nothing
Kompres Hangat atau Dingin? - medicastore.com
nothing
Medicastore
Kompres Hangat atau Dingin?
12-11-2018 | vidya-medicastore
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 
(Sumber gambar: www.medicalnewstoday.com) Selama ini, kita mengenal kompres hanya ketika demam, namun tahukah Anda, kompres dengan suhu yang tepat juga dapat digunakan pada cedera? Kompres hangat atau dingin kah yang tepat? Simak penjelasannya berikut ini.

Ketika kita mengalami cedera otot, salah satu penanganan pertama yang dapat dilakukan adalah kompres daerah yang cedera. Beberapa sumber mengatakan bahwa sebaiknya menggunakan kompres hangat, sumber lain mengatakan bahwa kompres dingin lebih baik. Jadi, mana yang lebih tepat digunakan pada cedera otot?

Penggunaan Kompres Hangat dan Dingin untuk Mengurangi Nyeri

Baik kompres hangat maupun dingin dapat mengurangi nyeri. Aturan dasar berikut ini dapat digunakan sebagai panduan:

Gunakan terapi hangat  untuk nyeri kronis.

Gunakan terapi dingin untuk nyeri akut atau cedera, bengkak/peradangan baru.

Jenis cedera harus tetap diperhatikan. Jenis-jenis cedera tertentu memerlukan penanganan berbeda agar dapat sembuh dengan baik. Terapi hangat dan dingin bukan merupakan pengganti evaluasi medis dan penanganannya.

Termoterapi untuk Meredakan Nyeri

Terapi panas juga disebut dengan termoterapi.

Panas memiliki efek relaksasi. Karena alasan ini, otot yang kelelahan akan merespons panas. Panas dapat menstimulasi aliran darah, merelaksasi otot yang spasme dan meredakan nyeri otot. Terapi panas juga menenangkan secara psikologis, sehingga karena alasan ini, terapi panas memiliki dampak analgesik.

Kapan Digunakan Terapi Panas?

Terapi panas TIDAK BOLEH digunakan pada 48 jam pertama setelah cedera.

Terapi panas biasanya lebih efektif dibandingkan terapi dingin ketika menangani nyeri otot kronis atau nyeri sendi yang disebabkan oleh artritis. Nyeri kronis adalah nyeri yang menetap atau berulang.

Bila Anda sedang dalam kondisi cedera, gunakan kompres hangat sebelum melakukan olahraga. Kompres hangat setelah melakukan olahraga dapat memperburuk nyeri yang sudah ada.

Kompres hangat harus diletakkan pada area yang cedera selama 20 menit (hingga tiga kali sehari) kecuali terdapat indikasi lain.

Penting untuk diperhatikan bahwa kompres hangat tidak dapat diberlakukan pada cedera tertentu. Misalnya, setiap cedera yang sudah “panas”, seperti infeksi, luka bakar atau cedera baru, tidak akan mendapatkan manfaat dari kompres hangat. Bila kulit panas, memerah atau meradang, terapi dingin biasanya menjadi pilihan yang lebih baik. 

Jenis Terapi Panas

Terdapat dua jenis terapi panas.

Kompres hangat lokal pada area spesifik dengan:

  • Botol air panas
  • Bantalan pemanas
  • Handuk

Panas sistemik meningkatkan suhu tubuh dengan:

  • Mandi air hangat
  • Sauna
  • Mandi uap
  • Mandi shower hangat

Tips untuk Kompres Hangat

  • Lindungi diri Anda dari kontak langsung dengan alat pemanas.
  • Bungkus sumber panas dengan handuk untuk mencegah luka bakar.
  • Hindari dehidrasi selama terapi panas sistemik.
  • Hindari paparan yang terlalu lama terhadap terapi panas sistemik.

Krioterapi untuk Meredakan Nyeri

Terapi dingin disebut juga dengan krioterapi. Penting untuk diingat bahwa krioterapi terutama digunakan untuk pereda nyeri. Bila berdiri sendiri, krioterapi tidak akan memperbaiki apapun, dan terkadang, bila masalahnya adalah kram, terapi dingin dapat meningkatkan spasme.

