nothing
nothing
Logo_print
Kurangi Garam untuk Cegah Hipertensi
03-10-2014 | Bekti-medicastore.com
 

Nara sumber pada acara konfrensi pers “The 8th Annual Scientific Meeting of Indonesian Society of Hypertension”.

 

Menurut data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2013, jumlah prevalensi penyakit hipertensi di Indonesia adalah 25,8 % atau berarti 1 diantara 4 orang penduduk Indonesia mengidap penyakit hipertensi. Angka ini semakin bertambah besar pada kelompok usia > 45 tahun. Bahkan pada kelompok usia 55-64 tahun prevalensinya adalah 45,9 % atau sama juga berarti diantara 2 orang yang berusia 55-64 tahun, maka salah satunya hampir pasti mempunyai penyakit hipertensi. Penyakit hipertensi sendiri bukan sekedar hanya tekanan darah yang tinggi melebihi tekanan darah normal atau 140/90 mmHg, tetapi penyakit hipertensi ini juga merupakan faktor resiko utama untuk berbagai gangguan fungsi organ tubuh, misalnya otak, ginjal & jantung. Hal tersebut diungkapkan oleh dr.Nani Hersunarti, SpJP, FIHA pada acara konfrensi pers “The 8th Annual Scientific Meeting of Indonesian Society of Hypertension”, yang berlangsung tanggal 07 Maret 2014 kemarin di Jakarta.

 

Pada acara tersebut digelar workshop untuk para dokter, baik dokter umum maupun dokter spesialis yang mempunyai minat dengan masalah hipertensi. Salah satu nara sumber dalam acara tersebut, yaitu dr.Arieska Ann Soenarta, SpJP, FIHA mengemukakan mengenai kaitan konsumsi garam yang berlebih dengan penyakit hipertensi. Garam bersifat menarik air sehingga bila berlebih bisa menyebabkan kenaikan tekanan darah. Yang menjadi perhatian adalah kegemaran masyarakat Indonesia terhadap makanan yang gurih, dimana garam banyak digunakan sebagai bumbu penyedapnya. Kemudian makanan yang biasa dijadikan pelengkap makan seperti kecap, sambal botol & kerupuk juga banyak mengandung garam. Selain itu makanan cepat saji atau fast food yang semakin banyak digemari juga tinggi kandungan garamnya.  Menurut dr. Ann, anjuran konsumsi garam / hari untuk setiap orang adalah tidak lebih dari 1 sendok teh. Oleh karena itu menurutnya sebaiknya jangan membiasakan untuk menyediakan garam tambahan di meja makan supaya kita tidak terbiasa untuk menambah garam ke dalam tiap makanan yang akan disantap. Hal ini bisa mengurangi resiko konsumsi garam yang berlebih.

 

Nara sumber lain yaitu Prof.Dr.dr.Suhardjono, SpPD, KGH, KGer  menambahkan mengenai bahaya hipertensi bila tidak tertangani. Menurutnya hipertensi yang tidak tertangani akan berakibat fatal terhadap jantung, ginjal & otak serta menimbulkan komplikasi penyakit lainnya. Beban biaya yang akan ditanggung juga akan besar karena adanya kerusakan organ,  seperti misalnya biaya dialisa yang harus dikeluarkan seumur hidup akibat kerusakan pada organ ginjal yang menimbulkan gagal ginjal. “Pada intinya, pengobatan hipertensi bertujuan untuk menurunkan tingkat kesakitan & kematian akibat penyakit kardiovaskuler, stroke & ginjal. Caranya adalah dengan mengendalikan secara maksimal semua faktor resikonya seperti misalnya dengan menurunkan tekanan darah hingga < 140/90 mmHg serta menerapkan pola hidup sehat”, tambahnya.

 

 

 ROSSMAX TENSIMETER BE-701F