nothing
Sakit Maag dan Puasa - medicastore.com
nothing
Medicastore
Sakit Maag dan Puasa
06-11-2018 | vidya - medicastore
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 
Umumnya, Muslim yang menderita sakit maag akan bertanya-tanya mengenai penyakitnya di bulan puasa. Berdasarkan pengalaman (dan bahkan literatur) menyebutkan bahwa berpuasa dapat menyebabkan munculnya komplikasi yang tidak diinginkan karena meningkatnya kadar asam lambung di perut yang kosong selama berpuasa di bulan Ramadhan dan dapat memperburuk sakit maag. Benarkah demikian?

Dalam istilah medis, sakit maag disebut dengan dispepsia. Dispepsia terbagi menjadi dua, yaitu dispepsia fungsional dan dispepsia organik. Perbedaan keduanya dapat diketahui dengan menggunakan pemeriksaan endoskopi. Dispepsia fungsional adalah bila dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan kelainan secara anatomi, sedangkan dispepsia organik adalah bila dari hasil pemeriksaan ditemukan masalah, misalnya adanya luka (atau lecet atau kanker) pada kerongkongan, lambung, atau usus.

Jadi, Dapatkah Penderita Sakit Maag Berpuasa?

Seringkali yang jadi pertanyaan penderita sakit maag adalah, apakah boleh berpuasa? Apakah berpuasa dapat menyebabkan sakit maag kambuh atau bertambah berat?

Berdasarkan penelitian, sebagian besar kasus dispepsia yang ada adalah dispepsia fungsional. Penderita dispepsia fungsional dapat berpuasa. Umumnya orang yang menderita dispepsia fungsional keluhannya justru berkurang saat berpuasa, karena mereka makan lebih teratur. Keluhan-keluhan dispepsia muncul karena penderita biasanya makan tidak teratur, banyak mengkonsumsi makanan berlemak, asam dan pedas, atau minum-minuman bersoda dan merokok.

Akan tetapi ada kebiasaan buruk yang sering dilakukan penderita dispepsia yang dapat menimbulkan gejala sakit maag, misalnya langsung tidur setelah makan sahur yang dapat menyebabkan refluks (aliran balik) asam lambung. Kebiasaan lainnya misalnya makan berlebihan saat berbuka, yang dilanjutkan dengan merokok. Kebiasaan ini dapat mencetuskan dispepsia dan refluks asam lambung.

Bagaimana dengan Penderita Dispepsia Organik?

Pasien penderita dispepsia organik, terutama yang mengalami luka yang dalam atau kanker, dan disertai perdarahan tidak dianjurkan untuk berpuasa.

Pola Makan yang Baik

Lalu bagaimana diet yang baik bagi penderita dispepsia selama berpuasa?

Hindari makanan yang mengandung banyak gas dan serat, misalnya sawi, kol, buah nangka, pisang ambon, kedondong, buah yang dikeringkan. Hindari juga minuman yang mengandung gas, misalnya minuman bersoda, dan minuman yang dapat merangsang pengeluaran asam lambung, misalnya kopi, alkohol, sari jeruk atau susu jenis full cream.

Lebih lengkapnya, anjuran makan yang baik untuk penderita dispepsia adalah sebagai berikut:

Hindari:

·         Makanan yang digoreng, berlemak dan buah-buahan yang mengandung asam (misalnya keluarga sitrus seperti lemon, jeruk nipis, anggur dan jeruk) dan produk berbahan dasar tomat.

·         Makanan yang sangat pedas atau makanan yang sudah diproses, terutama produk berbahan dasar tomat. Makanan yang telah diproses banyak mengandung bahan kimia, termasuk pengawet, yang dapat memperberat gejala dispepsia.

·         Makanan yang mengandung terlalu banyak gula.

·         Makan berlebihan saat berbuka puasa dan sahur, dan menunda berbuka puasa.

·         Merokok. Merokok dikaitkan dengan gastritis dan penyakit ulkus lambung. Bulan Ramadhan adalah bulan yang tepat unutk berhenti merokok. Merokok memperlambat penyembuhan ulkus yang sudah ada dan berperan pada kejadian ulkus berulang.

·         Obat-obatan yang dapat mengiritasi lambung.

Konsumsi:

·         Makanan atau karbohidrat yang dicerna secara lambat saat sahur sehingga makanan dapat bertahan lama, dan membuat Anda tahan lapar lebih lama.

·         Kurma. Kurma merupakan sumber gula, serat, karbohidrat, kalium dan magnesium.

·         Almond. Almond kaya dengan protein dan serat.

·         Makanan yang dipanggang dengan oven. Karena lebih baik daripada makanan yang digoreng dan berlemak.

·         Makan makanan dalam jumlah yang wajar, dan berbukalah segera.

·         Jangan lupa mengkonsumsi obat-obatan Anda ketika sahur dan berbuka.

·         Minumlah air putih, jus yang tidak asam dan minuman yang mengandung kalium saat berbuka dan sebelum tidur, sehingga tubuh Anda dapat menyesuaikan jumlah cairan keesokan harinya.

 

 

 

 

Referensi:

·         DR. Dr. Ari F. Syam SpPD, K-GEH, MMB, FINASIM, FACP. Konsultan Penyakit Lambung dan Pencernaan, RSUPN Cipto Mangunkusumo. http://www.pbpapdi.org/papdi.php?pb=detil_berita&kd_berita=33

·         https://www.thestar.com.my/lifestyle/health/nutrition/2013/07/10/fasting-tips-for-those-with-gastritis-and-peptic-ulcer-disease-during-ramadan/

Total Hit : 231
Saras Subur Ayoe

Artikel Terkait
 
Penyakit Terkait
- Ulkus Peptikum
- Gastritis
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk artikel diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar :
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 

Info Penyakit

Blok Atrioventrikular (AV Blok)
Blok Atrioventrikular (AV Blok)

Deskripsi : Hantaran listrik jantung bisa mengalami
Baca selengkapnya »

Abses Paru
Abses Paru

Deskripsi : Abses paru merupakan suatu rongga
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

SOMEROL VIAL 500 MG

Vial 500 mg x 1 biji + Ampul 8 mL.

PROPYRETIC SYRUP

Sirup 120 mg/5 ml x 60 ml x 1's

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com