nothing
nothing
Logo_print
Pijat pada Kaki Terkilir
13-12-2018 | vidya-medicastore
 
(Sumber gambar: www.oastaug.com) Ketika terkilir (atau sering disebut keseleo), kita akan terpikir untuk segera pijat. Namun benarkah tindakan ini? Jika tidak benar, bagaimana seharusnya penanganan pada kaki terkilir? Pada kondisi apa saja pijat tidak boleh dilakukan? Simak penjelasannya berikut ini.

Terkilir adalah cedera pada ligamen. Ligamen merupakan struktur seperti pita di sekitar sendi, yang melekatkan tulang dan menyokong sendi. Ligamen pada pergelangan kaki adalah ligamen yang paling sering terkilir. Ligamen pergelangan kaki yang cedera menyebabkan peradangan, pembengkakan dan perdarahan (yang ditandai dengan adanya memar) di sekitar sendi. Pergerakan sendi akan terasa sakit.

Apa Penanganan yang Tepat untuk Terkilir?

Penanganan awal adalah PRICE (Protect, Rest, Ice, Compression, and Elevation), bersamaan dengan menjauhi HARM (Heat, Alcohol, Running, and Massage).

Sumber gambar: www.sportsmd.com

Penanganan ini disarankan untuk 48–72 jam pertama setelah pergelangan kaki cedera.

PRICE

  • Protect : lindungi dari cedera lebih lanjut (misalnya dengan menggunakan brace).
  • Rest : istirahatkan pergelangan kaki selama 48 – 72 jam setelah cedera. Pertimbangkan menggunakan tongkat berjalan. Akan tetapi, pergelangan kaki tidak boleh diistirahatkan terlalu lama karena dapat menunda penyembuhan.
  • Ice : gunakan segera setelah cedera selama 10 – 30 menit (kurang dari 10 menit hanya memiliki sedikit efek. Lebih dari 30 menit dapat merusak kulit). Jangan langsung letakkan es di kulit karena dapat menyebabkan luka dingin. Tekan dengan lembut pada area yang cedera. pengompresan ini dapat mengurangi nyeri, peradangan dan memar. Beberapa dokter menyarankan untuk mengompres selama 15 menit setiap jam sela,a 48 – 72 jam pertama.
  • Compression : penekanan dengan perban dapat mengurangi pembengkakan dan membantu sendi untuk istirahat. Jangan menggunakan perban terlalu kencang. Buka perban sebelum Anda tidur. Anda disarankan untuk membuka perban setelah 48 jam sehingga sendi dapat bergerak.
  • Elevation : bertujuan untuk membatasi dan mengurangi pembengkakan.
Sumber gambar: www.physis.uk.com

Hindari HARM Selama 72 jam setelah cedera

  • Heat : misalnya air panas, sauna, kompres panas. Panas mendorong aliran darah yang akan meningkatkan memar dan peradangan. Sehingga, panas harus dihindari ketika terjadi peradangan.
  • Alcohol : dapat meningkatkan perdarahan dan pembengkakan dan menurunkan penyembuhan.
  • Running : dapat menyebabkan cedera lebih lanjut.
  • Massage : pemijatan dapat meningkatkan perdarahan dan pembengkakan. Akan tetapi setelah 72 jam pijat ringan dapat dilakukan.

Apa yang Terjadi Bila Terburu-buru Memijat?

Apabila pemijatan dilakukan segera setelah terjadinya cedera, perdarahan dan pembengkakan dapat bertambah hebat. Perlu Anda ingat, cedera pada kaki terkilir bisa melibatkan kerusakan pada tendon, kapsul sendi, tulang, tulang rawan, saraf atau jaringan lunak lainnya. Bila pemijatan dilakukan segera dan tanpa dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu, pemijatan dapat memperberat cedera (misalnya robekan tendon atau ligamen).  

Jadi, Apakah Pemijatan Tidak Bermanfaat?

Bila dilakukan dengan benar dan cedera yang terjadi ringan, pemijatan memiliki banyak manfaat. Pemijatan dapat mengembalikan mobilitas jaringan otot yang cedera, meningkatkan performa, dan dapat membantu menjaga tubuh menjadi lebih baik dan mencegah cedera di kemudian hari.

Kontraindikasi Pemijatan

Kontraindikasi adalah situasi di mana pemijatan tidak boleh dilakukan. Anda tetap harus meminta saran dari ahli mengenai cedera yang Anda alami dan dampak pemijatan pada cedera Anda.

