nothing
Hiperkalsemia (kadar kalsium darah yang tinggi)
nothing
Medicastore
Hiperkalsemia (kadar kalsium darah yang tinggi)

Hiperkalsemia_(kadar_kalsium_darah_yang_tinggi).JPG

Sumber : http://www.aafp.org

 
DEFINISI

Hiperkalsemia (kadar kalsium darah yang tinggi) adalah suatu keadaan dimana konsentrasi kalsium total dalam darah lebih dari 10,4 mg/dL darah.

PENYEBAB

Hiperkalsemia dapat disebabkan oleh meningkatnya penyerapan kalsium pada saluran cerna maupun karena meningkatnya asupan kalsium. Orang-orang yang mengkonsumsi sejumlah besar kalsium (seperti yang kadang dilakukan oleh penderita ulkus peptikum yang minum banyak susu dan juga mengkonsumsi obat antasida yang mengandung kalsium), dapat menderita hiperkalsemia.

Overdosis vitamin D dapat mempengaruhi konsentrasi kalsium darah, yaitu dengan meningkatkan penyerapan kalsium dari saluran pencernaan.

Penyebab paling sering terjadinya hiperkalsemia adalah hiperparatiroidisme, yaitu suatu keadaan dimana terjadi pengeluaran hormon paratiroid secara besar-besaran dari kelenjar paratiroid. Hormon paratiroid menstimulasi tulang untuk melepaskan kalsium ke dalam darah, membuat ginjal membuang kalsium dalam jumlah yang lebih sedikit melalui air kemih, menstimulasi saluran pencernaan untuk menyerap kalsium lebih banyak, dan membuat ginjal mengaktifkan vitamin D yang membuat saluran cerna mampu menyerap lebih banyak kalsium.

Sekitar 90% penderita hiperparatiroidisme primer memiliki tumor jinak (adenoma) pada salah satu kelenjar paratiroid. Sekitar 10% sisanya memiliki pembesaran kelenjar paratiroid yang menghasilkan hormon paratiroid yang terlalu banyak. Pada kasus yang jarang, kanker kelenjar paratiroid menyebabkan hiperparatiroidisme. Hiperparatiroidisme lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Hiperparatiroidisme juga lebih mungkin terjadi pada orang-orang tua dan pada mereka yang menerima terapi penyinaran di leher. Kadang-kadang hiperparatiroidisme terjadi sebagai bagian suatu sindroma neoplasia endokrin multipel, yang merupakan penyakit keturunan yang jarang terjadi. 

Penderita kanker sering mengalami hiperkalsemia. Kanker ginjal, kanker paru atau kanker ovarium (indung telur), sering mengeluarkan sejumlah besar protein yang memiliki efek yang mirip dengan hormon paratiroid. Efek ini dikenal sebagai sindroma paraneoplastik.

Kanker juga menyebar (bermetastasis) ke tulang, menghancurkan sel-sel tulang dan melepaskan kalsium tulang ke dalam darah. Hal ini sering terjadi pada kanker prostat, kanker payudara dan kanker paru-paru.

Mieloma multipel (kanker yang melibatkan sumsum tulang) juga dapat menyebabkan penghancuran tulang dan mengakibatkan hiperkalsemia. Kanker yang lain juga dapat meningkatkan konsentrasi kalsium darah dengan mekanisme yang belum sepenuhnya dapat dimengerti.

Pada penyakit-penyakit tertentu dimana terjadi penghancuran atau penyerapan sel-sel tulang (misalnya penyakit Paget), juga bisa terjadi hiperkalsemia.
Orang-orang yang tidak banyak bergerak (misalnya penderita paraplegia (lumpuh kedua bagian bawah tubuh), kuadriplegia (lumpuh keempat anggota gerak) atau yang berbaring di tempat tidur dalam waktu lama, juga dapat menderita hiperkalsemia karena jaringan tulang diresorbsi.

GEJALA

Gejala paling awal dari hiperkalsemia biasanya adalah konstipasi (sembelit), kehilangan nafsu makan, mual-muntah dan nyeri perut. Ginjal dapat secara abnormal menghasilkan air kemih dalam jumlah banyak. Akibat pembentukkan air kemih yang berlebihan ini, cairan tubuh akan berkurang dan dapat terjadi dehidrasi.

