nothing
Informasi Tumor usus halus - medicastore.com
nothing
Medicastore
Tumor Usus Halus

Tumor_usus_halus.JPG

Sumber : http://www.cancer.gov

 
DEFINISI

Kebanyakan tumor usus halus bersifat jinak. Tumor jinak pada usus halus meliputi : lipoma (dari sel-sel lemak), neurofibroma (dari sel-sel saraf), fibroma (dari jaringan ikat), dan leiomioma (dari sel-sel otot).

Tumor ganas pada usus halus kurang sering terjadi. Jenis tumor ganas yang paling banyak ditemukan pada usus halus adalah adenokarsinoma. Selain itu ada juga tumor ganas lain pada usus halus yang jarang ditemukan, yaitu tumor karsinoid, limfoma, dan leiomyosarkoma.

TUMOR JINAK

Kebanyakan tumor jinak usus halus tidak menimbulkan gejala. Namun, tumor yang berukuran besar dapat menimbulkan adanya darah pada tinja, sumbatan usus sebagian atau total, atau dapat juga terjadi strangulasi usus jika satu bagian usus memasuki bagian usus di depannya (intususepsi). Beberapa tumor jinak menghasilkan hormon atau zat seperti hormon yang dapat menimbulkan gejala seperti diare atau kemerahan pada kulit.

Untuk diagnosa bisa dilakukan pemeriksaan endoskopi untuk melihat adanya tumor serta mengambil contoh untuk pemeriksaan mikroskopik. Foto rontgen barium dapat memperlihatkan seluruh usus halus dan bisa digunakan untuk menggambarkan keadaan tumor.

Arteriografi (foto rontgen yang diambil setelah zat warna disuntikkan ke dalam pembuluh darah) bisa dilakukan pada pembuluh darah usus, terutama bila tumornya berdarah.

Teknetium radioaktif bisa disuntikkan ke dalam pembuluh darah dan dilihat hasilnya pada foto rontgen. Prosedur ini membantu menentukan lokasi dari tumor yang berdarah.

Pertumbuhan kecil yang jinak pada usus halus dapat dihancurkan dengan terapi yang diberikan melalui endoskopi. Terapi ini dapat berupa pemberian elektrokauter atau terapi pemanasan pada pertumbuhan yang terjadi dan fototerapi laser. Untuk tumor yang berukuran besar atau adanya perdarahan dapat dilakukan pembedahan.

TUMOR GANAS

Adenokarsinoma pada usus halus kemungkinan berasal dari suatu adenoma. Kebanyakan tumor terjadi di duodenum. Faktor risiko lain untuk terjadinya adenokarsinoma adalah penyakit Crohn, penyakit celiac, riwayat pembedahan pada usus halus sebelumnya, dan neurofibromatosis. Adenokarsinoma dapat menimbulkan gejala sumbatan pada usus atau perdarahan.

Tumor karsinoid terjadi pada sel-sel glandular yang melapisi usus halus. Ileum adalah bagian yang paling sering terkena tumor karsinoid. Tumor karsinoid seringkali menghasilkan hormon yang menyebabkan timbulnya diare dan kemerahan pada kulit. Kemoterapi terkadang dapat membantu untuk mengendalikan gejala yang ada.

Limfoma merupakan kanker pada sistem limfatik. Limfoma dapat terjadi pada bagian tengah (jejunum) atau bagian bawah (ileum) dari usus halus. Limfoma dapat menyebabkan bagian usus yang terkena menjadi kaku atau memanjang. Kanker ini paling sering terjadi pada orang-orang yang mengalami penyakit celiac tetapi tidak diobati. Kemoterapi dan terapi radiasi dapat membantu untuk mengendalikan gejala-gejala yang ada dan terkadang dapat memperpanjang harapan hidup penderita.

Leiomyosarkoma merupakan kanker pada sel-sel otot polos. Kanker ini dapat terjadi pada dinding usus halus. Kemoterapi dapat sedikit memperpanjang masa harapan hidup penderita setelah pembedahan untuk mengangkat leiomyosarkoma.

Diagnosis kanker usus halus dibuat berdasarkan hasil foto rontgen barium, endoskopi atau pembedahan eksplorasi, dan dikonfirmasi dengan biopsi.

Pengobatan diberikan berdasarkan lokasi, ukuran, dan bentuk tumor, serta apakan telah terjadi penyebaran atau tidak. Pilihan terapi yang terbaik adalah pengangkatan tumor. Kemoterapi dan terapi radiasi mungkin dapat membantu.

Sarkoma Kaposi

Sarkoma Kaposi yang sangat ganas, terutama terjadi di Afrika dan pada penerima organ cangkokan serta penderita AIDS. Tumor ini bisa dimulai di bagian usus mana saja, tetapi biasanya dimulai dari lambung, usus halus atau di akhir usus besar.

Walaupun biasanya tidak menimbulkan gejala, penderita bisa mengalami diare dan tinjanya bisa mengandung protein dan darah. Bisa terjadi intususepsi (masuknya sebagian usus ke dalam usus di dekatnya), cenderung menyumbat usus dan menghentikan aliran darah ke usus, sehingga perlu dilakukan pembedahan darurat. Sarkoma Kaposi juga bisa muncul sebagai bintik merah keunguan di kulit.

Untuk memperkuat diagnosis, perlu dilakukan pembedahan eksplorasi.

Penanganan yang diberikan adalah dengan melakukan pengangkatan tumor melalui pembedahan.

