| CORDIZEM |
| |
GOLONGAN
 |
| |
KANDUNGAN Diltiazem |
| |
INDIKASI Angina pektoris, meredakan serangan agina pada penderita variant angina. |
| |
KONTRA INDIKASI Blok atrio ventrikular derajat 2-3, hipotensi, syok kardiogenik, gangguan irama sinus, hamil, wanita usia subur, hipersensitif terhadap diltiazem, infark miokard akut dan kongesti paru. |
| |
PERHATIAN - Penderita bradikardia berat atau blok atau blok atrio ventrikular derajat 1. - penghentian terapi harus dilakukan secara bertahap. - Payah jantung kongestif. - Anak - Laktasi. Interaksi Obat : - digoksin, β-bloker, antihipertensi, karbamazepin, anestetik. |
| |
EFEK SAMPING Nyeri kepala, pusing, gangguan saluran cerna, bradikardia, peningkatan SGPT, SGOT dan fosfatase alkalin, hipersensitif seperti erupsi, eritematosis multiformis, ruam, pruritus. |
| |
INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin. |
| |
KEMASAN Tablet 30 mg x 5 x 10. |
| |
DOSIS 4 x sehari 30 mg, bila perlu dapat ditingkatkan sampai dengan 360 mg perhari. Diberikan sebelum makan dan sebelum tidur. |
| |
PENYAJIAN Dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau tidak |
| |
 |
HARGA :
Rp. 0. Data hanya sebagai informasi
|
|
|
| |
PABRIK Kimia Farma. |
| |
|
|