nothing
Cedera pada Olah Raga Futsal
nothing
Medicastore
Cedera pada Olah Raga Futsal
31-12-2009 | Dr. Aminuddin Arifin SpRM
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 

Futsal , olah raga sepak bola dalam ruangan, kini semakin digemari di kota-kota besar  Indonesia. Olah raga ini memungkinkan  area dengan lahan yang sempit memberikan fasilitas yang hampir mirip dengan lapangan rumput sepak bola. Futsal merupakan solusi bagi kota-kota besar yang terbatas area terbukanya. Bahkan futsal sudah dipertandingkan secara internasional baru-baru ini.

Bermain futsal sungguh mengasyikkan, semua orang bisa mengikutinya hanya dengan menyewa lapangan futsal yang kini banyak tersedia, salah satunya, di Jakarta. Tidak perlu harus ahli dahulu untuk mengikuti olah raga ini, bahkan banyak digunakan untuk acara sosialisasi saja.

Tetapi bagaimanapun futsal merupakan olah raga yang perlu penanganan tepat terutama dalam pelaksanaannya. Karena salah-salah ingin sehat malahan membuat penyakit. Penting untuk memperhatikan mulai dari kostum (terutama sepatu) dan pemanasan, permainan dan pendinginan.

Cedera yang mungkin terjadi
Untuk pemain futsal yang baru mulai, sering mengalami cedera karena kurangnya pemanasan. Salah satunya adalah dengan istilah kedokterannya “Plantar fascitis”. Plantar fascitis adalah pembengkakan dengan rasa nyeri karena adanya suatu robekan kecil pada otot plantar fascia yang terjadi karena penggunaan berlebihan atau tarikan berulang plantar fascia. Keadaan ini menyebabkan rasa nyeri di bawah telapak kaki bagian belakang dekat tumit. Hal ini disebabkan karena gerakan berulang-ulang yang menyebabkan regangan tiba-tiba. Selain kurangnya pemanasan juga disebabkan berlari di lapangan yang keras seperti lapangan futsal.



Cedera kedua yang mungkin terjadi adalah “tendenitis achiles”. Gejala yang dirasakan adalah rasa nyeri pada urat daging yang membentang dari otot betis ke tumit terutama pada pagi hari. Tendinitis Achiles disebabkan oleh karena penggunaan berlebihan pada otot kaki, permukaan lapangan yang keras, sepatu yang tak tepat (terlalu sempit), sudah lama tak latihan fisik dan penyakit rematik.

Cedera ketiga adalah “ strain” atau “pegel-pegel”. Mulai dari yang ringan hingga yang berat.  Cedera ini disebabkan karena latihan/gerakan berlebihan pada otot tertentu.

Pada futsal sama seperti pada olah raga sepak bola, seringkali sewaktu pemain sedang menendang bola, pemain lawan juga ingin menendang bola sehingga gerakan kaki yang sudah diukur bisa lebih dari yang diharapkan karena benturan kaki lawan sehingga bisa menimbulkan yang namanya overstreching. Juga karena lapangan yang licin bisa menyebabkan overstretching (terlalu meregang) karena terpeleset.

Cedera yang agak berat adalah “ankle sprain”, cedera ini bisa terjadi karena “tekelan” dari lawan main atau sewaktu pemain ingin menendang bola tetapi kurang menaikkan kakinya sehingga sisi luar telapak kaki menggerus lantai lapangan. Sering  awam menyebutnya cedera ini sebagai “sakit engkel”. Gejalanya bisa ringan maupun berat, mulai dari rasa sakit sewaktu berjalan hingga pembengkakan.

Penanganan cedera dengan rehabiltasi medik
Penanganan cedera dengan rehabilitasi medik terbagi berdasarkan perkembangan cedera yaitu :

  1. Stadium Akut, adanya pembengkakan dan nyeri akibat pembengkakan.
    Bertujuan untuk mengatasi pembengkakan, edema yaitu dengan immobilisasi (tidak bergerak), kompres es, obat-obatan dan terapi modalitas lain. Dapat dimulai latihan gerak yang terbatas dan hati-hati.
  2. Stadium Sub-Akut, pembengkakan berkurang. Nyeri akibat regangan jaringan ikat.
    Bertujuan mengurangi perlengketan dan kontraktur yaitu dengan cara latihan gerak aktif perlahan-lahan, intensitas bertambah secara bertahap.
  3. Stadium Kronik, inflamasi/pembengkakan hilang. Nyeri bukan akibat regangan jaringan ikat.
    Bertujuan untuk pemulihan fungsi yaitu dengan latihan peregangan, penguatan otot dan latihan gerak fungsi secara bertahap.
Pemanasan dan pendinginan sama pentingnya dengan permainan
Untuk menghindari cedera otot bagi pemain futsal penting untuk melakukan pemanasan, peregangan sebelum permainan dan juga pendinginan setelah permainan.