1. Luka terbuka

Setiap sayatan, robekan atau goresan. Anda harus menunggu hingga luka parut terbentuk dengan baik. Biasanya terjadi dalam satu atau dua minggu.

2. Putusnya otot  

Pada tahap akut, otot yang putus mungkin masih mengalami perdarahan. Pemijatan akan meningkatkan perdarahan dan kerusakan jaringan, dan memperlambat penyembuhan. Setelah 48–72 jam pertama, pemijatan dapat dilakukan tetapi bergantung pada luasnya cedera.

3. Ruptur (putusnya) tendon

Hal tersebut di atas juga berlaku pada cedera tendon. Ruptur lengkap memerlukan pembedahan bukan pemijatan.

4. Robekan sebagian pada otot dan tendon

Pemijatan dapat dilakukan setelah minimal 48 jam, dan harus lebih lama lagi pada cedera yang lebih serius.

5. Benturan

Merupakan cedera yang menyebabkan perdarahan dalam otot. Pemijatan pada cedera benturan yang terlalu cepat dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut dan dapat menyebabkan terjadinya Myositis Ossificans (pertumbuhan tulang dalam otot).

6. Luka bakar, luka lepuh dan patah tulang

Pemijatan akan menyebabkan nyeri dan kerusakan jaringan.

7. Periostitis

Merupakan peradangan pada selubung yang mengelilingi tulang. Pemijatan langsung ke tulang dapat menimbulkan iritasi. Anda dapat memijat di sekitar otot tetapi jauhi tulang.

8. Rheumatoid arthritis dan gout

Pemijatan dapat menyebabkan peradangan lebih lanjut.

9. Bursitis

Peradangan pada bursa. Bursa adalah kantung kecil berisi cairan. Bila ada nyeri, pembengkakan dan kemerahan pada kulit, pemijatan harus dihindari.

10. Myositis ossificans

Benturan yang berat atau ruptur otot dapat mengalami kalsifikasi (tumbuh tulang). Pemijatan akan membuat kerusakan lebih buruk.

11. Infeksi kulit dan jaringan lunak

Infeksi bakteri, virus dan jamur dapat menyebar ke area tubuh lainnya karena terapis. Nyeri juga dapat dikarenakan oleh infeksi, bukan cedera, sehingga pemijatan tidak akan membantu.

12. Thrombosis

Kondisi gumpalan darah vena ini jarang terjadi tetapi mematikan. Sering terjadi pada area otot betis. Nyeri berat di bagian dalam otot dapat menandakan terjadinya thrombosis. Bila area ini dipijat, gumpalan darah akan terlepas, terbawa aliran darah dan dapat merusak jantung.

13. Pembuluh darah buatan

Pembuluh darah buatan yang ditanam harus dihindari ketika memijat.

14. Penyakit gangguan darah misalnya hemophilia

Pemijatan dapat merusak jaringan dan menyebabkan terjadinya perdarahan.

15. Tumor

Bila Anda tidak yakin mengenai benjolan yang ada di otot atau kulit, jangan lakukan apapun.

16. Segala sesuatu yang Anda tidak yakin!

Pemijatan hanya boleh dilakukan oleh terapis ahli.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Anda harus memeriksakan diri ke dokter apabila Anda mengalami cedera berat atau terdapat kekhawatiran terjadinya:

  • Patah tulang atau putusnya ligamen.
  • Tulang Anda sangat nyeri.
  • Tungkai atau sendi Anda tampak berubah bentuk. Hal ini berarti terdapat fraktur (patah tulang) atau dislokasi yang memerlukan penanganan segera.
  • Hilangnya sirkulasi di kaki (rasa baal atau mati rasa, kaki dingin dengan kulit memucat atau membiru). Bila hal ini terjadi penanganan harus segera dilakukan.
  • Nyeri yang sangat hebat.
  • Anda tidak dapat berjalan atau berdiri karena cedera.
  • Memar sangat hebat.
  • Sendi tidak berkerja dengan benar atau terasa tidak stabil setelah nyeri dan bengkak berkurang. Hal ini dapat menjadi tanda adanya cedera tambahan seperti robekan tendon.

Sebagian besar kejadian terkilir membaik setelah beberapa hari, walaupun nyeri dapat dirasakan hingga beberapa minggu, terutama bila Anda mengalami cedera sendi.

 

 

 

 

 

Referensi:

  • patient.info/health/ankle-injuries-leaflet
  • www.sportsinjuryclinic.net/sport-injuries/ankle-achilles-shin-pain/sprained-ankle/sports-massage-ankle-sprains
  • www.sportsinjuryclinic.net/treatments-therapies/sports-massage