Apotik online medicastore
1.000 lebih info tentang penyakit, gejala dan cara mengatasinya + 8.000 lebih info tentang obat-obatan + info dokter + info suplemen + alat kesehatan + artikel kesehatan + newsletter + kuis + informasi obat baru


Artikel Kesehatan
 »  Mengetahui status gizi balita anda
 »  Testosterone deficiency syndrome pada pria
 »  Kenapa terjadi bau mulut selama berpuasa?
 »  Remaja dan jerawat
» | Artikel Medicastore
5 pencegahan infeksi jamur
28/08/2008 - Oleh: Dr. Ryan S. Mulyana, Dr. Steven Januar Kusmanto, MM
Editor: Prof. DR. Dr. Jan Susilo, Sp.MK, Sp.ParK

Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis, panas dan lembab. Kondisi iklim ini yang membuat kita berkeringat lebih banyak, apalagi ditambah dengan tingkat aktifitas yang tinggi, akan membuat kulit kita rentan terhadap infeksi jamur. Infeksi jamur lebih cenderung mengenai daerah-daerah yang sering berkeringat dan lembab, seperti muka, badan, kaki, lipatan paha, dan lengan.

Sesungguhnya penularan infeksi jamur pada kulit ini disebarkan oleh spora ataupun bagian jamur yang didapatkan melalui kontak langsung dengan kulit penderita atau dibawa oleh peralatan pribadi (handuk, baju, kaus kaki, dll). Spora ini mudah tumbuh pada bagian tubuh yang lembab, sehingga suasana lembab dan berkeringat ini yang bisa mempermudah pertumbuhan jamur pada kulit.

jamur

Infeksi jamur yang paling sering di Indonesia adalah ”panu” yang disebabkan jamur Malassezia furfur yang angka kejadiannya mencapai 50% di negara yang beriklim panas dan Athlete’s foot atau infeksi jamur pada kaki.

Namun infeksi jamur ini dapat kita cegah dengan membudayakan 5 Pencegahan Infeksi Jamur sebagaimana dirumuskan oleh Prof. DR. Dr. Jan Susilo Sp.MK, Sp ParK (Spesialis Mikrobiologi Klinik dan Parasitologi Klinik), yakni:
  1. Jangan biarkan pakaian Anda basah karena keringat.
  2. Jangan bertukar handuk dengan orang lain.
  3. Gunakan kaos kaki yang menyerap keringat dan ganti setiap hari.
  4. Gunting kuku tangan dan kaki.
  5. Cuci tangan dan mandi dengan air bersih.

baju
Kebiasaan mengganti baju setiap hari dan selalu menjaga baju kita agar tetap kering wajib hukumnya, sebab baju yang berkeringat akan menciptakan kelembaban yang tinggi pada daerah badan dan punggung dan bisa menjadi tempat yang cocok bagi jamur untuk tumbuh.

Handuk
Mungkin tak pernah terbesit di pikiran kita kalau bercak putih ”panu” itu akan ada pada kulit kita yang sehat dan bersih. Namun kita harus tahu bahwa bercak keputihan ini bisa muncul jika kita bertukaran handuk dengan mereka yang menderita infeksi jamur ini, sebab pada prinsipnya infeksi jamur bisa berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya melalui alat sanitasi yang digunakan bersama-sama, terlebih lagi jika handuk itu lembab dan basah karena tidak pernah dijemur atau dicuci.

kaos kaki
Kaos kaki yang baik adalah kaos kaki yang nyaman, terbuat dari bahan katun yang menyerap keringat. Hal ini berguna agar kaki Anda tidak menjadi lembab, yang akan menjadi tempat yang nyaman untuk tumbuhnya jamur. Sebuah survey mengatakan 25% penduduk dunia menderita Athlete’s foot atau infeksi jamur pada kaki, atau satu dari setiap empat orang penduduk menderita infeksi jamur pada kakinya.

Gunting Kuku
Tak banyak dari kita yang meyadari bahwa jamur dapat tumbuh di daerah kuku dan sekitarnya. Jika ada kulit kita yang terinfeksi jamur, kadang secara tidak sengaja ingin rasanya jari ini menggaruknya sekedar untuk menghilangkan perasaan gatal tersebut. Hal itu justru akan membuat jamur itu menempel di bawah kuku kita dan mulai menginfeksi jaringan di bawah kuku, bahkan memindahkan infeksi jamur itu ke tempat atau kulit di daerah lain tubuh kita.

Air Bersih
Kebiasaan mencuci tangan dan mandi dengan air bersih juga merupakan langkah yang efektif untuk mencegah infeksi jamur. Tentunya air bersih ini juga harus memperhatikan sumbernya. Perhatikan bahwa air yang terkontaminasi jamur bisa menjadi sarana penularan yang sangat baik. Jadi mulailah kebiasaan hidup sehat dengan selalu menggunakan air bersih.

Lakukan kelima pencegahan di atas untuk menghindari infeksi jamur pada kulit. Namun jika infeksi jamur tetap terjadi, pengobatan tentunya sangat diperlukan.

Anti-jamur yang efektif hingga saat ini berasal dari golongan Azole seperti: Klotrimazol (Merek dagang – Canesten®). Obat anti-jamur dalam bentuk krim, yang memiliki pelarut (gallenic) yang terbukti secara riset klinis mampu melakukan penetrasi ke dalam lapisan kulit lebih baik. Sediaan bedak baik digunakan untuk pencegahan timbulnya jamur pada kulit, dengan mengurangi kelembaban seperti pada daerah kaki dan lipatan paha.

Sampai saat ini Canesten® dengan zat aktif Klotrimazol dipercaya oleh banyak orang mampu untuk menyingkirkan infeksi jamur. Karena uji lab yang dilakukan di Jerman menunjukkan bahwa molekul Klotrimazol pada Canesten® mampu menembus hingga lapisan kulit yang paling dalam, sehingga mampu mencabut jamur itu sampai ke akarnya.

logo 5&1canesten products

Canesten Cabut Jamur Sampai Ke Akar,
Agar Tidak Balik Lagi!

Referensi:
  • Craig G Burkhart, MD, MPH, Clinical Professor, Department of Medicine, Clinical Assistant Professor, Department of Dermatology, Section of Dermatology, Medical College of Ohio at Toledo, Ohio University School of Medicine.
  • Journal of the European Academy of Dermatology & Venereology REVIEW: Pityriasis versicolor alba Volume 19 Issue 2 Page 147, March 2005.

Dr.Ryan Dr. Ryan S. Mulyana
Dokter di RS Prima Medika, Bali. Kontributor Jurnal Kesehatan di Bali Post.
Dr.StevenDr. Steven Januar Kusmanto, MM
Dokter dari Bayer Health Care - Consumer Care Sub-divisi Dermatology.
Prof.DR.Dr.JanProf. DR. Dr. Jan Susilo, Sp.MK, Sp.ParK
Memegang dua spesialisasi, Mikrobiologi Klinik dan Parasitologi Klinik. Profesor Emeritus, Guru Besar Bagian Parasitologi Klinik FKUI-RSCM. Saat ini berpraktek di Klinik Exacta, Jakarta Barat.




Total Hit : 10127
Total IP Address : 1775



Untitled Document
Kirim Artikel ini ke teman anda
Nama anda
Email anda
Nama teman
Email teman
 
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.