Klik di sini untuk ke halaman depan Medicastore.com

Medicastore.com

Apotik online dan media informasi obat - penyakit
It is currently Thu May 23, 2013 11:23 pm

All times are UTC + 7 hours




Post a reply
Username:
Subject:
Message body:
 

Smilies
Very Happy Smile Sad Surprised Shocked Confused Cool Laughing Mad Razz Embarassed Crying or Very sad Evil or Very Mad Twisted Evil Rolling Eyes Wink Exclamation Question Idea Arrow Neutral Mr. Green
Font size:
Font color
Options:
BBCode is ON
[img] is ON
[flash] is ON
[url] is ON
Smilies are ON
Disable BBCode
Disable smilies
Do not automatically parse URLs
Confirmation of post
To prevent automated posts the board administrator requires you to enter a confirmation code. The code is displayed in the image you should see below. If you are visually impaired or cannot otherwise read this code please contact the Board Administrator.
Confirmation code:
Enter the code exactly as you see it in the image, it is case insensitive. Please note that a zero does not exist.
   

Topic review - Alasan Makan Banyak Terasa Nikmat
Author Message
  Post subject:  Alasan Makan Banyak Terasa Nikmat  Reply with quote
Alasan Makan Banyak Terasa Nikmat

Diambil dari cnn.com. Pada saat liburan hari raya, banyak dari kita yang memanjakan diri dengan makan lebih banyak. Mempunyai perut yang penuh dengan makanan lezat memang terasa sangat nikmat & nyaman.

Proses evolusi telah memberikan kita insting untuk makan banyak setiap kita bisa, sebagai persiapan untuk menghadapi masa sulit. Hal tersebut dilakukan untuk bertahan hidup, seperti tupai yang menggendutkan diri untuk menghadapi musim dingin. Hal tersebut juga berkaitan dengan kompetisi, mengalahkan yang lain untuk makanan. Otak manusia akan memberikan penghargaan untuk hal tersebut, dengan cara melepaskan senyawa kimia yang mempunyai efek menyenangkan seperti pada alkohol, demikian menurut para ahli. Para ilmuwan telah meneliti mengenai zat tersebut yang memberikan efek nikmat setelah makan, yang disebut juga ingestion analgesia, atau efek menghilangkan sakit dari makanan.

“Terdapat sirkuit pemberian hadiah di otak yang membuat makan terasa nikmat” demikian menurut Roger Cone, seorang pengajar & ketua fisiologi molekul dan biofisik di Universitas Vanderbilt. “Bagi sebagian besar hewan & sejarah manusia, tidak terdapat mekanisme penyimpanan makanan, apabila kita tidak makan maka tidak dapat bertahan hidup. Tetapi saat ini, dengan akses ke berbagai jenis makanan yang tidak terbatas bagi beberapa orang serta pengurangan aktifitas fisik, maka manusia menjadi gemuk” tambahnya.

Mempunyai akses yang mudah terhadap makanan yang berlemak, tinggi kadar garam & gula, merupakan perkembangan terbaru dalam sejarah manusia, menurut Gary Wenk, penulis buku Your Brain on Food. “ Tubuh memberi penghargaan yang besar setiap kali kita mencerna makanan-makanan tersebut, sehingga ketika kita melihatnya, kita akan mengkonsumsi sebanyak mungkin karena berfikir mungkin tidak akan mengkonsumsinya lagi, padahal secara logis hal itu tidak benar” tambahnya.

Tubuh memberi penghargaan terhadap makanan yang mengandung lemak, tinggi kadar garam & gula dengan cara melepaskan opioid endogen, yang dapat mengatur rasa sakit. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Nature Neuroscience tahun ini menyebutkan bahwa makanan yang tinggi kadar lemak & kalori mempengaruhi otak dengan cara yang sama seperti yang dilakukan oleh kokain & heroin. Hasil penelitian menunjukkan, ketika tikus percobaan mengkonsumsi makanan tersebut dalam jumlah yang besar, maka hal tersebut menjurus pada kebiasaan makan yang tak terkendali yang menyerupai gejala ketagihan pada obat.
Post Posted: Wed Dec 15, 2010 12:56 pm

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest

Jump to:  
Powered by phpBB © 2002, 2006 phpBB Group
[ Time : 0.083s | 15 Queries | GZIP : Off ]