anda tidak mengetahui kandungan yang ada di dalam makanan yang Anda konsumsi, sebaiknya konsumsi obat saat perut kosong.

Hal yang tidak kalah penting adalah, mengkonsumsi obat dengan konsisten. Bila aturan obat adalah diminum dua kali sehari, minumlah setiap 12 jam dan tetap pada waktu yang sama setiap harinya.

Obat Apa saja yang Harus Diminum saat Perut Kosong?

Berikut ini beberapa contoh obat yang harus dikonsumsi saat perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan):

1.      Ampicillin

2.      Captopril

3.      Cilostazol

4.      Dicloxacillin

5.      Lansoprazole

6.      Levothyroxine

7.      Loratadine

8.      Methotrexate

9.      Omeprazole

10.  Oxacillin

11.  Rifampin

12.  Roxithromycin

13.  Sucralfate

14.  Sulfamethoxazole-trimethoprim

15.  Sulfadiazine

16.  Tetracycline (*jangan dikonsumsi bersama susu atau produk susu lainnya)

Umumnya kita hanya mengenal merek obat tertentu, akan tetapi perhatikan dalam kemasan obat, Anda dapat mengetahui isi atau komponen obat tersebut. Anda juga dapat menanyakan kepada dokter atau apoteker mengenai isi atau komponen obat.

Apabila obat yang harus Anda minum memiliki komponen obat yang telah disebutkan di atas, sebaiknya obat tersebut diminum saat perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan), kecuali dokter memberikan petunjuk lain.

Bagaimana dengan Obat yang harus Diminum Setelah Makan?

 

Sumber gambar: blog.doctoroz.com/oz-experts/food-drugs-and-surprising-interaction

Beberapa jenis obat lainnya harus diminum saat makan atau setelah makan. Hal ini bertujuan untuk:

1.      Mengurangi efek samping mual atau muntah. Obat-obatan ini misalnya allopurinol, bromocriptine.

2.      Mengurangi efek samping iritasi lambung, kembung, radang atau ulkus lambung. Beberapa jenis obat dapat mengiritasi lambung, misalnya aspirin, OAINS (misalnya ibuprofen dan natrium diklofenak), steroid (misalnya prednisone, dexamethasone, prednisolone)

3.      Mengatasi masalah pencernaan seperti refluks, kembung, rasa terbakar di dada setelah makan. Misalnya obat golongan antasida, obat ini paling efektif dikonsumsi segera setelah makan.

4.      Memastikan obat tidak terbuang. Obat dalam bentuk kumur, cairan dan jel harus digunakan setelah makan. Hal ini karena bila mengkonsumsi makanan setelah menggunakan obat dalam bentuk sediaan di atas dapat menyebabkan obat-obatan tersebut terbuang terlalu cepat.

5.      Memastikan obat diserap ke aliran darah dengan baik. Beberapa jenis obat memerlukan makanan dalam lambung dan usus agar dapat diserap tubuh dengan baik, misalnya obat-obat HIV.

6.      Membantu tubuh memproses makanan. Obat untuk diabetes yang dikonsumsi oral (bukan suntik) harus dikonsumsi disekitar waktu makan untuk mengurangi kadar gula darah setelah makan dan untuk menghindari hipoglikemia (kadar gula darah sangat rendah). Suplemen enzim, yang dapat digunakan untuk membantu pasien pankreatitis kronis juga harus dikonsumsi bersamaan dengan makanan untuk membantu tubuh memproses makanan.

