Mendiagnosis Diabetes Melitus

Diagnosis diabetes ditegakkan berdasarkan gejalanya yaitu 3P (polidipsi, polifagi, poliuri) dan hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan kadar gula darah yang tinggi (tidak normal). Untuk mengukur kadar gula darah, contoh darah biasanya diambil setelah penderita berpuasa selama 8 jam atau bisa juga diambil setelah makan.

Perlu perhatian khusus bagi penderita yang berusia di atas 65 tahun. Sebaiknya pemeriksaan dilakukan setelah berpuasa dan jangan setelah makan karena usia lanjut memiliki peningkatan gula darah yang lebih tinggi.


Kriteria Diagnostik Gula darah (mg/dL)
  Bukan Diabetes Pra Diabetes Diabetes
Puasa < 110 110-125 > 126
Sewaktu < 110 110-199 > 200


Pemeriksaan darah lainnya yang bisa dilakukan adalah tes toleransi glukosa. Tes ini dilakukan pada keadaan tertentu, misalnya pada wanita hamil. Hal ini untuk mendeteksi diabetes yang sering terjadi pada wanita hamil.

Penderita berpuasa dan contoh darahnya diambil untuk mengukur kadar gula darah puasa. Lalu penderita diminta meminum larutan khusus yang mengandung sejumlah glukosa dan 2-3 jam kemudian contoh darah diambil lagi untuk diperiksa.

Hasil glukosa contoh darah dibandingkan dengan kriteria diagnostik gula darah terbaru yang dikeluarkan oleh PERKENI tahun 2006.

Sebelum berkembang menjadi diabetes tipe 2, biasanya selalu menderita pra-diabetes, yang memiliki gejala tingkat gula darah lebih tinggi dari normal tetapi tidak cukup tinggi untuk didiagnosa diabetes. Setidaknya 20% dari populasi usia 40 hingga 74 tahun menderita pra-diabetes.

Penelitian menunjukkan beberapa kerusakan dalam jangka panjang, terutama pada jantung dan sistem peredaran darah selama pra-diabetes ini. Dengan pre-diabetes, anda akan memiliki resiko satu setengah kali lebih besar terkena penyakit jantung. Saat Anda menderita diabetes, maka risiko naik menjadi 2 hingga 4 kali.

Akan tetapi, pada beberapa orang yang memiliki pra-diabetes, kemungkinan untuk menjadi diabetes dapat ditunda atau dicegah dengan perubahan gaya hidup. Diabetes dan pra-diabetes dapat muncul pada orang-orang dengan umur dan ras yang beragam, tetapi ada kelompok tertentu yang memiliki resiko lebih tinggi.

Total Hit : 
Warning: fopen(hits3.txt) [function.fopen]: failed to open stream: Permission denied in /home/mdc/domains/medicastore.com/public_html/diabetes/diagnosis_diabetes_mellitus.php on line 59

Warning: fwrite() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /home/mdc/domains/medicastore.com/public_html/diabetes/diagnosis_diabetes_mellitus.php on line 60

Warning: fclose() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /home/mdc/domains/medicastore.com/public_html/diabetes/diagnosis_diabetes_mellitus.php on line 61
485
 
Artikel Diabetes
  Apa sih Diabetes Mellitus?
  Ketahui Penyebab & Tipe Diabetes Mellitus
  Sulitnya Membaca Gejala Diabetes
  Mendiagnosis Diabetes Mellitus
  Komplikasi Diabetes Bisa Mematikan
  Terapi Untuk Diabetes Mellitus
  Antisipasi Hipoglikemi
  Hindari Diabetes dengan Ubah Gaya Hidup
artikel terkait
  Pengaturan Makanan Bagi Diabetisi
  Menangkal Penyakit dengan Pola Makan Sehat
  Gejala kesemutan : tak selalu seringan semut
  Waspadai Lingkar Pinggang Anda
  Waspadai Komplikasi Kaki Diabetik
  Gizi Sehat dan Seimbang Mencegah Diabetes Mellitus
Monitor selalu..!! Si Manis dalam Darah Anda

Kontributor
Prof.DR.Dr. Sidartawan Soegondo, SpPD,KEMD,FACE
Prof.DR.Dr. Sidartawan Soegondo, SpPD,KEMD,FACE
Prof Sidartawan merupakan spesialis penyakit dalam, konsultan endokrin, metabolik dan diabetes di FKUI dan berpraktek di RS Husada, Jakarta Pusat. Beliau telah menjadi Fellow American College of Endocrinology sejak tahun 2005.
Expert Review   
Bagi anda yang ingin produknya ditampilkan di detail kesehatan diabetes ini dapat menghubungi bagian marketing di +6221 739 7069 atau melalui email : marketing@medicastore.com