nothing
Penyakit - Perikarditis (radang perikardium) Kronis - medica
nothing
Medicastore
Perikarditis Kronis

Perikarditis_Kronis.JPG

Sumber : http://www.nlm.nih.gov

 
DEFINISI

Perikarditis kronis merupakan peradangan perikardium (selaput jantung) yang terjadi secara perlahan-lahan, untuk waktu lama, dan menyebabkan akumulasi cairan pada ruang perikardium atau penebalan perikardium.

Perikarditis dikatakan sebagai kronis jika berlangsung lebih dari 6 bulan. Ada 2 jenis utama perikarditis kronis, yaitu :

  • Perikarditis kronis efusif, dimana terjadi akumulasi cairan secara perlahan-lahan pada ruang perikardium, yaitu ruangan yang terletak di antara kedua lapisan perikardium yang meliputi jantung.
  • Perikarditis konstriktif kronis (jarang terjadi), biasanya akibat pembentukan jaringan fibrosa (seperti jaringan parut) pada perikardium yang cenderung memberi penekanan pada jantung, sehingga jantung tidak dapat terisi darah dengan normal dan bisa menyebabkan gagal jantung. Namun, karena penekanan tersebut, jantung tidak membesar seperti gagal jantung pada umumnya.
PENYEBAB

Penyebab terjadinya perikarditis kronis, baik jenis efusif maupun konstriktif, biasanya tidak diketahui. Namun, ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan terjadinya perikarditis efusif kronis, antara lain : kanker, tuberkulosis, atau hipotiroidisme. Penyebab paling sering terjadinya perikarditis konstriktif kronis antara lain : infeksi virus dan terapi radiasi yang diberikan untuk kanker payudara atau limfoma di dada.

Perikarditis konstriktif kronis juga bisa terjadi akibat berbagai kondisi yang menyebabkan perikarditis akut, misalnya rheumatoid artritis, lupus eritematosus sistemik, riwayat cedera, pembedahan jantung, atau infeksi bakteri.

GEJALA

Perikarditis kronis biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri. Gejala-gejala perikarditis kronis yang bisa ditemukan antara lain :

  • Sesak nafas
  • Batuk, karena adanya tekanan yang tinggi pada pembuluh darah vena paru-paru, sehingga mendorong cairan masuk ke dalam saluran nafas (alveolus).
  • Kelelahan, karena perikardium yang abnormal mengganggu kerja jantung dalam memompa darah, sehingga jumlah darah yang keluar tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
  • Penimbunan cairan pada perut (ascites) dan tungkai (edema)
  • Penimbunan cairan di dalam rongga pleura (efusi pleura)

Perikarditis efusif kronis bisa hanya menimbulkan sedikit gejala jika penimbunan cairan terjadi secara perlahan. Hal ini terjadi karena perikardium meregang secara bertahap sehingga mungkin tidak terjadi tamponade jantung. Namun, jika cairan terkumpul dengan cepat, maka jantung bisa tertekan dan bisa terjadi tamponade jantung.

constricticve pericarditis

Sumber : www.heart-consult.com

DIAGNOSA

Diagnosa didasarkan dari gejala-gejala yang ada, terutama jika tidak ditemukan adanya penyebab lain penurunan kerja jantung, misalnya tekanan darah tinggi, penyakit arteri koroner, kardiomiopati, atau kelainan katup jantung.

Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan :

  • Ekokardiografi, seringkali dilakukan untuk memastikan diagnosa. Pemeriksaan ini bisa mendeteksi adanya cairan di ruang perikardial dan pembentukan jaringan fibrosa di sekitar jantung. Pemeriksaan ini juga bisa memastikan adanya tamponade jantung.
  • Foto rontgen dada, bisa mendeteksi endapan kalsium di perikardium. Endapan kalsium ini terjadi pada hampir setengah orang dengan perikarditis konstriktif kronis.
  • Kateterisasi jantung, untuk mengukur tekanan darah di dalam jantung dan pembuluh darah besar. Tindakan ini berguna untuk membedakan perikarditis dengan gangguan lain yang serupa.
  • MRI atau CT scan, bisa digunakan untuk menentukan ketebalan perikardium. Normalnya, tebal perikardium kurang dari 3 mm, tetapi pada perikarditis konstriktif kronis, tebal perikardium mencapai 6 mm atau lebih.

pericarditis

Sumber : http://uvahealth.com/

  • Biopsi, yaitu dengan mengambil sedikit contoh jaringan perikardium untuk diperiksa di bawah mikroskop. Tindakan ini berguna untuk membantu menentukan penyebab perikarditis kronis, misalnya tuberkulosis.
  • Pemeriksaan laboratorium, untuk memeriksa contoh darah atau cairan perikardium. Pemeriksaan ini berguna untuk membantu menentukan penyebab perikarditis.
PENGOBATAN

Penanganan yang bisa dilakukan untuk perikarditis efusif kronis antara lain berupa :

  • Menemukan dan mengatasi penyebabnya.
  • Pemantauan penyakit, jika fungsi jantung masih normal.
  • Pengeluaran cairan dari ruang perikardial (drainage) melalui pembedahan, jika menimbulkan gejala atau jika diduga terdapat infeksi.

Penanganan untuk perikarditis konstriktif kronis antara lain berupa :

  • Istirahat total
  • Pembatasan garam dari makanan
  • Pengobatan untuk meningkatkan pengeluaran cairan dari tubuh
  • Pengangkatan perikardium melalui pembedahan. Karena risiko terjadinya kematian sekitar 5-15%, maka sebagian besar orang tidak melakukannya kecuali penyakit sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Pembedahan juga tidak dilakukan pada tahap awal penyakit (sebelum muncul gejala yang signifikan) atau tahap lanjut penyakit (ketika gejala-gejala muncul saat istirahat).
REFERENSI

- H, Brian D. Chronic Pericarditis. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.

Obat Terkait
 
Dokter Terkait
 
 
Artikel Terkait

Info Penyakit

Syrinx
Syrinx

Deskripsi : Syrinx adalah kantung yang berisi
Baca selengkapnya »

Tiroiditis Hashimoto (Tiroiditis autoimun)
Tiroiditis Hashimoto (Tiroiditis autoimun)

Deskripsi : Tiroiditis Hashimoto (Tiroiditis autoimun) adalah
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

PIROFEL GEL

Gel 0,5 % x 20 gram.

FARSORBID TABLET 10 MG

Tablet 10 mg x 10 x 10 biji.