nothing
Keamanan produk herbal - medicastore,com
nothing
Medicastore
Keamanan Produk Herbal
15-02-2019 | vidya-medicastore
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 
(Sumber gambar: www.pharmaceutical-journal.com) Obat-obat herbal adalah obat-obatan yang bahan aktifnya berasal dari tumbuhan, misalnya daun, akar, atau bunga. Akan tetapi “alami” tidak berarti selalu aman untuk digunakan. Seperti halnya obat-obatan konvensional, obat herbal juga akan memiliki efek pada tubuh, dan dapat berpotensi berbahaya bila tidak digunakan dengan benar.

Penggunaan produk herbal sangat menggiurkan. Berbagai testimonial yang menyebutkan bahwa keluhan atau penyakit mereka sembuh mudah dijumpai, meskipun kebenarannya tidak diketahui. Iklan-iklan di media sosial pun banyak bertebaran, sehingga memberikan kesan bahwa penggunaannya aman. Akan tetapi konsumen perlu mengetahui bahwa tidak seperti obat-obatan konvensional, produk herbal tidak melalui (atau hanya sedikit sekali) yang melalui proses penelitian menggunakan uji coba terkontrol. Interaksi serius, bahkan fatal telah dilaporkan. Hanya sedikit penelitian medis mengenai obat-obatan herbal, keamanan, efektivitas dan mekanisme kerjanya.

Meskipun produk herbal sepertinya aman (karena kita pun sering menggunakannya sebagai bumbu-bumbu masakan), beberapa herbal dapat berpotensi berbahaya, terutama pada orang yang mengkonsumsi obat untuk masalah jantung. Oleh karena itu, obat herbal harus digunakan dengan hati-hati.

Masalah yang Dapat Timbul pada Penggunaan Obat Herbal

Bila Anda menggunakan, atau berencana menggunakan obat herbal, waspadai beberapa hal berikut ini:

·        Obat herbal dapat menimbulkan masalah bila Anda menggunakan obat lain. Obat herbal dapat mengurangi atau meningkatkan efek obat yang Anda gunakan.

·        Anda dapat mengalami reaksi atau efek samping yang tidak diharapkan setelah menggunakan obat herbal.

·        Tidak semua obat herbal terdaftar.

·        Bukti efektivitas obat herbal secara umum sangat terbatas. Meskipun beberapa orang merasakan manfaatnya, pada banyak kasus penggunaannya cenderung berdasarkan tradisi, bukan penelitian ilmiah.

Siapa yang Harus Menghindari Penggunaan Obat Herbal?

Orang-orang tertentu tidak disarankan untuk menggunakan obat herbal, diantaranya:

·        Orang yang mengkonsumsi obat-obatan lain

·        Orang yang menderita penyakit serius seperti penyakit ginjal atau hati

·        Orang yang akan menjalani pembedahan. Beberapa obat herbal dapat mengganggu anestesi dan obat-obatan lain yang digunakan sebelum, selama atau sesudah prosedur pembedahan. Selain itu ada obat herbal yang dapat mengganggu proses pembekuan darah dan tekanan darah, yang dapat meningkatkan risiko perdarahan selama atau setelah pembedahan

·        Wanita hamil atau menyusui

·        Orang lanjut usia

·        Anak-anak

Obat Herbal dan Gangguan Jantung

Ahli jantung dari Cleveland Clinic memperingatkan bahwa setiap orang yang mengkonsumsi obat digoksin, diuretic, hipoglikemik, anti inflamasi non steroid, spironolakton, atau warfarin, tidak boleh mengkonsumsi obat herbal, tanpa berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter.

Beberapa obat herbal berikut ini memiliki risiko berbahaya:

1.      Ephedra (Ephedra sinica, atau disebut dengan Ma-Huang). Digunakan untuk mengobati batuk dan kegemukan. Berisiko meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, dan memiliki interaksi dengan banyak obat jantung yang berpotensi fatal.

2.      Bawang putih. Digunakan untuk menurunkan kolesterol, mencegah dan mengobati pilek dan mengobati infeksi tertentu. Berisiko meningkatkan perdarahan ketika digunakan bersamaan dengan obat pengencer darah.

3.      Ginkgo. Digunakan untuk meningkatkan daya ingat, peredaran darah dan fungsi mental, serta mencegah penyakit pada ketinggian. Berisiko meningkatkan risiko perdarahan bila digunakan bersama dengan obat pengencer darah.

