nothing
TENAPRIL TABLET 2,5 MG
nothing
Medicastore
TENAPRIL TABLET 2,5 MG
 
GOLONGAN

Untuk pembelian obat ini harus menggunakan resep dokter, silahkan hubungi call center kami untuk informasi pemesanan selanjutnya.

Telp : (021) 29323456

 
KANDUNGAN
Ramipril 2.5 mg.
 
INDIKASI
  • Hipertensi, dapat digunakan tunggal atau dikombinasikan dengan diuretik tipe tiazid.
  • Gagal jantung kongestif pada beberapa hari setelah menderita infark miokardial akut.
  •  
    KONTRA INDIKASI
  • Hipersensitif terhadap obat ini.
  • Pasien dengan riwayat angioedema berhubungan dengan pengobatan sebelumnya dengan menggunakan penghambat ACE.
  •  
    PERHATIAN
  • Pasien dengan riwayat angioedema yang tidak berkaitan dengan penghambat ACE memungkinkan terjadinya peningkatan risiko angioedema saat menerima penghambat ACE.
  • Reaksi anafilaktoid dilaporkan terjadi pada pasien dialisis dengan membran high-flux dan pengobatan bersamaan dengan penghambat ACE.
  • Ramipril dapat menyebabkan gejala hipotensi, setelah dosis awal atau pada peningkatan dosis.
  • Penghambat ACE dapat menyebabkan sindrom yang diawali dengan ikterus kolestatik dan nekrosis hati yang fulminan dan kadang kematian.
  • Penghambat ACE lain, seperti kaptopril, dapat menyebabkan agranulositosis dan depresi sumsum tulang, lebih sering terjadi pada pasien dengan gangguan ginjal, terutama jika juga berpenyakit vaskular kolagen seperti lupus eritematosus sistemik atau skleroderma. Studi klinis tidak menunjukkan bahwa ramipril tidak menyebabkan agranulositosis.
  • Penghambat ACE dapat menyebabkan morbiditas fetal dan neonatal dan kematian bila diberikan pada wanita hamil, jika diketahui hamil maka penggunaan penghambat ACE segera dihentikan.
  • Pasien gagal jantung kongestif berat dengan fungsi ginjal terganggu, pengobatan dengan penghambat ACE, termasuk ramipril dapat menyebabkan oliguria dan/atau progressive azotemia dan (jarang terjadi) gagal ginjal akut dan/atau kematian.
  • Dalam studi klinis, hiperkalemia (serum K > 5,7 mEq/l) terjadi pada „b 1% pada pasien hipertensi yang menggunakan ramipril.
  • Pernah dilaporkan penghambat ACE dapat menyebabkan batuk tidak produktif, batuk akan hilang bila pengobatan dengan ramipril dihentikan.
  • Pasien dengan kerusakan fungsi hati dapat meningkatkan kadar ramipril dalam plasma.
  • Bila obat ini harus diberikan pada wanita yang sedang menyusui, maka pemberian ASI harus dihentikan.
  • Keamanan penggunaan pada anak-anak belum diketahui dengan pasti.
  •  
    EFEK SAMPING
    Seluruh tubuh: Reaksi anafilaktoid.
  • Kardiovaskular: gejala hipotensi, sinkop, angina pektoris, aritmia, nyeri dada, palpitasi, infark miokard, serebrovaskular.
  • Hematologi: pansitopenia, anemia hemolitik, dan trombositopenia.
  • Ginjal: peningkatan nitrogen urea dalam darah dan kreatinin serum terutama pemberian ramipril bersama dengan diuretik.
  • Edema angioneurotik: pada studi klinis 0,3% pasien dilaporkan mengalami edema angioneurotik
  • Batuk: batuk yang gatal, kering, menetap dan non produktif dilaporkan terjadi dengan penggunaan penghambat ACE. Batuk akan hilang segera setelah menghentikan pengobatan.
  • Gastrointestinal: pankreatitis, sakit perut, anoreksia, konstipasi, diare, mulut kering, dispepsia, disfagia, gastroenteritis, hepatitis, mual, peningkatan air liur, gangguan indera pengecap, dan muntah.
  • Dermatologik: reaksi hipersensitivitas (seperti urtikaria, pruritus, atau rash, dengan/tanpa demam), eritema, pemfigus, fotosensitivitas dan purpura.
  • Neurologik dan psikiatrik: Ansietas, amnesia, konvulsi, depresi, kekurangan pendengaran, insomnia, resah, neuralgia, neuropati, kesemutan, rasa kantuk, tinitus, tremor, vertigo dan gangguan penglihatan.
  • Lain-lain: Kompleks gejala pernah dilaporkan, meliputi: ANA (Antinuclear antibodies) positif, peningkatan kecepatan sedimentasi eritrosit, artritis/artralgia, mialgia, demam, vaskulitis, eosinofilia, fotosensitivitas, rash dan manifestasi dermatologik lainnya. Terjadinya eosinophilic pneumonitis pernah dilaporkan juga.
  •  
    INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL
    C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.
     
