nothing
Informasi Transfusi Darah - medicastore.com
nothing
Medicastore
Transfusi Darah

Transfusi_Darah.jpg

Sumber : www.beltina.org

 
DEFINISI

Transfusi Darah adalah pemindahan darah atau suatu komponen darah dari seseorang (donor) kepada orang lain (resipien).

Transfusi diberikan untuk:
- meningkatkan kemampuan darah dalam mengangkut oksigen
- memperbaiki volume darah tubuh
- memperbaiki kekebalan
- memperbaiki masalah pembekuan

Jenis transfusi diberikan tergantung pada alasan dilakukannya transfusi, bisa diberikan darah lengkap atau komponen darah (misalnya sel darah merah, trombosit, faktor pembekuan, plasma segar yang dibekukan/bagian cairan dari darah atau sel darah putih).
Jika memungkinkan, akan lebih baik jika transfusi yang diberikan hanya terdiri dari komponen darah yang diperlukan oleh resipien. Memberikan komponen darah tertentu lebih aman dan tidak boros.

Sebelum darah atau komponen darah diberikan kepana resipien, darah telah diperiksa lebih dulu melalui proses penyaringan. Teknik penyaringan darah sekarang ini sudah jauh lebih baik, sehingga transfusi lebih aman dibandingkan sebelumnya. Tetapi tetap masih bisa ditemukan adanya resiko untuk resipien, seperti reaksi alergi dan infeksi. Kemungkinan untuk terkena AIDS atau hepatitis melalui transfusi sudah lebih kecil, tetapi risiko ini harus tetap diwaspadai sehingga sebaiknya transfusi hanya dilakukan jika sudah tidak ada pilihan lain.

Sumber : http://www.spancotele.com/


PENGUMPULAN & PENGGOLONGAN DARAH

Sebelum menyumbangkan darah, seorang penyumbang darah (donor) terlebih dahulu akan diperiksa keadaan kesehatannya. Denyut nadi, tekanan darah dan suhu tubuhnya akan diukur, dan contoh darahnya akan diperiksa untuk mengetahui ada tidaknya anemia.

Pendonor juga akan ditanya apakah pernah atau sedang menderita keadaan tertentu yang menyebabkan darah mereka tidak memenuhi syarat untuk disumbangkan, misalnya hepatitis, penyakit jantung, kanker (kecuali bentuk tertentu misalnya kanker kulit yang terlokalisasi), asma berat, malaria, kelainan perdarahan, AIDS dan kemungkinan tercemar oleh HIV.

Adanya hepatitis, kehamilan, pembedahan mayor yang baru saja dijalani, tekanan darah tinggi yang tidak terkendali, tekanan darah rendah, anemia atau pemakaian obat tertentu menyebabkan pendonor untuk sementara waktu tidak memenuhi syarat untuk menyumbangkan darahnya.

Biasanya seorang donor tidak diperbolehkan menyumbangkan darahnya lebih dari 1 kali setiap 2 bulan.

Jika seseorang telah memenuhi syarat untuk menyumbangkan darahnya, maka pengambilan darah akan dilakukan. Proses donor darah aman dilakukan. Keseluruhan proses membutuhkan waktu sekitar 1 jam, pengambilan darahnya sendiri hanya membutuhkan waktu kira-kira 10 menit. Biasanya akan ada sedikit rasa nyeri pada saat jarum dimasukkan, tetapi setelah itu rasa nyeri akan hilang.

Standard unit pengambilan darah hanya sekitar 0,48 liter. Darah segar yang diambil disimpan dalam kantong plastik yang sudah mengandung bahan pengawet dan komponen anti pembekuan.

Sejumlah kecil contoh darah dari pendonor diperiksa untuk melihat ada tidaknya penyakit infeksi seperti AIDS, hepatitis dan sifilis

Darah yang didinginkan dapat digunakan dalam waktu 42 hari.
Pada keadaan tertentu, misalnya untuk mengawetkan golongan darah yang jarang, sel darah merah bisa dibekukan dan disimpan sampai selama 10 tahun.

Transfusi darah yang tidak cocok antara donor dengan resipien dapat berbahaya. Untuk itu darah yang disumbangkan, secara rutin digolongkan berdasarkan jenisnya; apakah golongan A, B, AB atau O dan Rh-positif atau Rh-negatif.

