nothing
Penyakit Manik-Depresif (Kelainan Bipolar)
nothing
Medicastore
Gangguan Manik-Depresif (Kelainan Bipolar)

Gangguan_Manik-Depresif_(Kelainan_Bipolar).JPG

Sumber : http://positivemed.com

 
DEFINISI

Gangguan Manik-Depresif (Kelainan Bipolar) adalah suatu keadaan dimana periode depresi bergantian dengan periode mania atau tingkat kegembiraan yang lebih rendah.

Gangguan manik-depresif terjadi pada kurang dari 2% penduduk.
Gangguan ini menyerang pria dan wanita dalam perbandingan yang sama dan biasanya mulai timbul pada masa remaja, usia 20 atau 30 tahun.

PENYEBAB

Gangguan ini diyakini sebagai penyakit keturunan, meskipun kelainan genetik yang pasti masih belum diketahui.

GEJALA

Gangguan manik-depresif biasanya diawali dengan episode depresi dan disertai setidaknya satu episode mania dalam perjalanan penyakitnya. Episode depresi bisa berlangsung hingga 3-6 bulan.

Ada beberapa bentuk gangguan manik depresif (gangguan bipolar) :

  • Kelainan bipolar I, yaitu gangguan yang paling berat, dimana terjadi episode depresi yang diselingi oleh episode mania yang berat.
  • Kelainan bipolar II, yang tidak terlalu berat, dimana terjadi episode depresi yang singkat diselingi dengan hipomania.
  • Gangguan siklotimik, merupakan bentuk yang lebih ringan, dimana periode mania dan depresi tidak terlalu berat, berlangsung hanya beberapa hari dan kambuh dalam selang waktu yang tidak beraturan. Pada akhirnya gangguan siklotimik bisa berkembang menjadi gangguan manik-depresif, tetapi tidak pernah berkembang menjadi depresi ataupun mania saja.

Gangguan siklotimik terkadang bisa membuat penderitanya sukses dalam usaha, kepemimpinan, prestasi dan kreativitas seni. Tetapi gangguan ini juga bisa menyebabkan catatan pekerjaan dan sekolah yang tidak biasa, kegagalan dalam hubungan asmara maupun perkawinan serta penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan.

1 dari 3 penderita kelainan bipolar bisa mengalami gejala-gejala mania (atau hipomania) dan depresi secara bersamaan. Keadaan ini disebut status bipolar campuran.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan pola gejalanya yang khas.

PENGOBATAN

Gangguan bipolar membutuhkan penanganan seumur hidup, bahkan saat penderita merasa baik-baik saja. Penanganan biasanya dilakukan oleh dokter ahli kedokteran jiwa. Penanganan yang diberikan bisa berupa :

  • Rawat inap, jika penderita berperilaku yang berbahaya, ingin bunuh diri, atau tidak sesuai dengan kenyataan (psikotik)
  • Terapi inisial, diberikan untuk segera menstabilkan mood.
  • Terapi rumatan, untuk menjaga agar gangguan tetap terkendali.

Ada berbagai jenis obat yang bisa diberikan untuk mengatasi gangguan bipolar, antara lain berupa obat untuk mencegah perubahan mood yang drastis (obat penstabil mood) dan obat untuk mengatasi depresi atau kecemasan yang dialami penderita.

- Obat Penstabil Mood. Obat ini efektif untuk mencegah perubahan mood yang drastis dan menjaga agar mood tetap stabil. Namun, obat ini bisa memiliki efek samping berupa mulut kering, ganggaun pencernaan, serta gangguan tiroid dan ginjal (penderita perlu melakukan pemeriksaan darah secara berkala untuk memantaunya).

- Obat Antikonvulsan. Obat jenis ini juga bisa digunakan untuk membantu mengatasi episode campuran dengan menstabilkan mood penderita. Efek samping yang mucul bervariasi, tergantung dari obat yang digunakan, tetapi seringkali berupa peningkatan berat badan, pusing, dan mengantuk. Namun, ada juga obat yang bisa menimbulkan efek samping yang lebih serius, seperti gangguan hati atau darah.

- Obat Antipsikotik, juga terkadang bisa digunakan untuk orang-orang yang tidak berhasil dengan obat antikonvulsan. Obat golongan ini adakalanya bisa menyebabkan efek samping berupa gangguan memori dan atensi, serta pergerakan tubuh atau wajah yang tidak terkendali (involunter).