Hiperkalsemia berat sering menimbulkan gejala kelainan fungsi otak, seperti kebingungan, gangguan emosi, delirium (penurunan kesadaran), halusinasi, kelemahan dan koma. Dapat juga diikuti dengan irama jantung yang abnormal dan kematian.

Pada penderita hiperkalsemia menahun bisa terbentuk batu ginjal yang mengandung kalsium. Bila terjadi hiperkalsemia berat dan menahun, kristal kalsium akan terbentuk di dalam ginjal dan menyebabkan kerusakan yang menetap.

DIAGNOSA

Hiperkalsemia biasanya ditemukan pada saat melakukan pemeriksaan darah rutin. Penyebab hiperkalsemia seringkali dapat diketahui dengan melihat riwayat kesehatan penderita dan hal-hal yang dilakukan penderita akhir-akhir ini (misalnya minum sejumlah besar susu dan mengkonsumsi tablet antasid yang mengandung kalsium). Untuk membantu menentukan penyebabnya dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium dan rontgen.

PENGOBATAN

Pengobatan tergantung pada tingginya kadar kalsium darah dan penyebabnya. Jika hiperkalsemia yang terjadi tidak berat, maka penanganan seringkali cukup dengan mengkoreksi faktor penyebabnya. Orang-orang yang memiliki fungsi ginjal normal dan mengalami hiperkalsemia ringan atau memiliki kecenderungan mengalami hiperkalsemia dianjurkan untuk minum banyak air sehingga menstimulasi ginjal untuk mengeluarkan kalsium dan membantu mencegah dehidrasi. 

Jika kadar kalsium sangat tinggi atau jika terdapat gejala-gejala gangguan otak atau kelemahan otot, maka diberikan cairan dan obat diuretik melalui pembuluh darah (intravena) selama fungsi ginjal normal. Obat-obat diuretik seperti furosemid, meningkatkan pembuangan kalsium melalui ginjal dan merupakan terapi yang utama. 

Dialisis sangat efektif, aman, dan dapat diandalkan untuk mengatasi hiperkalsemia, tetapi dialisis biasanya hanya digunakan untuk orang-orang dengan hiperkalsemia berat yang tidak dapat diatasi dengan cara lain.

Obat-obat tertentu, seperti calcitonin, biphosphonate, kortikosteroid, dan plicamycin, dapat digunakan untuk mengobati hiperkalsemia. Obat-obat ini bekerja dengan cara memperlambat pelepasan kalsium dari tulang. 

Hiperkalsemia yang disebabkan oleh kanker biasanya sulit untuk diatasi. Jika kanker tidak dapat ditangani, maka hiperkalsemia biasanya akan muncul kembali meskipun sudah mendapat penanganan yang paling baik.

Hiperparatiroidisme biasanya diatasi dengan pembedahan untuk mengangkat satu atau lebih kelenjar paratiroid. Agar hasilnya baik, semua jaringan paratiroid yang menghasilkan hormon dalam jumlah yang sangat besar harus diangkat. Angka keberhasilan operasi ini mendekati 90%.

REFERENSI

- J, Larry. Calcium. 2008. http://www.merckmanuals.com/home/

hormonal_and_metabolic_disorders/electrolyte_balance/calcium.html

- L, James. Hypercalcemia. 2013. http://www.merckmanuals.com/professional/

endocrine_and_metabolic_disorders/electrolyte_disorders/hypercalcemia.html

Obat Terkait
 
Dokter Terkait
DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM
 
 
Artikel Terkait

Info Penyakit

Endokarditis Infektif
Endokarditis Infektif

Deskripsi : Endokarditis infektif merupakan infeksi yang
Baca selengkapnya »

Pitiriasis Rosea
Pitiriasis Rosea

Deskripsi : Pitiriasis Rosea adalah suatu penyakit
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

NEUROTROPIC CAPLET

Kaplet Salut Selaput 10 x 10

KEMOREN TABLET 25 MG

Tablet 25 mg x 10 x 10 butir.