Sumber : http://health.rush.edu

Sebagai tindakan pencegahan berikutnya, sebelum memulai transfusi, pemeriksa mencampurkan setetes darah donor dengan darah resipien untuk memastikan keduanya cocok: teknik ini disebut cross-matching

DARAH & KOMPONEN DARAH
Seseorang yang membutuhkan sejumlah besar darah dalam waktu segera (misalnya karena perdarahan hebat), bisa menerima darah lengkap untuk membantu memperbaiki volume cairan dan sirkulasinya. Darah lengkap juga bisa diberikan jika komponen darah yang diperlukan tidak dapat diberikan secara terpisah.

Komponen darah yang paling sering ditransfusikan adalah packed red blood cells (PRC), yang bisa memperbaiki kapasitas pengangkut oksigen dalam darah.
Komponen ini bisa diberikan kepada seseorang yang mengalami perdarahan atau penderita anemia berat.

Komponen darah yang jauh lebih mahal daripada PRC adalah frozen-thawed red blood cells, yang biasanya dicadangkan untuk transfusi golongan darah yang jarang.

Beberapa orang yang membutuhkan darah mengalami alergi terhadap darah donor. Jika obat tidak dapat mencegah reaksi alergi ini, maka harus diberikan sel darah merah yang sudah dicuci.

Jumlah trombosit yang terlalu sedikit (trombositopenia) bisa menyebabkan perdarahan spontan dan hebat. Transfusi trombosit bisa memperbaiki kemampuan pembekuan darah.

Faktor pembekuan darah adalah protein plasma yang secara normal bekerja dengan trombosit untuk membantu membekunya darah. Tanpa pembekuan, perdarahan karena suatu cedera tidak akan berhenti. Faktor pembekuan darah yang pekat bisa diberikan kepada penderita kelainan perdarahan bawaan, seperti hemofilia atau penyakit von Willebrand.

Plasma juga merupakan sumber faktor pembekuan darah. Plasma segar yang dibekukan bisa digunakan pada kelainan perdarahan, dimana tidak diketahui faktor pembekuan mana yang hilang atau jika tidak dapat diberikan faktor pembekuan darah yang pekat.
Plasma segar yang dibekukan juga dapat digunakan pada perdarahan yang disebabkan oleh pembentukan protein faktor pembekuan yang tidak memadai, yang merupakan akibat dari kegagalan hati.

Meskipun jarang, sel darah putih dapat ditransfusikan pada penderita yang jumlah sel darah putihnya sangat berkurang atau penderita yang sel darah putihnya tidak berfungsi secara normal untuk mencegah atau menangani infeksi yang mengancam nyawa. Dalam keadaan ini biasanya penderita juga diberikan antibiotika.

Antibodi (imunoglobulin), yang merupakan komponen darah untuk melawan penyakit, juga kadang diberikan untuk membangun kekebalan pada orang-orang yang telah terpapar oleh penyakit infeksi (misalnya cacar air atau hepatitis) atau pada orang yang kadar antibodinya rendah.

PROSEDUR DONOR DARAH KHUSUS.
Pada transfusi tradisional, seorang donor menyumbangkan darah lengkap dan seorang resipien menerimanya. 
Namun dewasa ini, transfusi darah diberikan tergantung kepada keadaan, resipien bisa menerima transfusi darah lengkap atau hanya menerima satu komponen darah saja. Transfusi dari komponen darah tertentu mengurangi resiko terjadinya efek samping dan merupakan suatu efisiensi dengan menggunakan komponen-komponen yang berbeda dari satu unit darah untuk mengobati beberapa penderita. 
Pada keadaan tertentu, resipien juga bisa menerima darah lengkapnya sendiri (transfusi autolog).

Aferesis 
Pada aferesis, seorang donor hanya memberikan komponen darah tertentu yang diperlukan oleh resipien. 
Jika resipien membutuhkan trombosit, darah lengkap diambil dari donor dan sebuah mesin akan memisahkan darah menjadi komponen-komponennya, secara selektif memisahkan trombosit dan mengembalikan sisa darah ke donor. 
Karena sebagian besar darah kembali ke donor, maka donor dengan aman bisa memberikan trombositnya sebanyak 8-10 kali dalam 1 kali prosedur ini. 

Transfusi autolog 
Transfusi autolog adalah transfusi darah yang paling aman, dimana donor juga berlaku sebagai resipien sehingga menghilangkan resiko terjadi ketidakcocokan dan penyakit yang ditularkan melalui darah. 

Kadang jika seorang pasien mengalami perdarahan atau menjalani pembedahan, darah bisa dikumpulkan dan diberikan kembali. Yang lebih sering terjadi adalah pasien menyumbangkan darah yang kemudian akan diberikan lagi dalam suatu transfusi. Misalnya sebulan sebelum dilakukannya pembedahan, pasien menyumbangkan beberapa unit darahnya untuk ditransfusikan jika diperlukan selama atau sesudah pembedahan.

