nothing
Informasi Vitamin - medicastore.com
nothing
Medicastore
Vitamin

Vitamin.jpg

Sumber : http://www.istockphoto.com

 
DEFINISI

Vitamin adalah salah satu unsur penting makanan sehat. Batas asupan yang aman (tingkat asupan tertinggi yang ditoleransi) telah ditentukan untuk beberapa vitamin. Mengkonsumsi vitamin melebihi batasan yang telah ditentukan akan meningkatkan risiko terjadinya efek yang membahayakan (keracunan). Sedangkan mengkonsumsi terlalu sedikit vitamin bisa menyebabkan gangguan gizi.

Orang yang makan berbagai macam makanan biasanya dapat memenuhi kebutuhan vitamin untuk tubuhnya. Kekurangan vitamin dapat terjadi jika seseorang mengikuti diet ketat yang tidak memiliki cukup vitamin tertentu. Sebagai contoh, orang-orang vegetarian, yang tidak mengkonsumsi produk hewani, bisa mengalami kekurangan vitamin B12. Mengkonsumsi vitamin tertentu (biasanya suplemen) dalam dosis tinggi (megadose) tanpa pengawasan medis juga dapat menimbulkan efek yang berbahaya.

Vitamin disebut sebagai mikro-nutrisi penting, karena tubuh membutuhkannya tetapi hanya dalam jumlah yang sedikit.

