nothing
Asma - medicastore.com
nothing
Medicastore
Asma

Asma 1.jpg

Sumber : www2.bharian.com.my

 
DEFINISI

Asma adalah suatu penyakit kronis (menahun) yang menyerang saluran pernapasan (bronchiale) pada paru di mana terdapat peradangan (inflamasi) dinding rongga bronchiale sehingga mengakibatkan penyempitan saluran napas yang akhirnya seseorang mengalami sesak.

penyempitan saluran nafas pada asma

 

Penyempitan Saluran Napas pada Asma

Sumber : http://medicastore.com

PENYEBAB

Belum ada satu penyebab yang teridentifikasi sebagai penyebab asma. Para ahli meyakini bahwa kondisi pernapasan disebabkan oleh berbagai faktor. Antara lain:

  • Faktor genetik. Bila orang tua menderita asma, anak akan cenderung juga menderita asma.
  • Riwayat infeksi virus. Orang dengan riwayat infeksi virus selama masa kanak-kanak memiliki kecenderungan untuk menderita asma.
  • Teori higiene. Teori ini menyebutkan bahwa bayi yang kurang terpapar bakteri di awal kehidupannya, daya tahan tubuhnya tidak terlalu kuat untuk melawan asma dan kondisi lainnya.
  • Paparan alergen awal. Sering kontak dengan alergen dan zat iritan dapat meningkatkan risiko menderita asma.

Namun demikian yang dapat disimpulkan adalah bahwa pada penderita asma saluran pernapasannya memiliki sifat yang khas yaitu sangat peka terhadap berbagai rangsangan (bronchial hyperreactivity = hipereaktivitas saluran napas) seperti polusi udara (asap, debu, zat kimia), serbuk sari, udara dingin, makanan, hewan berbulu, tekanan jiwa, bau/aroma menyengat (misalnya;parfum) dan olahraga.

Penyebab asma

Pencetus Serangan Asma

Sumber : www.drmoden-tanyadoktor.blogspot.com

Selain itu terjadinya serangan asma sebagai dampak penderita mengalami infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) baik flu ataupun sinusitis. Serangan penyakit asma juga bisa dialami oleh beberapa wanita dimasa siklus menstruasi, akan tetapi hal ini sangat jarang.

 

Gambar proses terjadinya atau menyempitnya saluran napas

Proses Penyempitan Saluran Napas

Sumber : www.nhlbi.nih.gov

Berbagai kondisi dan lingkungan juga dapat mencetuskan gejala asma. Misalnya:

  • Penyakit pernapasan seperti flu dan pneumonia.
  • Olahraga.
  • Zat iritan di udara, seperti asap kimia, bau yang kuat.
  • Alergen. Misalnya bulu hewan, kutu debu, serbuk bunga, dll.
  • Kondisi cuaca ekstrim. Misalnya kelembaban sangat tinggi atau suhu yang rendah
  • Emosi. Berteriak, tertawa, dan menangis dapat mencetuskan serangan.
GEJALA

Gambar anak yang batuk karena asma

 

Sumber : www.m.webmd.com

Tanda dan gejala penyakit asma diantaranya :

  • Pernapasan berbunyi (wheezing/mengi/bengek) terutama saat mengeluarkan napas (exhalation). Tidak semua penderita asma memiliki pernapasan yang berbunyi, dan tidak semua orang yang napasnya terdengar wheezing adalah penderita asma.
  • Sesak napas.
  • Batuk berkepanjangan di waktu malam hari atau cuaca dingin.
  • Adanya keluhan penderita yang merasakan dada sempit.
  • Serangan asma yang hebat menyebabkan penderita tidak dapat berbicara karena kesulitan mengatur pernapasan.

Pada usia anak-anak, gejala awal asma dapat berupa rasa gatal dirongga dada atau leher. Selama serangan asma, rasa kecemasan yang berlebihan dari penderita dapat memperburuk keadaanya. Sebagai reaksi terhadap kecemasan, penderita juga akan mengeluarkan banyak keringat.

Pada serangan yang sangat berat, penderita asma menjadi sulit untuk berbicara karena sesak napas yang hebat. Penderita asma menjadi linglung, letargis (dimana kesadaran mulai menurun, penderita asma seperti tidur lelap, tetapi masih dapat dibangunkan sebentar kemudian segera tertidur kembali), dan kulit tampak membiru. Gejala-gejala ini merupakan tanda bahwa persediaan oksigen penderita asma sangat terbatas dan perlu segera dilakukan penanganan darurat.

DIAGNOSA

Diagnosis asma ditegakkan berdasarkan gejala asma yang khas. Untuk memperkuat diagnosis asma bisa dilakukan pemeriksaan tes fungsi paru, misalnya dengan spirometri, untuk menilai beratnya sumbatan saluran napas dan untuk memantau pengobatan asma.

Gambar alat Spirometer

Alat Spirometer

Sumber : www.healthcentral.com

Menentukan faktor pemicu asma seringkali tidak mudah. Seseorang harus mengamati apakah serangan asma muncul setelah terpapar alergen tertentu atau tidak.

PENGOBATAN

Penanganan dan pemberian obat-obatan asma kepada penderita asma disesuaikan dengan tingkat keparahannya.

