nothing
Informasi penyakit jantung koroner - medicastore.com
nothing
Medicastore
Penyakit Jantung Koroner

Penyakit_Jantung_Koroner.JPG

Sumber : http://uvahealth.com

 
DEFINISI

Penyakit jantung koroner, atau disebut juga penyakit arteri koroner (Coronary Artery Disease), ditandai dengan adanya endapan lemak yang terkumpul di dinding bagian dalam arteri koroner, sehingga menyumbat aliran darah.

Endapan lemak (ateroma atau plak) terbentuk secara bertahap, terutama di percabangan arteri koroner utama, yang mengelilingi jantung dan menyediakan darah bagi jantung. Proses pembentukan ateroma ini disebut aterosklerosis.  

Ateroma bisa menonjol ke dalam lumen arteri dan menyebabkan penyempitan. Jika ateroma terus membesar, maka bagian ateroma bisa pecah dan masuk ke dalam aliran darah atau bisa terbentuk bekuan darah di permukaan ateroma tersebut.

Supaya bisa berkontraksi dan memompa darah dengan normal, otot jantung (miokardium) memerlukan pasokan darah yang kaya akan oksigen dari arteri koroner. Jika penyumbatan arteri koroner semakin memburuk, maka bisa terjadi iskemia (berkurangnya pasokan darah) pada otot jantung, sehingga menyebabkan kerusakan jantung. Penyebab utama iskemia miokardial adalah penyakit arteri koroner. Komplikasi utama dari penyakit arteri koroner adalah angina dan serangan jantung (infark miokardial).

PENYEBAB

Penyakit arteri koroner bisa menyerang semua ras, tetapi angka kejadian paling tinggi ditemukan pada orang kulit putih. Tetapi ras sendiri tampaknya bukan merupakan faktor penting dalam gaya hidup seseorang. Secara spesifik, faktor-faktor yang meningkatkan risiko terjadinya penyakit arteri koroner adalah :

  • Diet tinggi lemak
  • Merokok
  • Malas berolah raga
  • Kolesterol dan Penyakit Arteri Koroner

    Risiko terjadinya penyakit arteri koroner meningkat jika kadar kolesterol total dan kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah meningkat. Jika terjadi peningkatan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik), maka risiko terjadinya penyakit arteri koroner akan menurun.

    Makanan mempengaruhi kadar kolesterol total, oleh karena itu makanan juga mempengaruhi risiko terjadinya penyakit arteri koroner. Mengubah pola makan (dan bila perlu mengkonsumsi obat dari dokter) bisa menurunkan kadar kolesterol. Menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL bisa memperlambat atau mencegah berkembangnya penyakit arteri koroner.

    Menurunkan kadar LDL sangat besar keuntungannya bagi seseorang yang memiliki faktor risiko berikut :

  • Merokok
  • Tekanan darah tinggi
  • Kegemukan
  • Malas berolah raga
  • Kadar trigliserida tinggi
  • Keturunan
  • Steroid pria (androgen)
  • Sumber : www.beautiful-study.org

    GEJALA

    Gejala-gejala penyakit jantung koroner antara lain berupa :

    1. Nyeri dada (angina). Anda mungkin merasa tertekan atau sesak di dada, seolah-olah seseorang sedang berdiri di dada Anda. Rasa sakit, yang disebut sebagai angina, biasanya dipicu oleh tekanan fisik atau emosional. Nyeri dada biasanya hilang dalam waktu beberapa menit setelah menghentikan aktivitas yang menyebabkan tekanan. Pada beberapa orang, terutama perempuan, nyeri ini mungkin hanya sekilas atau terasa tajam di perut, punggung, atau lengan.
    2. Sesak napas. Jika jantung tidak dapat memompa darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh, maka bisa terjadi sesak napas atau kelelahan ekstrem tanpa tenaga.
    3. Serangan jantung. Jika arteri koroner benar-benar tersumbat, maka bisa terjadi serangan jantung. Gejala klasik serangan jantung antara lain berupa rasa tertekan yang menyesakkan pada dada dan sakit pada bahu atau lengan, kadang-kadang disertai sesak napas dan berkeringat. Wanita mungkin kurang mengalami tanda-tanda khas serangan jantung dibanding laki-laki, misalnya berupa mual dan rasa sakit di punggung atau rahang. Kadang-kadang serangan jantung terjadi tanpa ada tanda-tanda atau gejala yang jelas.
    DIAGNOSA

