nothing
nothing
Logo_print
Makanan Mentah, Benarkah Lebih Sehat?
16-05-2018 | vidya-medicastore
 
Kita tentu tahu, makanan yang dimasak dapat menjadi lebih enak, dan lebih menarik secara visual. Namun, beberapa mengatakan bahwa makanan yang dimasak dapat kehilangan nutrisinya, sehingga lebih baik makan makanan yang mentah, benarkah demikian?

Apa itu Makanan Mentah?

Makanan mentah adalah makanan yang tidak dimasak atau diproses. Ada berbagai jenis diet makanan mentah, keseluruhannya mencakup makanan yang sebagian besar tidak dipanaskan, dimasak dan diproses. Secara umum, diet makanan mentah terdiri dari 70% makanan mentah. Diet makanan mentah seringkali mencakup makanan yang difermentasi, kecambah, kacang-kacangan dan biji-bijian, selain buah dan sayur mentah.  

Mengapa Makan Makanan Mentah Disebut Lebih Baik dari Makanan Matang?

1.      Memasak dapat menghancurkan enzim dalam makanan

Selain enzim pencernaan yang diproduksi dalam tubuh yang membantu memecahkan molekul makanan yang dapat diserap, makanan yang kita makan juga mengandung enzim. Enzim sangat sensitif terhadap panas dan mudah ter-deaktivasi pada suhu di atas 47°C.

2.      Beberapa vitamin larut air dapat hilang dalam proses memasak

Makanan mentah dapat lebih kaya nutrisi tertentu dibandingkan makanan yang dimasak. Beberapa jenis nutrisi dengan mudah ter-deaktivasi atau larut dalam proses memasak. Vitamin larut air seperti vitamin C dan B, rentan hilang selama proses memasak. Faktanya, merebus sayuran dapat mengurangi kadar vitamin larut air hingga 50–60%. Beberapa mineral dan vitamin A juga hilang selama proses memasak, meskipun dalam jumlah yang lebih sedikit. Vitamin larut lemak seperti vitamin D, E dan K, sebagian besar tidak terpengaruh proses memasak. Memasak dengan cara merebus menyebabkan banyak nutrisi yang hilang, sedangkan mengukus, memanggang dan menumis merupakan metode memasak sayur yang paling baik untuk mempertahankan nutrisi. Lamanya proses memasak juga mempengaruhi kandungan nutrisi suatu makanan, semakin lama makanan dimasak, nutrisinya semakin banyak yang hilang.

Lalu, Apa Kelebihan Makanan yang Dimasak?

1.      Memasak makanan dapat memudahkan proses mengunyah dan menelan

Mengunyah akan memecahkan makanan menjadi partikel-partikel yang lebih kecil yang dapat dicerna. Proses mengunyah makanan yang kurang tepat dapat menyebabkan tubuh sulit mencerna dan terbentuknya gas dan rasa kembung. Proses memasak makanan akan memecahkan serat dan dinding sel, sehingga lebih mudah bagi tubuh untuk mencerna dan menyerap makanan. Padi-padian dan polong-polongan yang dimasak dengan baik tidak hanya meningkatkan daya cernanya, tetapi juga dapat mengurangi kandungan anti-nutrisinya. Anti-nutrisi adalah komponen yang menghambat kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi dalam makanan yang berasal dari tumbuhan. Daya cerna makanan sangat penting karena tubuh hanya bisa mendapatkan manfaatnya bila mampu menyerap nutrisi. Beberapa jenis makanan yang dimasak dapat memberikan nutrisi yang lebih banyak dibandingkan dengan makanan yang mentah karena lebih mudah dikunyah dan dicerna. Meskipun begitu, mengkonsumsi makanan mentah (misalnya salad) sesekali, tidak akan menyebabkan masalah bagi Anda.

2.      Memasak dapat meningkatkan jumlah antioksidan dalam makanan

Sumber gambar: www.thasneen.com

Penelitian menunjukkan bahwa memasak sayuran dapat meningkatkan ketersediaan antioksidan seperti beta karoten dan lutein. Beta karoten adalah antioksidan kuat yang diubah menjadi vitamin A dalam tubuh. Diet tinggi beta karoten dikaitkan dengan berkurangnya risiko penyakit jantung. Antioksidan lainnya yaitu lycopene, lebih mudah diserap oleh tubuh ketika kita mendapatkannya dari makanan yang sudah dimasak. Lycopene dikaitkan dengan berkurangnya risiko penyakit kanker prostat pada pria dan menurunnya risiko penyakit jantung. Satu penelitian menyebutkan bahwa memasak tomat akan mengurangi kadar vitamin C hingga 29% tetapi kandungan lycopene-nya lebih dari dua kali lebih banyak setelah 30 menit proses memasak. Selain itu, total kapasitas antioksidan tomat meningkat hingga lebih dari 60%. Penelitian lainnya menemukan bahwa memasak meningkatkan kapasitas antioksidan dan kandungan komponen tanaman yang ditemukan di wortel, brokoli dan zucchini.

3.      Memasak dapat membunuh mikroorganisme berbahaya

Beberapa jenis makanan tertentu akan lebih baik dimakan dalam keadaan matang, karena bila dimakan mentah dapat mengandung bakteri berbahaya. Memasak dapat secara efektif membunuh bakteri yang menyebabkan penyakit karena makanan. Meskipun begitu, buah dan sayuran secara umum aman dikonsumsi mentah, asalkan tidak terkontaminasi. Kontaminasi dapat berasal dari air, tanah, pupuk, binatang liar, metode pemrosesan yang tidak bersih, dan dalam proses menyiapkan makanan.

