nothing
nothing
Logo_print
Rehabilitasi Muskuloskeletal : Layanan Holistik Non-Operatif pada Gangguan Otot-Tulang-Sendi
06-10-2015 | dr.zaky hasan-medicastore.com
 
Pelayanan rehabilitasi medik adalah pelayanan kesehatan terhadap gangguan fisik dan fungsi yang diakibatkan oleh keadaan/ kondisi sakit, penyakit atau cedera melalui paduan intervensi medik, keterapian fisik dan atau rehabilitatif untuk mencapai kemampuan fungsi yang optimal.

Pada pembukaan acara seminar bertema Rehabilitasi Muskuloskeletal: ”Layanan Holistik Non-Operatif pada Gangguan Otot-Tulang-Sendi” yang diadakan di jakarta, di awali dengan membahas pengertian dari Rehabilitasi medik, yaitu suatu bidang ilmu yang melihat seorang penderita secara terpadu (holistic) meliputi aspek fisik, psikososial, vokasional dan avokasional. Pemberian program terapi dan edukasi yang tepat dilakukan sejak dini bersamaan dengan terapi-terapi lain dari bidang ilmu kedokteran lainnya.

Padatnya pekerjaan atau aktivitas fisik seseorang dapat menyebabkan permasalahan pada otot, tulang dan sendi atau disebut sistem muskoleskeletal. Nyeri otot, tulang, sendi dan saraf terjepit adalah keluhan yang paling sering dijumpai di masyarakat kita dan hampir 80% dari masyarakat perkotaan pernah mengalami gangguan pada sistem muskoleskeletalnya dari derajat yang ringan hingga sampai yang berat dan mengganggu aktivitas sehari-hari serta dapat menyebabkan kecacatan.

Kasus gangguan muskuloskeletal hingga saat ini merupakan penyakit kedua terbanyak di seluruh dunia setelah flu atau influenza. Gangguan pada muskoloskeletal dapat diminimalisir dengan rehabilitasi medik untuk mencapai kemampuan fungsi yang optimal.

Tujuan utama dari rehabilitasi medis adalah mencegah atau mengurangi keterbatasan (impairment), hambatan (disability), dan kecacatan (handicap) dan mengupayakan agar penderita dapat menjalani aktivitas kegiatan sehari-harinya semaksimal mungkin tanpa harus mengandalkan bantuan orang lain.

Flex Free Musculoskeletal Rehabilitation Clinic adalah sebuah klinik rehabilitasi muskuloskeletal yang memberikan pelayanan pemeriksaan, diagnosis, penanganan dan pencegahan berbagai kelainan muskuloskeletal (otot, tulang, sendi, saraf) dan cedera olahraga secara menyeluruh dan tepat menggunakan metode-metode sesuai standar internasional terbaru dan selalu update yang telah dibuktikan dengan berbagai penelitian-penelitian dalam dunia kedokteran.

Di Klinik Flex Free penanganan rehabilitas medik langsung ditangani oleh tim Dokter Spesialis Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (SpKFR) yang berpengalaman dalam mengoptimalkan layanan rehabilitasi medik gangguan muskuloskeletal. Demikian beberapa kesimpulan seminar media yang diselenggarakan 9 Juni 2015 di Jakarta yang menghadirkan para ahli di bidang rehabillitasi medik.

Seminar Media Rehabilitasi Muskuloskeletal: ”Layanan Holistik Non-Operatif pada Gangguan Otot-Tulang-Sendi”

dr. Aditya Wahyudi, SpKFR, Ahli Rehabilitasi Muskuloskeletal Klinik Flex Free mengatakan “Belum banyak masyarakat mengenal istilah rehabilitasi medik. Rehabilitasi Medik merupakan pelayanan kesehatan untuk gangguan fisik dan fungsi tubuh yang diakibatkan oleh keadaan atau kondisi sakit, penyakit atau cedera melalui paduan intervensi medik untuk mencapai kemampuan fungsi yang optimal.

Layanan rehab medik harus diberikan sedini mungkin dan menjadi Pintu Pertama sejalan dengan penanganan medik yang lain melalui tindakan preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif. Karena dokter Spesialis Rehabilitasi Medik mempelajari pemahaman tentang biomekanika tubuh yang berkaitan dengan timbulnya nyeri dan menentukan penyebabnya.”