PENGOBATAN

Penanganan tumor usus halus tergantung dari tipe & stadium kanker. Seringkali dibutuhkan lebih dari 1 jenis pengobatan. Berikut adalah jenis-jenis pengobatan yang dilakukan untuk adenokarsinoma usus halus :

Pembedahan

Pembedahan merupakan terapi utama untuk kanker usus halus & seringkali merupakan terapi satu-satunya. Saat ini, pembedahan adalah satu-satunya terapi yang bisa mengobati kanker usus halus. Jenis pembedahan yang dilakukan tergantung dari beberapa faktor, termasuk diantaranya ukuran & lokasi dari tumor serta apakah pasien mempunyai penyakit serius pada organ tubuh lainnya.

kemoterapi

Kemoterapi dilakukan dengan cara memberikan obat anti kanker, baik yang disuntikkan ke pembuluh darah atau otot maupun yang dikonsumsi secara oral (melalui mulut) untuk membunuh sel kanker. Karena obat dapat memasuki pembuluh darah & bisa mencapai sel kanker di manapun, maka terapi ini berguna terutama untuk kanker yang sudah bermetastasis (menyebar). Tetapi adenokarsinoma usus halus tidak sensitif terhadap kemoterapi, oleh karena itu kemoterapi tidak sering digunakan sebagai terapi utama untuk kanker jenis ini. Melainkan hanya digunakan jika kanker sudah menyebar ke organ lain.

Ketika kemoterapi diberikan setelah tumor di angkat melalui pembedahan, maka disebut dengan terapi adjuvan. Pada kondisi ini maka kemoterapi dimaksudkan untuk menyingkirkan sel kanker yang mungkin terlewat saat pembedahan. Hal ini akan memperkecil kemungkinan sel kanker untuk muncul kembali. Kemoterapi adjuvan sering digunakan pada kanker usus besar, tetapi belum tahu apakah bisa bekerja sama baiknya pada kanker usus halus. Beberapa obat yang digunakan untuk kemoterapi adalah :

  • Capecitabine
  • 5-Fluorouracil
  • Oxaliplatin
  • Irinotecan

    5-Fluorouracil seringkali diberikan dengan obat yang menyerupai vitamin yaitu Leucovorin untuk meningkatkan daya kerjanya. Karena kanker usus halus termasuk jarang terkadi, maka hanya sebagian kecil pasien yang diberikan kemoterapi. Hal ini mempersulit untuk mengetahui obat mana yang bekerja lebih baik. Beberapa obat kombinasi bekerja dengan baik pada kanker usus halus tingkat lanjut seperti misalnya Capecitabine & Oxaliplatin (disebut dengan Capox), 5-Fluorouracil & Leucovorin dengan Oxaliplatin (disebut dengan Folfox)serta 5-Fluorouracil & Leucovorin dengan Irinotecan (Folfiri).

    Obat kemoterapi selain membunuh sel kanker juga bisa merusak sel normal, sehingga menyebabkan terjadinya beberapa efek samping. Efek samping yang dialami tergantung dari jenis obat, jumlah yang dikonsumsi & jangka waktu perawatan . Beberapa efek samping yang bisa sementara dialami adalah :
  • Mual & muntah
  • Hilangnya nafsu makan
  • Rambut rontok
  • Sariawan di mulut
  • Jumlah sel darah yang rendah
  • Meningkatnya resiko infeksi, disebabkan oleh berkurangnya sel darah putih
  • Terjadinya pendarahan atau memar setelah luka potong yang kecil atau cedera, yang disebabkan oleh berkurangnya platelet darah
  • Fatigue (rasa lelah) atau nafas pendek, yang disebabkan oleh berkurangnya jumlah sel darah merah.

    Efek samping lain yang dapat terjadi tergantung dari jenis obat yang digunakan. Untuk itu bisa digunakan obat-obatan untuk mencegah atau meminimalkan efek samping dari kemoterapi yang dijalani. Contohnya dokter dapat memberikan obat anti muntah untuk membantu mengatasi rasa mual & muntah yang dialami. Contoh obat yang bisa digunakan untuk mengatasi mual & muntah adalah Metoclopramide, Domperidone dan Ondansetron

    Terapi radiasi / radioterapi

    Faktor utama dalam memilih pengobatan yang tepat tuntuk adenokarsinoma usus halus adalah ukuran tumor & lokasi tumor, kemudian juga apakah tumor sudah menyebar ke kelenjar getah bening, hati, tulang atau organ lainnya. Selain itu faktor lain yang juga dipertimbangkan adalah apakah ada kondisi medis yang serius & apakah tumor menimbulkan gejala yang mengganggu.
  • REFERENSI

    - L, Elliot M. Small-Intestine Cancer. Merck Manual. 2013.

    - L, Elliot M. Small-Intestine Tumors That Are Noncancerous. Merck Manual. 2013.

    - American Cancer Society. Small Intestine Cancer. 2013.

    Info Penyakit

    Infeksi Usus Cryptosporidiosis
    Infeksi Usus Cryptosporidiosis

    Deskripsi : Cryptosporidiosis adalah infeksi usus yang
    Baca selengkapnya »

    Perdarahan Rahim Disfungsional
    Perdarahan Rahim Disfungsional

    Deskripsi : Perdarahan rahim disfungsional adalah perdarahan
    Baca selengkapnya »

    Tentang Produk

    AMOXIL BID TABLET 875 MG

    Tablet 875 mg x 20 biji..

    OSCAL CAPSULE 0,25 MCG

    Kapsul 0,25 mcg x 30's.