Pencegahan dan kontrol jangka panjang adalah kunci untuk menghentikan serangan asma sebelum dimulai. Penanganan biasanya melibatkan pengenalan pencetus serangan, mengambil langkah-langkah untuk menghindarinya dan mencatat pola pernapasan untuk memastikan obat-obatan asma harian masih dapat mengontrol gejala.

Pada kasus serangan asma yang kambuh, pasien memerlukan inhaler yang bekerja cepat, misalnya albuterol.

Gambar obat inhaler

Obat Inhaler

Sumber : www.bbc.co.uk

Obat-obatan yang tepat untuk setiap orang berbeda-beda, bergantung pada usia, gejala, pencetus asma dan obat yang paling sesuai untuk mengontrol serangan asama.

Obat pencegahan jangka panjang dapat mengurangi peradangan di saluran napas yang menimbulkan gejala. Inhaler yang bekerja cepat (bronkodilator - pelebar jalan napas), secara cepat membuka jalan napas yang membengkak yang membatasi pernapasan. Pada beberapa kasus, diperlukan obat alergi.

Obat-obatan pengontrol asma kerja-panjang umumnya digunakan sekali sehari, dan merupakan landasan dari penanganan asma. Beberapa jenis obat pengontrol asma jangka panjang antara lain:

  • Kortikosteroid; misalnya kortikosteroid inhalasi (fluticasone, budesonide, beclomethasone, mometasone)
  • Beta agonis kerja-panjang; misalnya salmeterol, formoterol. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa beta agonis kerja panjang dapat meningkatkan risiko serangan asma berat, sehingga sebaiknya digunakan hanya bersamaan (dikombinasikan) dengan kortikosteroid inhalasi. Dan karena obat ini dapat menyembunyikan perburukan asma, jangan gunakan obat ini untuk serangan asma akut.
  • Inhaler kombinasi (dengan beta agonis); misalnya fluticasone-salmeterol, budesonide-formoterol, dan formoterol-mometasone.
  • Teofilin. Merupakan pil harian yang menjaga jalan napas tetap terbuka (bronkodilator) dengan merelaksasi otot di jalan napas. Saat ini penggunaannya sudah tidak sesering dulu.

Obat-obat asma kerja cepat digunakan bila perlu, untuk meredakan gejala dengan cepat pada serangan asma, atau sebelum berolahraga bila dokter merekomendasikan. Obat-obatan ini misalnya:

  • Beta agonis kerja singkat. Obat bronkodilator kerja cepat yang dihirup ini bekerja dalam beberapa menit untuk meredakan gejala serangan asma dengan cepat. Misalnya albuterol dan levalbuterol. Obat golongan ini dapat digunakan dalam bentuk inhaler portabel atau dengan nebulizer.
  • Ipratropium. Seperti bronkodilator lainnya, ipratropium bekerja cepat untuk merelaksasi jalan napas, sehingga napas menjadi lebih mudah. Ipratropium paling sering digunakan untuk emfisema dan bronkitis kronis, tetapi terkadang juga digunakan untuk menangani serangan asma.
  • Kortiksteroid oral dan intravena. Obat-obatan ini, (yang termasuk prednison dan metilprednisolon) meredakan peradangan jalan napas yang disebabkan oleh asma berat. Obat-obat golongan ini dapat menyebabkan efek samping serius ketika digunakan dalam jangka waktu yang lama, sehingga penggunaannya hanya dalam waktu singkat untuk menangani gejala asma berat.

Orang-orang dengan gejala asma yang berat harus segera mendapatkan pertolongan darurat. Pada kasus tertentu, di mana serangan asma yang terjadi sangat berat, adakalanya diperlukan alat bantu untuk bisa bernapas, yaitu dengan menggunakan ventilator.

 

 cara memakai inhaler

Cara Memakai Inhaler

Sumber : www.healthcentral.com

PENCEGAHAN

Asma merupakan suatu kondisi kronis yang tidak bisa disembuhkan, tetapi serangan asma seringkali bisa dicegah. Serangan asma umumnya bisa dicegah jika faktor-faktor pemicunya bisa diidentifikasi dan dihilangkan atau dihindari.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan :

  • Tidak merokok
  • Serangan asma yang dipicu oleh olahraga seringkali bisa dicegah dengan menggunakan obat sebelum melakukan olahraga.
  • Hilangkan atau hindari faktor-faktor pemicu serangan asma, misalnya debu, alergen, atau obat tertentu, seperti aspirin.
  • Terapi desensitisasi terhadap alergen juga mungkin dapat membantu mencegah terjadinya serangan asma.
  • Ikuti pengobatan asma yang diberikan oleh dokter untuk mencegah serangan asma.
REFERENSI

- M, Matthew C. P, Stephen P. Asthma. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.

- http://paru-paru.com/penyakit-asma/

- www.healthline.com/health/asthma#cause

- www.mayoclinic.org/diseases-conditions/asthma/diagnosis-treatment/drc-20369660

Nutracare

Obat Terkait
 
Dokter Terkait
- DOKTER SPESIALIS PARU
- DR ANAK SUBSPESIALIS PARU/PULMONOLOGI
 
Artikel Terkait
 
Penyakit Terkait
 

Info Penyakit

Kejang
Kejang

Deskripsi : Kejang merupakan respon terhadap muatan
Baca selengkapnya »

Parasomnia
Parasomnia

Deskripsi : Parasomnia adalah perilaku, peristiwa fisiologis
Baca selengkapnya »

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com