Donor Terarah atau Calon Donor 
Anggota keluarga atau teman dapat menyumbangkan darahnya secara khusus satu sama lain, jika golongan darah resipien dan darah donor serta faktor Rhnya cocok. 

Pada beberapa resipien, dengan mengetahui siapa pendonornya akan menimbulkan perasaan tenang, meskipun darah dari anggota keluarga atau teman belum pasti lebih aman dibandingkan dengan darah dari orang yang tidak dikenal.

Darah dari anggota keluarga diberikan terapi penyinaran untuk mencegah penyakit graft-versus-host, yang meskipun jarang terjadi, tetapi lebih sering terjadi jika terdapat hubungan darah diantara donor dan resipien.

TINDAKAN PENCEGAHAN & REAKSI 
Untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya reaksi selama transfusi, dilakukan beberapa tindakan pencegahan. 
Setelah diperiksa ulang bahwa darah yang akan diberikan memang ditujukan untuk resipien yang akan menerima darah tersebut, petugas medis akan memberikan darah kepada resipien secara perlahan-lahan, biasanya selama 2 jam atau lebih untuk setiap unit darah.

Sebagian besar reaksi ketidakcocokan biasanya terjadi dalam 15 menit pertama, untuk itu pada awal prosedur resipien harus diawasi secara ketat.
Setelah itu, petugas dapat memeriksa setiap 30- 45 menit dan jika terjadi reaksi ketidakcocokan, maka transfusi harus dihentikan.

Sebagian besar transfusi berhasil dan aman; tetapi reaksi ringan kadang bisa terjadi, sedangkan reaksi yang berat dan fatal jarang terjadi.
Reaksi yang paling sering terjadi adalah demam dan reaksi alergi (hipersensitivitas), yang terjadi sekitar 1-2% pada setiap transfusi.

Gejalanya berupa:
- gatal-gatal
- kemerahan
- pembengkakan
- pusing
- demam
- sakit kepala 

Gejala yang jarang terjadi adalah kesulitan pernafasan, bunyi mengi dan kejang otot. Yang lebih jarang lagi adalah reaksi alergi yang cukup berat.

Walaupun telah dilakukan penggolongan darah dan cross-matching secara teliti, tetapi kesalahan masih mungkin terjadi sehingga sel darah merah yang didonorkan segera dihancurkan setelah ditransfusikan (reaksi hemolitik0.
Biasanya reaksi ini awalnya dirasakan sebagai rasa tidak nyaman atau gelisah selama atau segera setelah dilakukannya transfusi.

Kadang terjadi kesulitan bernafas, dada terasa sesak, kemerahan di wajah dan nyeri punggung yang hebat. Meskipun sangat jarang terjadi, reaksi ini bisa menjadi lebih hebat dan bahkan bisa berakibat fatal.

Untuk memperkuat dugaan terjadinya reaksi hemolitik ini, dilakukan pemeriksaan untuk melihat apakah terdapat hemoglogin dalam air kemih penderita.

Sumber : http://www.katzcriticalminds.com

Resipien juga bisa mengalami kondisi kelebihan cairan. Yang paling peka akan hal ini adalah resipien dengan penyakit jantung, sehingga transfusi harus dilakukan lebih lambat dan dipantau secara ketat.

Penyakit graft-versus-host merupakan komplikasi yang jarang terjadi. Keadaan ini terutama mengenai orang-orang yang mengalami gangguan sistem kekebalan karena obat atau penyakit. Pada penyakit graft-versus host, jaringan resipien (host) diserang oleh sel darah putih donor (graft).
Gejala yang terjadi biasanya berupa demam, kemerahan, kerusakan jaringan, penurunan tekanan darah, dan syok.

Obat Terkait
 
Dokter Terkait
DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM DARAH & KANKER
DR ANAK SUBSPESIALIS DARAH/HEMATOLOGI
 
 
Artikel Terkait

Info Penyakit

Kanker Vulva
Kanker Vulva

Deskripsi : Kanker vulva biasanya merupakan suatu
Baca selengkapnya »

Tahap-Tahap Persalinan
Tahap-Tahap Persalinan

Deskripsi : Persalinan adalah rangkaian ritmik dari
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

INOTROP VIAL

Vial 25 mg x 10 ml x 1 biji.

FEVRIN TABLET

Tablet 500 mg 1000 biji.