|
Otak Pada Masa Pertumbuhan Anak
Diambil dari health.msn.com. Seiring dengan bertambahnya usia anak, peningkatan sinkronisasi antara area tertentu di otak akan mempengaruhi cara pandang mereka terhadap diri sendiri & orang lain, demikian menurut hasil penelitian terbaru. Menurut para peneliti, hal ini termasuk diantaranya peningkatan kemampuan untuk introspeksi diri. Pusat penelitian medis Universitas Georgetown, menggunakan MRI fungsionil untuk memeriksa aktifitas dari 5 wilayah otak yang berbeda yang terdiri dari DMN (default-mode network).
Diyakini bahwa DMN, yang hanya aktif ketika otak sedang beristirahat & memungkinkan untuk berkhayal atau melamun, mempunyai peranan penting dalam hal memahami introspeksi terhadap diri sendiri & orang lain serta membangun kepercayaan, tujuan & keinginan, demikian menurut para peneliti.
Para peneliti menemukan bahwa wilayah DMN di otak belum bekerja bersamaan pada anak usia 6-9 tahun. Wilayah ini disinari melalui scan fMRI (yang melacak aktifitas otak secara nyata). Akan tetapi pada saat anak memasuki usia 10-12 tahun, wilayah tersebut mulai berfungsi secara bersamaan & pada saat usia 13-19 tahun, mulai terkoordinasi secara penuh.
“Hasil ini menunjukkan bahwa anak membangun introspeksi seiring dengan berjalannya waktu, sesuai perkembangan otak”. Stuart Washington, seorang penulis buku & ilmuwan neuroscientist, dalam sebuah berita yang dirilis oleh GUMC mengatakan “ Sebelum memasuki umur tersebut, anak-anak akan berfikir secara egosentris, bukan berarti mereka egois tetapi mereka mengira orang lain akan melihat segala sesuatunya seperti mereka, sehingga mereka menjadi kurang perspektiv.
Hasil penelitian tersebut telah dipresentasikan di pertemuan tahunan the Society for Neuroscience di San Diego. Tim peneliti juga menekankan bahwa penelitian sebelumnya mengemukakan bahwa DMN juga tidak tersinkronisasi dengan baik pada penderita autism.
|
|