Vitamin
Sumber yang baik
Fungsi Utama
Jumlah yang dianjurkan
Batas atas yang aman
Biotin
Hati, ginjal, kuning telur, susu, ikan, ragi kering, kembang kol, kacang-kacangan, dan polong-polongan
Metabolisme karbohidrat dan asam lemak
30 μg (tapi belum ada RDA yang ditetapkan)
-
Asam folat
Daun sayur-sayuran segar, asparagus, brokoli, buah-buahan (terutama jeruk), hati, daging lainnya, ragi yang dikeringkan, dan roti yang diperkaya, pasta, dan sereal
(Catatan : memasak secara berlebihan menghancurkan 50-95% folat dalam makanan)
Membentuk sel darah merah, sintesis DNA dan RNA, dan pembentukan sistem saraf janin.
400 μg
600 μg untuk wanita hamil
500 μg untuk wanita menyususi
1,000 μg
Niacin (asam nikotinat atau nicotinamide)
Ragi yang dikeringkan, hati, daging, ikan, kacang polong, dan yang berasal dari tepung beras atau produk-produk sereal yang diperkaya.
Metabolisme karbohidrat, lemak dan bentuk lainnya
14 miligram untuk wanita
16 miligram untuk pria
35 miligram
Pantothenic acid
Hati, daging, kuning telur, ragi, kentang, brokoli, dan yang berasal dari tepung beras.
Metabolisme karbohidrat dan lemak
5 mg (tetapi tidak ada RDA yang telah ditetapkan)
-
Riboflavin (vitamin B2)
Susu, keju, hati, daging, ikan, telur, dan sereal.
Metabolisme karbohidrat dan asam amino, serta kesehatan selaput lendir, misalnya lapisan mulut
1.1 mg untuk wanita
1.3 mg untuk pria
1.4 mg untuk wanita hamil
1.6 mg untuk ibu menyusui
-
Thiamin (vitamin B1)
Ragi yang dikeringkan, yg berasal dari tepung beras, daging (khususnya daging dan hati babi), sereal, kacang-kacangan, kacang polong, dan kentang.
Metabolisme karbohidrat, serta fungsi saraf dan hati.
1.1 mg untuk wanita
1.2 mg untuk pria
1.4 mg untuk wanita hamil atau menyusui
-
Vitamin A (retinol)
Sama dengan vitamin A : minyak hati ikan, hati, kuning telur, mentega. Krim, dan susu kental
Sebagai karoten (dikonversi ke vitamin A dalam tubuh), sebagai beta karoten : sayur-sayuran yang daunnya hijau tua dan buah-buahan yang kuning-oranye
Membantu sel saraf peka cahaya (fotoreseptor) pada retina, membantu penglihatan malam hari, membantu merawat kesehatan kulit, kornea dan paru-paru, pencernaan dan saluran kencing.
Menjaga dari serangan infeksi.
700 μg untuk wanita
900 μg untuk pria
770 μg untuk wanita hamil
1,200 μg untuk ibu menyusui
3,000 μg
Vitamin B6
Ragi yang dikeringkan, hati, daging lainnya, yang berasal dari tepung beras, sereal, ikan dan kacang polong
Metabolisme asam amino dan asam lemak, fungsi saraf normal, pembentukan sel darah merah, dan kesehatan kulit
1.3 mg
1.5 mg untuk wanita usia lebih dari 50 tahun
1.7 mg untuk pria usia lebih dari 50 tahun
1.9 mg untu wanita hamil
2.0 mg untuk wanita menyusui
100 mg
Vitamin B12 (kobalamin)
Daging (khususnya daging sapi, babi, hati), telur, sereal, susu, kerang, tiram, salmon dan tuna
Pembentukan sel darah merah, fungsi saraf, dan sintesis DNA
2.4 μg
2.6 μguntuk wanita hamil
2.8 μguntuk wanita menyusui
-
Vitamin C (ascorbic acid)
Buah jeruk, tomat, kentang, brokoli, strawberi, dan lada manis
Pembentukan, perkembangan, dan perbaikan tulang, kulit dan jaringan penghubung; penyembuhan luka dan luka bakar, serta fungsi normal pembuluh darah
Berperan sebagai antioksidan, melindungi sel dari kerusakan karena radikal bebas
Membantu tubuh menyerap besi
75 mg untuk wanita
90 mg untuk pria
85 mg untuk wanita hamil
120 mg untuk wanita menyusui
35 mg lebih untuk perokok
2,000 mg
Vitamin D
Terbentuk di kulit saat kulit terkena sinar matahari langsung
Susu, lemak ikan, minyak ikan, dan kuning telur
Meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfor dari pencernaan, pembentukan tulang, pertumbuhan dan
Memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mengurangi resiko gangguan kekebalan tubuh
200 IU untuk usia 50 tahun atau lebih muda
400 IU untuk usia 51 hingga 70 tahun
600 IU untuk usia di atas 70 tahun
2,000 IU
Vitamin E
Minyak sayur, margarin, kacang-kacangan, dan gandum
Bertindak sebagai antioksidan, melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan radikal bebas
15 mg (22 IU dari natural atau 33 IU dari sintetis)
19 mg untuk wanita menyusui
1,000 mg
Vitamin K
Sayuran berhijau daun (seperti collards, bayam, dan kangkung) dan kacang kedelai dan minyak canola
Membantu pembentukan faktor pembekuan darah disamping itu penting untuk pembekuan darah normal
Dibutuhkan untuk kesehatan tulang dan jaringan lainnya
90 μg untuk wanita
120 μg untuk pria
-
IU = international unit; DNA = deoxyribonucleic acid; RNA = ribonucleic acid

Vitamin A, D, E dan K dapat larut dalam lemak. Vitamin yang lain, yaitu vitamin B dan Vitamin C, larut dalam air. Vitamin B meliputi biotin, folat (asam folic), niacin, asam pantothenic, riboflavin (vitamin B2), thiamin (vitamin B1), dan vitamin B6 (pyridoxine) dan B12 (cobalamin). Kekurangan biotin atau asam pantothenic hampir tidak pernah terjadi.

Tubuh tidak menyimpan semua vitamin. Oleh karena itu, orang harus menkonsumsi vitamin secara teratur. Vitamin A, B12 dan D disimpan dalam jumlah yang besar, terutama dalam hati.

Vitamin : Larut Lemak vs Larut Air

Vitamin yang dikelompokkan larut dalam lemak :
- Vitamin A
- Vitamin D
- Vitamin E
- Vitamin K
atau larut dalam air
- Vitamin B
- Vitamin C

Vitamin larut dalam lemak : vitamin ini larut dalam lemak, disimpan di hati dan di jaringan lemak. Jika terlalu banyak larutan lemak vitamin A dan D dikonsumsi, hal tersebut dapat menumpuk dan dapat menimbulkan efek berbahaya.