Berikut ini beberapa contoh obat yang harus dikonsumsi dengan makanan:

1.      Allopurinol

2.      Augmentin

3.      Aspirin

4.      Amiodarone

5.      Baclofen

6.      Bromocriptine

7.      Clofazimine

8.      Carvedilol

9.      Carbamazepine

10.  Chloroquine

11.  Cimetidine

12.  Diklofenak

13.  Divalproex sodium

14.  Doxycycline

15.  Fenofibrate

16.  Fludrocortisone

17.  Griseofulvin

18.  Hydrocortisone

19.  Hydrochloroquine

20.  Indomethacin

21.  Suplemen zat besi

22.  Itraconazole

23.  Ketorolac

24.  Lithium

25.  Metronidazole

26.  Misoprostol

27.  Mebendazole

28.  Methylprednisolone

29.  Naproxen

30.  Niacin

31.  Pentoxifylline

32.  Piroxicam

33.  Prednisone

34.  Procainamide

35.  Spironolactone

36.  Sulfasalazine

37.  Asam valproate

 

Beberapa hal berikut ini harus Anda sampaikan kepada dokter:

 

Reaksi Alergi Obat Penicillin

Sumber gambar: www.mayoclinic.org/diseases-conditions/penicillin-allergy/symptoms-causes/syc-20376222

1.      Bila Anda alergi atau pernah mengalami reaksi yang buruk terhadap obat tertentu, makanan, atau zat lainnya.

2.      Bila saat ini Anda sedang mengkonsumsi obat-obatan lainnya (termasuk obat bebas) atau suplemen (termasuk herbal).

3.      Sedang hamil, atau berencana untuk hamil.

4.      Bila Anda sedang menyusui.

5.      Bila Anda sedang mengikuti diet khusus, misalnya rendah natrium atau rendah gula.

6.      Bila Anda memiliki masalah kesehatan lainnya (misalnya penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dll).

7.      Bila Anda kesulitan mengkonsumsi obat

Sebelum mulai mengkonsumsi obat, Anda dapat menanyakan pertanyaan berikut ini kepada dokter agar tidak terjadi kesalahan dan Anda mengkonsumsi obat dengan aman:

1.      Mengapa saya perlu obat ini?

2.      Apa nama generik dan merek dari obat yang diberikan?

3.      Berapa kali harus diminum dalam satu hari? Kapan waktunya?

4.      Haruskah diminum saat perut kosong atau bersama dengan makanan?

5.      Bolehkah obat diminum saat hamil, berencana hamil atau sedang menyusui?

6.      Berapa lama obat harus saya minum?

7.      Bagaimana saya tahu kalau obatnya bekerja dengan baik?

8.      Apa efek samping obat?

9.      Apakah obat yang diberikan berinteraksi dengan makanan tertentu atau obat lain atau aktivitas tertentu?

10.  Di mana obat harus disimpan?

Bila Anda lupa atau melewatkan satu dosis, jangan panik, segera konsumsi obat saat Anda ingat. Bila Anda baru teringat di saat dosis berikutnya harus diminum, lewati dosis tersebut, dan kembali ke jadwal minum obat Anda seperti biasa. Jangan konsumsi obat sebanyak dua dosis untuk mengganti dosis yang terlupa. Untuk memudahkan, gunakan kotak obat yang memiliki ruang-ruang terpisah sesuai jadwal (misalnya untuk dosis pagi dan dosis malam).

Sekali lagi, perhatikan isi atau komposisi obat yang harus Anda konsumsi. Apabila tidak ada keterangan yang jelas, tanyakan kembali kepada dokter atau apoteker Anda.

Salam sehat!

 

 

 

Referensi:

·         http://www.globalrph.com/drugfoodrxn.htm

·         https://my.clevelandclinic.org/health/articles/4940-taking-medications-what-you-need-to-know-to-stay-safe

·         https://www.nhs.uk/chq/Pages/866.aspx?CategoryID=73&SubCategoryID=103

·         https://www.sciencealert.com/why-do-we-take-some-medications-with-food

Total Hit : 141
Nutracare

Artikel Terkait
 
Penyakit Terkait
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk artikel diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar :
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 

Info Penyakit

Penyakit Jaringan Ikat Campuran
Penyakit Jaringan Ikat Campuran

Deskripsi : Penyakit Jaringan Ikat Campuran (Mixed
Baca selengkapnya »

Impotensi
Impotensi

Deskripsi : Impotensi (Disfungsi Ereksi) adalah ketidakmampuan
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

MEDISTEN CREAM

Krim 1 % x 5 gram.

PONALAR FORTE CAPSULE

Kapsul forte 500 mg x 10 x 10's

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com