Siapa yang berisiko menderita penyakit akibat makanan?

Semua orang berisiko menderita sakit akibat makanan yang terkontaminasi, tetapi beberapa orang berikut ini lebih berisiko, misalnya:

·         Lansia

·         Penderita AIDS, kanker, penyakit ginjal dan penyakit kronis lainnya

·         Penderita penyakit autoimun

·         Anak di bawah usia 5 tahun

·         Ibu hamil dan bayi di dalam kandungan atau bayi baru lahir

·         Pasien pengguna obat penekan imun

·         Pasien yang menjalani pembedahan pengangkatan limpa

·         Orang dengan riwayat penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan.

Bayam, kol, tomat dan kecambah mentah adalah beberapa jenis buah dan sayur yang paling sering terkontaminasi dengan bakteri. Daging, ikan, telur dan produk susu mentah sering mengandung bakteri yang dapat menyebabkan penyakit. Bakteri yang sering ditemukan dalam makanan mentah misalnya E. coli, Listeria, dan Campylobacter. Sebagian besar bakteri tidak dapat bertahan pada suhu di atas 60°C. Sehingga proses memasak yang benar akan membunuh bakteri dan mengurangi risiko terkena penyakit akibat makanan. 

Tips untuk menyiapkan buah dan sayur dengan aman

·         Belilah dari toko yang menjual buah dan sayuran yang terpisah dari makanan mentah seperti daging sapi, unggas dan makanan laut.

·         Hindari membeli buah dan sayur yang memar atau rusak.  

·         Simpan buah dan sayur jauh dari makanan segar atau beku seperti daging sapi, unggas, dan makanan laut. Kemas makanan segar dan makanan mentah secara terpisah ketika berbelanja.

·         Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum menyiapkan makanan.

·         Cuci buah dan sayur dengan baik sebelum dimakan. Gunakan sikat untuk buah atau sayur yang keras.

·         Potong bagian buah atau sayur yang rusak.

·         Buang segera sayur atau buah yang busuk.

·         Buang bagian daun yang rusak atau bagian luar yang dekat dengan tanah, misalnya pada kol dan kubis.

Gunakan papan pemotong yang terpisah untuk makanan segar dan makanan mentah.

Jadi, Mana yang Lebih Baik, Makanan Mentah atau Matang?

Kita tidak bisa begitu saja menilai makanan lebih baik dikonsumsi dalam keadaan mentah atau matang, karena masing-masing memiliki berbagai manfaat yang berbeda. Jenis makanan tertentu akan lebih baik dikonsumsi dalam keadaan mentah, sedangkan jenis lainnya lebih baik dikonsumsi dalam keadaan matang.

Sumber gambar: www.fix.com

Beberapa jenis makanan yang lebih sehat bila dimakan mentah misalnya brokoli, kubis, bawang bombay dan bawang putih. Sedangkan makanan yang lebih sehat bila dimasak terlebih dahulu misalnya:

·         Asparagus. Setelah dimasak, dinding sel fibrosa asparagus akan pecah, sehingga folat dan vitamin A, C dan E akan lebih mudah diserap.

·         Jamur. Memasak jamur dapat membantu mendegradasi agaritine, karsinogen potensial yang ditemukan di jamur. Proses memasak juga membantu melepaskan ergothioneine, antioksidan kuat dalam jamur.

·         Bayam. Nutrisi seperti zat besi, magnesium, kalsium dan zinc akan lebih banyak tersedia ketika bayam dimasak.

·         Tomat. Memasak tomat meningkatkan antioksidan likopen dalam tomat.

·         Wortel. Wortel yang dimasak mengandung beta karoten lebih banyak dibandingkan wortel mentah.

·         Kentang. Zat pati dalam kentang hampir tidak dapat dicerna kecuali kentang dimasak terlebih dahulu.

·         Polong-polongan. Polong-polongan yang mentah atau tidak dimasak dengan dapat mengandung racun berbahaya yang disebut dengan lectin. Lectin dapat dihilangkan dengan perendaman yang tepat dan proses pemasakan.

·         Daging merah, ikan dan unggas. Dalam keadaan mentah dapat mengandung bakteri yang dapat menyebabkan penyakit.

Diet makanan mentah dapat menyebabkan orang yang menjalaninya mengalami penurunan berat badan, karena sebagain besar makanannya rendah kalori, lemak dan natrium, dan tinggi serat. Selain itu, diet makanan mentah kaya dengan vitamin, mineral, serat dan zat fitokimiawi yang dapat melawan penyakit. Meskipun begitu, ada beberapa kekurangan dalam diet makanan mentah. Orang yang mengikuti diet ini akan kekuarangan beberapa nutrisi penting, misalnya protein, zat besi, kalsium, vitamin B12, dan lainnya.

 

 

 

 

 

 

Referensi:

·         https://www.healthline.com/nutrition/raw-food-vs-cooked-food

·         https://www.healthlinkbc.ca/healthlinkbc-files/food-safety-fruits-vegetables

·         https://www.mindbodygreen.com/0-13454/3-reasons-no-one-should-be-on-a-raw-foods-diet.html

·         https://www.webmd.com/diet/a-z/raw-foods-diet