nothing
Dialisis (Cuci Darah) - medicastore.com
nothing
Medicastore
Dialisis

Dialisa.JPG

Sumber : https://www.sgh.com.sg

 
DEFINISI

Dialisis adalah proses buatan untuk membuang zat-zat sisa metabolik dan kelebihan cairan dari dalam tubuh. Proses ini dibutuhkan jika ginjal tidak berfungsi dengan baik.

PENYEBAB

Ada sejumlah alasan mengapa dialisis perlu dilakukan, tetapi yang paling sering adalah ketidakmampuan ginjal untuk menyaring produk sisa dari dalam darah (gagal ginjal). Dialisis dilakukan jika gagal ginjal menyebabkan:

  • Kelainan fungsi otak
  • Tertahannya cairan dalam tubuh 
  • Gangguan kadar garam atau keasaman dalam darah
  • Fungsi ginjal yang sangat menurun
  • Gagal jantung
  • Gejala-gejala lain yang berat, misalnya muntah-muntah dan penurunan berat badan

Dialisis bisa digunakan sebagai pengobatan jangka panjang untuk gagal ginjal kronis atau sebagai pengobatan sementara sebelum penderita menjalani pencangkokan ginjal. Pada gagal ginjal akut, dialisis dilakukan hanya selama beberapa hari atau beberapa minggu, sampai fungsi ginjal kembali normal.

 

GEJALA

Ada 2 jenis dialisis, yaitu hemodialisis dan dialisis peritoneal.

Pada hemodialisis, darah dikeluarkan dari tubuh penderita dan dipompa ke dalam mesin yang akan menyaring zat-zat sisa dari dalam darah dan kemudian darah yang sudah bersih dikembalikan lagi ke dalam tubuh penderita. Jumlah total cairan yang dikembalikan dapat disesuaikan.

Pada dialisis peritoneal, selaput yang meliputi organ-organ perut berfungsi sebagai penyaring. Selaput ini memiliki permukaan yang luas dan kaya pembuluh darah. Zat-zat di dalam darah bisa dengan mudah keluar melalui peritoneum ke dalam rongga perut. Cairan khusus (dialysate) dimasukkan ke dalam rongga perut dan didiamkan untuk waktu tertentu, sehingga zat-zat sisa bisa perlahan-lahan keluar dari dalam darah. Kemudian cairan dialysate dikeluarkan dan diganti dengan cairan yang baru.

Pada tindakan dialisis, ada berbagai komplikasi yang bisa terjadi, misalnya:

- Komplikasi akibat hemodialisis

Komplikasi Penyebab
Demam
  • Bakteri atau zat penyebab demam (pirogen) di dalam darah
  • Dialysate terlalu panas
  • Reaksi anafilaksis yg berakibat fatal
  • Alergi terhadap zat di dalam mesin
  • Tekanan darah rendah
  • Tekanan darah rendah Terlalu banyak cairan yg dibuang
    Gangguan irama jantung Kadar kalium dan zat lainnya yang abnormal dalam darah
    Emboli udara Udara memasuki darah di dalam mesin
    Perdarahan usus, otak, mata atau perut Penggunaan heparin untuk mencegah pembekuan darah

    - Komplikasi yang bisa terjadi akibat dialisis peritoneal antara lain:

    1. Infeksi, perdarahan, atau terbentuknya jaringan parut yang bisa menyebabkan sumbatan di usus
    2. Perforasi organ dalam pada saat memasukkan selang
    3. Kebocoran cairan di sekitar selang atau ke dalam dinding perut
    4. Sumbatan aliran cairan oleh bekuan darah
    5. Penurunan kadar protein (albumin)
    6. Hernia perut dan selangkangan
    7. Sembelit
    DIAGNOSA

    HEMODIALISIS

    Hemodialisis adalah suatu tindakan di mana darah dikeluarkan dari tubuh penderita dan beredar dalam sebuah mesin diluar tubuh yang disebut dialyzer. Prosedur ini memerlukan jalan masuk ke aliran darah. Untuk memenuhi kebutuhan ini, maka dibuat suatu hubungan buatan diantara arteri dan vena melalui pembedahan.

