| EPOGLOBIN |
| |
GOLONGAN
 |
| |
KANDUNGAN Recombinant human erythropoietin / Rekombinan Eritropoietin manusia.. |
| |
INDIKASI Anemia akibat insufisiensi ginjal, termasuk gagal ginajl kronik yang menjalani terapi hemodialisis maupun non hemodialisis. Anemia pada pasien yang terinfeksi HIV. |
| |
KONTRA INDIKASI Hipertensi yang tidak terkontrol. Hipersensitif terhadap produk biologi. |
| |
PERHATIAN Lakukan pemantauan tekanan darah pada pasin hipertensi. Riwayat hipersensitif terhadap obat. Riwayat infark miokard, infark paru atau emboli di otak. Perdarahan otak. |
| |
EFEK SAMPING Syok (hentikan penggunaan). Jarang : hipertensi, takikardi. Kadang-kadang : peningkatan bilirubin, mual, muntah, anoreksia. |
| |
INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin. |
| |
KEMASAN Vial 6.000 iu x 1 |
| |
DOSIS Pasien Gagal ginjal Kronik : Awal 50 u/kg intra vena selama 1-2 menit. Diberikan 3 kali seminggu, dapat ditingkatkan sebesar 25 u/kg berat badan dalam waktu 4 minggu. Jika kadar hemoglobin meningkat lebih dari 2 gram/dl pada dosis 50 u/kg berat badan, dikurangi frekuensi pemberian menjadi 2 kali seminggu. Dosis pemeliharaan : 25-50 u/kg berat badan, diberikan 2-3 kali seminggu. Maksimal : 200 u/kg berat badan, tidak boleh diberikan lebih dari 3 kali seminggu. pasien yang ikut serta program donor darah : 150-300 u/kg berat badan, diberikan secara intra vena 2 kali semingu selama 3 minggu. Maksimal : 600 u/kg berat badan secara intra vena 2 kali seminggu selama 3 minggu. |
| |
PENYAJIAN Tak ada pilihan |
| |
 |
HARGA :
Rp. 0. Data hanya sebagai informasi
|
|
|
| |
PABRIK Ikapharmindo |
| |