“Disiplin ilmu kedokteran Rehabilitasi Medik menggunakan media fisik dalam pengobatannya dan memfokuskan diri dalam rehabilitasi pasien, boleh dikatakan Dokter Rehab Medik mirip dengan dokter orthopedi, neurologi tetapi tanpa pisau atau non operatif. Dokter Rehab Medik tidak mengambil peran dari dokter spesialis tersebut, namun menjadi partner sepadan di dalam memberikan pelayanan terbaik untuk pasien. Dalam praktek sehari-harinya, Dokter Spesialis Rehab Medik bekerja secara tim bersama fisioterapis. Dokter Rehab akan mengumpulkan problem list pasien dan mencari solusinya.” Demikian dikatakan dr. Aditya.

Rehabilitasi Medik haruslah dibarengi dengan layanan atau terapi lainnya dari bidang ilmu kedokteran yang lain agar mencapai proses lebih optimal dan cepat untuk meminimalisir gejala sisa yang mungkin terjadi dan mencegah proses penyakit berlanjut. Dokter Rehab Medik melihat pasien secara komprehensif. Tidak hanya memberi obat saja, tetapi wajib memberikan edukasi kepada pasiennya dan menguasai penggunaan alat-alat terapi. Hal ini lah yang membedakan Dokter Spesialis Rehab Medik dengan dokter spesialis lainnya.

Sementara itu dr. Ferius Soewito, SpKFR, QWP, Ahli Rehabilitasi Muskuloskeletal Klinik Flex Free, dalam kesempatan yang sama menambahkan “Keluhan pada sistim muskuloskeletal adalah keluhan yang terjadi di bagian-bagian otot rangka seseorang mulai dari keluhan ringan hingga sangat sakit. Apabila otot menerima beban statis secara berulang dalam kurun waktu yang lama, berpotensi menyebabkan kerusakan pada sendi, ligament atau tendon. Gangguan ini disebabkan faktor aktifitas berlebihan, cedera olah raga, trauma, postur yang kurang baik, pekerjaan berulang-ulang dengan posisi tubuh yang tidak tepat, stress, pemakaian sendi berlebihan, faktor genetik, penyakit rematik dan masih banyak sebab lainnya.

“Seseorang yang mengalami gangguan atau penyakit pada sistim muskuloskeletal akan mengalami keluhan nyeri, bengkak, kekakuan, kelemahan dan kelumpuhan otot, dan segala sesuatu yang menghambat kegiatan si penderita. Rehabilitasi Medik berupaya untuk mengembalikan fungsional sistem tubuh penderita. Terkadang orang mengkonsumsi obat penghilang sakit tetapi fungsi alat gerak tubuhnya tidak kembali pada kondisi yang optimal, disinilah intervensi Rehab Medik di awal penyakit dapat mengurangi dampak buruk dengan holistic approach to management pain, yang tidak hanya mengatasi nyeri yang diderita tetapi mengembalikan kondisi tubuh terutama alat gerak lebih optimal.” imbuhnya.

dr. Arif Soemarjono, Sp.KFR, FACSM, Ahli Rehabilitasi Muskuloskeletal Klinik Flex Free, mengatakan “Kami berharap Rehabilitasi Medik menjadi first door dalam pelayanan gangguan kesehatan pada otot, tulang dan sendi, mengingat prevalensi gangguan muskuloskeletal di dunia adalah kasus penyakit terbanyak kedua setelah penyakit flu. Masyarakat masih menganggap Dokter Rehab adalah calo atau perantara sebagai rujukan dari dokter spesialis lainnya. Kehadiran Klinik Rehabilitasi Muskuloskeletal Flex Free bertujuan memberikan layanan yang terpadu dan terpusat untuk penderita kasus Pain Movement dan kasus muskuloskeletal lainnya.”

“Di klinik Flex Free pasien ditangani langsung oleh para dokter yang memiliki spesialisasi di bidang Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang berkompeten di bidangnya. Terdapat beberapa alat modern yang membantu dokter menentukan jenis kelainan secara tepat yaitu alat USG diagnostik dan alat terapi pada kasus nyeri punggung bawah atau Low Back Pain yang menggunakan alat traksi modern DTS (Decompression Therapy Spinal), yang merupakan alternatif terapi non operasi pada jepitan syaraf tulang belakang. Tidak semua klinik kesehatan serupa dengan Flex Free memiliki Dokter Spesialis Rehab Medik yang stand by setiap saat, dan siap menerima keluhan penderita dan mencarikan solusinya. Dokter Rehab Medik kami selalu mengutamakan komunikasi dan edukasi pada penderita agar keluhan berkurang, angka kekambuhan turun dan mencegah proses kerusakan berlanjut.” tutup dr. Arif.