nothing
Penyakit Pneumonia (radang paru) - medicastore.com
nothing
Medicastore
Pneumonia (Radang Paru)

Pneumonia_(Radang_Paru).JPG

Sumber : http://www.mayoclinic.com

 
DEFINISI

Pneumonia adalah peradangan paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, ataupun jamur.

PENYEBAB

Penyebab pneumonia adalah:

  1. Bakteri (paling sering menyebabkan pneumonia pada orang dewasa):
    - Streptococcus pneumoniae
    - Staphylococcus aureus
    - Legionella
    - Hemophilus influenzae
  2. Virus: virus influenza, chicken-pox (cacar air)
  3. Organisme mirip bakteri: Mycoplasma pneumoniae (terutama pada anak-anak dan dewasa muda)
  4. Jamur tertentu

Adapun cara mikroorganisme itu sampai ke paru-paru bisa melalui:
- Inhalasi (penghirupan) mikroorganisme dari udara yang tercemar
- Aliran darah, dari infeksi di organ tubuh yang lain
- Migrasi (perpindahan) organisme langsung dari infeksi di dekat paru-paru

Beberapa orang yang rentan (mudah terkena) pneumonia adalah:

  1. Peminum alkohol
  2. Perokok
  3. Penderita diabetes
  4. Penderita gagal jantung
  5. Penderita penyakit paru obstruktif menahun
  6. Gangguan sistem kekebalan tubuh karena obat tertentu (penderita kanker, penerima organ cangkokan/transplantasi)
  7. Gangguan sistem kekebalan karena penyakit (penderita AIDS)

Pneumonia juga bisa terjadi setelah pembedahan (terutama pembedahan perut) atau cedera (terutama cedera dada), akibat adanya kesulitan untuk bernafas dalam, batuk dan mengeluarkan lendir yang tertahan. Yang sering menjadi penyebabnya adalah Staphylococcus aureus, pneumokokus, Hemophilus influenzae atau kombinasi ketiganya.

Pneumonia pada orang dewasa paling sering disebabkan oleh bakteri, yang tersering yaitu bakteri Streptococcus pneumoniae (pneumococcus). Pneumonia pada anak-anak paling sering disebabkan oleh infeksi virus pernafasan, dan puncaknya terjadi pada usia 2-3 tahun. Pada usia sekolah, pneumonia paling sering disebabkan oleh Mycoplasma pneumoniae.

Pneumonia bisa dikelompokkan berdasarkan sejumlah sistem yang berlainan. Salah satu diantaranya adalah berdasarkan cara diperolehnya, dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu "community-acquired" (diperoleh di masyarakat) dan "hospital-acquired" (diperoleh di rumah sakit). Pneumonia yang didapat di masyarakat paling sering disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae. Pneumonia yang didapat di rumah sakit biasanya disebabkan oleh Staphylococcus aureus atau bakteri gram negatif, seperti Klebsiella pneumonia atau Pseudomonas aeruginosa. Pneumonia yang didapat di rumah sakit bisa terjadi pada orang-orang yang telah dirawat selama 48 jam atau lebih untuk kondisi lainnya. Pneumonia yang didapat di rumah sakit bisa bersifat lebih serius karena pada saat menjalani perawatan di rumah sakit, sistem pertahanan tubuh penderita untuk melawan infeksi seringkali terganggu. Selain itu, kemungkinan terjadinya infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang resisten terhadap antibiotik adalah lebih besar. Pneumonia jenis ini paling berisiko terjadi pada orang-orang yang menggunakan alat bantu pernafasan (ventilator).

GEJALA

Gejala-gejala pneumonia yang bisa ditemukan :
- batuk berdahak
- nyeri dada (bisa tajam atau tumpul dan bertambah hebat jika penderita menarik nafas dalam atau batuk)
- sesak nafas
- laju pernafasan meningkat
- demam, menggigil, dan rasa tidak enak badan
- mudah lelah
- sakit kepala
- mual, muntah, nafsu makan berkurang
- nyeri perut
- kekakuan otot dan sendi

DIAGNOSA

Pada pemeriksaan dada dengan menggunakan stetoskop, akan terdengar suara nafas yang abnormal (ronki). Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk memastikan diagnosa antara lain :

  • Rontgen dada
  • Biakan dahak
  • Hitung jenis darah
  • Analisa gas darah arteri
PENGOBATAN

Terapi yang diberikan untuk pneumonia meliputi pengobatan untuk mengatasi infeksi dan mencegah terjadinya komplikasi.