Pemanasan khususnya pada daerah kaki sebelum melakukan latihan yang berat dapat membantu mencegah terjadinya cedera. Gerakan ringan selama 3-10 menit akan menghangatkan otot sehingga otot lebih lentur dan tahan terhadap cedera.

Pendinginan adalah mengurangi latihan secara bertahap sebelum latihan dihentikan. Misalnya dengan lari-lari kecil. Pendinginan mencegah terjadinya pusing dengan menjaga aliran darah. Jika latihan yang berat dihentikan secara tiba-tiba, darah akan terkumpul di dalam vena tungkai dan untuk sementara waktu menyebabkan berkurangnya aliran darah ke kepala. Pendinginan juga membantu membuang limbah metabolik (misalnya asam laktat dari otot), tetapi pendinginan tampaknya tidak mencegah sakit otot pada hari berikutnya, yang disebabkan oleh kerusakan serat-serat otot.

Latihan peregangan tampaknya tidak mencegah cedera, tetapi berfungsi memperpanjang otot sehingga otot bisa berkontraksi lebih efektif dan bekerja lebih baik. Untuk menghindari kerusakan otot karena peregangan, hendaknya peregangan dilakukan setelah pemanasan atau setelah berolah raga, dan setiap gerakan peregangan ditahan selama 10 hitungan.

KEPUSTAKAAN
  1. Hansen ST. Orthopedic Trauma Protocols, Raven Press New York, 1993.
  2. Torg J.S. Rehabilitation of Athletic Injuries. Year Book Medical Publisher, Inc. Chicago, London, Baca Raton, 1987.
  3. Kisner C., Colby L.A. Therapeutic Exercise Foundation and Technique. Philadelphia : FA Davis, 1990 : 211-239.
  4. Brotzman S.B. Hand book Orthopedic Rehabilitation Philadelphia : Mosby, 1996 : 148-151.

 

Total Hit : 30205
Derma E Actimove

Artikel Terkait
 
Penyakit Terkait
Cedera Olah Raga
Cedera Hamstring
Shin Splints
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk artikel diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar :
  fajar adhi21 Dec 2009
saya mengalami cidera urat lutut sudah cukup lama kurang lebih selama 6-7 bln, saya mengalami cedera trsbt saat mengikuti turnamen futsal, sepak bola adalah hobi saya sejak kecil dan menjadi pemain sepak bola profesional adalah cita- cita saya. selama ini saya sudah berobat pijt tradisional ataupun ke medis tetapi sampai skarang belum ada perubahan. *Red : Coba konsultasikan dengan dokter spesialis kedokteran olahraga. Untuk list dokternya dapat dicari melalui info dokter di medicastore, caranya : klik info dokter, kemudian pilih di menu dokter spesialis : spesialis kedokteran olahraga, kemudian klik 'go'.

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  a.bagus jamaluddin hakim20 Dec 2009
saya ingin menjadi group futsal di surabaya karena saya melihat anak-anak main karna enak sekali

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  umar alatas15 Sep 2009
cukup informatif tetapi akan jauh lebih baik jika lebih informatif lagi

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  djokoe21 Aug 2009
terima kasih dok... artikelnya sangat berguna sekali. klick http://jogjafutsalholic.biz News and Online Futsal Information

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  awaluddin14 Aug 2009
good artikel, kebetulan saya sedang menyusun skripsi tentang futsal. alangkah lebih bagus lg bl dsertakn dampak bermain futsal dilapangan terbuka pd malam hari

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 Prev | Next

Info Penyakit

Fraktur Tulang Kepala
Fraktur Tulang Kepala

Deskripsi : Fraktur tulang kepala merupakan retak
Baca selengkapnya »

Sarkoidosis
Sarkoidosis

Deskripsi : Sarkoidosis adalah suatu penyakit peradangan
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

NUFAGRABION CAPLET

Kaplet 10 x 10 biji.

RIBUNAL FORTE SUSPENSI

Suspensi Forte 200 mg/5 mL x 60 mL.