4.      Goldensal (Hydrastis Canadensis). Digunakan untuk mengatasi konstipasi. Bekerja sebagai anti radang. Dapat mengurangi atau meningkatkan tekanan darah. Berberine (bahan dalam goldensal) juga dikaitkan dengan kelainan irama jantung. Meningkatkan risiko perdarahan bila dikonsumsi bersama dengan obat pengencer darah.

5.      Hawthorn (Crataegus species). Digunakan untuk meringankan gagal jantung kongestif dan tekanan darah tinggi. Meningkatkan risiko perdarahan ketika digunakan bersama dengan obat pengencer darah.

6.      Akar licorice (Glycyrrhiza glabra). Digunakan untuk mengobati batuk, sirosis, dan ulkus lambung. Dapat meningkatkan tekanan darah dan dikaitkan dengan kelainan irama jantung.

Banyak interaksi obat terjadi karena obat herbal mengandung komponen yang disebut dengan coumarin yang merupakan antikoagulan (anti pembekuan darah). Tingginya kadar vitamin K juga menjadi masalah, karena vitamin K memiliki efek berlawanan dengan obat pembekuan darah.

Suplemen herbal lainnya yang juga dapat menimbulkan masalah pada jantung, baik penggunaannya bersamaan atau tidak dengan obat jantung antara lain:

·        Lidah buaya. Dikonsumsi untuk meredakan konstipasi dan dioleskan untuk meredakan kulit yang iritasi dan terbakar. Ketika dikonsumsi, lidah buaya dapat menyebabkan kelainan irama jantung bila digunakan dalam jangka waktu lama

·        Arnica (Arnica Montana). Dioleskan untuk mengurangi nyeri karena memar. Arnica berpotensi beracun untuk jantung dan dapat meningkatkan tekanan darah bila dikonsumsi.

·        Black cohosh (Cimicifuga racemosa). Digunakan untuk meredakan gejala menopause. Dapat menyebabkan tekanan darah rendah bila digunakan dalam dosis tinggi.

·        Jahe. Digunakan untuk meredakan mual dan mabuk perjalanan, menurunkan kolesterol, dan sebagai obat pencernaan dan antioksidan. jahe dapat mengganggu pembekuan darah dan meningkatkan risiko perdarahan bila digunakan dengan obat pengencer darah. Dosis tinggi dikaitkan dengan kelainan irama jantung dan perubahan tekanan darah

·        Ginseng. Digunakan untuk memperlambat proses penuaan, meningkatkan kapasitas mental dan fisik, meningkatkan performa seksual, dan meningkatkan daya tahan tubuh. ginseng sebaiknya tidak dikonsumsi oleh orang dengan tekanan darah tinggi. Ginseng dapat mengganggu proses pembekuan darah dan meningkatkan risiko perdarahan ketika digunakan bersamaan dengan obat pengencer darah.

Apa yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengkonsumsi Obat Herbal

·        Selalu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda mengenai obat-obat herbal yang ingin Anda konsumsi. Tidak semua obat herbal aman untuk setiap orang.

·        Perhatikan apakah obat herbal tersebut terdaftar dalam badan pengawas obat dan makanan (BPOM) dan memiliki komposisi dan dosis yang jelas.

·        Gunakan dalam batas wajar (tidak berlebihan) dan seperlunya (bukan dalam jangka waktu yang panjang).

·        Hindari membeli obat herbal dari sembarang toko atau secara online karena tidak dapat dipastikan keaslian dan keamanannya.

·        Hindari membeli produk pengurus (penurun berat badan) dan produk kesehatan seksual, karena beberapa diantaranya terbukti mengandung bahan berbahaya, termasuk bahan kimiawi yang tidak dicantumkan di label kemasan.

 

 

 

 

 

Referensi:

·         https://my.clevelandclinic.org/health/articles/17095-herbal-supplements-helpful-or-harmful

·         https://www.nhs.uk/conditions/herbal-medicines/

 

Total Hit : 336
Saras Subur Ayoe

Artikel Terkait
 
Penyakit Terkait
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk artikel diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar :
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 

Info Penyakit

Kelahiran Mati
Kelahiran Mati

Deskripsi : Kelahiran Mati adalah kehilangan janin karena
Baca selengkapnya »

Furunkel (Bisul)
Furunkel (Bisul)

Deskripsi : Furunkel adalah peradangan pada
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

GLUCOTIKA TABLET 500 MG

Tablet 500 mg x 10 x 24's

SEROLIN TABLET 10 MG

Tablet 10 mg 5 x 21's

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com