Orang-orang dengan community-acquired pneumonia biasanya bisa diobati di rumah. Meskipun gejala-gejala mungkin akan mereda dalam waktu beberapa hari atau minggu, tetapi rasa lelah bisa menetap sampai sebulan atau lebih. Untuk melihat apakah infeksi telah mereda, bisa dianjurkan untuk melakukan foto rontgen dada ulang.

Pemberian terapi tergantung dari jenis dan keparahan pneumonia, usia penderita, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Terapi yang diberikan antara lain berupa :

  • Antibiotika, untuk mengobati pneumonia akibat bakteri.
  • Obat anti-virus, untuk mengatasi pneumonia akibat virus.
  • Obat untuk mengatasi demam, misalnya ibuprofen.
  • Obat batuk, untuk meredakan batuk sehingga penderita dapat beristirahat.

Seseorang perlu dirawat inap jika :

  • berusia lebih dari 65 tahun atau kurang dari 3 bulan
  • mengalami disorientasi terhadap waktu, tempat, dan orang
  • cenderung terus tidur (pada anak-anak)
  • mual dan muntah, sehingga tidak bisa minum antibiotika
  • mengalami penurunan tekanan darah
  • laju pernafasan yang cepat
  • mengalami kesulitan bernafas
  • mengalami penurunan kadar oksigen dalam darah
  • memerlukan alat bantu nafas
  • suhu tubuh dibawah normal
  • tampak dehidrasi (pada anak-anak)

Penderita dengan penyakit yang tidak terlalu berat bisa diberikan antibiotik per-oral (lewat mulut) dan tidak perlu dirawat inap. Penderita yang lebih tua, mengalami sesak nafas, atau memiliki penyakit jantung/paru-paru lainnya harus dirawat dan diberikan antibiotik melalui infus. Mungkin perlu diberikan oksigen tambahan, cairan intravena dan alat bantu nafas mekanik.

Jika perlu mendapatkan alat bantu nafas (ventilator) atau jika timbul gejala-gejala yang berat, maka penderita perlu dirawat di ruang perawatan intensif (ICU).

PENCEGAHAN

Cara yang paling efektif untuk mencegah pneumonia adalah dengan berhenti merokok. Vaksinasi juga perlu dilakukan, misalnya :

  • Vaksin pneumokokus (untuk mencegah pneumonia karena Streptococcus pneumoniae)
  • Vaksin influenza
  • Vaksin Hib (untuk mencegah pneumonia karena Haemophilus influenzae type b)
  • Oang-orang yang rentan terhadap pneumonia (misalnya orang yang baru menjalani pembedahan di bagian dada atau perut, dan orang-orang yang tidak dapat bangun dari tempat tidur untuk waktu lama) perlu melakukan latihan untuk bernafas dalam dan terapi mengeluarkan dahak untuk membantu mencegah terjadinya pneumonia.

    REFERENSI

    - B, John G. Overview of Pneumonia. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.

    - Mayo Clinic. Pneumonia. 2013.

    Obat Terkait
     
    Dokter Terkait
    DOKTER SPESIALIS PARU
    DOKTER SPESIALIS RADIOLOGI
     
     
    Artikel Terkait

    Info Penyakit

    Sinar-X Tulang Kepala
    Sinar-X Tulang Kepala

    Deskripsi : Pemeriksaan sinar-X untuk tulang kepala
    Baca selengkapnya »

    Thalassemia
    Thalassemia

    Deskripsi : Thalassemia adalah suatu penyakit keturunan
    Baca selengkapnya »

    Tentang Produk

    THIDIM 0,5 G

    Vial 500 mg x 1

    IVELIP INFUS 250 ML

    Infus 20 % x 250 ml x 1's.