    KEMASAN
    Box isi 5 strip @ 6 kaplet.
     
    DOSIS
    Hipertensi
  • Dosis awal tanpa pemakaian diuretik: 2,5 mg, 1 x sehari.
  • Dosis disesuaikan dengan respon tekanan darah.
  • Dosis pemeliharaan pada orang dewasa: 2,5-20 mg perhari, 1 atau 2 kali sehari. Jika respon tekanan darah berkurang dengan pemberian sekali sehari pada akhir interval pemberian obat, dosis ditingkatkan atau pemberian obat dibagi menjadi 2 x sehari.
  • Bila tekanan darah tidak dapat dikontrol hanya dengan ramipril, dapat ditambahkan dengan diuretik.

    Gagal jantung setelah infark miokard
  • Pada pasien dewasa setelah infark miokardial yang secara klinis menunjukkan gagal jantung kongestif, terapi ramipril dimulai 2 hari setelah infark miokard.
  • Dosis awal: 2,5 mg, 2 x sehari, jika terjadi hipotensi dosis dikurangi menjadi 1,25 mg, 2 x sehari.
  • Dosis ditingkatkan hingga 5 mg, 2 x sehari.
  • Setelah pemberian dosis awal ramipril, pasien harus diawasi selama paling sedikit 2 jam, sampai tekanan darah telah stabil selama paling sedikit 1 jam berikutnya. Untuk memperkecil kemungkinan terjadinya hipotensi, dosis dari diuretik yang digunakan bersamaan, harus dikurangi, jika memungkinkan. Hipotensi setelah pemberian dosis awal tidak menghalangi penyesuaian dosis, setelah hipotensi dapat diatasi.

    Dosis pada pasien gangguan ginjal
  • Pasien dengan bersihan kreatinin < 40 ml/menit/1,73 m2 (serum kreatinin > 2,5 mg/dl), dosis diberikan 25% dari dosis normal.
  • Pasien hipertensi dengan gangguan ginjal, dosis awal 1,25 mg, 1 x sehari. Kemudian dosis ditingkatkan tergantung toleransi individual dan respon tekanan darah hingga dosis maksimum 5 mg perhari.
    Pasien gagal jantung dengan gangguan ginjal, dosis awal 1,25 mg, 1 x sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 1,25 mg, 2 x sehari dan hingga mencapai dosis maksimum 2,5 mg, 2 x sehari tergantung pada respon klinis dan tolerabilitas pasien.
  •  
    PENYAJIAN
    Dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau tidak
     
    HARGA    
    Harga normal : Rp. 154.000/kemasan
    Harga M : Rp. 127.050/kemasan
    Hemat : Rp. 26.950/kemasan
    Harga tersebut diatas tidak mengikat dan sewaktu-waktu dapat berubah.
    Untuk pemesanan dan pembelian, silahkan hubungi dahulu ke call centre kami di:
    Telp:021 - 2932 3456
    SMS:0857 8240 4030
    Pin BB:25A1F541
    Email:order@medicastore.com
    Jam Operasional Apotik Medicastore :
    Senin - Jumat:08.00-19.00
    Sabtu:08.00-13.00
     
    PABRIK
    Dexa Medica.
     
    Nutracare

    Penyakit Terkait
     
    Artikel Terkait

    Info Penyakit

    Insomnia
    Insomnia

    Deskripsi : Insomnia adalah gejala kelainan dalam
    Baca selengkapnya »

    Infeksi Bakteri Pada Mata
    Infeksi Bakteri Pada Mata

    Deskripsi : Infeksi bakteri pada mata bisa
    Baca selengkapnya »

    Tentang Produk

    NEO KAOMINAL SUSPENSI

    Suspensi 60 ml.

    ITRAKONAZOL CAPSUL 100 MG

    Kapsul 100 mg x 3 x 10 biji.

    Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
    Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
    ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
    All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com