    Berbagai pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan antara lain :

    1. Elektrokardiogram (EKG), yaitu dengan merekam aktivitas listrik jantung. EKG seringkali dapat mengungkapkan bukti riwayat serangan jantung sebelumnya atau dalam perkembangan. Pada kasus tertentu, bisa dilakukan pemeriksaan dengan Holter. Dengan EKG jenis ini, Anda memakai monitor portabel selama 24 jam saat menjalani aktivitas normal sehari-hari, sehingga kelainan yang muncul saat beraktivitas bisa terdeteksi.


      Sumber : http://umm.edu

    2. Echocardiogram, yaitu dengan menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambaran jantung. Pemeriksaan ekokardiogram bisa menentukan apakah semua bagian dinding jantung bisa bekerja memompa jantung dengan baik. Bagian yang bergerak lemah mungkin telah mengalami kerusakan akibat serangan jantung atau menerima terlalu sedikit oksigen. Hal ini bisa menandakan adanya penyakit arteri koroner atau berbagai kondisi lainnya.
    3. Stress test. Jika tanda dan gejala paling sering terjadi saat berolahraga, maka bisa dilakukan stress test. Pemeriksaan EKG dilakukan saat melakukan treadmill atau menggunakan sepeda statis. Pada kasus tertentu, bisa diberikan obat untuk merangsang jantung sebagai pengganti olah raga.


      Sumber : www.nhlbi.nih.gov

      Beberapa stress test dilakukan dengan menggunakan ekokardiogram. Ini dikenal sebagai stress echos. Ekokardiografi dilakukan sebelum dan setelah berolahraga (menggunakan treadmill atau sepeda statis). Atau bisa juga menggunakan obat untuk merangsang jantung sebagai pengganti olahraga.

      Stress test lainnya dikenal sebagai nuclear stress test. Pemeriksaan ini membantu mengukur aliran darah ke otot jantung pada saat istirahat dan selama mendapatkan stres. Jumlah bahan radioaktif akan disuntikkan ke dalam aliran darah, sehingga daerah-daerah dalam jantung yang tidak mendapatkan aliran darah yang cukup bisa terdeteksi dengan menggunakan kamera khusus.
    4. Kateterisasi pembuluh koroner. Cairan disuntikkan ke dalam arteri jantung melalui saluran panjang, tipis, dan fleksibel (kateter) yang masukkan melalui arteri, biasanya di kaki, ke arteri jantung. Prosedur ini dinamakan kateterisasi jantung. Dengan foto sinar-X bisa terlihat adanya penyempitan dan penyumbatan pada arteri koroner. Jika terdapat sumbatan yang membutuhkan penanganan, maka bisa dimasukkan balon pada kateter dan dikembangkan untuk membuka sumbatan, sehingga aliran darah jantung meningkat. Sebuah stent bisa dipasang untuk menjaga agar arteri tetap terbuka.

      Illustration of a cardiac catheter in place
      Sumber : www.bostonscientific.com 

    5. CT angiogram koroner, bisa digunakan untuk melihat arteri koroner dengan menggunakan zat kontras yang disuntikkan secara intravena saat melakukan pemeriksaan CT scan.
    6. Magnetic Resonance angiogram (MRA). Prosedur ini menggunakan teknologi MRI dengan pemberian zat kontras untuk memeriksa daerah penyempitan atau penyumbatan pada arteri koroner.
    PENGOBATAN

    Berbagai obat yang bisa digunakan pada penyakit arteri koroner, antara lain :

