nothing
Informasi Alergi & Intoleransi Makanan - medicastore.com
nothing
Medicastore
Alergi & Intoleransi Makanan

Alergi_&_Intoleransi_Makanan 1.jpg

Sumber : http://www.ocfoodallergy.com

 
DEFINISI

Alergi Makanan adalah gejala-gejala yang terjadi akibat munculnya respon kekebalan setelah memakan makanan tertentu.

Intoleransi makanan bukan merupakan suatu alergi makanan, tetapi merupakan efek yang tidak diinginkan akibat memakan makanan tertentu.

PENYEBAB

Dalam keadaan normal, sistem kekebalan bekerja sebagai pertahanan tubuh dengan melawan zat-zat yang berbahaya seperti bakteri, virus dan racun. Namun terkadang suatu respon kekebalan dapat dipicu oleh adanya suatu zat (alergen) yang biasanya tidak berbahaya dan menyebabkan terjadi alergi.

Penyebab alergi makanan tidak sepenuhnya dimengerti karena alergi makanan bisa menimbulkan sejumlah gejala yang bervariasi. Reaksi alergi terhadap makanan bisa bersifat ringan atau bahkan fatal, tergantung pada jenis dan beratnya reaksi alergi yang terjadi.

Pada alergi makanan, sistem kekebalan tubuh melepaskan antibodi dan zat-zat (termasuk histamin) sebagai respon terhadap asupan makanan tertentu. Gejala alergi bisa hanya terlokalisir di lambung dan usus atau menimbulkan gejala di berbagai bagian tubuh, setelah makanan dicerna dan diserap. Gejala biasanya akan timbul segera, jarang sampai lebih dari 2 jam setelah makan makanan tersebut.

Beberapa reaksi terhadap makanan bukan merupakan suatu reaksi alergi, misalnya intoleransi makanan (terjadi akibat kekurangan enzim yang diperlukan untuk mencerna suatu makanan). Intoleransi makanan berbeda dengan alergi makanan karena tidak berhubungan dengan sistem imunitas tubuh. Reaksi lain terhadap makanan dapat terjadi akibat adanya kontaminasi pada makanan yang dimakan (keracunan makanan). Pada beberapa orang, adanya zat-zat tambahan tertentu pada makanan dapat menimbulkan reaksi yang menyerupai reaksi alergi, tetapi sebenarnya bukan suatu reaksi alergi, misalnya MSG (monosodium glutamate), beberapa pengawet (misalnya metabisulfite), dan pewarna (misalnya tartrazine) dapat menyebabkan berbagai keluhan seperti asma dan gatal-gatal. Alergi makanan berbeda dengan keadaan-keadaan tersebut karena pada alergi makanan dilepaskan antibodi, histamin dan zat-zat lainnya. 

Makanan yang seringkali menyebabkan alergi:
- kerang-kerangan, kepiting, lobster, udang 
- kacang-kacangan
- buah-buahan (melon, strawberi, nanas dan buah tropis lainnya) 
- pewarna, penyedap makanan. 

Makanan yang sering menyebabkan intoleransi:
- terigu dan gandum lainnya yang mengandung gluten
- protein susu sapi
- hasil olahan jagung.

GEJALA

Gejala-gejala yang mungkin terjadi setelah memakan makanan penyebab alergi:
- tenggorokan terasa gatal
- anafilaksis
- nyeri perut
- diare 
- mual
- muntah
- kram perut
- perut kermbung
- rasa gatal di mulut, tenggorokan, mata, kulit atau bagian tubuh lainnya
- kaligata (urtikaria)
- angioedema (bengkak di kelopak mata, bibir)
- sakit kepala
- hidung tersumbat
- hidung meler
- sesak nafas
- kesulitan menelan

Sumber : www.dropyourallergies.com

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan timbulnya gejala-gejala setelah penderita memakan makanan tertentu. Pada alergi berat, pemeriksaan paru-paru dengan stetoskop bisa terdengar bunyi mengi pada pernafasan.

Adanya peningkatan antibodi atau immunoglobulin (terutaman IgE) pada pemeriksaan darah semakin memperkuat diagnosis alergi.

Untuk menentukan penyebab terjadinya alergi, bisa dilakukan pemeriksaan berikut:

  • Penyisihan makanan (makanan yang dicurigai disingkirkan sampai gejalanya menghilang, setelah itu makanan tersebut kembali diberikan kepada penderita untuk melihat apakah terjadi reaksi alergi)
  • Diet provokasi makanan
  • Tes kulit untuk alergi
  • PENGOBATAN

    Pengobatan untuk alergi makanan bervariasi, tergantung pada jenis dan beratnya gejala. Tujuan pengobatan adalah mengurangi gejala dan menghindari reaksi alergi di masa yang akan datang.

    Gejala yang ringan atau terlokalisir mungkin tidak memerlukan pengobatan khusus. Gejala akan menghilang beberapa saat kemudian. Pemberian antihistamin bisa meringankan berbagai gejala.

    Contoh obat anti histamin adalah Chlorpheniramine , Diphenhydramine, Loratadine , Fexofenadine dan Cetirizine .

    Obat anti histamine bisa menimbulkan efek samping. Beberapa efek samping lain dari obat anti histamine adalah : Mulut kering, Mengantuk , Pusing , Mual & muntah , Gelisah atau rewel (pada sebagian anak-anak), Sulit untuk berkemih atau mempunyai masalah saat berkemih , Pandangan kabur , Bingung .

    Bila mengonsumsi obat anti histamine dengan efek samping mengantuk, maka sebaiknya dikonsumsi sebelum waktu tidur. Jangan mengkonsumsi obat tersebut saat siang hari atau saat hendak mengendarai kendaraan atau mengoperasikan mesin besar.

    Baca label yang tertera pada kemasan obat sebelum mengkonsumsi obat alergi. Obat anti histamine bisa berinteraksi dengan obat lain yang sedang digunakan. Bila mempunyai masalah pembesaran prostat, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, masalah tiroid, penyakit hati atau ginjal, glukoma atau sedang hamil / menyusui sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter sebelum menggunakan obat.

    PENCEGAHAN

    Cara terbaik untuk mencegah terjadinya reaksi alergi di masa yang akan datang adalah dengan menghindari makanan penyebab alergi.

    REFERENSI

    - D, Peter J. Food Allergy. Merck Manual. 2008.

    Info Penyakit

    Sleep Apneu
    Sleep Apneu

    Deskripsi : Sleep Apneu merupakan gangguan tidur yang
    Baca selengkapnya »

    Atresia Esofagus
    Atresia Esofagus

    Deskripsi : Atresia Esofagus adalah kelainan esofagus yang tidak
    Baca selengkapnya »

    Tentang Produk

    ZOVAST CAPLET 10 MG

    Kaplet Salut Selaput 10 mg x 3 x 10's.

    PRALEXIN CAPSUL 250 MG

    Kapsul 250 mg x 50 biji.