INDIKASI Amenore sekunder, perdarahan rahim abnormal akibat ketidakseimbangan hormon pada ketidakadaan patologi organik.
KONTRA INDIKASI
Pasien dengan karsinoma payudara atau organ reproduksi (diketahui atau diduga ketergantungan estrogen).
Tromboflebitis, gangguan tromboembolik, apopleksi serebral (perdarahan dalam otak) atau pasien dengan riwayat kondisi ini di masa lalu.
Disfungsi atau penyakit hati.
Diketahui atau diduga terdapat keganasan pada payudara dan organ genital.
Perdarahan vagina tak terdiagnosa.
Aborsi yang tak disengaja (keguguran).
Untuk diagnosis kehamilan.
PERHATIAN
Timbulnya manifestasi dini dari kelainan trombosis (tromboflebitis, penyakit serebrovaskuler, emboli paru, dan trombosis retina).
Hentikan terapi jika terjadi kehilangan pendengaran parsial/sebagian atau komplit secara mendadak, atau onset mendadak dari proptosis, diplopia, atau migren.
Jika diketahui ada papiledema atau lesi vaskuler retina pada pemeriksaan, hentikan terapi.
Epilepsi, migren, asma, disfungsi jantung atau ginjal, diabetes.
Riwayat depresi psikis.
Hamil (4 bulan pertama), menyusui.
EFEK SAMPING Payudara lunak, galaktore (mengalirnya air susu darai payudara secara spontan dan deras di antara waktu menyusui atau setelah anak disapih), urtikaria (biduran), gatal-gatal, jerawat, alopesia (kebotakan), hirsutisme (pertumbuhan rambut berlebihan pada wanita menurut pola pertumbuhan rambut laki-laki), tromboflebitis, emboli paru, susah tidur, ketagihan tidur, kelelahan, depresi, pusing, dan sakit kepala. Anafilaksis, reaksi seperti anafilaktoid, mual, pireksia, perubahan pada berat badan, muka bulan.
INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL X: Penelitian pada manusia dan hewan telah menunjukkan janin yang abnormal atau ada kejadian berbahaya pada janin berdasarkan pengalaman manusia atau keduanya, dan risiko penggunaan obat pada wanita hamil jelas melampaui keuntungannya. Obat dikontraindikasikan pada wanita yang sedang atau akan hamil.
KEMASAN Tablet 5 mg x 3 x 10 butir.
DOSIS
Amenore sekunder : 5-10 mg/hari selama 5-10 hari. Untuk memicu suatu transformasi sekretori optimum dari endometrium yang cukup baik dengan estrogen endogenosa atau eksogenosa : 10 mg/hari selama 10 hari. Perdarahan putus obat biasanya terjadi dalam waktu 3-7 hari setelah penghentian terapi.
Perdarahan rahim abnormal akibat ketidakseimbangan hormon pada ketidakadaan patologi organik : dimulai pada hari ke-16 atau ke-21 siklus menstruasi, 5-10 mg diberikan per hari selama 5-10 hari.
PENYAJIAN Dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau tidak