    • Obat kolesterol, yaitu dengan mengurangi jumlah kolesterol dalam darah, terutama low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol "jahat". Obat-obat ini mengurangi bahan utama yang menyebabkan endapan pada arteri koroner. Meningkatkan kadar high-density lipoprotein (HDL), atau kolesterol "baik", mungkin juga bisa membantu.
      Jenis obat Contoh Cara kerja
      Penyerap asam empedu
    1. Kolestiramin
    2. Kolestipol
    3. Mengikat asam empedu di usus
    4. Meningkatkan pembuangan LDL dari aliran darah
    5. Penghambat koenzim A reduktase
    6. Fluvastatin
    7. Lovastatin
    8. Pravastatin
    9. Simvastatin
    10. Atorvastatin
    11. Rosuvastatin
    12. Ezetimibe
    13. Menghambat pembentukan kolesterol
    14. Meningkatkan pembuangan LDL dari aliran darah
    15. Derivat asam fibrat
    16. Fenofibrat
    17. Gemfibrosil
    18. Belum diketahui, mungkin meningkatkan pemecahan lemak
    • Obat pengencer darah, bisa diberikan untuk mengurangi kecenderungan darah untuk membeku, sehingga membantu mencegah terjadinya sumbatan arteri koroner.
    • Beta blocker. Obat ini memperlambat denyut jantung dan menurunkan tekanan darah, sehingga menurunkan permintaan oksigen pada jantung.
    • Nitrat, bisa membantu mengatasi nyeri dada dengan melebarkan arteri koroner.
    • ACE inhibitor, untuk menurunkan tekanan darah dan bisa membantu mencegah perkembangan penyakit arteri koroner.
    • Calcium channel blocker. Obat ini merelaksasi otot-otot yang mengelilingi arteri koroner, sehingga membuat pembuluh darah terbuka dan meningkatkan aliran darah ke jantung. Obat ini juga berguna untuk mengendalikan tekanan darah tinggi.

    Tindakan Untuk Memperbaiki Aliran Darah

    Terkadang diperlukan penanganan yang lebih agresif, misalnya :

    1. Angioplasti dan pemasangan stent (revaskularisasi koroner perkutan). Sebuah kateter tipis dimasukkan ke dalam arteri dan diarahkan ke arteri koroner yang mengalami penyempitan. Kemudian balon yang terdapat di ujung kateter dikembangkan untuk membuka bagian yang menyempit. Sebauah stent seringkali dipasang untuk membantu menjaga agar arteri tetap terbuka.
    2. Operasi bypass arteri koroner. Pembuluh darah dari bagian tubuh lainnya bisa digunakan untuk membypass arteri koroner yang tersumbat, sehingga memungkinkan darah mengalir di sekitar arteri koroner yang tersumbat atau menyempit.

    Sumber : http://health.rush.edu/

    PENCEGAHAN

    Resiko terjadinya penyakit arteri koroner bisa dikurangi dengan melakukan beberapa tindakan berikut:

  • Berhenti merokok
  • Menurunkan kadar kolesterol yang tinggi dalam darah 
  • Mengendalikan tekanan darah pada orang-orang dengan hipertensi
  • Mengendalikan kadar gula darah pada orang-orang dengan diabetes
  • Mengurangi berat badan jika mengalami kegemukan
  • Jaga berat badan ideal
  • Melakukan olah raga
  • Melakukan diet sehat, misalnya :
  • perbanyak makanan berserat, seperti buah dan sayur
  • kurangi asupan lemak jenuh
  • tidak minum alkohol berlebihan
  • Sumber : http://medicalterms.info/

    REFERENSI

    - W, James W. Overview of Coronary Artery Disease. Merck Manual Handbook. 2013.

    Info Penyakit

    Penyakit Celiac
    Penyakit Celiac

    Deskripsi : Penyakit Celiac (Nontropical Sprue, Enteropati
    Baca selengkapnya »

    Jerawat
    Jerawat

    Deskripsi : Jerawat adalah suatu keadaan dimana
    Baca selengkapnya »

    Tentang Produk

    ZELAVEL 200 MG

    Tablet 200 mg x 30's

    GLAMAROL TABLET 1 MG

    Tablet 1 mg x 5 x 10's.