| |
Kembali saya ingin berbagi pengalaman dengan ibu-ibu yang sedang menanti kelahiran calon buah hatinya, terutama anak pertama. Baru-baru ini saya berbicara dengan suami saya mengenai teman saya yang belum juga melahirkan, padahal usia kandungannya sudah lebih dari 40 minggu. Menurut suami, teman kami itu sering mengeluh kalau dia malas bergerak, dia memilih lebih banyak berdiam di rumah apabila tidak sedang ke kantor. Pagi ini saya menerima berita kalau akhirnya dia melahirkan bayinya dengan cara operasi ceasar, karena meskipun diinduksi, tidak ada "bukaan" sedikitpun.
Hal serupa juga terjadi pada keponakan saya yang seharusnya melahirkan bersama-sama dengan saya akhir tahun lalu, karena begitu sayangnya dia dengan si bayi, sehingga dia memilih lebih banyak tidur dan beristirahat pada usia kehamilan akhir. Ketika itu sayalah yang banyak disalahkan oleh kakak-kakak ipar yang sering melihat kalau hampir tiap hari saya berjalan-jalan entah ke mall atau malah keluar kota. Dan ternyata saat masanya tiba, ketika saya dibawa ke RS, dokter yang memeriksa bilang kalau saya sudah "bukaan 6" padahal saya cuma merasa mules-mules biasa. Malah pertama saya merasa mules, saya masih berbelanja ke Hero. Karena sudah tidak tahan, akhirnya saya dibawa ke RS. Proses kelahirannya hanya 1.5 jam. Sedangkan keponakan saya bayinya meninggal karena tidak juga bisa keluar dari perut sehingga terbelit tali plasenta.
Dari dua kejadian di atas, saya ingin berbagi kepada para calon ibu, sebaiknya janganlah malas untuk bergerak meskipun rasanya berat sekali badan kita. Tapi dengan bergerak selain membiasakan diri kita dalam menghadapi proses kelahiran yang berat nanti, juga merangsang bayi agar segera menempati tempatnya di jalan lahir. Semoga ini bermanfaat bagi semua dan anda sekalian segera dapat menimang si buah hati yang sehat dan kuat. sumber: Irma Safitri – Jakarta. Diambil dari ibuhamil.com.
Olahraga sangat baik untuk kehamilan, karena dapat meningkatkan suasana hati, memperbaiki kualitas tidur serta mengurangi rasa nyeri & sakit karena kehamilan. Olahraga juga dapat mempersiapkan tubuh menghadapi proses kelahiran kelak, karena olahraga dapat menguatkan otot & membangun daya tahan tubuh. Selain itu olahraga juga mempermudah wanita untuk kembali bugar setelah melahirkan.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai informasi tersebut, dapat dilihat pada artikel kesehatan terbaru dari medicastore yang berjudul :

Klik disini
Latihan tubuh yang ideal akan dapat memompa jantung, membuat tubuh lentur, menstabilkan berat badan & membantu memepersiapkan otot tanpa mengakibatkan tubuh mengalami tekanan yang berlebihan.
Jika ibu hamil mengalami masalah kesehatan seperti asma, penyakit jantung atau diabetes, maka olahraga bisa jadi tidak dianjurkan. Selain itu latihan olahraga juga dapat membahayakan apabila ibu hamil mengalami kondisi seperti berikut ini, yang medicastore ambil dari www.webmd.com :
- Mengalami perdarahan atau flek.
- Plasenta yang rendah.
- Adanya ancaman keguguran atau pernah mengalami keguguran sebelumnya.
- Pernah mengalami kelahiran prematur sebelumnya.
- Mempunyai kandungan yang lemah.
Tetapi selain ibu hamil dengan kondisi seperti diatas, maka aktifitas dalam artikel berikut ini aman untuk dilakukan oleh ibu hamil, meskipun ada beberapa jenis kegiatan yang tidak dapat dilakukan saat bulan-bulan terakhir kehamilan. Pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang menangani kehamilan sebelum melakukan kegiatan olahraga atau aktifitas fisik apapun.
|
|
|