Secara umum, terapi dingin digunakan pada cedera baru. Ketika tubuh kita cedera, jaringan yang rusak akan mengalami peradangan. Peradangan dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, atau kemerahan.  

Pembengkakan adalah respons alami tubuh terhadap cedera. Sayangnya, pembengkakan setempat cenderung menekan jaringan di sekitarnya yang menyebabkan nyeri.

Untuk nyeri punggung, terapi dingin seringkali kurang bermanfaat. Hal ini mungkin disebabkan karena cedera sudah berlangsung lama, atau bila jaringan yang bermasalah berada di bawah jaringan yang lain sehingga tidak tercapai oleh kompres dingin.

Nyeri punggung seringkali disebabkan oleh “ikatan” pada otot yang dapat diperburuk dengan terapi dingin.

Kapan Terapi Dingin Digunakan?

Terapi dingin paling baik untuk nyeri akut yang disebabkan oleh kerusakan jaringan yang baru terjadi (peradangan akut) yang berwarna kemerahan, meradang, atau sensitif.

Terapi dingin juga dapat membantu meredakan peradangan atau nyeri yang terjadi setelah berolahraga; hal ini merupakan bentuk dari peradangan akut. Akan tetapi, tidak seperti terapi panas (yang digunakan sebelum berolahraga bila Anda masih dalam kondisi cedera), Anda harus menggunakan terapi dingin setelah berolahraga.

Terapi dingin terkadang dapat membantu meredakan nyeri pada cedera kronis. 

Jenis Terapi Dingin

Terapi dingin hanya boleh dilakukan pada satu lokasi dan tidak boleh digunakan lebih dari 20 menit. Anda dapat melakukan terapi dingin dengan menggunakan: 

Sumber gambar: www.wisegeek.com

  • Kantung es – isi dengan sebagian air, keluarkan udara yang tersisa, rapatkan plastik. Gunakan handuk untuk membungkus kantung es ketika mengompres daerah yang cedera.
  • Handuk es – handuk lembab yang dimasukkan ke dalam plastik tertutup dan dimasukkan dalam freezer selama 15 menit
  • Pijat dengan es
  • Gel dingin
  • Kantung sayuran beku

Tips Penggunaan Terapi Dingin

  • Gunakan segera setelah cedera atau olahraga dengan benturan tinggi.
  • Selalu bungkus kantung es dengan handuk sebelum mengompres area yang cedera.
  • Anda boleh berulang-ulang mengompres jaringan yang nyeri atau bengkak, akan tetapi berikan jeda agar tubuh dapat beristirahat.
  • Jangan gunakan es pada area yang memiliki masalah sirkulasi.
  • Jangan gunakan es lebih dari 20 menit – Anda harus menggunakan kompres dingin setidaknya 20 menit, setiap 4 – 6 jam. Lakukan selama tiga hari pertama setelah cedera.

Penggunaan kompres dingin yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan jaringan.

 

 

 

 

 

Sumber:

  • physioworks.com.au/physiotherapists_brisbane
  • www.healthline.com
  • www.hopkinsmedicine.org
  • www.medicalnewstoday.com/articles/29108.php
Total Hit : 203
Nutracare

Artikel Terkait
 
Penyakit Terkait
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk artikel diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar :
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 

Info Penyakit

Kelainan Katup Jantung
Kelainan Katup Jantung

Deskripsi : Jantung memiliki empat ruangan, 2
Baca selengkapnya »

Gangguan Metabolisme Karbohidrat
Gangguan Metabolisme Karbohidrat

Deskripsi : Karbohidrat adalah gula. Ada gula
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

BRENTAN SALEP KULIT

Salep 5 gram.

GUNACETA CAPLET 650 MG

Kaplet 650 mg x 10 x 10's

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com