Lemak di dalam makanan membantu tubuh menyerap vitamin yang larut dalam lemak, makanan rendah lemak bisa menyebabkan defisiensi. Beberapa gangguan yang berhubungan dengan penyerapan lemak juga menyebabkan gangguan penyerapan vitamin yang larut dalam lemak, misalnya pada diare kronis, penyakit chron, kista jaringan, penyakit pankreas, dan sumbatan saluran empedu. Beberapa obat, seperti minyak mineral, juga mengakibatkan hal yang sama, karena vitamin yang larut dalam lemak juga larut dalam minyak mineral, yang mana tidak dapat diserap oleh tubuh. Jadi mengkonsumsi minyak mineral, menyebabkan vitamin tidak dapat diserap dan dikeluarkan dari tubuh

Vitamin yang larut dalam air : vitamin ini larut dalam air. Vitamin ini dikeluarkan dari urin dan cenderung dikeluarkan dari tubuh lebih cepat daripada vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin yang larut dalam air lebih mungkin dihancurkan pada waktu makanan disimpan atau makanan disiapkan. Produk segar yang didinginkan, susu yang disimpan, padi yang dijemur, dan air rebusan sayuran untuk menyiapkan sup dapat menjaga hilangnya vitamin.

Gangguan penyerapan makanan dapat menyebabkan kekurangan vitamin. Beberapa gangguan penyerapan lemak dapat mengurangi penyerapan vitamin yang larut dalam lemak, yaitu vitamin A,D,E dan K dan meningkatkan resiko defisiensi.

Gangguan hati dan alkohol dapat mempengaruhi proses penyimpanan vitamin. Pada beberapa orang, kelainan yang diturunkan menyebabkan gangguan pada tubuh dalam penyerapan vitamin, sehingga juga dapat menyebabkan kekurangan vitamin.

Obat-obatan juga bisa membuat kekurangan vitamin. hal tersebut bisa berhubungan dengan penyerapan, metabolisme, atau penyimpanan vitamin.

Beberapa Obat Yang Bisa Menyebabkan Kekurangan Vitamin
Obat
Vitamin
Alkohol Folat
Thiamin
Vitamin B6
Antasida Vitamin B12
Antibiotik, seperti isoniazid, tetrasiklin, dan trimethoprim-sulfamethoxazole B vitamins
Folat
Vitamin K
Antikoagulan, seperti warfarin Vitamin E
Vitamin K
Antikonsulvan, seperti phenytoinsome dan phenobarbital Biotin
Folat
Vitamin B6
Vitamin D
Vitamin K
Obat-obatan antipsikotis Riboflavin
Vitamin D
Barbiturat seperti Phenobarbital Folat
Riboflavin
Vitamin D
Obat-obatan kemoterapi, seperti methotrexate Folat
Cholestyramine Banyak vitamin
Kortikosteroid Vitamin C
Vitamin D
Cycloserine Vitamin B6
Hydralazine Vitamin B6
Levodopa Vitamin B6
Mineral oil (penggunaan jangka panjang) Vitamin A
Vitamin D
Vitamin E
Vitamin K
Metformin Folat
Vitamin B12
Nitrous oxide (pemakaian terus menerus) Vitamin B12
Kontrasepsi oral Folat
Thiamin
Vitamin B6
Penicillamine Vitamin B6
Phenothiazines Riboflavin
Primidone Folat
Vitamin D
Rifampin Vitamin D
Vitamin K
Sulfasalazine Folat
Diuretik Tiazid Riboflavin
Triamterene Folat
Antidepresan Trisiklik, seperti amitriptyline dan imipramine Riboflavin

Garcini Herb Tea

Obat Terkait
 
Dokter Terkait
DOKTER SPESIALIS GIZI MEDIK
DOKTER SPESIALIS GIZI KLINIK
DR ANAK SUBSPESIALIS GIZI
 
 
Artikel Terkait

Info Penyakit

Penyakit Niemann-Pick
Penyakit Niemann-Pick

Deskripsi : Penyakit Niemann-Pick adalah suatu penyakit
Baca selengkapnya »

Fibrosis Kistik
Fibrosis Kistik

Deskripsi : Fibrosis kistik (cystic fibrosis) adalah
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

SIBELIUM TABLET 10 MG

Tablet 10 mg x 100 biji.

LYCOTEN CAPSULE

Kapsul 5 x 6