- Obat Antidepresan, bisa diberikan tergantung dari gejala-gejala yang dialami penderita. Obat ini bisa memicu terjadinya episode manik, tetapi bisa baik-baik saja jika digunakan bersama obat penstabil mood. Efek samping obat antidepresan yang paling sering terjadi adalah penurunan gairah seksual dan gangguan mencapai orgasme.

- Obat Sedatif Golongan Benzodiazepin, merupakan obat yang bisa digunakan untuk membantu mengatasi kecemasan dan membuat penderita bisa tidur lebih baik. Obat ini umumnya hanya digunakan untuk jangka pendek. Efek samping yang bisa terjadi antara lain berupa penurunan koordinasi otot, mengantuk, serta gangguan keseimbangan dan memori.

Untuk menemukan obat atau kombinasi obat yang tepat mungkin membutuhkan waktu dan kesabaran, hingga gangguan bisa benar-benar terkendali tanpa adanya efek samping yang berarti.

Psikoterapi bisa dilakukan secara individu maupun dalam suatu kelompok. Terapi kelompok membantu penderita dan pasangan atau keluarganya untuk memahami gangguan yang terjadi dan mengahadapinya dengan lebih baik.

PROGNOSIS

Pada hampir semua kasus, gangguan manik-depresif bisa mengalami kekambuhan. Episodenya kadang berubah dari depresi menjadi mania atau sebaliknya, tanpa periode suasana hati yang normal diantaranya.

15% penderita, terutama wanita, mengalami 4 episode atau lebih setiap tahunnya. Penderita yang sering mengalami kekambuhan, lebih sulit untuk diobati.

PENCEGAHAN

Tidak ada cara yang pasti untuk mencegah gangguan bipolar. Namun, perawatan tanda-tanda awal gangguan kesehatan mental bisa membantu mencegah gangguan bipolar atau kondisi kesehatan mental lainnya menjadi semakin memburuk.

Jika Anda telah didiagnosa mengalami gangguan bipolar, maka ada beberapa cara yang dapat membantu untuk mencegah episode kecil berubah menjadi episode mania atau depresi:

  1. Perhatikan tanda-tanda peringatan. Kenali gejala awal sehingga bisa mencegah episode semakin memburuk. Identifikasi pola episode bipolar yang terjadi dan apa yang memicunya. Hubungi dokter jika Anda merasa mengalami episode depresi atau mania. Libatkan anggota keluarga atau teman-teman dalam mengawasi tanda dan gejala.
  2. Hindari pemakaian obat-obat terlarang dan alkohol. Meskipun Anda mungkin merasa lebih baik, penggunaan alkohol atau narkoba membuat gejala lebih mungkin untuk muncul kembali.
  3. Obat harus diminum sesuai dengan aturan pemakaiannya. Obat bisa memiliki efek samping yang tidak diinginkan, dan Anda mungkin merasa tidak senang karena memiliki kondisi kesehatan mental yang memerlukan perawatan seumur hidup. Saat Anda merasa lebih baik, Anda mungkin tergoda untuk menghentikan pengobatan. Namun hal ini bisa menimbulkan konsekuensi langsung - Anda mungkin bisa menjadi sangat tertekan, merasa ingin bunuh diri, atau menjadi episode hipomanik atau manik. 
  4. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter yang merawat Anda sebelum mengkonsumsi obat-obat lainnya. Kadang obat-obat lain bisa memicu timbulnya episode gangguan bipolar atau dapat berinteraksi dengan obat-obat yang sudah Anda minum untuk mengobati gangguan bipolar.
REFERENSI

- Mayo Clinic. Bipolar Disorder. 2012.

Obat Terkait
 
Dokter Terkait
DOKTER SPESIALIS KESEHATAN JIWA (PSIKIATER)
DOKTER SPESIALIS KESEHATAN JIWA ANAK
 
 
Artikel Terkait

Info Penyakit

Perdarahan Saluran Cerna
Perdarahan Saluran Cerna

Deskripsi : Perdarahan bisa terjadi dimana saja
Baca selengkapnya »

Sindroma Ovarium Polikistik (Sindroma Stein-Leventhal)
Sindroma Ovarium Polikistik (Sindroma Stein-Leventhal)

Deskripsi : Sindroma Ovarium Polikistik (Sindroma Stein-Leventhal)
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

MONO MAC D TABLET 50 MG

Tablet lepas lambat 50 mg x 30 biji.

TANFLEX

Obat Kumur 1.5 mg/mL x 120 mL