    Pada hemodialisis, darah penderita mengalir melalui suatu selang yang dihubungkan ke pembuluh darah dan dipompa ke dalam dialyzer. Di dalam mesin dialyzer, limbah metabolik dan zat-zat racun di dalam darah disaring dan darah yang telah dicuci lalu dikembalikan ke dalam tubuh penderita.

    Hemodialisa Dialisa Peritoneal

    DIALISIS PERITONEAL

    Pada dialisis peritoneal, yang bertindak sebagai penyaring adalah peritoneum (selaput yang melapisi perut dan membungkus organ perut). 

    Cairan dimasukkan melalui sebuah selang kecil yang menembus dinding perut ke dalam rongga perut. Cairan harus dibiarkan selama waktu tertentu sehingga limbah metabolik dari aliran darah secara perlahan masuk ke dalam cairan tersebut. Kemudian cairan dikeluarkan, dibuang dan diganti dengan cairan yang baru.

    Dialisis peritoneal tidak boleh dilakukan pada penderita yang:
    - menderita infeksi dinding perut
    - memiliki hubungan abnormal antara dada dan perut
    - baru saja menjalani pencangkokkan pembuluh darah buatan di dalam perut
    - memiliki luka baru di perut

    PENGOBATAN

    Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

    - Asupan makan

    Orang-orang yang menjalani dialisa membutuhkan asupan makan khusus.

    Orang-orang yang menjalani dialisis peritoneal, nafsu makan biasanya buruk, dan protein terbuang saat dilakukan dialisis. Oleh karena itu, asupan makan harus mengandung cukup protein, kira-kira 1 gram/kg BB. Asupan garam harus dibatasi, baik garam meja yang mengandung natrium dan juga garam yang mengandung kalium.

    Untuk orang-orang yang menjalani hemodialisis, perlu dilakukan pembatasan untuk asupan natrium, kalium, fosfat, dan cairan. Penderita perlu menimbang berat badan setiap hari untuk memantau pertambahan berat badan. Berat badan yang bertambah terlalu banyak antara terapi hemodialisis menandakan bahwa penderita mengkonsumsi cairan terlalu banyak. Biasanya, asupan cairan yang terlalu banyak disebabkan oleh asupan natrium yang terlalu banyak, sehingga membuat penderita merasa haus.

    - Penanganan Medis Khusus

    Berbagai penanganan yang mungkin diberikan pada orang-orang yang menjalani dialisis akibat gagal ginjal antara lain:

    • Menurunkan risiko terjadinya penyakit arteri koroner. Orang-orang yang menjalani dialisis seringkali memiliki faktor risiko untuk mengalami penyakit arteri koroner, seperti tekanan darah tinggi, kadar lemak dalam darah yang tinggi, dan diabetes.
    • Mencegah komplikasi, karena orang-orang yang menjalani dialisis bisa mengalami pengerasan pembuluh darah arteri, sehingga menyebabkan aliran darah ke kulit menjadi berkurang.

    - Pertimbangan Psikososial

    Orang-orang yang menjalani dialisis bisa merasa sangat tertekan, sehingga banyak juga yang menjadi depresi dan cemas. Konseling seringkali diperlukan untuk membantu penderita dan juga keluarganya.

    REFERENSI

    - M, James I. Dialysis. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.

    - Mayo Clinic. Hemodialysis. 2013.

    - S, William C. Dialysis. Medicine Net. 2006.

    Saras Subur Ayoe

    Info Penyakit

    Biang Keringat
    Biang Keringat

    Deskripsi : Biang Keringat adalah suatu ruam
    Baca selengkapnya »

    Patent Ductus Arteriosus
    Patent Ductus Arteriosus

    Deskripsi : Patent Ductus Arteriosus
    Baca selengkapnya »

    Tentang Produk

    TERMOREX PLUS SYRUP 30 ML

    Sirup 30 mL x 1's

    DIANEAL PD-4 1,5% 5 L

    Dianeal PD-2 dengan larutan Dekstrosa 1,5 % 1 liter.

    Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
    Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
    ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
    All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com